Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Gambaran Kelengkapan Pendokumentasian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) oleh Perawat
Background: Cyberbullying is bullying conducted through social media. It’s usually experienced by early adults (18-25 years old) who are active in using the internet. Cyberbullying can change their well-being, specially psychological well-being. The aims of study is to identify relationship between cyberbullying and psychological well-being in early adults in Tangerang Regency. Methodology: This quantitative study used cross-sectional approach. The sample was calculated using Slovin formula and obtained 217 respondents which use convenience sampling technique. This study used two instruments which is Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument and Psychological Well-being Scale questionnaires. The instruments in the study used valid and reliable Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument and Psychological Well-being Scale questionnaires. Data collection was carried out from February 2023 to April 2023 using an online questionnaire. The data obtained were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Gamma correlation statistical test. The results showed that the level of cyber bullying in early adults in Tangerang Regency was in the low category 64.5%, medium 29.5% and high 6%, then the level of psychological well-being was in the low category 28.6%, medium 22.1% and high 49.3%. There is a significant relationship (p<0.001) between cyberbullying and psychological well-being in early adulthood in Tangerang Regency. Suggestion: Collaboration between nurse educators and community nurses utilizing technological advances and social media is needed to increase socialization about cyberbullying prevention and management for victims that are easily accessible to the community. Support from the government is needed so that this health promotion innovation can reach all regions in Indonesia.
Â
Keywords: Cyberbullying, psychological well-being, early adulthood.Introduction: Medical records were files or documents that contain notes or status of patient development while in the hospital. The completeness of medical records, especially integrated patient development records (CPPT), is an important aspect of health services because it affects the quality and standard of hospital services. The purpose of this scientific paper was to identify the completeness of documentation of integrated patient development records by nurses in the anturium room of Dr. Soebandi Hospital, Jember.
Materials and methods: This type of research was a quantitative descriptive case study with the number of research samples used, namely 22 medical records obtained during data collection. The research instrument used was an observation checklist sheet of the completeness of CPPT documentation.
Results: The results showed that the patient identity component was 90.9% complete, important notes (SOAP) obtained 72.2% complete data, authentication data showed the highest percentage of 100% complete and the correct documentation data showed 63.3% complete data.
Conclusion: High-quality nursing documentation was essential because it reflects the quality and continuity of nursing care. Nurses are responsible for ensuring that documentation of care is carried out in a structured and comprehensive manner to facilitate communication between health workers and improve the quality of patient care.
Keywords: Completeness, Integrated Record, Inpatient Roo
Analisis Bibliometrik Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Menggunakan VOSviewer: Child growth and development
Pertumbuhan dan perkembangan anak prosesnya dimulai dari masa konsepsi sampai dengan dewasa. Dalam proses ini terjadi perubahan morfologi, fisiologi, dan biokimia dan merupakan proses yang kompleks. Pertumbuhan dan perkembangan sendiri merupakan dua hal berbeda akan tetapi antara keduanta saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi publikasi jurnal internasional melalui analisis dan pemvisualisasi tentang tumbuh kembang anak selama kurun waktu 2017-2022. Jenis penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik. Adapun urutan dalam prosedur penelitian ini adalah menggunakan pencarian data jurnal melalui Google Scholar dengan menggunakan Harzing’s Publish or Perish sehingga akan terpilih jurnal-jurnal internasional berbahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan kata kunci yaitu child growth and development. Ekstraksi hasil penelusuran menggunakan Vosviewer. Total ditemukan 49 artikel dalam Google Scholar yang diakses pada 30 Mei 2022. Sementara itu kata kunci anak-anak, Pertumbuhan, perkembangan dan pertumbuhan anak menjadi area yang menarik untuk dijadikan topik. Dengan menggunakan VOSviewer kami menganalisis sejumlah artikel yang dipublikasikan berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan kaitannya dengan topik ini. Diharapkan nantinya hasil penelitian ini memberikan masukan untuk penelitian selanjutnya mengenai tumbuh kembang anak.
