Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    The The Effect of Electronic Triage on Nurses\u27 Decisions in Patient Care in the Emergency Department : Literature Review

    No full text
    Pendahuluan : Kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan terhadapsemua aspek kehidupan, termasuk pelayanan kesehatan. Instalasi Gawat Darurat (IGD)sebagai bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit perlu menerapkan rekammedis elektronik, salah satunya Electronic Triage (E-Triage). Tujuan : memberikangambaran pengaruh penggunaan E-Triage dengan keputusan perawat dalam pelayananpasien di Instalasi Gawat Darurat. Metode: Literature review dilakukan denganmelakukan pencarian pada google scholar dan jurnal pada perpustakaan UniversitasIndonesia yang terbit 5 tahun terakhir. Pembahasan : Triase yang akurat dipengaruhioleh reliabilitas, validitas, keahlian dan keterampilan perawat dalam memberikankeputusan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mendukung proses triase sepertiE-Triage dan Decision Support System (DSS) yang terintegrasi dalam rekam mediselektronik atau Electronic Health Record (EHR) di rumah sakit. Kesimpulan : Triasepada pelayanan gawat darurat merupakan bagian tak terpisahkan yang memerlukankecepatan, ketepatan dan tingkat akurasi yang tinggi dalam pemberian keputusan.Implikasi yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi perawat dalam penggunaanteknologi dalam pelaksanakan triase.Keyword : electronic triage, electronic health record, pengambilan keputusanIntroduction: Technological advances have had a significant impact on all aspects of life,including health services. The Emergency Room (IGD) as part of the hospital health servicefacility needs to implement electronic medical records, one of which is Electronic Triage(E-Triage). Objective: to provide an overview of the influence of using E-Triage on nurses\u27decisions in caring for patients in the Emergency Department. Method: Literature reviewwas carried out by searching on Google Scholar and journals in the University of Indonesialibrary published in the last 5 years. Discussion: Accurate triage is influenced by reliability,validity, expertise and skills of nurses in making decisions. Therefore, technology is neededthat supports the triage process, such as E-Triage and Decision Support Systems (DSS)which are integrated in electronic medical records or Electronic Health Records (EHR) inhospitals. Conclusion: Triage in emergency services is an inseparable part that requiresspeed, precision and a high level of accuracy in making decisions. The expected implicationis an increase in nurses\u27 competence in using technology in carrying out triage.Keyword : electronic triage, electronic health record, decision makingPendahuluan : Kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan terhadap semua aspek kehidupan, termasuk pelayanan kesehatan. Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit perlu menerapkan rekam medis elektronik, salah satunya Electronic Triage (E-Triage). Tujuan : memberikan gambaran pengaruh penggunaan E-Triage dengan keputusan perawat dalam pelayanan pasien di Instalasi Gawat Darurat. Metode:  Literature review dilakukan dengan melakukan pencarian pada google scholar dan jurnal pada perpustakaan Universitas Indonesia yang terbit 5 tahun terakhir. Pembahasan : Triase yang akurat dipengaruhi oleh reliabilitas, validitas, keahlian dan keterampilan perawat dalam memberikan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mendukung proses triase seperti E-Triage dan Decision Support System (DSS) yang terintegrasi dalam rekam medis elektronik atau Electronic Health Record (EHR) di rumah sakit. Kesimpulan : Triase pada pelayanan gawat darurat merupakan bagian tak terpisahkan yang memerlukan kecepatan, ketepatan dan tingkat akurasi yang tinggi dalam pemberian keputusan. Implikasi yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi perawat dalam penggunaan teknologi dalam pelaksanakan triase. Keyword : electronic triage, electronic health record, decision makin

    Therapeutic Group Therapy on the Ability of Parents to Stimulate Social and Emotional Development in Preschool Age Children at Dharma Wanita Kindergarten Tosaren II Kediri City

