Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Pengetahuan Perawat, Supervisi Kepala Ruangan, dan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien

    No full text
    Sasaran keselamatan pasien merupakan sistem yang dibentuk untuk memberikan pelayanan yang aman dan bermutu tinggi. Data insiden keselamatan pasien yang tercatat di RSUD Indramayu selama tiga tahun terakhir sebanyak 17 insiden. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan perawat dan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien di RSUD Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh perawat pelaksana di ruang Manalagi 1, Manalagi 2, Kweni, dan Arumanis RSUD Indramayu yang berjumlah 40 perawat dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pengetahuan perawat didapatkan nilai p value 0,004 (α<0,05) menunjukkan ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan sasaran keselamatan pasien dan supervisi kepala ruangan didapatkan nilai p value 0,080 (α<0,05) menunjukkan tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan sasaran keselamatan pasien dan tidak ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan penerapan sasaran keselamatan pasien. Penerapan sasaran keselamatan pasien sangatlah penting sehingga perlu dilakukan peningkatan pengetahuan perawat melalui kegiatan pelatihan keselamatan pasien dan dilakukan supervisi yang baik oleh kepala ruangan

    Melangkah Menuju Hidup Sehat: Peningkatan Pengetahuan Keluarga tentang Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

    No full text
    Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Untuk mengurangi beban PJK, pendekatan pencegahan melalui edukasi keluarga menjadi hal yang penting. Dengan melibatkan keluarga dalam proses pembelajaran, pengetahuan tentang faktor risiko, gejala, dan langkah-langkah pencegahan PJK dapat disebarkan secara efektif. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan PJK. Kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 18 peserta yaitu keluarga pasien di Ruang ICU, yang dilaksanakan pada Mei 2023. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan pre-post test untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan yang berisi tentang faktor risiko, gejala, dan langkah-langkah pencegahan PJK. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan peningkatkan pengetahuan rata-rata mencapai 57,9% dengan rata-rata nilai post test 90,55. Edukasi keluarga secara signifikan meningkatkan pengetahuan mereka tentang PJK dan mendorong adopsi perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari

    Terapi Mindfulness Nafas Dalam pada Warga Binaan Pemasyarakatan

    No full text
    Terapi mindfulness merupakan terapi yang melibatkan peserta untuk mengamati pemikiran batin atau perasaan secara sadar dengan membawa pengalaman ke kondisi peserta saat ini dengan penuh rasa keterbukaan dan penerimaan terhadap pengalaman hidupnya. Terapi ini dapat memberikan pemahaman lebih pada peserta terkait pemikiran dan emosinya tanpa memberikan penghakiman. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu mengajarkan teknik-teknik atau cara melakukan terapi mindfulness nafas dalam untuk melatih pikiran agar dapat melatih kesabaran, ketenangan batin, kejernihan dan keseimbangan pikiran, sehingga dapat menurunkan stres dan kecemasan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi terapi mindfulness nafas dalam. Hasil pengabdian masyarakat yaitu warga binaan pemasyarakatan (WBP) merasa lebih tenang sesudah dilakukan terapi mindfulness latihan pernafasan. Peserta pengabdian masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dan antusias. Evaluasi pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan secara lisan. Terapi mindfulness nafas dalam penting untuk rutin dilakukan karena memberikan dampak yang positif seperti WBP menjadi lebih tenang

    THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONCEPT AND ACADEMIC PROCRASTINATION IN NURSING STUDENTS OF POLYTECHNIC KEMENKES SEMARANG

