Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    PENGARUH KOMBINASI TOTOK PUNGGUNG DAN MUSIK SUARA ALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRONDOL

    No full text
    Penderita hipertensi di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Hipertensi dapat dikendalikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, konsumsi, obat-obatan, aktivitas, dan pola hidup sehat. Selain itu, ada terapi komplementer yang bisa dilakukan yaitu totok punggung dan terapi musik suara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh totok darah dan terapi musik terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Srondol. Penelitian dilakukan dari tanggal 20 Oktober sampai dengan 26 November 2021. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dengan metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan Paired T-Test untuk mengetahui pengaruh intervensi kemudian uji Turkey HSD untuk mengetahui kelompok yang paling signifikan terhadap tekanan darah. Hasil penelitian ini didapatkan rerata tekanan darah sistolik pada kelompok pre-test kombinasi adalah 180,00 mmHg dan pada post-test adalah 162,33 mmHg, rerata tekanan darah sistolik pada kelompok pre-test back full blooded adalah 169,33mmHg dan post-test adalah 142.00mmHg. sedangkan rerata tekanan darah sistolik pre-test kontrol adalah 167,33 mmHg, kemudian post-test diukur menjadi 144,67 mmHg. Didapatkan nilai p 0,000, selisih rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok kombinasi dan juga terapi akupresur punggung. Kombinasi totok punggung dapat merangsang titik akupuntur di punggung, dan suara alam dapat memberikan perasaan relaksasi dan mengurangi stres. Kata kunci: keperawatan; Punggung penuh; suara alam; dan tekanan darah Patients with hypertension in Indonesia every year continues to increase. Hypertension can be controlled by conducting regular health checks, consumption, drugs, activities, and a healthy lifestyle. In addition, there are complementary therapies that can be done, namely full-blooded back and natural sound music therapy. The purpose of this study was to determine theeffect of full-bloodedness and music therapy on blood pressure in patients with hypertension in the Srondol Health Center area. The study was conducted from October 20 to November 26,2021. The population in this study amounted to 45 with purposive sampling method. The statistical test used a paired T-Test to determine the effect of the intervention then the TurkeyHSD test to determine the most significant group on blood pressure. The results of this study, the mean systolic blood pressure in the pre-test combination group was 180.00 mmHg and the post-test was 162.33 mmHg, the mean systolic blood pressure in the pre-test back full-blooded group was 169.33mmHg and the post-test was 142.00mmHg. while the mean systolic blood pressure of the pre-test control was 167.33 mmHg, then the post-test was measured to be 144.67 mmHg. The p value of 0.000 was obtained, the average difference between before and after being given treatment in the combination group and also back acupressure therapy. The combination of full-blooded back can stimulate the acupoints on the back, and nature sound can give a feeling of relaxation and reduce stress.Keywords: nursing; Full back; nature sound; and blood preassure.ABSTRAK Penderita hipertensi di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Hipertensi dapat dikendalikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, konsumsi, obat-obatan, aktivitas, dan pola hidup sehat. Selain itu, ada terapi komplementer yang bisa dilakukan yaitu totok punggung dan terapi musik suara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh totok darah dan terapi musik terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Srondol. Penelitian dilakukan dari tanggal 20 Oktober sampai dengan 26 November 2021. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dengan metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan Paired T-Test untuk mengetahui pengaruh intervensi kemudian uji Turkey HSD untuk mengetahui kelompok yang paling signifikan terhadap tekanan darah. Hasil penelitian ini didapatkan rerata tekanan darah sistolik pada kelompok pre-test kombinasi adalah 180,00 mmHg dan pada post-test adalah 162,33 mmHg, rerata tekanan darah sistolik pada kelompok pre-test back full blooded adalah 169,33mmHg dan post-test adalah 142.00mmHg. sedangkan rerata tekanan darah sistolik pre-test kontrol adalah 167,33 mmHg, kemudian post-test diukur menjadi 144,67 mmHg. Didapatkan nilai p 0,000, selisih rata-rata antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok kombinasi dan juga terapi akupresur punggung. Kombinasi totok punggung dapat merangsang titik akupuntur di punggung, dan suara alam dapat memberikan perasaan relaksasi dan mengurangi stres. Kata kunci: keperawatan; totok punggung; suara alam; dan tekanan dara