    No full text
    The knowledge and ability of parents in providing stimulation for pre-school age children is very important to have, because pre-school age is a critical period for children who need stimulation for growth and development. Therapeutic group therapy is a promotive action to improve child development to be optimal. This study uses a pre-experimental design research with a one grub pretest-posttest design approach. This research was conducted at Dharma Wanita Tosaren II Kindergarten with a population of 65 people. The technique of determining the sample uses a purposive sample technique, namely by determining certain criteria. Data were collected using a questionnaire sheet, bivariate analysis using the Paired Sample T-Test with the help of SPSS. Based on statistical tests, it is known that the value of sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a significant difference between the ability of parents to stimulate children\u27s development before and after group therapy is difficult. So that therapeutic group therapy can be applied in increasing the ability of parents to stimulate the development of pre-school age children well and can be maximized.   Keywords: Parental Ability, Stimulation of Children\u27s Social and Emotional Development, Therapeutic Group Therapy

    Asosiasi antara Pemenuhan Tugas Spiritual Lansia Selama Pandemi Covid-19 berdasarkan Dukungan Emosional Keluarga

    No full text
    Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan kemampuan psikologis, kognitif, dan meningkatnya perasaan tidak berguna. Lansia membutuhkan bantuan lingkungannya dalam bentuk dukungan emosional keluarga, seperti mendapatkan perhatian, didengarkan permasalahannya. Tujuan: untuk mengetahui asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua lansia di Temanggung yaitu sejumlah 893 orang dari 13 dusun. Sampel sebanyak 90 responden dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan emosional keluarga dan pemenuhan tugas spiritual. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Dukungan emosional keluarga sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 37 responden (41,1%). Tugas perkembangan spiritual lansia selama pandemi Covid-19 sebagian besar dalam kategori tinggi sebanyak 36 responden (40%). Ada asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) dengan nilai r 0,552. Simpulan: Ada asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga, semakin tinggi dukungan emosional keluarga semakin tinggi pula pemenuhan tugas spiritual lansi

    MANIPULATIVE BODY THERAPIES (MASSAGE EFFLEURAGE) MENURUNKAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Latar belakang: Nyeri menstruasi (Dismenore) merupakan gejala nyeri pada perut bagian bawah disertai dengan gejala biologis yang terjadi baik sebelum maupun selama menstruasi. Kondisi ini meyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari akibat rasa yang tidak nyaman. Prevalensi nyeri menstruasi di Indonesia sebanyak 55%, terdapat 15% di antaranya mengeluh tidak aktif berkegiatan karena dismenore. Terapi non farmakologi khususnya manipulative body therapies salah satunya Massage Effleurage dapat digunakan sebagai upaya pengobatan non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Massage Effleurage ini memiliki berbagai macam manfaat salah satunya dapat mengurangi ketegangan pada otot sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui efek massage effleurage terhadap menurunnya intensitas nyeri menstruasi. Metode: Kajian literature ini menggunakan metode PICOS framework untuk mencari artikel pada database seperti Google Scholar, Science Direct. Artikel yang digunakan sebanyak 7 artikel dalam rentang 2018-2021 dan jenis penelitian Quasi-experimental dan Clinical trial study. Hasil : Karakteristik responden mayoritas memiliki siklus menstruasi yang teratur, dengan rentang 14 tahun – 43 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa intensitas nyeri sebelum intervensi adalah sedang dan intensitas sesudah diberikan intervensi adalah ringan.  Kesimpulan : Terdapat penurunan intensitas nyeri menstruasi dalam pemberian terapi massage berdasarkan konsep Gate Control Theory. Saran : Diharapkan terapi manipulatif dapat menjadi rekomendasi dalam pelayanan di fasilitas kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan reproduksi sehat. Kata Kunci: Efektifitas, Massage Effleurage, Nyeri Menstruasi

