Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS KOMBINASI TEKNIK REBOZO DAN TEKNIK NAFAS DALAM UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MEDIKA KELUARGA JAKARTA TIMUR
ABSTRAK
Latar belakang: Persalinan sering menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Nyeri persalinan dapat mempengaruhi fisik, emosi, dan kemajuan persalinan. Manajemen nyeri persalinan dengan pendekatan non-farmakologis yaitu kombinasi teknik rebozo dan teknik nafas dalam.
Tujuan : pendekatan nonfarmakologis mengurangi nyeri persalinan
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian one-group pretest-posttest design. populasi seluruh ibu bersalin kala I fase aktif bulan Maret 2023 di Klinik Pratama Medika Keluarga Jakarta Timur, dengan jumlah 34 responden dilanjutkan dengan pengambilan sampel teknik purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian mayoritas responden berusia 20-35 tahun, pendidikan tamat SMA, usia kehamilan 36-38 minggu, status obstetri G1P0A0 dan riwayat persalinan yang normal. Analisis deskriptif menunjukkan terdapat penurunan yang signifikan skala nyeri persalinan. Rata-rata skala nyeri sebelum tes adalah 7.206, setelah tes adalah 3.147 dan selisih skala nyeri 4.059.
Kesimpulan: Kombinasi teknik rebozo dan teknik nafas efektif mengurangi nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif.
Kata kunci: nyeri persalinan, teknik rebozo, teknik nafas dalam, fase aktif persalinan, ibu bersalin.
ABSTRACT
Background: Childbirth often causes pain and discomfort. Labor pain can affect the physical, emotional, and progress of labor. Management of labor pain with a non-pharmacological approach, namely a combination of the rebozo technique and deep breathing techniques.
Purpose: Non-pharmacological approach to reduce labor pain
Methods: This study used the one-group pretest-posttest design research method. the population of all mothers giving birth during the first stage of active phase in March 2023 at the Pratama Medika Keluarga Clinic in East Jakarta, with a total of 34 respondents, was followed by purposive sampling technique.
Results: The results of the study showed that the majority of respondents were aged 20-35 years, graduated from senior high school, had a gestational age of 36-38 weeks, had G1P0A0 obstetric status and had a history of normal delivery. Descriptive analysis showed that there was a significant decrease in labor pain scale. The average pain scale pretest 7,206, posttest 3,147 and the difference in pain scale was 4,059.
Conclusion: The combination of the rebozo technique and breathing technique is effective in reducing labor pain women in labor during the first stage active phase.
Keywords: labor pain, rebozo technique, deep breathing technique, active phase of labour, birthing mothe
PENGARUH RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PREEKLAMPSIA BERAT
Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema dan proteinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. Salah satu tindakan non farmakologis yang dapat di lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita preeklampsia dengan memberikan teknik hidroterapi rendam kaki menggunakan air hangat. Tujuan penulisan artikel ini adalah melakukan analisis literature review terhadap pengaruh rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada preeklampsia berat. Dalam proses penulisan menggunakan metode Literature Review, yaitu sebuah pencarian litherature baik nasional maupun internasional yang diperoleh dari google schoolar. Yang dibatasi 5 tahun terakhir, dari tahun 2018 hingga 2022. Selanjutnya sumber literature yang dipakai diindentifikasi dalam bentuk tabel serta dibahas secara deskriptif untuk menjelaskan metode yang ada. Rendam kaki air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah pada preeklampsia bera
Gambaran kompetensi spiritual perawat
