Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    PENGARUH APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN IBU HAMIL DAN MENYUSUI: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Edukasi kesehatan pada masa kehamilan dan menyusui merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan edukasi terutama pada ibu hamil yang merupakan kelompok rentan menjadi terhambat. Pengetahuan kesehatan pada masa kehamilan dan menyusui dapat berpengaruh pada kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan anak kelak. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil dan menyusui yang efektif dalam masa pandemi Covid19, yaitu secara online dengan menggunakan media aplikasi android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi android untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui berdasarkan penelitian sebelumnya. Pencarian artikel terkait dilakukan secara online dengan menggunakan database pencarian artikel google schoolar, science direct, dan e-resources PNRI. Strategi pencarian artikel menggunakan framework PICO dan pelaporan menggunakan metode PRISMA. Dari 6 artikel terdapat 6 jenis aplikasi android yang dapat digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui, diantaranya terkait menyusui, perawatan bayi, dan masa nifas. Simpulan, media aplikasi android efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui terkait menyusui, perawatan bayi, dan masa nifas. Kata kunci:  aplikasi android, ibu hamil, ibu menyusuiEdukasi kesehatan pada masa kehamilan dan menyusui merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan edukasi terutama pada ibu hamil yang merupakan kelompok rentan menjadi terhambat. Pengetahuan kesehatan pada masa kehamilan dan menyusui dapat berpengaruh pada kesehatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan anak kelak. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil dan menyusui yang efektif dalam masa pandemi Covid19, yaitu secara online dengan menggunakan media aplikasi android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi android untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui berdasarkan penelitian sebelumnya. Pencarian artikel terkait dilakukan secara online dengan menggunakan database pencarian artikel google schoolar, science direct, dan e-resources PNRI. Strategi pencarian artikel menggunakan framework PICO dan pelaporan menggunakan metode PRISMA. Dari 6 artikel terdapat 6 jenis aplikasi android yang dapat digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui, diantaranya terkait menyusui, perawatan bayi, dan masa nifas. Simpulan, media aplikasi android efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada ibu hamil dan menyusui terkait menyusui, perawatan bayi, dan masa nifas

    THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLICATION TO IDENTIFY PATIENT BEHAVIOR IN PERFORMING HEALTH EXAMINATIONS IN PRIMARY HEALTH CARE FACILITIES: A CASE STUDY IN PUSKESMAS: THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPLICATION TO IDENTIFY PATIENT BEHAVIOR IN PERFORMING HEALTH EXAMINATIONS IN PRIMARY HEALTH CARE FACILITIES: A CASE STUDY IN PUSKESMAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku terhadap niat berobat serta dampaknya terhadap perilaku pasien berobat di Puskesmas Klaten Selatan dengan menggunakan Theory Of Planned Behaviour. Kerangka teori ini diuji serta dibangun untuk menguji pengaruh positif antar konstruk penelitian, pemahaman pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat berobat dan perilaku berobat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan quesioner kepada 105 responden yang berobat ke Puskesmas Klaten Selatan, Jawa Tengah, Indonesia; tetapihanya 100 kuesioner dinyatakan valid. Data dianalisis dengan menggunakan uji T kemudian variabel-variabel yang ditetapakan dianalisis dengan Uji Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap (sig. 0,006), norma subjektif (sig 0,002), kontrol perilaku(0,012); berpengaruh positif terhadap niat berobat (0,00) serta dampaknya (0,00) positif terhadap perilaku pasien yang berobat di Puskemas Klaten Selatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory Of Planned Behaviour.   Kata kunci: sikap; norma subyektif, kontrol perilaku, niat untuk berobat, perilaku untuk berobat     ABSTRACT   This study aims to identify the influences of attitude, subjective norm, behaviour control and intention to do medication also the effect to patients’ behavior in Puskesmas Klaten Selatan using Theory of Planned Behaviour. The frame of this theory is tested to analize the rinfluences of the constrution of this study, the understanding of attitude, subjective norm, behaviour control, intention to do medication and behaviour to do medication. Data collection was done by giving the questionnaire to 105 respondents who were  doing medical checkup or medicaton in Puskesmas Klaten Selatan, Central Java Indonesia; but there ae 100 valid questionnaire. The data is analized using T-test and then the variabels are analized using multiple Regression. The findings of this study shows that attitude (sig. 0,006), subjective norm (sig. 0,002), behaviour control (sig 0,012) gives significant influence of the intention to do medication at Puskesmas Klaten Selatan. This findings is aline with the philosphy within Theory of Planned Behaviour. Keywords: attitude; subjective norm; behaviour control; willingness to do medication, behaviour to do medicationPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku terhadap niat berobat serta dampaknya terhadap perilaku pasien berobat di Puskesmas Klaten Selatan dengan menggunakan Theory Of Planned Behaviour. Kerangka teori ini diuji serta dibangun untuk menguji pengaruh positif antar konstruk penelitian, pemahaman pengaruh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat berobat dan perilaku berobat. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan quesioner kepada 105 responden yang berobat ke Puskesmas Klaten Selatan, Jawa Tengah, Indonesia; tetapihanya 100 kuesioner dinyatakan valid. Data dianalisis dengan menggunakan uji T kemudian variabel-variabel yang ditetapakan dianalisis dengan Uji Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap (sig. 0,006), norma subjektif (sig 0,002), kontrol perilaku(0,012); berpengaruh positif terhadap niat berobat (0,00) serta dampaknya (0,00) positif terhadap perilaku pasien yang berobat di Puskemas Klaten Selatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Theory Of Planned Behaviour