    No full text
    Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademik memiliki tanggung jawab utama terhadap tugas akademiknya. Banyak ditemukan mahasiswa yang melakukan penundaan mengerjakan tugas akademik atau disebut dengan prokrastinasi akademik. Berbagai faktor yang menjadi penyebab mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang melakukan penundaan, salah satunya adalah faktor dalam individu itu sendiri atau disebut sebagai konsep diri. Penelitian ini disusun untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Jenis penelitian ini penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mencari hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik. Responden penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 mahasiswa dengan teknik multistage random sampling yang memadukan teknik cluster sampling dan proportionate stratified random sampling . Variabel konsep diri diukur dengan kuesioner skala konsep diri yang berjumlah 25 item dan variabel prokrastinasi akademik diukur dengan kuesioner prokrastinasi akademik yang berjumlah 30 item. Kedua variabel dianalisis dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil analisis korelasi kedua variabel diperoleh hasil r= (-0,187) dengan Sig. (2-tailed) 0,002 (p<0,05), sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Artinya, apabila konsep diri mahasiswa meningkat, maka akan diikuti dengan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila konsep diri mahasiswa menurun, maka berpotensi terjadi peningkatan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Kata Kunci: Konsep Diri, Prokrastinasi Akademik, Mahasiwa Students as part of the academic community have the main responsibility for their academic tasks. Many students find that they delay doing academic assignments or it is called academic procrastination. There are various factors that cause nursing students of the Semarang Ministry of Health Poltekkes to delay, one of which is a factor in the Jurnal Perawat Indonesia, Volume 7 No 1, Hal 1342-1355, Mei 2023 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah e-ISSN2 548-7051 p-ISSN 2714-6502 1343 individual itself or referred to as self-concept. This study was structured to determine the relationship between self-concept and academic procrastination in nursing students at the Health Polytechnic of the Ministry of Health in Semarang. This type of research is a correlational method with a cross sectional approach to find the relationship between self- concept and academic procrastination. The respondents of this study used a sample of 150 students with a multistage random sampling technique that combines cluster sampling and proportionate stratified random sampling. The self-concept variable was measured by a self-concept scale questionnaire, amounting to 25 items and the academic procrastination variable was measured by an academic procrastination questionnaire totaling 30 items. Both variables were analyzed by the Kendall Tau correlation test. The results of the correlation analysis of the two variables obtained the results of r = (-0.187) with Sig. (2-tailed) 0.002 (p<0.05), indicating that there is a significant negative relationship between self-concept and student academic procrastination. That is, if a student\u27s self-concept increases, it will be followed by a decreased student\u27s academic procrastination behavior. Otherwise, if students\u27 self-concept decreases, there is the potential for an increase in academic procrastination behavior in students.Keywords: Self-Concept, Academic Procrastination, Student  Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademik memiliki tanggung jawab utama terhadap tugas akademiknya. Banyak ditemukan mahasiswa yang melakukan penundaan mengerjakan tugas akademik atau disebut dengan prokrastinasi akademik. Berbagai faktor yang menjadi penyebab mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang melakukan penundaan, salah satunya adalah faktor dalam individu itu sendiri atau disebut sebagai konsep diri. Penelitian ini disusun untuk mengetahui hubungan antara konsep diri  dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Jenis penelitian ini penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mencari hubungan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik. Responden penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 mahasiswa dengan teknik multistage random sampling yang memadukan teknik cluster sampling dan proportionate stratified random sampling . Variabel konsep diri diukur dengan kuesioner skala konsep diri yang berjumlah 25 item dan variabel prokrastinasi akademik diukur dengan kuesioner prokrastinasi akademik yang berjumlah 30 item. Kedua variabel dianalisis dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil analisis korelasi kedua variabel diperoleh hasil r= (-0,187) dengan Sig. (2-tailed) 0,002 (p<0,05), sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan prokrastinasi akademik mahasiswa. Artinya, apabila  konsep diri mahasiswa meningkat, maka akan diikuti dengan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang menurun. Begitu pula sebaliknya, apabila konsep diri mahasiswa menurun, maka berpotensi terjadi peningkatan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa

    Hubungan Quality of Nursing Work Life dengan Komitmen Organisasi Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember

    No full text
    Komitmen organisasi perawat adalah keyakinan perawat terhadap tujuan organisasi dantekad untuk tetap menjadi bagian dari organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhikomitmen organisasi perawat adalah quality of nursing work life. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis hubungan antara quality of nursing work life dengan komitmenorganisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Desain penelitianyang digunakan adalah cross sectional, dengan jumlah sampel 81 perawat menggunakantotal sampling. Data diambil dengan kuesioner Quality of Nursing Work Life (QNWL) danOrganizational Commitment Questionnaire (OCQ). Analisis data menggunakan uji korelasiSpearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara quality ofnursing work life dengan komitmen organisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III BaladhikaHusada Jember (p<0,001; Ï„= 0,434). Semakin baik quality of nursing work life, maka semakinbaik komitmen organisasi perawat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnyapeningkatan quality of nursing work life untuk meningkatkan komitmen organisasi perawat.Kata kunci: perawat, quality of nursing work life, komitmen organisasi.ABSTRACTNurse’s Organizational Commitment is nurse confidence against the purpose of theorganization and the determination to still be part of the organization. One of the factors thatinfluence the nurse’s organizational commitment is quality of nursing work life. The purpose ofthis study was to analyze the correlation between quality of nursing work life and nurse’sorganizational commitment at Tingkat III Baladhika Husada Hospital. The design of this studywas cross-sectional using a quantitative approach. This study recruited 81 as respondents ofnurses using total sampling. The data was taken by questionnaire of Quality of Nursing WorkLife (QNWL) and Organizational Commitment Questionnaire (OCQ). Data analysis in this studyused the Spearman Ranks correlation test. The Results showed a significant correlationbetween quality of nursing work life and nurse’s organizational commitment at Tingkat IIIBaladhika Husada Hospital (p<0.001; Ï„= 0.434). The better quality of nursing work life, thebetter nurse’s organizational commitment. This study concluded that the importance ofincreasing the quality of nursing work life to improve nurse’s organizational commitment.Keywords: nurses, quality of nursing work life, organizational commitment.Komitmen organisasi perawat adalah keyakinan perawat terhadap tujuan organisasi dan tekad untuk tetap menjadi bagian dari organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi perawat adalah quality of nursing work life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara quality of nursing work life dengan komitmen organisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dengan jumlah sampel 81 perawat menggunakan total sampling. Data diambil dengan kuesioner Quality of Nursing Work Life (QNWL)  dan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara quality of nursing work life dengan komitmen organisasi perawat di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember (p<0,001; Ï„= 0,434). Semakin baik quality of nursing work life, maka semakin baik komitmen organisasi perawat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan quality of nursing work life untuk meningkatkan komitmen organisasi perawat. Kata kunci: perawat, quality of nursing work life, komitmen organisasi

    PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA: SCOPING REVIEW

    No full text
    Penderita gangguan jiwa sering mengalami masalah berkaitan dengan performa Activity Daily Living (ADL) akibat keterbatasannya. Hal ini diperkuat dengan adanya stigma sosial seperti mendapatkan perlakuan yang berbeda atau diasingkan oleh lingkungan sosialnya, sehingga berampak terhadap kurangnya aktivitas sehari-hari. Maka, penting untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan dalam pemenuhan ADL bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) agar dapat memenuhi kebutuhannya. Tujuan dari studi literatur adalah untuk mengidentifikasi upaya pemenuhan ADL pada ODGJ. Studi ini menggunakan desain scoping review. 3 database yang digunakan yaitu EBSCO, PubMed, ProQuest, tahun 2012 - 2022. Artikel digunakan berbahasa inggris, full text, desain penelitian Qualitative study, RCT dan Quasi Experimental study fokus pada intervensi pemenuhan Activity Daily Living pada orang dengan gangguan jiwa. Penilaian kualitas artikel menggunakan Critical Appraisal Checklist tools Joanna Briggs Institute (JBI). Berdasarkan hasil pencarian kata kunci, didapatkan hasil 6 artikel yang memenuhi syarat. Artikel tersebut memuat berbagai macam upaya untuk pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa yang dikelompokkan kedalam 3 kategori. Didapatkan 3 kategori upaya untuk meningkatkan pemenuhan ADL pada pasien dengan gangguan jiwa yaitu pemenuhan ADL berbasis latihan fisik, upaya meningkatkan kebutuhan dasar menggunakan life skill training, dan strategi koping dalam memenuhi kebutuhan ADL. Kata Kunci: Activity Daily Living; ADL; Gangguan Jiwa; ODGJ. &nbsp

    ONLINE LEARNING HAS NO EFFECT ON THE LEVEL OF ANXIETY IN NURSING STUDENTS IN THE CITY OF PEKALONGAN

    No full text
    The online learning method is applied as an alternative to learning during the Covid-19 pandemic. However, the impact of changes in the lecture process experienced during the pandemic risks causes mental health problems to emerge in students. One of the mental health problems that can arise is anxiety. Basic Health Research (Riskesdas) in 2018 showed that 9.9% of people aged 15 years and over or around 19 million people in Indonesia experience emotional mental disorders indicated by symptoms of anxiety and depression. This study aims to determine the correlation between online learning and the level of anxiety in nursing students in the city of Pekalongan. This research uses quantitative methods with an analytical observational design. Nursing student anxiety is measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) instrument. The sample used in this study was 141 nursing students. The measurement results were analyzed using Kendall\u27s Tau. The results of the study showed that most nursing students participated in hybrid learning, namely 114 people (80.9%). Then most nursing students or as many as 52 people (36.9%) experience mild anxiety. After being tested for correlation with Kendall\u27s Tau, a significance value of 0.876 (p value > 0.05) was obtained, which means that there is no significant correlation between online learning and the anxiety level of nursing students in the city of Pekalongan.   &nbsp