    A CASE REPORT OF PERIOPERATIVE NURSING: BODY TEMPERATURE MANAGEMENT IN SURGERY PATIENT OF MITRAL VALVE REPAIR WITH CARDIOPULMONARY BYPASS

    No full text
    Mitral valve repair (MVr) procedure with Cardiopulmonary Bypass (CPB) can be used for repairing the regurgitation. Management of body temperature should be started as soon as possible during MVr surgery with CPB to reduce the risk complication during intraoperative and postoperative. The purpose of this study was to describe body temperature management during MVr surgery with CPB. The method of this study was a descriptive case study with observasional approach wherein started from preoperative to postoperative in Surgical Central Department Prof. dr. IGNG Ngoerah Hospital. The study showed that body temperature management during surgery with CPB consist of the cooling and rewarming process. In this case study, management of body temperature was used during CPB, such as applied surgical heater/cooler blankets, heat exchanger on CPB machine, and irrigation of cold and warm fluid. The body temperature management was done to achieve the condition of moderate hypothermia (260-310C) and reaches the target temperature when rewarming in temperature 340-350C, however, it was not more than 360C. Perioperative nurses play a vital role in assisting surgical procedure, especially for maintaining body temperature based on standard temperature among patients undergoing MVr surgery with CPB

    Effect of Online Health Promotion on Tuberculosis Patients\u27 Knowledge and Satisfaction in Salatiga

    No full text
    Health promotion in Tuberculosis (TB) patients is crucial so that patients know about TB treatment, side effects, and prevention of transmission. This information prevents the spread of disease and the risk of patients stopping a medication. Health promotion is usually done directly to the patient when the patient carries out health checks. However, during this pandemic, the health promotion process did not go well. In this situation, tuberculosis patient care takes advantage of existing communication technology advances to maintain service quality and prevent an increase in tuberculosis deaths in the future. The purpose of this study was to find out about the knowledge of TB patients and determine patient satisfaction in getting information through online health promotion using video conferencing via social media WhatsApp. The method used is Pre-Experiment with pre-test and post-test designs. The sampling technique in this study is total sampling. The data analysis technique uses the t-test to analyze the effect of the independent and dependent variables. Data collection used a questionnaire, namely written questions in the form of multiple choices and a checklist to determine patient knowledge about tuberculosis treatment and patient satisfaction after being given online health promotion. Based on the research results and conclusions, it can be concluded that there is an effect of online health promotion on the knowledge and satisfaction of TB patients at BKPM Salatiga. The results of the knowledge variable show that there are differences in the value of knowledge. The knowledge value during the Pre-test was 38.036 and the Post-test with a value of 55.430 after being given health promotion, which means that TB patients understand the health promotion given. The results of the variables knowledge and satisfaction show that the average value of knowledge after being given an intervention is 9.333 and the value of respondents\u27 satisfaction in using online health promotion media after being given health promotion is 20.667 with a significant value <0.05 meaning that social media has a significant relationship with TB prevention efforts

    Hubungan Intensitas Bermain Video game Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Sekolah Dasar: The Relationship between Video Gaming Intensity and Emotional Development among Elementary School-Aged Children