    Prediksi Faktor Penyebab Readmisi Pasien Stroke :Studi Kualitatif

    No full text
    Latar belakang : Stroke masih merupakan penyebab tingginya angka kematian dan kecatatan pada pasien baik di tingkat nasional, maupun dunia. Readmisi karena stroke berulang merupakan resiko yang seringkali dialami oleh pasien post  stroke. Readmisi post stroke  merupakan  salah   satu faktor yang menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas dan medical cost pasien stroke. Faktor penyebab readmisi yang dapat dicegah merupakan indikator untuk  menilai kualitas sebuah  pelayanan kesehatan di rumah sakit,  terutama  yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab readmisi pasien stroke. Metode penelitian : Design penelitian kualitatif  yang melibatkan 5 responden dari keluarga pasien yang dilakukan indepht interview dan 7 orang perawat yang dilakukan focus grup discussion. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di RSUP dr Kariadi Semarang. Alat penelitian yang digunakan berupa wawancara, diskusi dan studi literatur  dari  data rekam medic pasien dan jurnal  elektronik. Hasil  Penelitian : Faktor yang menyebabkan readmisi pasien stroke adalah adanya infeksi, stroke berulang, ketidakteraturan minum obat, dehidrasi dan komorbid yang dimilki oleh pasien. Kata Kunci : Penyebab, Readmisi, Stroke, Studi KualitatifAbstrak   Latar belakang : Stroke masih merupakan penyebab tingginya angka kematian dan kecatatan pada pasien baik di tingkat nasional, maupun dunia. Readmisi karena stroke berulang merupakan resiko yang seringkali dialami oleh pasien post  stroke. Readmisi post stroke  merupakan  salah   satu faktor yang menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas dan medical cost pasien stroke. Faktor penyebab readmisi yang dapat dicegah merupakan indicator untuk  menilai kualitas sebuah  pelayanan kesehatan di rumah sakit,  terutama  yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi faktor-faktor yang menyebabkan readmisi pasien stroke. Metode penelitian : Design penelitian kualitatif yang melibatkan 5 responden dari keluarga pasien yang dilakukan indepht interview dan 7 orang perawat yang dilakukan focus grup discussion. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di RSUP dr Kariadi Semarang. Alat penelitian yang digunakan berupa wawancara, diskusi dan studi literatur  dari  data rekam medic pasien dan jurnal  elektronik. Hasil  Penelitian :  Prediksi terhadap faktor yang menyebabkan readmisi pasien stroke adalah adanya infeksi, stroke berulang, ketidakteraturan minum obat, dehidrasi dan komorbid yang dimilki oleh pasien.         Kata Kunci : Faktor Penyebab, Readmisi, Stroke, Studi Kualitatif         &nbsp

    HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY DALAM PEMBERIAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH: HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY DALAM PEMBERIAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Self-efficacy is one of the factors associated with low coverage of exclusive breastfeeding, while a husband’s support is known to positively influence a mother’s breastfeeding self-efficacy. This study examined the correlation between husband’s support and Breastfeeding Self-efficacy (BSE) in providing exclusive breastfeeding among mothers in the working area of the Community Health Center (Puskesmas) of Banda Raya in Banda Aceh city. This study was a quantitative study with a cross-sectional design. The population of this study includes 243 mothers who have children aged 6 months or less. The sampling was performed through stratified random sampling which resulted 78 respondents. Husband support and Breastfeeding Self-efficacy Scale- Short From (BSES-SF) questionnaires were used as the research instruments. The data were analyzed using bivariate and analysis Chi-Square test. The result showed a correlation between husband support (p-value 0,01), informational support (p-value 0,03), appraisal support (p-value 0,01), emotional support (p-value 0,03) and instrumental support (p-value 0,04) with BSE. The Health Community Center is urged to provide mothers with more information regarding the benefits of exclusive breastfeeding to ensure the success of optimum breastfeeding practices and to encourage mothers to take part in counseling about exclusive breastfeeding during antenatal care.   Keywords: Breastfeeding Self-Efficacy, Husband’s  supportSelf-efficacy is one of the factors associated with low coverage of exclusive breastfeeding, while a husband’s support is known to positively influence a mother’s breastfeeding self-efficacy. This study examined the correlation between husband’s support and Breastfeeding Self-efficacy (BSE) in providing exclusive breastfeeding among mothers in the working area of the Community Health Center (Puskesmas) of Banda Raya in Banda Aceh city. This study was a quantitative study with a cross-sectional design. The population of this study includes 243 mothers who have children aged 6 months or less. The sampling was performed through stratified random sampling which resulted 78 respondents. Husband support and Breastfeeding Self-efficacy Scale- Short From (BSES-SF) questionnaires were used as the research instruments. The data were analyzed using bivariate and analysis Chi-Square test. The result showed a correlation between husband support (p-value 0,01), informational support (p-value 0,03), appraisal support (p-value 0,01), emotional support (p-value 0,03) and instrumental support (p-value 0,04) with BSE. The Health Community Center is urged to provide mothers with more information regarding the benefits of exclusive breastfeeding to ensure the success of optimum breastfeeding practices and to encourage mothers to take part in counseling about exclusive breastfeeding during antenatal care

