Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Perawatan Luka Post Operasi di ICU: Strategi Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Keluarga

    No full text
    Perawatan luka post operasi di ruang ICU membutuhkan perhatian dan pengetahuan yang tepat, terutama dari keluarga pasien yang sering terlibat dalam merawat luka. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan keluarga dalam melakukan perawatan luka post operasi di ruang ICU. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan luka post operasi. Kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yaitu keluarga pasien di Ruang ICU, yang dilaksanakan pada Oktober 2022. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan pre-post test untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Kuesioner terdiri dari 15 pertanyaan yang berisi tentang perawatan luka, perawatan personal hygiene, pengenalan tanda-tanda infeksi, dan pentingnya nutrisi yang baik. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan peningkatkan pengetahuan rata-rata mencapai 59,35% dengan rata-rata nilai post test 91,13. Program edukasi ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat luka post operasi di ruang ICU. Dengan pengetahuan yang diperoleh, keluarga pasien dapat berperan aktif dalam perawatan luka, meningkatkan keberhasilan penyembuhan pasien, dan mengurangi risiko infeks

    Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya untuk Pencegahan dan Penanganan Kondisi Kegawatan Kasus Hepatitis A melalui Program HEHO (Healty Environment Healty Food)

    No full text
    Hepatitis virus merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, yang berpengaruh terhadap angka kesakitan, angka kematian, status kesehatan masyarakat, angka harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi lainnya. Melihat kondisi sanitasi lingkungan, higiene dan sanitasi pangan, serta perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal, maka masyarakat Indonesia merupakan kelompok berisiko untuk tertular Hepatitis A dan Hepatitis E. Laporan yang diterima oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa setiap tahun selalu terjadi KLB Hepatitis A. Dengan besaran masalah yang ada dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat, maka perlu dilakukan upaya yang terencana, fokus, dan meluas agar epidemi Hepatitis Virus ini dapat ditanggulangi. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan melakukan promosi kesehatan. upaya untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, keterampilan, dan komitmen dalam penyelenggaraan penanggulangan Hepatitis Virus, sehingga masyarakat memahami Hepatitis Virus secara baik dan benar dan mampu untuk mengakses terhadap upaya perlindungan khusus, pemberian imunisasi, mengetahui dan memahami cara pencegahan untuk dirinya, orang lain, dan masyarakat luas, serta mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan Hepatitis Virus

    Strategi peningkatan mutu dokumentasi Keperawatan di era pandemi Covid-19

    No full text
    Dokumentasi keperawatan merupakan cerminan proses keperawatan yang diberikan kepada pasien, mulai dari pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan asuhan keperawatan, implementasi hingga evaluasi. Studi ini bertujuan meningkatakan mutu pelaksanan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS X pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan ialah pilot study. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, survei, observasi dan studi dokumentasi. Proses diawali dengan pengkajian, analisis masalah, menetapkan prioritas masalah, membuat Plan of Action (POA), Implementasi hingga evaluasi. Implementasi berupa penyusunan panduan dokumentasi asuhan Keperawatan, ceklist supervisi kelengkapan dokumentasi keperawatan, promosi panduan diagnosis Keperawatan berbasis Aplikasi Android, dan formulir rencana Asuhan Keperawatan. Hasil studi menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada pelaksanaan dokumentasi keperawatan yaitu peningkatan 5% pada pengkajian, 6.4% pada diagnosis, 30 % pada perencanaan, 27.5% pada implementasi, 15 % pada evaluasi meskipun adanya penurunan sebesar 2% pada aspek catatan keperawatan. Disimpulkan peningkatan mutu pendokumentasian dapat dipengaruhi dengan adanya panduan pendokumentasian keperawatan serta dukungan peran dan fungsi perawat manajer. Studi ini merekomendasikan untuk mengoptimalkan peran supervisi kepala ruangan, mengadakan pelatihan dokumentasi keperawatan dan pengembangan dokumentasi secara terintegrasi kedalam sistem manajemen informasi

    The HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMAN 1 PACITAN KABUPATEN PACITAN