    TINGKAT KECEMASAN, DEPRESI, STRESS, DAN MEKANISME KOPING PERAWAT DI RUANGAN ISOLASI COVID-19

    No full text
    Kecemasan, depresi dan stress merupakan masalah psikologis yang dapat timbul pada perawat dalam merawat pasien Covid-19. Mekanisme koping merupakan salah satu cara dalam mengatasi masalah tersebut. Sehingga penting untuk mengetahui tingkat kecemasan, depresi, stress serta mekanisme koping perawat di ruangan isolasi Covid-19.  Keterlibatan 30 responden perawat ruangan isolasi Covid-19 dan survei menggunakan kuesioner DASS-42 dan Brief COPE dalam bahasa Indonesia menjadi alat analisis data secara deskriptif. Sebagian besar tingkat kecemasan (77%), depresi (80%) dan stres (67%) perawat ruangan isolasi Covid-19 berada pada kategori normal. Mekanisme adaptif digunakan oleh sebagian besar responden (93,3%) dalam mengatasi kecemasan, depresi dan stres.  Pengelolaan sumber-sumber dalam memberikan jaminan kesejahteraan sumber tenaga utama seperti perawat dalam pelayanan kesehatan menjadi hal yang utama agar dapat memberikan layanan kesehatan yang berkualitas. Kata kunci: Kecemasan, depresi, stress, mekanisme kopingKecemasan, depresi dan stress merupakan masalah psikologis yang dapat timbul pada perawat dalam merawat pasien Covid-19. Mekanisme koping merupakan salah satu cara dalam mengatasi masalah tersebut. Sehingga penting untuk mengetahui tingkat kecemasan, depresi, stress serta mekanisme koping perawat di ruangan isolasi Covid-19.  Keterlibatan 30 responden perawat ruangan isolasi Covid-19 dan survei menggunakan kuesioner DASS-42 dan Brief COPE dalam bahasa Indonesia menjadi alat analisis data secara deskriptif. Sebagian besar tingkat kecemasan (77%), depresi (80%) dan stres (67%) perawat ruangan isolasi Covid-19 berada pada kategori normal. Mekanisme adaptif digunakan oleh sebagian besar responden (93,3%) dalam mengatasi kecemasan, depresi dan stres.  Pengelolaan sumber-sumber dalam memberikan jaminan kesejahteraan sumber tenaga utama seperti perawat dalam pelayanan kesehatan menjadi hal yang utama agar dapat memberikan layanan kesehatan yang berkualitas

    ANALISIS PERILAKU REMAJA TENTANG GENITAL HYGIENE CARE

    No full text
    Personal hygiene merupakan salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya untuk mendapatkan kesejahteraan holistik. Manusia yang tidak bisa melakukan personal hygiene dengan baik maka dapat dikatakan terganggu dalam melakukan personal hygiene. Salah satu contoh personal hygiene adalah genital hygiene care. Personal hygiene tentang genital care pada wanita perlu mendapat perhatian khusus dikarenakan karakteristik bentuk fisiologis organ genitalia wanita. Proses kematangan organ genitalia terjadi pada saat remaja akhir sehingga personal hygiene genital care pada remaja akhir hingga dewasa awal perlu diperhatikan. Penelitian systematic review ini bertujuan untuk menganalisis genital hygiene care wanita usia remaja dan dewasa awal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain systematic review. Pencarian sistematis dari database elektronik Sciencedirect, Pubmed dan Sage, dengan rentang publikasi literatur 2017-2022. Kata kunci yang digunakan “Personal hygiene OR hygiene AND genital care AND adult OR young adult OR teenager AND womenâ€. Kriteria inklusi difokuskan pada perilaku hygiene genitalia wanita remaja dan dewasa awal. Literatur lengkap yang disertakan menggunakan pedoman PRISMA. Setelah membaca keseluruhan include literatur, tema dan konsep kunci diekstraksi dan disintesis. Total terdapat 2382 artikel disaring. Lima artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Analisis menemukan 4 kategori yang terkait perilaku kebersihan organ genitalia di wanita remaja dan dewasa awal: vaginal douching, wearing tight pants, menstrual hygiene dan additional care. Hasil analisis menyatakan apabila ke-4 kategori tersebut tidak dilakukan oleh wanita maka dapat menyebabkan infeksi organ genitalia seperti vulvodynia hingga kanker serviks. Genital hygiene care merupakan hal yang vital pada wanita terutama remaja usia 18-25 tahun yang mengalami proses-proses kematangan organ genitalia agar mampu menekan angka kejadian infeksi organ genitalia. Kata kunci: Genital hygiene care, personal hygiene, dewasa, wanit