    The LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TERHADAP RESPON TIME PADA PASIEN DEWASA DI RUMAH SAKIT

    No full text
    The implementation of the EWS assessment is very helpful for nurses in identifying the decline in the patient\u27s condition so that that earlier management can be carried out and life-threatening conditions can be handled more quickly or even avoided. The purpose of this study was to analyze Efektivitas Early Warning System (EWS) Terhadap Respon Time pada Pasien Dewasa di Rumah Sakit. This research is a literature study with PRISMA approach and review using PICO. The search databases used are Science Direct, Pubmed, DOAJ and Google Scholar, Wiley Online Library, Sage, Cochrane by saying the keys “Response†AND “adult†AND “Early Warning System (EWS)â€. The results showed 141 articles and after screening there were 7 articles matched with inclusion criteria, EWS in adult patients from 2018-2021. most of the articles reviewed were research using the Analytical Cross Sectional Studies research design of 4 articles, the cohort study research design of 2 articles and the quasi-experiment of 1 article. The article assessment uses JBI 2020 with the results of 4 articles in the sufficient category, 2 articles in the good category and 1 article in the less category. The conclusion in this study is complete early warning scoring system will have an impact on faster response times in emergency conditions, but EWS can not predict mortality and morbidity.   Keywords: Response time, adult, Early Warning System (EWS). Contact person: 089613860001Pelaksanaan pengkajian EWS sangat membantu perawat dalam mengidentifikasi penurunan kondisi pasien. EWS digital diharapkan dapat mempersingkat waktu dalam pengelolaan tindak lanjut sehingga kondisi yang mengancam jiwa dapat ditangani lebih cepat atau bahkan dapat dihindari. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis efektivitas Sistem Peringatan Dini (EWS) digital terhadap waktu tanggap di rumah sakit. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan PRISMA dengan pendekatan review jurnal dengan menggunakan metode PICO. Database pencarian yang digunakan adalah Science Direct, Pubmed, DOAJ dan Goole Scholar. Wiley Online Library, Sage, Cochrane dengan mengatakan kunci “Respons†DAN “dewasa†DAN “Sistem Peringatan Dini (EWS)â€. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 141 artikel setelah dilakukan screening terdapat 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu EWS pada pasien dewasa tahun 2018-2021. Sebagian besar artikel yang direview adalah penelitian dengan menggunakan desain penelitian Analytical Cross Sectional Studies sebanyak 4 artikel, desain penelitian cohort study sebanyak 2 artikel dan quasi eksperimen sebanyak 1 artikel. Penilaian artikel menggunakan JBI 2020 dengan hasil 4 artikel dalam kategori cukup, 2 artikel dalam kategori baik dan 1 artikel dalam kategori kurang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sistem early warning scoring yang lengkap akan berdampak pada waktu respon yang lebih cepat pada kondisi darurat, namun EWS tidak dapat memprediksi mortalitas dan morbiditas. &nbsp

    Hubungan Gejala Perilaku Alexithymia dan Gejala Kecemasan Sosia Dengan Kecanduan Pengguna Smartphone Pada Mahasiswa Keperawatan S1: Hubungan Gejala Perilaku Alexithymia dan Gejala Kecemasan Sosia Dengan Kecanduan Pengguna Smartphone Pada Mahasiswa Keperawatan S1l