Perawatan spiritual merupakan salah satu tanggung jawab perawat saat memberikan asuhan keperawatan, tetapi perawat belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek tersebut. Hasil studi lalu terhadap 30 pasien di 3 rumah sakit, menunjukkan bahwa sebesar 79% pasien yang dirawat tidak mendapat pendampingan spiritual oleh perawat, perawatan spiritual berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 57,7%, 21% pasien menyatakan mendapat pendampingan spiritual dari pemuka agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kompetensi Perawatan spiritual yang dimiliki oleh perawat. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei, dengan menggunakan non random sampling; quota, dengan jumlah perawat sebanyak 238 perawat. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Nurses’ Professional Competence in Spiritual Care yang berjumlah 38 pernyataan. Hasil penelitian dengan nilai rerata 114.15 pada rentang skor minimal 38 sampai maksimal 152. Kompetensi di aspek Assessment and implementation of spiritual care masih cukup rendan diliaht dari nilai reratanya. Dan komponen Human values yang nilai rerata paling tinggi. Beberapa kompetensi perlu ditingkatkan seperti penggunaan instrumen standar dalam mengkaji kebutuhan spiritual pasien, ketersediaan waktu dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual pasien dan keluarga, memberikan laporan tertulis tentang kebutuhan spiritual pasien dan keluarga pasien kepada rekan kerja/kolega, dan pengadaan konseling interdisipliner untuk memberikan perawatan spiritual kepada pasien dan keluarga pasien
PENGARUH KOMBINASI TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DAN KOMPRES DINGIN DENGAN COLD PACK TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN CLOSE FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS
Nyeri pada pasien fraktur salah satunya disebabkan karena spasme otot. Penatalaksanaan nyeri yang dapat dilakukan yaitu kombinasi terapinafas dalam dan kompres dengan cold pack. Salah satu tujuan dilakukan kombinasi terapi adalah untuk menurunkan intensitas nyeri. Untuk mengetahui Pengaruh kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan kompres dingin dengan cold pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien close fraktur.Jenis penelitian ini quasy experiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini berjumlah 34 responden. Teknik sampling adalah purposive sampling. Menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji statistic parametric dengan uji Wilcoxon.Setelah dilakukan kombinasi terapi rata-rata tingkat skala nyeri ringan 70,6% sedang 29,4%. Hasil analisis uji Wilcoxon p =0,000.Kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan kompres cold pack dapat menurunkan intensitas nyeri fraktur.Dapat mengaplikasikan kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan kompres dengan cold pack dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri fraktur ekstremitas tertutup
LITERATURE REVIEW: PENGARUH SOCIAL SUPPORT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TBC) PARU
AbstrakPenanggulangan TBC secara nasional menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yangdiberikan kepada penderita dalam jangka 6-8 bulan pengobatan. Keberhasilan programpengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat yang lengkap sampaiselesai. Tingginya angka kejadian TBC salah satunya dipengaruhi oleh ketidakpatuhandalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh socialsupport terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Metode literature review(LR) dimana data yang digunakan adalah database pencarian menggunakan MEDLINE(PubMed), Google Scholar, Science Direct, dan Wiley. Laporan yang diterbitkan dari 2012-2021 yang berfokus pada social support terhadap kepatuhan minum obat antituberkulosis. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis jurnal, terdapat implikasikeperawatan yang dibandingkan dari 8 jurnal, ditemukan bahwa metode peningkatankepatuhan minum obat anti tuberkulsois dengan teknik social support berpengaruhdalam meningkatkan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Kesimpulan yaitumetode social support terbukti berpengaruh dalam upaya peningkatan kepatuhanminum obat tuberkulosis karena dalam minum obat tuberkulosis dibutuhkan waktu 6-7 bulan secara continue. Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan, keluarga danpenderita bekerja sama dalam mewujudkan kepatuhan minum obat anti tuberkuloasisdengan menggunakan metode Social Support.Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat, Social Support, Tuberkulosis.AbstractNational TB control uses Anti Tuberculosis Drugs (OAT) given to patients within 6-8months of treatment. The success of the TB treatment program is strongly influenced bycomplete medication adherence to completion. The high incidence of TB is influenced bynon-adherence in treatment. The purpose of this study was to determine the effect of socialsupport on adherence to taking anti-tuberculosis drugs. Literature review (LR) methodwhere the data used is a search database using MEDLINE (PubMed), Google Scholar,Science Direct, and Wiley. A report published from 2012-2021 that focuses on socialsupport