Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Perawatan Palliative Berbasis Kolaborasi Tim: Perawatan Palliative Berbasis Kolaborasi Tim

    No full text
    Untuk mensukseskan penyelenggaraan perawatan paliatif sesuai penetapan WHO seorang perawat harus memiliki pengetahuan, sikap yang mendukung serta praktek pelaksanaan paliatif yang adekuat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kapasitas perawat dalam perannya pemberi asuhan keperawatan paliatif. Kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 21 perawat yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2023. Metode yang digunakan yaitu survei terhadap peserta pelatihan menggunakan pre-post test untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan yang berisi tentang perawatan paliatif. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan peningkatkan pengetahuan rata-rata mencapai 57% dengan rata nilai post test 90,23. Konsep perawatan paliatif yang dilakukan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan paliati

    KEPATUHAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT DALAM MELAKSANAKAN PHYSICAL DISTANCING: KEPATUHAN MASYARAKAT NUSA TENGGARA BARAT DALAM MELAKSANAKAN PHYSICAL DISTANCING

    No full text
    Pandemi Coronavirus Disease of 2019 (COVID-19) memberikan dampak yang signifikan dalamkeberlangsungan hidup manusia. Hal yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus yangperatama kali hadir di Wuhan China, Pemerintah memberlakukan peraturan seperti phyisicaldistancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi tingkat kepetuhan masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam melaksanakanphyisical distancing. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitiandeskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling, pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara online yang dimulai tanggal 25-30 April 2020 dengan jumlah responden 315 orang. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan kategoriresponden paling banyak berusia 20-30 tahun sebanyak 192 orang (61%), jenis kelamin perempuansebanyak 170 orang (54%), pendidikan terakhir perguruan tinggi sebanyak 202 orang (64,1%),pekerjaan pelajar/mahasiswa sebanyak 169 orang (53.7%) dengan tingkat kepatuhan dalammelaksanakan phyisical distancing dalam kategori patuh sebanyak 167 orang (53%) dan dalamkategori tidak patuh sebanyak 148 orang (47%). Kesimpulan: Masyarakat Nusa Tenggara Baratmayoritas dalam kategori patuh dalam melaksanakan phyisical distancing.Kata kunci : kepatuhan, physical distancing ABSTRACTThe pandemic of Coronavirus Disease of 2019 (COVID-19) had a significant impact on humansurvival. Strategy to break the chain of spreading of the virus which was first present in WuhanChina, the Government imposed regulations such as physical distancing to large-scale socialrestrictions. Objective: This study aims to identify the level of compliance of the people of West NusaTenggara in implementing physical distancing. Method: This research is quantitative researchusing descriptive design with cross sectional approach, sampling using purposive samplingtechniques, data collection in this study was conducted online which began on 25-30 April 2020 with315 respondents. Results: In this study, the most respondents were aged 20-30 years (192%), genderwas 170 people (54%), education was bachelor degree has many as 202 persons (64.1%), occupationwere 169 students (53.7%) with compliance level in carrying out physical distancing in thecompliance category of 167 persons (53%) and in the category of non-compliance as many as 148persons (47%). Conclusion: The majority of the people of West Nusa Tenggara in the category ofcompliance in carrying out physical distancing.Keywords: compliance, physical distancingPandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan dalam keberlangsungan hidup manusia. Untuk memutus rantai penyebaran virus yang peratama kali hadir di Wuhan China, Pemerintah memberlakukan peraturan seperti phyisical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepetuhan masyarakat Nusa Tenggara Barat dalam melaksanakan Physical Distencing. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Disain penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara online yang dimulai tanggal 25-30  April 2020 dengan jumlah responden 315 orang. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan Responden paling banyak berusia 20-30 tahun  sebanyak 192 orang (61%), jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 170 orang (54%), pendidikan paling banyak adalah PT sebanyak 202 orang (64,1%), pekerjaan paling banyak adalah pelajar/mahasiswa sebanyak 169 orang (53.7%) dengan Tingkat Kepatuhan dalam melaksanakan physical distencing dalam kategori  Patuh sebanyak 167 orang (53%) dan dalam kategori tidak patuh  sebanyak 148 orang (47%). Kesimpulan: Masyarakat Nusa Tenggara Barat mayoritas dalam kategori patuh dalam melaksanakan physical distencing

    Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU: Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Terhadap Perawatan Menjelang Ajal Pada Pasien Paliatif di Ruang ICU

    No full text
    Perawatan menjelang ajal merupakan bagian dari konsep perawatan paliatif yangbertujuan membantu setiap penderita penyakit kronis untuk hidup sebaik mungkinsampai mereka mati dalam keadaan yang baik dan damai. Diperlukan pengetahuan dansikap yang baik dari perawat dalam memberikan perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengansikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif di ruang ICURSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian deskripsi kolerasi danpendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 perawat ICU. Teknikpengambilan sampel menggunakan total sampel. Instrumen penelitian menggunakankuesioner pengetahuan dari Palliative Care quiz for Nurses (PCQN) dan kuesioner sikapmenggunakan Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B (FATCOD-B.Analisis data dengan uji Chi Square. Didapatkan hasil bahwa 13 responden (32,5%)dengan pengetahuan baik, 17 responden (42,5%) pengetahuan cukup dan 10responden (25%) pengetahuan kurang. Terdapat 21 responden mempunyai sikappositif (52,5%) dan 19 responden (47,5%) mempunyai sikap negatif. Hasil uji ChiSquare diperoleh nilai ï£2= 10,625 dengan signifikansi p = 0,005. Ada hubunganpengetahuan dengan sikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasienpaliatif di ruang ICU RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, perawatan menjelang ajal, pasien paliatif, perawatAbstractDying care is a concept of palliative care that aims to help every patient with chronicillness to live as well as possible until they die in a good and peaceful way. Nurses\u27knowledge and a good attitude are needed in providing palliative patient of dying care.The research is to determine the correlation between knowledge and nurses\u27 attitudestoward dying care for palliative patients in the ICU of RSUD Dr Soediran MangunSumarso Wonogiri. It was quantitative research with correlation description researchmethods and a cross-sectional approach. The research sample was 40 ICU nurses. Thesampling technique used was the total sample. The research instrument used aknowledge questionnaire from the Palliative Care Quiz for Nurses (PCQN) and anattitude questionnaire used the Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B(FATCOD-B). Data analysis used the Chi-Square test. There were 13 respondents(32.5%) with good knowledge, 17 respondents (42.5%) with sufficient knowledge and10 respondents (25%) with less knowledge. 21 respondents had a positive attitude(52.5%) and 19 respondents (47.5%) had a negative attitude. The Chi-Square testresults obtained a value of 2 = 10.625 with a significance of p = 0.005. Conclusion:There is a correlation between nurses\u27 knowledge and attitudes towards dying care forpalliative patients in the ICU room of RSUD Dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Keywords: knowledge, attitude, care towards death, palliative patient, nursePerawatan menjelang ajal merupakan bagian dari konsep perawatan paliatif yang bertujuan membantu setiap penderita penyakit kronis untuk hidup sebaik mungkin sampai mereka mati dalam keadaan yang baik dan damai. Diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik dari perawat dalam memberikan perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif di ruang ICU RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian deskripsi kolerasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 perawat ICU. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dari  Palliative Care quiz for Nurses (PCQN) dan kuesioner sikap menggunakan Frommelt Attitude Toward Care of the Daying Form B (FATCOD-B.  Analisis data dengan uji Chi Square. Didapatkan hasil bahwa 13 responden (32,5%) dengan pengetahuan baik, 17 responden (42,5%) pengetahuan cukup dan 10 responden (25%) pengetahuan kurang. Terdapat 21 responden mempunyai sikap positif (52,5%) dan 19 responden (47,5%) mempunyai sikap negatif. Hasil uji Chi Square diperoleh nilai c2= 10,625 dengan signifikansi p = 0,005. Ada hubungan pengetahuan dengan sikap perawat terhadap perawatan menjelang ajal pada pasien paliatif di ruang ICU RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri

    RESPON TRAUMA PADA PENGUNGSI GEMPA BUMI CIANJUR JAWA BARAT: Pangaribuan, et.,al

    No full text
    ABSTRAK Bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi, biasanya terjadi dengan cepat dan tanpa peringatan sebelumnya. Kondisi ini dapat membuat korban bencana menjadi lebih rentan mengalami trauma. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon trauma yang dialami oleh pengungsi Gempa Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 orang responden, sebanyak 11 orang (36,7%) mengalami gejala ringan dan 18 orang (60%) mengalami gejala mengarah ke PTSD. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam penanganan masalah kesehatan mental pasca bencana di tempat pengungsian korban Gempa Cianjur.   Kata Kunci: Gempa; PTSD; Pengungsi; Trauma   Abstrac Natural disaster, particularly earthquake, happen in short time and without warning. This condition make the victim are more vulnerable to develop trauma. Therefore, the aim of this study was to describe the trauma response among Gempa Cianjur refugees. This study was using convenience sampling method with the total of respondents were 30 people. Statistical analysis that used by this study was univariate analysis. This study found among 30 respondents, 11 person (36.7%) was got moderate symptoms and 18 person (60%) was got symptoms to PTSD. Based on the results, this study can be used as background to give more attention to mental health problems among refugees of Gempa Cianjur.   Keywords: Earthquake; PTSD; Refugees; Traum

    FACTORS AFFECTING THE SUCCESS OF IMPLEMENTING FAMILY INTEGRATED CARE FOR ADOLESCENTS WHO EXPERIENCE BULLYING: A SYSTEMATIC REVIEW

    No full text
    ABSTRACT FACTORS AFFECTING THE SUCCESS OF IMPLEMENTING FAMILY INTEGRATED CARE FOR ADOLESCENTS WHO EXPERIENCE BULLYING: A SYSTEMATIC REVIEW Background: Bullying is a negative action performed repeatedly by another person or a group against a certain individual. Various forms of bullying can be experienced by adolescents, such as verbal, physical, and relational bullying. Bullying has a significant negative impact on its victims. There is a consensus regarding the importance of family involvement in high-quality care. Family-centered care is expected to improve the quality of care for adolescent victims of bullying by involving families in nursing and medical intervention plans. Method: This is a literature review that uses PRISMA. The article search was conducted through electronic databases, including Pubmed, ScienceDirect, SAGE, and Google Scholar. The selected articles are published in the last ten years. The keywords used in this systematic review are “Bullying+Family Integrated Care+Adolescentâ€. Results: The article search did not yield results on the implementation of Family Integrated Care for adolescents who experience bullying. Family Integrated Care is more often used in NICU patients or pediatric patients who experience anxiety disorders during hospitalization. However, the authors found the application of Integrated Care and Family Centered Care in interventions for adolescent victims of bullying. There are seven selected articles, and they indicate a need for increased intervention involving family roles. Nurses can work with families to improve the quality and efficiency of care, as well as increase their knowledge and competence in caring for adolescent victims of bullying. Keywords: Adolescent; Bullying; Family Integrated Care   &nbsp

    Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Anak Penyintas Gempa Bumi

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat pada bencana gempa bumi Cianjur bertujuan untuk deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan mempertahankan kesehatan jiwa anak. Kegiatan dilakukan dalam bentuk intervensi keperawatan jiwa kelompok dan individu. Metode yang digunakan adalah deteksi masalah kesehatan jiwa dengan menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), play therapy melalui menyanyi, gerak dan lagu serta menggambar. Kegiatan dilakukan dalam 3 gelombang dan masing–masing gelombang selama 2 hari. Jumlah penyintas usia anak yang diintervensi sebanyak 298 anak dari 3 Desa di Kabupaten Cianjur. Hasil pengukuran SDQ menunjukkan hasil anak kelompok usia 4-10 tahun dan usia 11-18 tahun  mengalami masalah emosi dan perilaku pada kriteria abnormal dan borderline. Hasil intervensi play therapy anak mampu mengikuti  kegiatan dengan semangat dan gembira. Dukungan kesehatan jiwa dan psikososial merupakan intervensi keperawatan jiwa yang dibutuhkan oleh anak. Pelaksanaan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada praktik keperawatan jiwa bencana penting untuk mendapatkan data masalah kesehatan jiwa dan mempertahankan kesehatan jiwa anak

    HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STRETCH MARK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BERGAS