    No full text
    Latar Belakang: Penggunaan ponsel pintar atau smartphone diperkirakan akan terusmeningkat di Indonesia. Dalam enam tahun sejak 2019, penetrasi smartphone Indonesiameningkat sebesar 25,9 persen. Setelah dilakukan screening pada tanggal 15 Febuari padamahasiswa semester akhir di dapatkan sebagian besar mahasiswa mengalami kecanduansmartphone hampir 70 persen dari jumlah populasi. Tujuan: penelitian untuk mengetahuihubungan gejala alexithymia dan gejala kecemasan sosial dengan kecanduan penggunasmartphone pada mahasiswa tingkat akhir keperawatan S1 Universitas MuhammadiyahPurwokerto. Metode: penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Keperawatan tingkat akhir dengan jumlah 42responden dengan metode simple rondom sampling pada bulan Febuari-Maret 2023. Instrumenpenelitian menggunakan kuesionerdengan uji Chi-Square. Hasil penelitian: didapatkan 71,4persen responden dengan tingkat kecanduan smartphone termasuk kategori tinggi, gejalaalexithymia dengan tingkat tinggi sebesar 54,8 persen dan gejala kecemasan sosial tinggisebesar 42,9 persen.Terdapat hubungan gejala alexithymia dengan kecanduan smartphone (p-value= 0,000) dan terdapat hubungan gejala kecemasan sosial dengan kecanduan smartphone(p- value= 0.003). Kesimpulan: pada penelitian ini bahwa tingkat kecanduan, gejalaalexithymia dan gejala kecemasan sosial termasuk dalam kategori tinggi sehingga terdapathubungan antara gejala alexithymia dan gejala kecemasan sosial dengan kecanduanpenggunaan smartphone.Kata Kunci: Gejala Alexithymia, Gejala Kecemasan Sosial, Kecanduan SmartphoneAbstractIntroduction: The use of smart phones or smartphones is expected to increase in Indonesia. Inthe last six years since 2019, Indonesian smartphone penetration has increased by 25.9%. Afterscreening on February 15, the 8th- semester students found thatalmost 70% of the populationexperienced smartphone addiction. Objective: To determine the correlation betweenalexithymia and social anxiety symptoms with smartphone user addiction amongundergraduate nursing students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Methods: Thisstudy applied quantitative research with a cross-sectional approach. The sample for this studywas 8th-semester undergraduate nursing students with a total of 42 respondents using thesimple random sampling method from February-March 2023. The research instrument used aquestionnaire sheet with the Chi-Square test. Results: The results of this study obtained 71,4%of respondents were in a high level of addiction, 54,8% of students were in high levels ofalexithymia symptoms, and 42,9% of students were in high social anxiety symptoms. There isa correlation between alexithymia symptoms and smartphone addiction (p-value = 0.000), andthere is a correlation between social anxiety symptoms and smartphone addiction (p-value =0.003).Conclusion: There is a correlation between alexithymia and social anxiety symptomswithsmartphone addiction.Keywords: Alexithymia symptoms, Smartphone addiction, Social anxiety symptoms.Latar Belakang: Penggunaan ponsel pintar atau smartphone diperkirakan akan terus meningkat di Indonesia. Dalam enam tahun sejak 2019, penetrasi smartphone Indonesia meningkat sebesar 25,9 persen. Setelah dilakukan screening pada tanggal 15 Febuari pada mahasiswa semester akhir di dapatkan sebagian besar mahasiswa mengalami kecanduan smartphone hampir 70 persen dari jumlah populasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan gejala alexithymia dan gejala kecemasan sosial dengan kecanduan pengguna smartphone pada mahasiswa tingkat akhir keperawatan S1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Keperawatan tingkat akhir dengan jumlah 42 responden dengan metode simple rondom sampling pada bulan Febuari-Maret 2023. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 71,4 persen responden dengan tingkat kecanduan smartphone termasuk kategori tinggi, gejala alexithymia dengan tingkat tinggi sebesar 54,8 persen dan gejala kecemasan sosial tinggi sebesar 42,9 persen. Terdapat hubungan gejala alexithymia dengan kecanduan smartphone (p-value= 0,000) dan terdapat hubungan gejala kecemasan sosial dengan kecanduan smartphone (p- value= 0.003). Kesimpulan pada penelitian ini bahwa tingkat kecanduan, gejala alexithymia dan gejala kecemasan sosial termasuk dalam kategori tinggi sehingga terdapat hubungan antara gejala alexithymia dan gejala kecemasan sosial dengan kecanduan penggunaan smartphone. Kata Kunci: Gejala Alexithymia, Gejala Kecemasan Sosial, Kecanduan Smartphone

    HUBUNGAN PERSEPSI TEMAN SEBAYA TERHADAP PERISTIWA BULLYING PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-HIDAYAH SIDOARJO

    No full text
    Bullying merupakan suatu perilaku agresif dengan maksud menyakiti orang lain yang dilakukan secara berulang-ulang dalam suatu relasi interpersonal yang ditandai dengan ketidakseimbangan kekuatan. Di lingkungan pondok pesantren bullying menjadi suatu permasalahan yang kerap dihadapi santri dikarenakan adanya persepsi yang negatif terhadap bullying. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  persepsi teman sebaya terhadap peristiwa bullying  di Pondok Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo. Sampel penelitian adalah sebagian santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo sebanyak 109  dengan teknik pengambilan sampel probability sampling dengan simple random sampling. Variabel independen penelitian yaitu persepsi teman sebaya dan variabel dependen yaitu peristiwa bullying.  instrumen penelitian menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan Dari 75 responden yang mempunyai persepsi negatif didapatkan 88% dengan kategori bullying yang selalu, serta 12,0% dengan kategori bullying yang rendah. Hasil uji statistik menunjukkan Ï-value = 0,026  ≤ α = 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi teman sebaya dengan peristiwa bullying pada santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Sidoarjo. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa semakin negatif persepsi terhadap bullying semakin tinggi peristiwa bullying yang terjadi. Dengan keilmuan keperawatan jiwa diharapkan dapat mencegah bullying dengan memperbaiki persepsi, persepsi positif santri diharapkan dapat mencegah peristiwa bullying yang terjadi di lingkungan pesantren