    HUBUNGAN BODY IMAGE (CITRA TUBUH) DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DI SMK MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN

    No full text
    ABSTRAK Latar belakang: Pada masa remaja perubahan yang paling dirasakan oleh remaja adalah perubahan fisik, pertumbuhan fisik yang cepat akan berdampak pada aspek psikologis. Salah satu aspek psikologis dari perubahan fisik yaitu remaja lebih memperhatikan tubuhnya dan membangun citra dirinya sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan body image (citra tubuh) dengan kepercayaan diri remaja di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian berjumlah 169 siswa diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner alat ukur body image dan kepercayaan diri. Uji analisa menggunakan uji spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki citra tubuh positif sebanyak 165 orang dan mayoritas siswa memiliki kepercayaan diri tinggi sebanyak 126 orang. Analisis uji statistik spearman menunjukkan hasil nilai p-value (0,000) <0,005 artinya ada hubungan citra tubuh dengan kepercayaan diri remaja di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Kesimpulan: Siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung lebih bisa menerima diri sendiri, termasuk kepuasan terhadap bagian tubuh Kata kunci: citra tubuh, kepercayaan diri, remaj

    THE EFFECT OF CALCIUM (Ca) FOR REDUCING ANXIETY AND DEPRESSION IN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) A SYSTEMATIC REVIEW AND META-ANALYSIS

    No full text
    Premenstrual syndrome (PMS) is a common disorder in women of reproductive age with characteristic physical and mental symptoms during the luteal phase that substantially impair quality of life. About 80% of women of reproductive age experience physical or emotional symptoms before menstruation. 20% of women experience symptoms severe enough to interfere with activities and social life. The prevalence of PMS is around 20-32% in premenopausal women and 30-40% in reproductive women. This riset is To summarize and examine the article (examine article) that related consumption of calcium to its effect on decreased premenstrual syndrome. The author uses a systematic review and meta analysis research design with the Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis Protocol (PRISMA-P) method which is carried out systematically by following the correct stages and protocols and only using the primary study of the Quantitative Randomized Controled Trial (RCT) research. In 817 women who were obtained from 7 research articles regarding the effectiveness of calcium in reducing premenstrual syndrome with calcium intervention and placebo control, the results of the analysis using Revman 5.4 in the form of calcium 0.81 were more influential than placebo. As seen, the calcium group and the placebo group had significant differences in the physical and psychological symptoms of PMS after analysis of -0.81 [95% CI: -0.01 Random effect: -1.64 P = 0.05]. Calcium is 0.81 times more influential than placebo in reducing the symptoms of premenstrual syndrome, both physical and psychological symptoms

    Hubungan Efikasi Diri Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Baru S1 Keperawatan STIKes Swasta X Kota Bekasi

    No full text
    Mahasiswa baru merupakan status yang dimiliki individu ketika menjadi mahasiswa tahun pertama di perkuliahan. Pada fase ini individu akan mengalami proses adaptasi dengan lingkungan barunya. Proses adaptasi yang dialami dapat menimbulkan kecemasan. Banyak faktor yang berkaitan dengan kecemasan pada mahasiswa baru salah satunya efikasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa baru Program Studi S1 Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Swasta X Kota Bekasi. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional. Sampel penelitian ini merupakan mahasiswa baru Program Studi S1 Keperawatan sebanyak 109 orang dengan perhitungan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Pengukuran efikasi diri menggunakan General Self-Efficacy dan tingkat kecemasan menggunakan State Anxiety Inventory. Analisa data melalui uji Chi-Square didapati hasil p value 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa baru Program Studi S1 Keperawatan. Efikasi diri tinggi pada mahasiswa memunculkan rasa percaya terhadap kemampuan dirinya serta akan lebih berfokus dalam menghasilkan kinerja akademik yang baik dan dapat  beradaptasi dengan proses akademik yang dijalani sehingga dapat mencegah timbulnya kecemasan. Sedangkan pada mahasiswa dengan efikasi diri rendah akan berpadangan negatif terhadap semua hal baik pada dirinya, merasa kurang percaya terhadap kemampuan dirinya, dan dalam situasi yang penuh tekanan akan mudah menyerah karena merasa tertekan sehingga dapat menimbulkan kecemasan

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