    No full text
    Background : Stretch marks appear during pregnancy because the skin is stretched. During pregnancy there are various kinds of signs that affect or are related to the shape of the skin of a woman who is pregnant, one of which is the appearance of stretch marks. The purpose of this study was to determine the relationship between gestational age and the incidence of stretch marks in pregnant women at the Bergas Health Center.Methods: This research design is correlative. The population in this study were all pregnant women who were examined at the Bergas Health Center, namely 111 people with a sample of 87 people who were taken using a purposive sampling technique. Measuring tool used in data collection is a questionnaire. Data were analyzed using the chi square statistical test using SPSS data processing software.Results: 30 out of 87 respondents (34.5%) gestational age of pregnant women at Bergas Health Center with 24-30 weeks of gestation and 57 of 87 respondents (65.5%) of 31-40 weeks of gestation, the severity of stretch marks for pregnant women at the Health Center There were 12 out of 87 respondents (13.8%) with mild gas category and 47 out of 87 respondents (49.3%) in the severe category. There is no significant relationship between gestational age and the incidence of stretch marks in pregnant women at the Bergas Health Center with a p value of 0.223 > α (0.05)

    THE PSYCHOLOGICAL RESPONS OF THE CRITICAL CARE NURSES IN CARING COVID-19 PATIENTS

    No full text
    Unstable and critical conditions of Covid-19 patients require intensive care in the Intensive Care Unit (ICU) Covid-19 isolation room. The patients require intensive actions and continuous monitoring resulting in an increase in the workload of ICU nurses. ICU nurses should also wear third level Personal Protective Equipment (PPE) while dealing with Covid-19 patients. The number of patients and nurses who died has become one of the stressors for ICU nurses. ICU nurses also feel anxious and afraid of being infected, feel worried about the effectiveness of PPE, and the risk of transmission to family members at home. This condition leads to stress, depression and affects the quality of service. Therefore, this study aims to know the psychological respons of the critical care nurses in caring Covid-19 patients. This study used descriptive survey with the sample size of 181 respondents. The respondents were members of the Central Java-Indonesian Critical Care Nurses Association recruited by some inclusion and exclusion criteria. Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42) was used as an instrument to collect the data. The data were analyzed in frequency and percentage. The results showed that the majority of respondents did not experience anxiety (58%), stress (82.3%), and depression (72.9%) although there were still severe and very severe anxiety levels (11.6%), a severe stress level (2.8%), and a severe depression level (1.7%) experienced by the respondents respectively. Nurses who are anxious, stressed or depressed should obtain serious attention from the nurses, the hospital and the government. Therefore, the psychological management of nurses can be improved to prevent unwanted problems such as ongoing depression or burnout syndrome

    PENINGKATAN PERILAKU PENCEGAHAN LUKA DIABETIK DENGANEDUKASI PERAWATAN KAKI BERBASIS FAMILY SUPPORT: ENHANCEMENT OF DIABETIC WOUND PREVENTION BEHAVIOR WITHFAMILY SUPPORT-BASED FOOT CARE EDUCATION

    No full text
    Background: Management of diabetes mellitus is not only from pharmacology but requires family support. The role of the family in diabetic foot care is needed to improve the quality of life of patients with diabetes mellitus. The purpose of this study was to analyze the behavior of diabetic wound prevention after being given Family Support-Based Foot Care Education. Method, this type of research is a quasi-experimental one-group pre-post test with the intervention of Family Support-Based Foot Care Education. The instrument for measuring foot care behavior uses the NAFF (Nottingham Assessment of Functional Footcare) questionnaire. The results showed that before being given family support-based foot care education, there were 20 respondents with negative behavior and 30 respondents with positive behavior. Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a p-value of 0.000 so that a p-value <0.05 there were differences in foot care behavior before and after being given family support-based foot care education to the respondents. Conclusion: The results showed that there was an increase in diabetic wound prevention behavior with an average increase of 10.5

    Iptek bagi Masyarakat Water Tepid Sponge dalam Penanganan Demam pada Anak Balita

    No full text
    Abstrak Balita yang sedang menderita sakit, tidak sedikit yang memunculkan gejala demam. Penanganan awal demam sangat bergantung pada peran pengasuh balita, terutama ibu. Seorang ibu harus tanggap dan mengetahui cara yang tepat dalam menangani demam. Water tepid sponge adalah salah satu metode penanganan demam berupa teknik kompres hangat yang menggabungkan teknik kompres blok pembuluh darah superfisial dengan teknik seka. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan informasi kepada ibu dengan balita tentang manajemen demamwater tepid spongeyang dapat dilakukan dirumah. Metode yang digunakan adalah ceramah, simulasi dan diskusi tentang water tepid sponge. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kompres dalam mengatasi demam pada anak oleh ibu- ibu balita di lingkungan Cekelan RW 04 Madureso Temanggung.   Kata Kunci: Water Tepid Sponge; Demam; Balit

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