    PENERAPAN (DBM-DB) DEEP BACK MASSAGE DAN DEEP BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF : DI RUANG ANYELIR RSUD dr. R. SOEPRAPTO CEPU

    No full text
    Nyeri persalinan mulai timbul pada tahap kala I yang berasal dari kontraksi uterus dan dilatasi serviks, dilanjutkan ke dermaton yang disuplai oleh segmen medulla spinalis yang sama dengan segmen yang menerima input nosiseptif dari uterus dan serviks. Pada kala I persalinan, nyeri diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus dan distensi korpus uteri. Nyeri diakibatkan oleh kekuatan kontraksi dan tekanan yang dibangkitkan. Dampak nyeri pada ibu bersalin yaitu peningkatan cardiac output dan peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan hiperventelasi, penurunan darah ke otak dan uterus sehingga terjadi asidosis selanjutnya menimbulkan gangguan sirkulasi uterus dan mengganggu pasokan oksigen ke bayi sehingga dapat menyebabkan hipoksia. Mengingat dampak nyeri cukup signifikan bagi bayi dan ibu, maka harus ada upaya untuk menurunkan nyeri tersebut salah satunya dengan pengelolaan nyeri persalinan secara non farmakologi yaitu deep back massage (DBM) yang dikombinasi dengan deep breathing (DB). Metode penelitian ini adalah Quasi eksperiment. Rancangan desainnya adalah pretest-posttest with control group design. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 23 Desember 2022 sampai dengan 22 Januari 2023 berlokasi di ruang Anyelir  RSUD dr. R. Soeprapto Cepu. Sampel pada penelitian ini adalah 42 responden. Teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan deep back massage dan deep breathing (thitung 21,458 > ttabel 2,08596) dan diperoleh pvalue 0,000 < É‘ (0,05), yang menandakan bahwa ada pengaruh DBM-DB terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif. (2) Terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan DB (thitung 18,684 > tabel 2,08596) dan diperoleh pvalue 0,000 < É‘ (0,05), yang menandakan bahwa ada pengaruh tarik nafas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif (3) Terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan yang signifikan antara responden yang diberikan DBM-DB dengan responden yang diberikan DB pada kala 1 fase aktif di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu (pvalue 0,001 < 0,05)

    Penerapan Akupresur sebagai bagian Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Meningkatkan Imunitas

    No full text
    Masyarakat luas telah memeperoleh pengalaman berharga dari adanya pandemi Covid-19. Pandemi yang berlangsung lama memebrikan dampak luas kepada masyarakat di berbagai aspek.  Penerapan adaptasi kebiasaan baru dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan menjadi perhatian bersama saat melakukan aktifitas sehari-hari. Menjaga kesehatan dilakukan dengan memelihara dan meningkatkan imunitas melalui gizi seimbang, aktfitas cukup, istirahat cukup dan akupresur. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih masyarakat melakukan akupresur mandiri untuk membantu meningkatkan imunitas. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan survey ke lokasi mitra, menjalin kerjasama dengan mitra, berkoordinasi dengan kader dan pengurus, merencanakan solusi dan tahapannya. Penyuluhan dilakukan dengan topic imunitas dan akupresur kemudian dilanjutkan dengan pelatihan akupresur untuk meningkatkan imunitas. Titik akupresur yang digunakan yaitu SP6, PC6 dan Li4, titik dipilih karena terletak pada area tangan kaki, mudah ditemukan dan ditentukan titiknya secara mandiri. Pemijatan pada titik meridian dilakukan memutar searah jarum jam sebanyak 30 kali pada masing masing titik bergantian pada ekstrmitas kanan dan kiri. Hasil pos tes yang didapatkan pengetahuan peserta terhadap akupresur untuk meningkatkan imunitas signifikan dengan pengetahuan kurang 0% dan sangat baik meningkat menjadi 33.3%. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat bermanfaat dan di lakukan mandiri oleh masyakarat sebagai salah satu upaya meningkatka imunitas