for adherence to taking anti-tuberculosis drugs. The results based on the analysisof journals, there are nursing implications compared from 8 journals, it was found that themethod of increasing adherence to taking anti-tuberculosis drugs with social supporttechniques had an effect on increasing adherence to taking anti-tuberculosis drugs. Theconclution of The social support method has been proven to have an effect in increasingadherence to tuberculosis medication because it takes 6-7 months to take tuberculosismedication continuously. Researchers suggest that health workers, families and patientswork together in realizing adherence to taking anti-tuberculosis drugs using the SocialSupport method.Keywords: Adherence or Social Support or TuberculosisPenanggulangan TBC secara nasional menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan kepada penderita dalam jangka 6-8 bulan pengobatan. Keberhasilan program pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat yang lengkap sampai selesai. Tingginya angka kejadian TBC salah satunya dipengaruhi oleh ketidakpatuhan dalam pengobatan. Tujuan enelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh social support terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Metode literature review (LR) dimana data yang digunakan adalah database pencarian menggunakan MEDLINE (PubMed), Google Scholar, Science Direct, dan Wiley. Laporan yang diterbitkan dari 2012-2021 yang berfokus pada social support terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Hasil penelitian ini berdasarkan analisis jurnal, terdapat implikasi keperawatan yang dibandingkan dari 8 jurnal, ditemukan bahwa metode peningkatan kepatuhan minum obat anti tuberkulsois dengan teknik social support berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Kesimpulan yaitu metode social support terbukti berpengaruh dalam upaya peningkatan kepatuhan minum obat tuberkulosis karena dalam minum obat tuberkulosis dibutuhkan waktu 6-7 bulan secara continue. Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan, keluarga dan penderita bekerja sama dalam mewujudkan kepatuhan minum obat anti tuberkuloasis dengan menggunakan metode Social Support.
Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat, Social Support, Tuberkulosis
HUBUNGAN KARAKTERISTIK UMUR, JENIS KELAMIN, PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU BERPACARAN PADA REMAJA DI PROVINSI JAWA BARAT
The numbers of infected adolescents by HIV/AIDS is getting higher recently, around 3.2 –3.8% per year, majority due to sexual activity. Sexual intercourse among adolescents is anexpression of sexual arousal that indicates the maturity of two genders’ type; which beginswith actions or activities and physical contact in dating behavior. Last decades, the economicdevelopments and mass media have influenced adolescents\u27 behavior and perceptions of riskysexual activities, especially when they are dating. The purpose of this study was to examinethe factors of knowledge about HIV, gender and, age that are most associated with datingbehavior in adolescents in West Java. This study deployed secondary data sources derivedfrom the 2018 Youth Population, Family Planning and Family Development ProgramPerformance and Accountability Survey. The survey’s sample at the province of West Javawas conducted on 4692 female and male adolescent respondents with an age limit of 15–24years. The sample unit used in the analysis of all unmarried women and men in this study was500 respondents. This research used descriptive quantitative research method withcorrelational research design using secondary data analysis. The time of data collection andresearch was carried out in December 2021. The data in the study were normally distributed,so the Chi-Square correlation test was carried out, then multivariate analysis was carried outusing logistic regression statistical tests. The results of the chi-square analysis showed thatthere was a significant relationship between knowledge about HIV/AIDS and a small part ofthe sub- variables of dating behavior. Knowledge of HIV/AIDS was the variable that is mostclosely related to the variable of dating behavior. Suggestions, there’s a need further researchregarding the factors that influence risky dating behavior in adolescents using primary data.Keywords : Dating Behavior, HIV/AIDS, Knowledge, Premarital Sexual Relations