    No full text
    Di masa pandemi virus corona, karantina diterapkan sebagai pedoman penting untukpencegahan penyakit di berbagai negara. Terlepas dari manfaatnya, karantina jugamenimbulkan komplikasi dan permasalahan. Dengan adanya pandemi COVID-19, terdapatkebijakan berupa penutupan sekolah dan penghentian sementara interaksi belajar tatapmuka atau pembelajaran luring. Hal ini menyebabkan anak-anak dan remaja memilikiwaktu senggang dalam jadwal pembelajaran dan kehidupan sosial mereka. Anak-anak danremaja mengisi waktu senggang mereka dengan bermain video game. Situasi ini membuatintensitas dan waktu yang dihabiskan anak-anak di media sosial dan video game semakinmeningkat. Namun, sedikit yang diketahui tentang hubungan antara perkembanganemosional dan waktu yang cenderung dihabiskan anak-anak untuk bermain video game.Oleh sebab itu, makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitasbermain video game dengan perkembangan emosional pada anak usia sekolah dasar.Adapaun metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptifdengan studi korelasi serta menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas 4-6 yang bermain video game baik secara online maupunoffline. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan 163 responden. Berdasarkananalisis data yang menggunakan uji Spearmen-rho didapatkan hasil bahwa terdapathubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional anakusia sekolah dasar. Di sisi lain, mayoritas anak yang bermain video game adalah anak laki-laki di kelas 5 yang umumnya berusia 11 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkanorang tua dapat meningkatkan pengawasan dan kesadarannya terhadap anak-anak yangbermain video game terutama terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari video gameKata Kunci : Intensitas Bermain Video game, Perkembangan Emosional, Anak UsiaSekolah Dasar AbstractDuring the Coronavirus pandemic, quarantine is applied as an important guideline for disease prevention in variouscountries. Despite its benefits, quarantine may also cause complications and problems. Due to the COVID-19pandemic, policies concerning school closures and temporary suspension of face-to-face learning interactions oroffline learning are made. As a result, children and adolescents have more leisure time in their learning schedulesand social lives; many of them fill their spare time by playing video games. Such a situation increases the intensityand time that children spend on social media and video gaming. However, little is known about the relationshipbetween emotional development and the time that children spend for video gaming. Therefore, this study aimed todetermine the relationship between video gaming intensity and emotional development among elementary school-aged children. This research used a descriptive method with a correlational design and a cross-sectional approach.The population was students of grade 4 to 6 who played video games both online and offline. As many as 163 studentswere recruited using a total sampling technique. The results of the data analysis using the Spearmen-rho test founda relationship between video gaming intensity and emotional development among elementary school-aged children.The majority of children playing video games were the fifth grade boys who were generally 11 years old. Based onJurnal Perawat Indonesia, Volume 7 No 2, Hal 1-7, Mei 2022 e-ISSN2 548-7051Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah p-ISSN 2714-650223the results of this study, it is expected that parents increase their supervision and awareness of children playing videogames, especially on the negative impacts of video games.Keywords: Video Gaming Intensity, Emotional Development, Elementary School-Aged ChildrenDi masa pandemi virus corona, karantina diterapkan sebagai pedoman penting untuk pencegahan penyakit di berbagai negara. Terlepas dari manfaatnya, karantina juga menimbulkan komplikasi dan permasalahan. Dengan adanya pandemi COVID-19, terdapat kebijakan berupa penutupan sekolah dan penghentian sementara interaksi belajar tatap muka atau pembelajaran luring. Hal ini menyebabkan anak-anak dan remaja memiliki waktu senggang dalam jadwal pembelajaran dan kehidupan sosial mereka. Anak-anak dan remaja mengisi waktu senggang mereka dengan bermain video game. Situasi ini membuat intensitas dan waktu yang dihabiskan anak-anak di media sosial dan video game semakin meningkat. Namun, sedikit yang diketahui tentang hubungan antara perkembangan emosional dan waktu yang cenderung dihabiskan anak-anak untuk bermain video game. Oleh sebab itu, makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional pada anak usia sekolah dasar. Adapaun metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan studi korelasi serta menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4-6 yang bermain video game baik secara online maupun offline. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan 163 responden. Berdasarkan analisis data yang menggunakan uji Spearmen-rho didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Di sisi lain, mayoritas anak yang bermain video game adalah anak laki-laki di kelas 5 yang umumnya berusia 11 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengawasan dan kesadarannya terhadap anak-anak yang bermain video game terutama terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari video game   Kata Kunci : Intensitas Bermain Video game, Perkembangan Emosional, Anak Usia Sekolah Dasa

    Pengaruh Kecerdasan Emosional, Stres Kerja, dan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Politeknik Transportasi Darat Bali