    KOMBINASI TERAPI TOTOK PUNGGUNG DENGAN BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN PROFIL LIPID DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA

    No full text
    Background: Hipertensi sangat berhubungan dengan abnormalitas lipid kolesterol total, dimana adanya dislipidemia meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Kadar kolesterol total serum meningkat sesuai dengan peningkatan tekanan darah. Konsentrasi serum pada penderita hipertensi lebih tinggi dari pada serum normotensif yang mengindikasikan risiko komplikasi kardiovaskuler dan cerebrovaskuler yang lebih besar seperti penyakit jantung koroner dan stroke pada pasien hipertensi dengan kadar kolesterol tinggi. Salah satu fakor yang dapat dikendalikan adalah kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas pemberian terapi totok punggung dengan bekam basah terhadap penurunan profil lipid dan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan hiperkolesterolemia. Method: Quasi eksperimental design dengan pretest-postest kontrol group design pada populasi pasien hipertensi dengan hiperkolesterolemia Puskesmas Srondol. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dan didapatkan 32 responden yang dibagi menjadi kelompok control dan intervensi. Analisis data menggunakan independen t test. Results: Terdapat selisih penurunan total kolesterol total sebesar 3 kali lipat (t= 9.22 dan p=0.00), LDL 5 kali lipat (t= 0.52 dan p=0.00), total trigliserida 7 kali lipat (t= 3.63 dan p=0.01), sistolik 4 kali lipat (t= 5.86 dan p=0.00), diastolik 5 kali lipat (t= 5.00 dan p=0.00) dan peningkatan HDL 7 kali lipat (t= 3.68 dan p=0.01) Conclusion: Kombinasi terapi bekam basah dengan totok punggung yang diberikan dinilai efektif. Keywords: totok punggung, cupping therapy, hypertension, hyperlipidemia,ABSTRAK Background: Hipertensi sangat berhubungan dengan abnormalitas lipid kolesterol total, dimana adanya dislipidemia meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Kadar kolesterol total serum meningkat sesuai dengan peningkatan tekanan darah. Konsentrasi serum pada penderita hipertensi lebih tinggi dari pada serum normotensif yang mengindikasikan risiko komplikasi kardiovaskuler dan cerebrovaskuler yang lebih besar seperti penyakit jantung koroner dan stroke pada pasien hipertensi dengan kadar kolesterol tinggi. Salah satu fakor yang dapat dikendalikan adalah kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas pemberian terapi totok punggung dengan bekam basah terhadap penurunan profil lipid dan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan hiperkolesterolemia. Method: Quasi eksperimental design dengan pretest-postest kontrol group design pada populasi pasien hipertensi dengan hiperkolesterolemia Puskesmas Srondol. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling dan didapatkan 32 responden yang dibagi menjadi kelompok control dan intervensi. Analisis data menggunakan independen t test. Results: Terdapat selisih penurunan total kolesterol total sebesar 3 kali lipat (t= 9.22 dan p=0.00), LDL 5 kali lipat (t= 0.52 dan p=0.00), total trigliserida 7 kali lipat (t= 3.63 dan p=0.01), sistolik 4 kali lipat (t= 5.86 dan p=0.00), diastolik 5 kali lipat (t= 5.00 dan p=0.00) dan peningkatan HDL 7 kali lipat (t= 3.68 dan p=0.01) Conclusion: Kombinasi terapi bekam basah dengan totok punggung yang diberikan dinilai efektif. Keywords: totok punggung, cupping therapy, hypertension, hyperlipidemia

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