    No full text
    Terdapat 966 kasus penghinaan citra tubuh (body shaming) yang ditangani oleh polisidari seluruh Indonesia sepanjang tahun 2018, 347 kasus selesai, baik melalui penegakanhukum maupun mediasi. Salah satu efek yang ditimbulkan dari tindakan body shaming iniadalah turunya kepercayan diri yang dimiliki oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja diSMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April2022 menggunakan desain penelitian kuantitatif metode korelasi dengan menggunakanpendekatan cross sectional. hasil karakteristik yang banyak menerima perilaku bodyshaming adalah jenis kelamin perempuan. Hasil uji kendall tau didapatkan nilai Ï„ =0,003(Ï„<0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,351 artinya hubungan keeratan rendah danarah korelasinya negatif yaitu semakin tinggi body shaming maka kepercayaan dirikorban semakin rendah. Ada hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diripada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan.Kata kunci : body shaming, kepercayaan diri, remajaAbstractThe relationship of body shaming with self confidence in adolescents at sman 1 pacitan pacitanregency. There were 966 cases of body shaming handled by police from all over Indonesiathroughout 2018, 347 cases were completed, both through law enforcement and mediation.One of the effects of this body shaming action is the decline of self-confidence possessed byadolescents. This study aims to find out the relationship between body shaming andconfidence in adolescents in SMAN 1 Pacitan Pacitan Regency. This study was conducted inJanuary-April 2022 using quantitative research design correlation methods using a crosssectional approach. The characteristic result that many accept body shaming behavior isthe female gender. Kendall tau test results obtained a value of Ï„ = 0.003 (Ï„<0.05). Thecorrelation coefficient value of -0.351 means that the relationship of low strength and thedirection of correlation is negative, namely the higher the body shaming, the lower the selfconfidence of the victim. There is a relationship between body shaming and self confidencein adolescents in SMAN 1 Pacitan Regency.Key words: body shaming, self confidance, adolescentTerdapat 966 kasus penghinaan citra tubuh (body shaming) yang ditangani oleh polisi dari seluruh Indonesia sepanjang tahun 2018, 347 kasus selesai, baik melalui penegakan hukum maupun mediasi. Salah satu efek yang ditimbulkan dari tindakan body shaming ini adalah turunya kepercayan diri yang dimiliki oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April 2022 menggunakan desain penelitian kuantitatif metode korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. hasil karakteristik yang banyak menerima perilaku body shaming adalah jenis kelamin perempuan. Hasil uji kendall tau didapatkan nilai Ï„ =0,003 (Ï„<0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,351 artinya hubungan keeratan rendah dan arah korelasinya negatif yaitu semakin tinggi body shaming maka kepercayaan diri korban semakin rendah. Ada hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMAN 1 Pacitan Kabupaten Pacitan

    HUBUNGAN ANTARA STRESS DI MASA PANDEMI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RSUD Dr. MOEWARDI

    No full text
    Pandemi covid-19, membuat resah masyarakat, karena jatuhnya banyak korban serta belum ditemukan vaksin ataupengobatannya. Lonjakan korban mengakibatkan tenaga kesehatan bersiap untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya nyawa. Tenaga kesehatan termasuk perawat mempunyai beban berat terkait resiko penularan, stigmamasyarakat serta tekanan dari diri sendiri ataupun lingkungan. Hal ini mengakibatkan perawat menjadi rawanterhadap kecemasan bahkan stress. Langkah pencegahan yang dilakukan adalah dengan mencuci tangan dengansabun, menghindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari keramaian, tetap dirumah,cek kesehatan serta menggunakan masker. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stress di masapandemi Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid 19 pada perawat RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.Metodepenelitian ini adalah kuantitatif, desain cross-sectional mengenai stress perawat dengan perilaku pencegahanCovid-19. Jumlah populasi adalah 100 perawat dan dengan jumlah sampel 81. Pengambilan data dilakukan dengankuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stress di masa pandemi denganperilaku pencegahan Covid-19 pada perawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dibuktikan dari uji statistikmenunjukkan bahwa p value < 0.000. Hasil penelitian tersebut maka perawat seharusnya dapat mengelola stressdengan baik sehingga dapat memiliki perilaku positif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 serta institusipendidikan dapat menciptakan pedoman dalam pencegahan penyebaran Covid-19. The COVID-19 pandemic has made people worried, because there have been many victims and no vaccine ortreatment has been found. Increase of the victims resulting health workers prepared to save as many lives aspossible. Health workers including nurses have a burden related to the risk of transmission, community stigma andpressure from themselves or the environment. This causes nurses to be prone to anxiety and even stress. Thepreventive that have been done were washing hands with soap, avoiding touch the face, applying cough and sneezeetiquette, avoiding crowds, staying at home, checking of health and using masks. The purpose of this study was todetermine the relationship between stress during the Covid-19 pandemic and Covid-19 prevention behavior ofnurses in RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. This research method was a quantitative with cross-sectional designregarding nurse stress with Covid-19 prevention behavior. The total population was 100 nurses with 81 samples.Data collection was done by using a questionnaire via google form. The results showed that there is a relationshipbetween stress during the pandemic and Covid-19 prevention behavior in nurses at RSUD Dr. Moewardi Surakarta,evidenced from statistical tests showed that p value < 0.000. The results of this study explain that nurses should beable to manage stress well so that they can have positive behavior in preventing the spread of Covid-19 andeducational institutions can create guidelines in preventing the spread of Covid-19.Pandemi covid-19, membuat resah masyarakat, karena jatuhnya banyak korban serta belum ditemukan vaksin atau pengobatannya. Lonjakan korban mengakibatkan tenaga kesehatan bersiap untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya nyawa. Tenaga kesehatan termasuk perawat mempunyai beban berat terkait resiko penularan, stigma masyarakat serta tekanan dari diri sendiri ataupun lingkungan. Hal ini mengakibatkan perawat menjadi rawan terhadap kecemasan bahkan stress. Langkah pencegahan yang dilakukan adalah dengan mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari keramaian, tetap dirumah, cek kesehatan serta menggunakan masker. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stress di masa pandemi Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid 19 pada perawat RS Dr. Moewardi, Surakarta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, desain cross-sectional mengenai stress perawat dengan perilaku pencegahan Covid-19. Jumlah populasi adalah 100 perawat dan dengan jumlah sampel 81. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner melalui googleform. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stress di masa pandemi dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada perawat di RS Dr. Moewardi Surakarta, dibuktikan dari uji statistik menunjukkan bahwa p value < 0.000.Dari hasil penelitian tersebut maka perawat seharusnya dapat mengelola stress dengan baik sehingga dapat memiliki perilaku positif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 serta institusi pendidikan dapat menciptakan pedoman dalam pencegahan penyebaran Covid-19.   Kata kunci: stress; Covid-19; perawa