Jumlah remaja yang tertular HIV/AIDS saat ini semakin meningkat, berkisar 3,2 – 3,8% pertahun, sebagian besar disebabkan oleh aktivitas seksual. Hubungan seksual pada remajamerupakan ekspresi gairah seksual yang menunjukkan kematangan tipe dua gender; yangdiawali dengan tindakan atau aktivitas dan kontak fisik dalam perilaku berpacaran. Beberapadekade terakhir, perkembangan ekonomi dan media massa telah mempengaruhi perilaku danpersepsi remaja terhadap aktivitas seksual berisiko, terutama saat mereka sedang berkencan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pengetahuan tentang HIV, jenis kelamindan, usia yang paling berhubungan dengan perilaku pacaran pada remaja di Jawa Barat.Jurnal Perawat Indonesia, Volume 7 No 2, Hal 1423-1442, Agustus 2023 e-ISSN2 548-7051Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah p-ISSN 2714-65021424Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang berasal dari Survei Kinerja danAkuntabilitas Program Kependudukan Remaja, Keluarga Berencana dan PembangunanKeluarga Tahun 2018. Sampel survei di Provinsi Jawa Barat dilakukan terhadap 4.692responden remaja perempuan dan laki-laki dengan batasan usia 15–24 tahun. Unit sampelyang digunakan dalam analisis seluruh perempuan dan laki-laki belum menikah dalampenelitian ini adalah 500 responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifkuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan analisis data sekunder. Waktupengumpulan data dan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021. Data dalampenelitian berdistribusi normal, sehingga dilakukan uji korelasi Chi-Square, kemudiandilakukan analisis multivariat dengan menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil analisischi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentangHIV/AIDS dengan sebagian kecil sub variabel perilaku pacaran. Pengetahuan tentangHIV/AIDS merupakan variabel yang paling erat hubungannya dengan variabel perilakuberpacaran. Saran, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku pacaran berisiko pada remaja dengan menggunakan data primer.Keyword : Perilaku Pacaran, HIV/AIDS, Pengetahuan, Hubungan Seksual PranikInfeksi HIV/AIDS pada remaja di Indonesia semakin meningkat, dengan prevalensi sekitar 3,2-3,8% setiap tahunnya, mayoritas remaja terinfeksi karena hubungan seksual. Hubungan seksual pada remaja merupakan salah satu bentuk ekspresi akibat adanya perbedaan naluriah seks antara dua jenis kelamin yang disebabkan oleh kematangan seksual, yang diawali dari tindakan atau aktivitas dan kontak fisik pada perilaku berpacaran. Dalam beberapa tahun terakhir, karena perkembangan ekonomi dan media masa mempengaruhi perilaku dan persepsi remaja akan aktivitas seksual berisiko, terutama saat remaja berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dari faktor pengetahuan tentang HIV, jenis kelamin dan usia yang paling berhubungan dengan perilaku berpacaran pada remaja di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang berasal dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) 2018 Remaja. Sampel survei pada provinsi Jawa Barat dilakukan terhadap 4692 responden remaja perempuan dan pria dengan batas usia antara 15–24 tahun. Unit sampel yang digunakan dalam analisis semua perempuan dan pria belum menikah pada penelitian ini adalah 500 Responden. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan analisis data sekunder. Waktu pengumpulan data dan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021. Analisis yang dilakukan adalah uji korelasi Chi-Square, kemudian dilakukan analisis multivariate menggunakan adalah uji statistik regresi logistik. Hasil analisis chi-square, menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sebagian kecil dari sub variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan tentang HIV/AIDS adalah variabel yang paling erat hubungannya dengan variabel perilaku berpacaran. Pengetahuan mengenai HIV/AIDS dapat merubah persepsi seseorang terhadap seksualitas dan cara berpacaran. Saran perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berpacaran berisiko pada remaja menggunakan data primer
Jenis Kelamin dan Durasi Penggunaan Gadget pada Speech Delay