    A PENGARUH PEMBALUT WANITA TERHADAP TERJADINYA MASERASI PADA LUKA KRONIK DIABETIC FOOT ULCER

    No full text
    Penggunaan dressing menjadi sangat penting untuk mendukung penyembuhan luka. Dressing modern yang lama membutuhkan biaya yang mahal, sehingga perlu inovasi perawatan luka menggunakan pembalut wanita sebagai dressing.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembalut wanita terhadap terjadinya maserasi, penyerapan eksudat , infeksi dan penyembuhan pada luka Desain Cohort Prospective Longitudinal, 29 sampel di observasi dengan menggunakan pembalut wanita sebagai secondary dressing. Aplikasi pembalut wanita digunakan pada satu luka untuk satu pembalut berdasarkan luas luka. Observasi selama 4 minggu dengan pergantian balutan per 2 hari dan follow up setiap minggu. Pemeriksaan maserasi dan penyembuhan luka menggunakan instrument baku DMIST Scale setiap minggu. Infeksi menggunakan teknik swab didasar luka pada awal dan minggu ke - 4, kemudian di ukur dengan alat ukur bacteri count. Eksudat di ukur dengan timbangan digital setiap minggu. Uji statistik Friedman Test menunjukkan adanya pengaruh pada maserasi (0,000), eksudat (0,035). Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan tidak ada pengaruh pada infeksi (0,655). Repeated Measure Annova menunjukkan ada pengaruh pada penyembuhan luka (0,027). Manajemen eksudat menjadi sangat penting karena dapat menjadi maserasi dan peningkatan infeksi yang berdampak pada lama penyembuhan luka. Diharapkan praktisi luka dapat memperhatikan faktor penyembuhan luka. Kata Kunci: Pembalut wanita, Maserasi, Penyembuhan luka, Diabetic Foot UlcerPenggunaan dressing menjadi sangat penting untuk mendukung penyembuhan luka. Dressing modern yang lama membutuhkan biaya yang mahal, sehingga perlu inovasi perawatan luka menggunakan pembalut wanita sebagai dressing.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembalut wanita terhadap terjadinya maserasi, penyerapan eksudat , infeksi dan penyembuhan pada luka Desain Cohort Prospective Longitudinal, 29 sampel di observasi dengan menggunakan pembalut wanita sebagai secondary dressing. Aplikasi pembalut wanita digunakan pada satu luka untuk satu pembalut berdasarkan luas luka. Observasi selama 4 minggu dengan pergantian balutan per 2 hari dan follow up setiap minggu. Pemeriksaan maserasi dan penyembuhan luka menggunakan instrument baku DMIST Scale setiap minggu. Infeksi menggunakan teknik swab didasar luka pada awal dan minggu ke - 4, kemudian di ukur dengan alat ukur bacteri count. Eksudat di ukur dengan timbangan digital setiap minggu. Uji statistik Friedman Test menunjukkan adanya pengaruh pada maserasi (0,000), eksudat (0,035). Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan tidak ada pengaruh pada infeksi (0,655). Repeated Measure Annova menunjukkan ada pengaruh pada penyembuhan luka (0,027). Manajemen eksudat menjadi sangat penting karena dapat menjadi maserasi dan peningkatan infeksi yang berdampak pada lama penyembuhan luka. Diharapkan praktisi luka dapat memperhatikan faktor penyembuhan luka.   Kata Kunci: Pembalut wanita, Maserasi, Penyembuhan luka, Diabetic Foot Ulce