    LATIHAN FISIK SEPUCHI MENINGKATKAN AKTIVITAS SEKSUAL LANJUT USIA

    No full text
    Sex can be used as an indicator of aging, because sex involves the work of hormones and the cardiovascular system. Aging in the cardiovascular system and hormones causes a decrease or sexual dysfunction in the elderly. SEPUCHI physical exercise is a series of combined tai chi and kegel movements that are expected to provide multiple benefits to the elderly. Kegel movements can increase sexual arousal and tai chi movements can lower blood pressure. The purpose of this study was to analyze the effect of SEPUCHI physical exercise on the sexual activity of the elderly. The research design used was a pre-experimental one group pre-test post-test with a purposive sampling technique on 50 respondents according to the eligibility criteria. The results of the Wilcoxon Signed Rank test found that there was an effect of SEPUCHI physical exercise on sexual activity before and after being given SEPUCHI physical exercise (p = 0.001). Suggestions to the elderly to be able to apply SEPUCHI physical exercise regularly, and to health workers to apply SEPUCHI physical exercise to the elderly health service program.Seks dapat dijadikan indikator penuaan, oleh karena seks melibatkan kerja hormon dan sistem kardiovaskuler. Penuaan pada sistem kardiovaskular dan hormon menyebabkan penurunan ataupun disfungsi seksual pada lansia. Latihan fisik SEPUCHI merupakan rangkaian gerakan kombinasi tai chi dan kegel yang diharapkan mampu memberikan manfaat ganda kepada lansia. Gerakan kegel mampu meningkatkan gairah seksual serta gerakan tai chi mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh latihan fisik SEPUCHI terhadap aktivitas seksual lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen one group pre test post test dengan teknik purposive sampling pada 50 responden yang sesuai dengan kriteria eligibilitas. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menemukan ada pengaruh latihan fisik SEPUCHI terhadap aktivitas seksual sebelum dan sesudah diberikan latihan fisik SEPUCHI (p= 0,001). Saran kepada lansia untuk dapat mengaplikasikan latihan fisik SEPUCHI secara rutin, serta kepada petugas kesehatan dapat menerapkan latihan fisik SEPUCHI ke dalam program layanan kesehatan lansia

    Tingkat Pengetahuan Kader dalam Upaya Pencegahan Stunting

    No full text
    Stunting menjadi permasalahan gizi kronis dalam prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Kabupaten Semarang termasuk dalam 100 kota/kabupaten prioritas untuk intervensi anak dengan stunting di Indonesia. Fokus utama dalam penanganan stunting adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kader kesehatan berperan penting dalam upaya penanganan stunting sehingga diharapkan mempunyai pengetahuan yang baik dan motivasi yang tinggi dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan deskriptif survei. Sampel penelitian ini adalah kader Kesehatan didesa Kecamatan Banyubiru dan Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan jumlah sampel 120 responden menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam kategori baik terkait managemen laktasi (74,2 %), namun dalam hal pengukuran antropometri dan gizi seimbang masih kurang yaitu 86,7 % (antropometri) dan 98,3 % (gizi seimbang). Pengetahuan kader tentang pencegahan stunting akan mempengaruhi kinerja kader dalam program pencegahan stunting, oleh karena itu para kader kesehatan perlu mendapatkan penguatan pengetahuan serta pendampingan