Language is a system of signs or rules used by children to communicate and adapt to their environment, with the aim of exchanging ideas, thoughts and emotions. It is not uncommon during this developmental period to find children\u27s growth and developmental disparities, one of which is speech delay. One of the factors that influence this is the gender and the use of gadgets. This study uses correlational analysis method with an expost facto approach to 70 respondents, data collection is done by questionnaire, and accidental sampling technique. The independent variables in this study are gender and duration of gadget use for the dependent variable in this study is speech delay. Statistical analysis in this study used pearson Chi square and Spearman rank. The results of the statistical test for gender variable with speech delay using Pearson Chi square obtained a p-value of (0.001) <α, which means that there is a significant relationship between gender variable and speech delay, while for the variable duration of gadget use with speech delay Using Spearman Rank, a p-value of (0.03) <α means that there is a relationship between the variable duration of gadget use and speech delay. Based on the results of the study, it was found that there was a relationship between gender and duration of gadgets using with the incidence of speech delay
Burnout Berhubungan dengan Kinerja Perawat
Kinerja perawat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja. Burnout ditandai dengan tiga dimensi yaitu exhaustion, cynicism dan reduced professional efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung pada bulan Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit X di Bandar Lampung dengan sampel sebanyak 175 orang. Alat ukur burnout menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS), sedangkan kinerja diukur menggunakan kuesioner kinerja perawat yang dikembangkan oleh Nursalam. Uji validitas dilakukan pada 30 orang dengan hasil valid dan reliabel. Uji univariat menggunakan persentase dan uji bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam kategori tidak burnout dan kinerja baik. Ada hubungan antara burnout dengan kinerja perawat (p=0,000). 
Upaya Pencegahan Depresi Pasca Persalinan Pada Wanita Postpartum
Pendahuluan Persalinan dapat menimbulkan terjadinya perubahan fisiologis maupun psikologis. Salah satu perubahan psikologis yang terjadi adalah depresi pasca persalinan (DPP). Dalam hal ini, upaya pencegahan sangat perlu dilakukan agar wanita postpartum dapat terhindar dari kondisi DPP Tujuan untuk membahas upaya-upaya pencegahan DPP pada wanita postpartum Metode Desain yang digunakan adalah Scoping Review berdasarkan pada basis data elektronik di internet, yaitu Google Scholar dan Pubmed, dengan kriteria inklusi free full-text, 10 tahun terakhir, desain penelitian RCT atau quasi eksperimental dengan jumlah sampel minimal 30 serta berbahasa Inggris dan Indonesia Hasil dan Pembahasan Beberapa intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah DPP diantaranya adalah Spiritual Management of Relaxation Therapy (SMARTER), Moderate Physical Activity in an Aquatic Environment, aplikasi IMD, konseling, metode effleurage, dan metode exercise juga wellness Simpulan dan Rekomendasi Intervensi-intervensi tersebut terbukti efektif dalam mencegah atau mengurangi DPP. Selanjutnya, dapat dilakukan penelitian yang membandingkan tingkat efektivitas dari intervensi-intervensi di ata
Bullying Victims among Early Adolescence: A Study of Incidence, Risk Factor, and Coping Strategy
Bullying in adolescents can negatively impact various aspects of life, especially if left with maladaptive coping. However, several studies have explored the phenomenon, characteristics, and coping strategies among adolescent victims of bullying in Indonesia has variation. This study aims to determine the incidence, risk factors, and coping strategies used among early adolescent victims of bullying. This study uses a cross-sectional design with a retrospective approach to 55 junior high school students in three schools from 7 to 27 September 2021 in Wes Java, Indonesia. The tool used the Victim Questionnaire Instrument and Adolescent-Coping Orientation for Problem Experiences. The findings of this study were from 55 early adolescents who reported experiencing bullying, the majority from two public schools (85.5%), aged 14 years (74.5%), female (72.7%) and living with both parents (85.5%). Overall, early adolescent victims of bullying use problem-focused coping (65.5%), emotion-focused coping (30.9%), and both (3.6%). Our finding highlights early adolescent victims of bullying used a coping strategies include problem-focused coping and emotion-focused coping. This study suggested that the school nurse\u27s as an educator collaborate with the school in carrying out interventions for bullying victims, such as counselling and screening. Further investigation of the interactions among risk factors is urgently needed to prevent bullying among early adolescents