    PENGARUH PENGGUNAAN SCREEN TIME TERHADAP SPEECH DELAY PADA BALITA: KAJIAN LITERATUR

    No full text
    Screen time is the exposure time to digital media such as television, video games, and other technologies that use digital screens. During the COVID-19 pandemic, screen time in toddlers has increased so much that it affects the process of toddler development. One of the social development disorders due to screen time is speech delay. Speech delay is a delay in speech ability that is not appropriate for the age of a toddler. This study aims to identify the effect of screen time on speech delay in toddlers based on a literature review. The method used is thematic analysis: a simplified approach by searching articles using the EBSCO, CORE, PubMed, and PMC databases. Articles were selected using the PRISMA flow chart and the JBI Critical Appraisal Checklist for Analytical Cross-Sectional Studies to analyse the quality of the articles. Researchers use the boolean operators "AND" and "OR" with the keywords effect, speech delay, screen time, and toddler. The results of the literature review found three themes that explain the effect of using screen time on speech delay in toddlers, namely the duration of using screen time in toddlers, the negative impact of screen time on toddlers, and the risk of speech delay from using screen time in toddlers. The conclusion of this literature review is that screen time influences speech delays in toddlers. The use of screen time that is greater than the AAP (American Academy of Pediatrics) recommendation has a higher risk of experiencing speech delay.Screen time adalah waktu paparan media digital seperti televisi, video game, dan teknologi lain yang menggunakan layar digital. Selama pandemi COVID-19, screen time pada balita mengalami peningkatan sehingga mempengaruhi proses perkembangan balita. Salah satu gangguan perkembangan sosial akibat screen time adalah speech delay. Speech delay merupakan keterlambatan kemampuan bicara yang tidak sesuai dengan usia balita. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penggunaan screen time terhadap speech delay pada balita secara kajian literatur. Metode yang digunakan adalah thematic analysis: a simplified approach dengan pencarian artikel menggunakan database EBSCO, CORE, PubMed, dan PMC. Artikel diseleksi menggunakan diagram flow PRISMA dan kualitas artikel dianalisis menggunaakan JBI Critical Appraisal Checklist for Analytical Cross Sectional Studies. Peneliti menggunakan operator boolean “AND†dan “OR†dengan kata kunci, speech delay, screen time, dan toddler. Hasil kajian literatur menemukan tiga tema yang menjelaskan pengaruh penggunaan screen time terhadap speech delay pada balita, yaitu durasi penggunaan screen time pada balita, dampak negatif screen time pada balita, dan risiko speech delay terhadap penggunaan screen time pada balita. Kesimpulan kajian literatur ini adalah screen time berpengaruh terhadap terjadinya speech delay pada balita. Penggunaan screen time yang lebih dari rekomendasi AAP (American Academy of Pediatrics) memiliki risiko lebih tinggi mengalami speech delay

    HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSJD DR RM SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Perawat sebagai petugas medis harus mementingkan kesembuhan pasien sehingga memilikibeban kerja yang berat. Beban kerja tinggi pada perawat bisa mempertinggi risiko kelelahan fisikdan mental serta rentan mengalami burnout. Data WHO Eropa menunjukkan sekitar 30perawat yang disurvei mengatakan mereka merasa bosan atau lelah dalam bekerja. Di Inggris,sekitar 42 perawat mengatakan mereka kelelahan, di Yunani, sekitar 44 perawat mengatakanmereka merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka dan ingin bekerja. selesai bekerja. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat di RSJD Dr RMSoedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifkorelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat rawatinap di RSJD Dr RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah, perolehan sampel sebanyak 53 respondendengan teknik pengambilan sampel yaitu proportional stratified random sampling. Instrumenpengumpulan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Uji statistikbivariat menggunakan Kendall Tau. Hasil penelitian ini diperoleh karakteristik responden rata-rata usia 41,91 tahun dan masa kerja perawat 17,70 tahun, paling banyak responden laki-laki(50,9%) dan pendidikan DIII Keperawatan (64,2%), burnout pada perawat mayoritas rendah(98,1%), kinerja perawat mayoritas adalah baik (88,7%), hasil analisis bivariate diperoleh p value0,005 (p < 0,05).Kata Kunci : Burnout, Kinerja, PerawatAbstractNurses as medical officers must prioritize patient recovery so they have a heavy workload. A highworkload on nurses can increase the risk of physical and mental fatigue and make themsusceptible to burnout. WHO Europe data shows that around 30 nurses surveyed said they feltbored or tired at work. In the UK, around 42 nurses said they were burnt out, in Greece, around44 nurses said they felt dissatisfied with their work and wanted to work. finished work. Thisstudy aims to determine the relationship between burnout and the performance of nurses at RSJDDr RM Soedjarwadi, Central Java Province. The research method used is descriptive correlationalwith a cross sectional approach. The population of this study were all inpatient nurses at RSJD DrRM Soedjarwadi, Central Java Province. A sample of 53 respondents was obtained using asampling technique, namely proportional stratified random sampling. The data collectioninstrument used the Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnaire. Bivariate statistical testsuse Kendall Tau. The results of this study showed that the characteristics of respondents were anaverage age of 41.91 years and a nurse\u27s work experience of 17.70 years, most respondents weremale (50.9%) and had a DIII degree in Nursing (64.2%), the majority of nurses had burnout. low(98.1%), the majority of nurses\u27 performance was good (88.7%), the results of bivariate analysisobtained a p value of 0.005 (p < 0.05).Keywords: Burnout, Performance, NursePerawat sebagai petugas medis harus mementingkan kesembuhan pasien sehingga memiliki beban kerja yang berat. Beban kerja tinggi pada perawat bisa mempertinggi risiko kelelahan fisik dan mental serta rentan  mengalami burnout. Data  WHO  Eropa menunjukkan  sekitar 30 perawat yang disurvei mengatakan mereka merasa bosan atau lelah dalam bekerja. Di Inggris, sekitar 42 perawat mengatakan mereka kelelahan, di Yunani, sekitar 44 perawat mengatakan mereka merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka dan ingin bekerja. selesai bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat di RSJD Dr RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat rawat inap di RSJD Dr RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah, perolehan sampel sebanyak 53 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu proportional stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Uji statistik bivariat menggunakan Kendall Tau. Hasil penelitian ini diperoleh karakteristik responden rata-rata usia 41,91 tahun dan masa kerja perawat 17,70 tahun, paling banyak responden laki-laki (50,9%) dan pendidikan DIII Keperawatan (64,2%), burnout pada perawat mayoritas rendah (98,1%), kinerja perawat mayoritas adalah baik (88,7%), hasil analisis bivariate diperoleh p value 0,005 (p < 0,05)

    PROTOKOL SCOPING REVIEW: ANTI STIGMA-BASED PSYCHOEDUCATION ON CAREGIVERS OF PATIENTS WITH SCHIZOPHRENIA AND COMMUNITY

    No full text
    ABSTRACT Caregivers  and community stigmatize People With Schizophrenia (PWS). This phenomenon causes a very detrimental impact, including low reintegration of PWS into society and worsening of their social function. Anti-stigma-based psychoeducation is needed to de-stigmatize  caregivers of PWS  and community, but previous research has not clearly identified this. This scoping review protocol will guide the authors to map previous research related to anti-stigma based psychoeducation on caregivers of PWS and community. Scoping review uses the Arksey & O\u27Malley approach. Literature search keywords are based on Population, Content, and Context (PCC). The flow of literature screening followed the PRISMA ScR flowchart.  The types of literature used were clinical trial, meta analysis, randomized controlled trial, review, and systematic review, in English from PubMed, CINAHL (Ebsco), and ScienceDirect databases.  Year of publication: Last 10 years (January 2013 - January 2023). In the final stage, the authors conducted an analysis, namely basic numerical analysis and then continued with thematic analysis. Keywords: schizophrenia, psychoeducation, anti-stigma, caregivers, and communit

    TINGKAT STRES DENGAN KECUKUPAN PEMBERIAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI RUMAH SAKIT SAKINA IDAMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Background: Breast milk production can be influenced by several factors and one of them is psychological factor. Postpartum mothers may experience emotional disorders such as stress that can reduce the stimulation of the prolactine hormon which eventually it inhibits the production of breast milk.Objective : to find out whether there is a relationship between stress level and the adequacy of providing breast milk for breastfeeding mothers at Sakina Idaman Hospital.Research Methods : This study used a cross sectional design consisting of 42 respondents who were selected using a purposive sampling method. A questionnaire was implemented to conduct this study and it tested using the chi square test.Results : Univariate analysis showed that most respondents who did not experience stress were 36 people (85.7%), while most of the respondents considered sufficient in breastfeeding were 37 people (88.1%). The bivariate analysis result showed that there was a relationship between stress level and the adequacy of providing breast milk for breastfeeding mothers at Sakina Idaman Hospital with P = 0.002 (p<0.05).Conclusion : There is a Relationship between stress level and adequacy of providing breast milk for breastfeeding mothers at Sakina Idaman Hospital