Kata kunci: pertumbuhan, perkembangan, anak, VOSviewer, google scholar
The process of growth and development of children starts from conception to adulthood. In this process there are changes in morphology, physiology, and biochemistry and is a complex process. Growth and development are two different things, but they are interrelated and difficult to separate. The purpose of this study was to find out information on international journal publications through analysis and visualization of children\u27s growth and development during the 2017-2022 period. This type of research uses bibliometric analysis. The sequence in this research procedure is to use a search for journal data through Google Scholar using Harzing\u27s Publish or Perish so that English-language international journals will be selected. This study uses keywords, namely child growth and development. Extraction of search results using Vosviewer. A total of 49 articles were found in Google Scholar which was accessed on May 30 2022. Meanwhile the keywords children, growth, development and growth of children are interesting areas to make topics. Using VOSviewer we analyze a number of published articles relating to child development and their relation to this topic. It is hoped that the results of this study will provide input for further research on child development.Key word: growth, development, children, VOSviewer, google scholarPertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang kompleks mulai dari perubahan morfologi, biokimia dan fisiologi, dimana hal ini terjadi sejak konsepsi sampai dengan maturitas atau dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan itu sendiri merupakan dua hal berbeda akan tetapi antara keduanta saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi publikasi jurnal internasional melalui analisis dan pemvisualisasi tentang tumbuh kembang anak selama kurun waktu 2017-2022. Jenis penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik. Adapun urutan dalam prosedur penelitian ini adalah menggunakan pencarian data jurnal melalui Google Scholar dengan menggunakan Harzing’s Publish or Perish sehingga akan terpilih jurnal-jurnal internasional berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini adalah child growth and development. Ekstraksi hasil penelusuran menggunakan Vosviewer. Total ditemuakan 49 artikel dalam Google Scholar yang diakses pada 30 Mei 2022. Sementara itu kata kunci anak-anak, pertumbuhan, perkembangan dan pertumbuhan anak menjadi area yang paling banyak dibicarakan. Melalui VOSviewer kami menganalisis berapa banyak artikel yang dipublikasikan tentang tumbuh kembang anak dan hubungannya dengan topik ini. Diharapkan nantinya hasil penelitian ini memberikan masukan untuk penelitian selanjutnya mengenai tumbuh kembang anak
Pelatihan Senam Persendian untuk Menurunkan Gangguan Sistem Muskuloskeletal pada Lansia
Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia, yang secara langsung menuntut perhatian lebih terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Salah satu masalah yang umum dialami oleh lansia adalah gangguan pada sistem muskuloskeletal, terutama penurunan fungsi persendian yang berdampak pada keterbatasan gerak dan kualitas hidup. Dalam rangka mendukung upaya promotif dan preventif terhadap kondisi tersebut, perlu diadakannya senam lansia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sendi serta melatih lansia agar mampu melakukan gerakan senam secara mandiri dan rutin. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi edukatif, demonstrasi langsung oleh instruktur, serta praktik bersama yang dibimbing secara intensif. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para lansia, peningkatan pengetahuan tentang fungsi sendi, serta kemampuan mengikuti gerakan senam dengan baik. Peserta juga mengungkapkan keinginan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala sebagai bagian dari kegiatan rutin posyandu. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para lansia dapat menjaga fleksibilitas dan kekuatan sendi, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi tim PKM dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kesehatan preventif
PERSPEKTIF PENINGKATAN GIZI BALITA BAGI MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN SOSIAL: Perspectives on Improving Nutrition for Toddlers among the Recipients of Social Support
Persoalan gizi kurang serta gizi buruk pada anak balita masih menjadi persoalan gizi Utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah status gizi pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung dipengaruhi oleh makanan anak serta penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung antara lain masalah sosial ekonomi dan terbatasnya pengetahuan keluarga terutama ibu mengenai status gizi pada balita. Dalam hal ini perspektif atau sudut pandang masing-masing masyarakat miskin berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif atau sudut pandang peningkatan gizi balita bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (in depth interview). Riset informan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menerima bantuan sosial baik BPNT maupun PKH dengan jumlah partisipan sebanyak 20. Hasil penelitian menyatakan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi akan lebih memperhatikan cara memasak, dan memilih bahan makanan bagi anak. Sedangkan penilaian ibu terhadap anak yang cukup gizinya di lihat dari aktivitas bermain anak. Kata kunci: gizi, balita, perspektif, penerima bantuan social