    META ANALISIS: EFEKTIVITAS PENGARUH GUIDED IMAGERY THERAPY UNTUK KECEMASAN

    No full text
    This study aims to see the effectiveness of providing guided imagery therapy interventions to reduce anxiety in individuals. The research used the meta-analysis method according to the PRISMA-P 2020 procedure. Seven experimental studies were examined in this study using guided imagery therapy as an intervention that had a large effect size in reducing anxiety. The results of this study indicate that guided imagery therapy is effective in reducing anxiety in individuals with a medium to large effect size

    Tingkat Resiliensi Dengan Kualitas Hidup Pasien Tb Paru Yang Menjalani Rawat Jalan

    No full text
    ABSTRAK Pasien TB paru kebanyakan tidak teratur dalam berobat karena tidak adekuatnya motivasi terhadap kepatuhan berobat, sehingga pasien harus mampu bertahan dan menyesuaikan diri meskipun berada dalam keadaan yang sulit. Proses penyesuaian diri dalam bertahan terhadap keadaan tersebut disebut resiliensi. Fenomena yang terjadi pada pasien TB paru cenderung mengalami penurunan resiliensi karena merasa cemas penyakitnya menular pada orang lain, sikap pasif, merasa rendah diri dan penerimaan diri rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien TB Paru yang menjalani rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan menggunakan alat ukur Brief Resilience Scale (BRS) untuk mengukur resiliensi dan alat ukur Short Form–36 (SF-36) untuk mengukur kualitas hidup. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan anatara variabel yaitu uji korelasi gamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia lebih dari 60 tahun, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan SMA, dan mayoritas tidak bekerja. Mayoritas pasien memiliki tingkat resiliensi kurang (48%) dan kualitas hidup kategori sedang (45,3%). Hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan yang tinggi antara tingkat resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien TB paru. Sebaiknya perawat mampu mengkaji tingkat resiliensi pasien sebagai dasar dalam memberikan intervensi keperawatan agar pasien dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci: resiliensi; kualitas hidup; TB paru ABSTRACT Pulmonary TB patients are mostly irregular in taking treatment because of inadequate motivation for adherence to treatment, so patients must be able to survive and adapt even when they are in difficult circumstances. The process of self-adjustment in surviving these circumstances is called resilience. The phenomenon that occurs in pulmonary TB patients tends to experience a decrease in resilience because they feel worried that their disease will spread to others, passivity, feel inferior and have low self-acceptance. The purpose of this study was to determine the relationship between resilience and the quality of life of pulmonary TB patients undergoing outpatient care. The research method used was cross sectional using the Brief Resilience Scale (BRS) to measure resilience and the Short Form–36 (SF-36) to measure quality of life. The statistical test used to determine the relationship between variables is the gamma correlation test. The results of this study indicated that the majority of patients were over 60 years old, female, high school education level, and the majority did not work. The majority of patients have less resilience (48%) and moderate quality of life (45.3%). The results of data analysis showed that there was a high relationship between the level of resilience and quality of life in pulmonary TB patients. Nurses should be able to assess the patient\u27s resilience level as a basis for providing nursing interventions so that patients can improve their quality of life.   Keywords: resilience, quality of life, TB par

    Gambaran Tingkat Depresi Lansia Di Dusun Gedangan, Hargomulyo, Gedangsari

    No full text
    The number of elderly people is increasing with time. Someone who enters the elderly stage will experience many changes both physically and mentally. One of the psychosocial health problems that often occur in the elderly is depression. This study aims to describe the level of depression in the elderly in Gedangan, Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul. This research is a quantitative research with analytic descriptive design. The sampling technique used in this study was a total sampling of 56 respondents. The instrument used was the GDS (Geriatric Depression Scale Short Form) questionnaire. The results of this study were that the majority of respondents were male, 33 (59%) with an average age of 67.25 years, the marital status of a widow/widower, 29 respondents (52%) and living alone, 29 respondents (52%). The results of measuring depression using the GDS instrument showed normal results in 38 (67.9%), mild depression were 13 respondents (23.2) and moderate depression were 5 respondents (8.9%)

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