    Patient Centered Care (PCC) dalam Dokumentasi Keperawatan

    No full text
    Pelayanan keperawatan harus berfokus pada pasien/patient centered care (PCC) dengan mengedepankan respon terhadap kebutuhan, nilai, keyakinan serta pilihan pasien. Dokumentasi keperawatan merupakan media komunikasi non verbal yang berperan penting dalam keberhasilan PCC, oleh sebab itu diperlukan tinjauan terkait PCC dalam dokumentasi keperawatan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis hasil penelitian terkait dokumentasi keperawatan berdasarkan PCC. Digunakan metode pendekatan literature review dengan pencarian artikel pada enam basis data elektronik: PubMed, EBSCO, Cochrane Library, ProQuest, Scopus dan DOAJ. Teridentifikasi 262 artikel, yang kemudian dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi berupa original artikel, sampel perawat, pasien maupun dokumentasi keperawatan PCC, diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir atau rentang tahun 2012 sampai tahun 2022, serta berbahasa Inggris. Hasil menunjukkan, lima studi memenuhi kriteria inklusi, termasuk empat studi kualitatif dan satu studi cross-sectional. Empat studi melaporkan variasi dalam kelengkapan pendokumentasian PCC, tiga studi menyoroti faktor-faktor, hambatan maupun tantangan dalam pendokumentasian PCC, serta dua studi menyimpulkan strategi dan rekomendasi terkait upaya peningkatan dokumentasi keperawatan PCC. Kajian ini menemukan wawasan baru yang komprehensif terkait rendahnya pelaksanaan dokumentasi PCC, tantangan, hambatan dan faktor penyebab, serta upaya peningkatan dokumentasi keperawatan PCC. Sehingga ini dapat berguna untuk rencana pengembangan strategi pendokumentasian berdasarkan PCC

    Peran Psychological Capital dalam Menurunkan Dampak Negatif Job Insecurity dan Burnout Terhadap Subjective-Wellbeing dan Job Performance Perawat Kontrak

    No full text
    Berdasarkan data dari Rumah Sakit yang beroperasi di Riau, didapatkan bahwa perawat kontrak memiliki Job Performance yang rendah. Selain itu, penelitian memberikan informasi bahwa Subjective Well-being perawat memiliki skor yang rendah. Dalam hal ini, terdapat kemungkinan bahwa Job Insecurity dan Burnout yang dialami oleh Perawat Kontrak merupakan penyebabnya didukung oleh beberapa penelitian terdahulu. Penelitian ini dilakukan untuk membahas pengaruh Job Insecurity dan Burnout terhadap Subjective Well-being dan Job Performance pada Perawat Kontrak di Rumah Sakit dengan menggunakan variabel moderasi berupa Psychological Capital karena mengacu pada penelitian-penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa Psychological Capital mampu mengurangi Job Insecurity yang diterima dan juga akan berpengaruh pada penurunan Burnout. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian berupa perawat kontrak yang bekerja di Rumah Sakit yang beroperasi Riau. Analisis data melibatkan uji reliabilitas, uji validitas, uji deskriptif, dan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job Insecurity dan Burnout terbukti berpengaruh secara negatif signifikan terhadap Job Performance dengan cara menurunkan Subjective Well-being dari Perawat kontrak. Selain itu, dimensi-dimensi dari variabel Psychological Capital seperti Hope dan Resilience diketahui mampu menurunkan dampak negatif yang di sebabkan oleh Job Insecurity dan Burnout terhadap Subjective Well-being dan Job Performance perawat kontrak. Dilain sisi dimensi Self-efficacy hanya mampu menurunkan dampak negatif dari Burnout terhadap variabel lainnya sedangkan Optimism hanya mampu menurunkan dampak negatif Job Insecurity terhadap variabel lainnya

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