Malnutrition and malnourishment in children under the age of five is still a major nutritional issue that requires attention. The issue of toddler nutritional status is influenced by a number of direct and indirect factors. Children\u27s food and infections are direct causative causes, whereas indirect factors include socioeconomic problems and a lack of family knowledge,particularly among mothers, about the nutritional health of toddlers. Each poor community\u27s viewpoint or perspective differs in this scenario. The purpose of this research is to find out howsosial support recipients feel about improving the nutrition of children under the age of five. This study employed a descriptive qualitative method. Primary data was gathered through indepth interviews for the data collection technique. People who received both BPNT and PKH sosial support made up the research informants for this study with a total of 20 people. Theresults of the study stated that mothers who have high knowledge will pay more attention to how to cook, and choose food ingredients for their children. Meanwhile, the mother\u27sassessment of children who are adequately nourished is seen from the children\u27s playing activities. Keyword: nutrition, toddler, perspective, recipients of sosial supportPersoalan gizi kurang serta gizi buruk pada anak balita masih menjadi persoalan gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah status gizi pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung dipengaruhi oleh makanan anak serta penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung antara lain masalah social ekonomi dan terbatasnya pengetahuan keluarga terutama ibu mengenai status gizi pada balita. Dalam hal ini perspektif atau sudut pandang masing-masing masyarakat miskin berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prespektif atau sudut pandang peningkatan gizi balita bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (in depth interview). Riset informan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menerima bantuan sosial baik BPNT maupun PKH dengan jumlah partisipan sebanyak 20. Hasil penelitian menyatakan bahwa ibu yang mengonsumsi makanan dengan baik dapat menghasilkan air susu yang baik pula karena ASI dapat mempengaruhi status gizi anak. Makanan yang bergizi dan seimbang selalu dikaitkan dengan biaya yang mahal. Orang tua dengan pendapatan dibawah UMR 3,2 kali lebih beresiko tidak memberikan nutrisi yang memadai dibandingkan dengan keluarga yang pendapatannya diatas UMR
HUBUNGAN PENERAPAN SPALK MANAKARRA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH SELAMA PROSES PEMASANGAN INFUS
Kecemasan adalah bentuk reaksi terhadap situasi yang dialami oleh seseorang dan sangat memberatkan dan dapat terjadi kapan pun. Spalk Manakarra menjadi suatu alat penunjang dalam meningkatkan kenyamanan anak-anak selama perawatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh anak usia prasekolah yang terpasang Spalk Manakarra. Metode dari desain penelitian yang digunakan quasi-experimental dengan hanya post tes dan dengan pendekatan kelompok kontrol yang tidak setara. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Mayoritas responden yang telah diberikan Spalk Manakarra mengalami kecemasan ringan pada 27 anak (77,1%) dan ada dalam grup kontrol, lalu 23 anak (65,7%) mengalami kecemasan tingkat sedang. Namun, pada kelompok Perlakuan, hanya terdapat satu indikator perasaan kecemasan yang diperoleh. Hasil analisis uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mann-Whitney dan didapatkan p value sebesar 0,00 (0,05) yang memiliki pengertian ada pengaruh dari tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi di Rumah Sakit Caruban. Hasil penelitian dari analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akan tingkat kecemasan dalam grup kontrol dan Perlakuan.
Kata kunci : kecemasan, usia prasekolah, dan spalk manakarra.
Â
Anxiety was a normal reaction to situations that were very stressful for a person\u27s life and could happen at any given time. Spalk Manakarra was one of the modified equipments to increase the comfort of children during treatment. The purpose of this study was to reduce anxiety in preschool children by utilizing Spalk Manakarra. This type of research is a quasi-experimental design with a posttest only non-equivalent control group design approach. The sample that used in this study consisted of 70 respondents, divided into two groups were control group and intervention group. The sampling technique used was purposive sampling. The majority of respondents who were given spalk manakarra were 27 people (77.1%) experiencing mild anxiety and in the control group, 23 people (65.7%) experienced moderate levels of anxiety. While in the behavior group, only an indicator of feelings of anxiety was obtained. Mann Whitney used as the analysis of research data and obtained a p-value = 0.000 Â (0,05), meaning that there are differences in the level of anxiety of preschool children during the hospitalization process at Caruban Hospital. Based on the results of the analysis, it could be concluded that there are differences in the level of anxiety in the control group and the intervention group. Hopefully, the healthcare providers could apply atraumatic care related to reducing anxiety in preschool children properly and detect aspects of indicators that are
thought to affect anxiety factors. The benefits of this research were expected to be an alternative to reducing children\u27s anxiety.