    No full text
    Dalam suatu instansi ditentukan oleh keberadaan manusia dan segala sumber dayanya. Baik kegiatan jasmani maupun rohani diindikasikan untuk kegiatan produksi dan merupakan salah satu aset terpenting yang memiliki peran strategis dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan suatu instansi. Dilatarbelakangi penurunan kinerja karyawan dan identifikasi beberapa permasalahan di lapangan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kecerdasan emosional, stres kerja, serta komunikasi pada kinerja pegawai. Keterlibatkan responden sebanyak 78 orang menggunakan metode survei Skala Likert 5 poin diigunakan pada kuesioner sebagai alat analsis data. Objek penelitian ini adalah kecerdasan emosional, stres kerja, komunikasi, dan kinerja karyawan. Teori yang digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional menggunakan Goleman, stres kerja menggunakan Oemar, komunikasi menggunakan Sukarja, dan kinerja menggunakan Mathis dan Jackson. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Pembuktian diterima atau tidaknya hipotesis memakai uji-t dan uji-F. Kinerja pegawai terbukti dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan komunikasi

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN INTENSITAS NYERI HAID DENGAN KONSENTRASI BELAJAR REMAJA PUTRI

    No full text
    Background: Menstruation is a natural process every month for women, one of the disturbances in the menstrual cycle is the appearance of menstrual pain (dysmenorrhea) and can cause anxiety, pain intensity affects menstrual anxiety. Menstrual pain (dysmenorrhea) and anxiety can interfere with learning and concentration. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of anxiety and the intensity of menstrual pain with the study concentration of young women in the nursing program at Widya Husada University, Semarang. Method: This type of research uses a quantitative method and a cross-sectional analytic approach. The research instrument used three instruments, namely the level of anxiety, the intensity of menstrual pain and also the ability to concentrate on learning which had been tested for validity and reliability by other researchers. The sample of this research is 50 respondents. Result: Result of p-value = 0.000 and rho-value = 0.778, Ha is accepted. This shows that there is a relationship between the level of anxiety and the intensity of menstrual pain in young women with a p-value = 0.000 and an rho value of 0.529 which means that Ha is accepted and there is a relationship between the level of menstrual pain. anxiety and learning disabilities of young girls with strong intimacy. Conclusion: Ha is accepted and H0 is rejected, which means there is a relationship between the level of anxiety and the intensity of menstrual pain with the concentration of adolescents studying at Widya Husada University, Semarang

    Metode minimal data set for effective clinical handover untuk meningkatkan pelaporan serah terima antar perawat

    No full text
    Serah terima keperawatan sering terjadi dalam praktik keperawatan sebagai bentuk komunikasi yang digunakan oleh perawat. Kesalahan komunikasi sering terjadi pada saat serah terima. Komunikasi yang buruk berdampak pada efektivitas penyampaian informasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses komunikasi serah terima oleh perawat antar shift. Metode penelitian yang digunakan one group pre-post test design dengan teknik sampling purposive sampling sebanyak 23 perawat RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari responden dan bersedia berkomitmen mengikuti penelitian. Kuesioner meliputi sosio-demografis, proses serah terima, dan evaluasi serah terima. Statistik deskriptif (frekuensi, persentase, dan rata-rata) dan statistik inferensial (uji Wilcoxon) digunakan untuk analisis data. Karakteristik responden pada jenis kelamin perempuan (87%) dengan unit kerja di unit perawatan intensif bedah dewasa (30%). Waktu serah terima antara 4 - 13 menit, tidak ada gangguan selama serah terima (56,5%). Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penggunaan metode MDS-ECHO (p <0,05). Pelaksanaan serah terima dengan metode MDS-ECHO terbukti efektif dan efisien. Sebagian besar perawat menyatakan puas dengan metode ini karena mereka menerima informasi data pasien yang akurat dan bermanfaat untuk shift berikutnya

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