Keywords: anxiety, preschool age children, spalk manakarraKecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menegangkan bagi kehidupan seseorang dan dapat terjadi pada waktu tertentu. Spalk Manakarra merupakan salah satu peralatan yang dimodifikasi untuk meningkatkan kenyamanan anak selama perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi kecemasan pada anak prasekolah dengan memanfaatkan Spalk Manakarra. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan posttest only non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 70 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Mayoritas responden yang diberikan spalk manakarra sebanyak 27 orang (77,1%) mengalami kecemasan ringan dan pada kelompok kontrol sebanyak 23 orang (65,7%) mengalami kecemasan tingkat sedang. Sedangkan pada kelompok perilaku hanya didapatkan indikator perasaan cemas. Analisis data penelitian dengan menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p-value = 0,000 (0,05), artinya ada perbedaan tingkat kecemasan anak prasekolah selama proses hospitalisasi di RS Caruban. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat menerapkan atraumatic care terkait penurunan kecemasan pada anak prasekolah dengan baik dan mendeteksi aspek-aspek indikator yang diduga mempengaruhi faktor kecemasan. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kecemasan anak.
 
STUDI LITERATUR: GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA: STUDI LITERATUR: GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Bullying merupakan bentuk penindasan yang sering terjadi pada remaja, namun tidak semua remaja dapat menahan dampak dari bullying yang terjadi. Meskipun demikian, remaja yang menjadi perlaku bullying juga merupakan korban dari bullying yang didapatkan sebelumnya. Studi ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi gambaran perilaku bullying pada remaja. Studi ini menggunakan metode kajian literature atau telaah artikel, dengan framework SPIDER melalui metode PRISMA dengan kriteria artikel yang diterbikan dengan rentang tahun 2020-2023, artikel terbit pada jurnal nasional dan internasional berbahasa Indonesia dan Inggris dengan setting penelitian di Indonesia.Artikel 13.130 yang didapatkan dari beberapa pangkalan data seperti Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda dan Neliti. Perilaku bullying di kalangan remaja Indonesia, memiliki dampak serius pada aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Prevalensi bullying cukup tinggi, dengan variasi jenis bullying seperti verbal, sosial, dan fisik. Remaja perempuan lebih rentan terhadap bullying verbal, sementara laki-laki cenderung menjadi pelaku kekerasan fisik. Perubahan pada masa remaja dan pengaruh dari pergaulan sebaya menjadi faktor utama terjadinya bullying. Lingkungan sekolah merupakan tempat utama terjadinya bullying, dengan dukungan sosial kelompok memainkan peran penting. Perlu adanya upaya bersama untuk mencegah dan menanggulangi perilaku bullying agar remaja dapat tumbuh dan berkembang tanpa terhambat oleh dampak negatif dari bullying.
Kata Kunci: Kesehatan mental, perundungan, remaja
Bullying is a form that often occurs in teenagers, but not all teenagers can withstand the impact of bullying that occurs. However, teenagers who are perpetrators of bullying are also victims of previous bullying. This research aims to identify features of bullying behavior in adolescents. This study uses the literature review method or articles, with the SPIDER framework through the PRISMA method with the criteria for articles published in the period 2020-2023, articles published in national and international journals in Indonesian and English with a research setting in Indonesia. 13,130 articles obtained from several databases such as Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda and Neliti. Bullying behavior among teenagers, especially in Indonesia, has a serious impact on psychological, social and educational aspects. The prevalence of bullying is quite high, with various types of bullying such as verbal, social and physical. Adolescent girls are more vulnerable to verbal bullying, while boys tend to be the perpetrators of physical violence. Changes during adolescence and the influence of peer interactions are the main factors in bullying. The school environment is a primary setting for bullying, with group social support playing an important role. There needs to be a joint effort to prevent and overcome bullying behavior so that teenagers can grow and develop without obstacles due to the negative impacts of bullying.
Keyword: mental health, bullying,adolescenBullying merupakan bentuk penindasan yang sering terjadi pada remaja, namun tidak semua remaja dapat menahan dampak dari bullying yang terjadi. Meskipun demikian, remaja yang menjadi perlaku bullying juga merupakan korban dari bullying yang didapatkan sebelumnya. Studi ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi gambaran perilaku bullying pada remaja. Studi ini menggunakan metode kajian literature atau telaah artikel, dengan framework SPIDER melalui metode PRISMA. Artikel yang didapatkan dari beberapa pangkalan data seperti Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda dan Neliti. Perilaku bullying di kalangan remaja, terutama di Indonesia, memiliki dampak serius pada aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Prevalensi bullying cukup tinggi, dengan variasi jenis bullying seperti verbal, sosial, dan fisik. Remaja perempuan lebih rentan terhadap bullying verbal, sementara laki-laki cenderung menjadi pelaku kekerasan fisik. Perubahan pada masa remaja dan pengaruh dari pergaulan sebaya menjadi faktor utama terjadinya bullying. Lingkungan sekolah merupakan tempat utama terjadinya bullying, dengan dukungan sosial kelompok memainkan peran penting. Perlu adanya upaya bersama untuk mencegah dan menanggulangi perilaku bullying agar remaja dapat tumbuh dan berkembang tanpa terhambat oleh dampak negatif dari bullying
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Glukosa Darah Dengan Laju Filtrasi Glomerulus Pada Pasien Diabetes Mellitus Di RSI- Sultan Agung Semarang
ABSTRACT
Background: Diabetes mellitus is a condition where the body\u27s glucose metabolism is disrupted. Hormonal issues lead to a variety of metabolic illnesses, which in turn produce abnormal insulin levels and other chronic complications. One of the triggers for diabetes mellitus is body mass index, blood glucose. DM sufferers can affect kidney function which results in the accumulation of blood creatinine and urea levels which can cause kidney failure. Glomerular filtration rate as the best index to assess kidney function parameters. Method: quantitative approach combined with a cross-sectional investigation. Purposive sampling was used to choose a sample of 82 individuals. The Spearman rank test was used to statistically process the data. Results: the average glomerular filtration rate value was 42.24 ml/min/1.73 m2 (SD±23,478). Conclusion: A weak correlation (r) of -0.386 and a p value <0.05, or 0.000, indicate a link between body mass index and glomerular filtration rate. Because of the negative association, the glomerular filtration rate value decreases as the body mass index value increases. The association between random blood glucose and glomerular filtration rate in individuals with diabetes mellitus, on the other hand, is 0.000 with a moderate correlation value (r) of -0.490 and a p value <0.05. Because of the negative association, the filtration rate value decreases as blood glucose levels rise.
Keywords: body mass index, blood glucose, glomerular filtration rateLatar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu kondisi dimana metabolisme glukosa dalam tubuh terganggu. Gangguan hormonal dapat menimbulkan berbagai macam penyakit metabolik yang selanjutnya akan menimbulkan kadar insulin abnormal dan komplikasi kronis lainnya. Salah satu pemicu terjadinya diabetes melitus adalah indeks massa tubuh, glukosa darah. Penderita DM dapat mempengaruhi fungsi ginjal yang mengakibatkan terjadinya penumpukan kadar kreatinin dan ureum dalam darah yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Laju filtrasi glomerulus sebagai indeks terbaik untuk menilai parameter fungsi ginjal. Metode: pendekatan kuantitatif yang dikombinasikan dengan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel 82 orang. Pengolahan data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank Test. Hasil: Nilai rata-rata laju filtrasi glomerulus adalah 42,24 ml/menit/1,73 m2 (SD±23.478). Kesimpulan: Korelasi lemah (r) sebesar -0,386 dan nilai p < 0,05 atau 0,000 menunjukkan adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan laju filtrasi glomerulus. Karena adanya hubungan negatif, maka nilai laju filtrasi glomerulus menurun seiring dengan peningkatan nilai indeks massa tubuh. Sebaliknya, hubungan antara glukosa darah acak dan laju filtrasi glomerulus pada individu dengan diabetes melitus adalah 0,000 dengan nilai korelasi sedang (r) sebesar -0,490 dan nilai p < 0,05. Karena adanya hubungan negatif, maka nilai laju filtrasi menurun seiring dengan peningkatan kadar glukosa darah.
Kata kunci: indeks massa tubuh, glukosa darah, laju filtrasi glomerulu
EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA STUNTING TENTANG STUNTING DAN RESPONSIVE FEEDING
Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. One of the causes of stunting is ineffective feeding practices. Responsive feeding is the ability of caregivers to feed children actively and responsively. This study aimed to determine the effect of education on stunting and responsive feeding on mother\u27s knowledge of stunting. This research method used a pre-experimental design with one group pretest and posttest design. The sample in this study used purposive sampling, with the number of respondents being 34 mothers of stunting toddlers in 3 working areas of public health centers in Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. The interventions provided included education about stunting and responsive feeding using booklets. Data collection using a knowledge questionnaire instrument about stunting and responsive feeding. Data analysis used paired t test and Wilcoxon test. The results showed that there was a significant difference in maternal knowledge about stunting and responsive feeding before and after receiving educational intervention with a P value of 0.000 (<0.05). It can be concluded that the booklet media has an effect on increasing the knowledge of mothers of stunting toddlers.Stunting (kerdil) merupakan suatu kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu penyebab stunting adalah praktik pemberian makan yang tidak efektif. Responsive feeding merupakan kemampuan pengasuh dalam memberi makan kepada anak secara aktif dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang stunting dan responsive feeding terhadap pengetahuan ibu balita stunting. Metode penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan one group pretest dan posttest design. Sampel pada penelitian menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 34 ibu balita stunting pada 3 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Rejang Lebong. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi tentang stunting dan responsive feeding menggunakan booklet. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner pengetahuan tentang stunting dan responsive feeding. Analisis data menggunakan uji paired t test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan ibu tentang stunting dan responsif feeding sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi edukasi dengan nilai Pvalue: 0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa media booklet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita stunting
Pentingnya Ilmu Parenting Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini Di Pedesaan
Early childhood is a critical period of growth and development influenced by genetic factors, environment and parental patterns. During this period, children\u27s physical, mental, social and emotional development is very rapid, so that the quality of parenting has a major influence on children\u27s lives. Parents play an important role in good parenting through proper parental knowledge. Parenting is not only about fulfilling basic needs such as eating and sleeping, but also psychological, moral and social aspects that support children\u27s overall growth and development. In rural areas, access to parental information is limited due to lack of infrastructure and technology, thus affecting parents\u27 ability to provide optimal care. This study was conducted with the aim of determining the importance of parental education for the growth and development of young children in rural areas and to identify the obstacles faced by parents in utilizing education. from parents. The results of this study are expected to provide recommendations for improving the quality of education and supporting parents in villages.Anak usia dini merupakan masa kritis pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan dan pola orang tua. Pada masa ini perkembangan fisik, mental, sosial dan emosional anak sangat pesat, sehingga kualitas pengasuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan anak. Orang tua memegang peranan penting dalam pengasuhan yang baik melalui pengetahuan orang tua yang tepat. Pola asuh tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dan tidur, namun juga aspek psikologis, moral, dan sosial yang menunjang tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Di daerah pedesaan, akses terhadap informasi orang tua terbatas karena kurangnya infrastruktur dan teknologi, sehingga mempengaruhi kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pentingnya pendidikan orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak kecil di pedesaan dan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi orang tua dalam memanfaatkan pendidikan. dari orang tua. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung orang tua di desa
Selflove untuk Menjaga Kesehatan Jiwa Ibu Rumah Tangga melalui Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pengenalan Peran Psikolog di Desa Tambakboyo
Selflove merupakan satu kata yang memiliki makna mencintai diri sendiri yang dilakukan dengan bukti konkrit dalam memperlakukan diri sendiri. Untuk membuktikan cinta pada diri sendiri dilakukan dengan mengenali apa yang terjadi pada diri. Mengenali sesuatu lebih lanjut dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan. Salahsatu yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan adalah melalui mengikuti kegiatan edukasi. Pemahaman tentang seputar masalah kesehatan jiwa nantinya dapat digunakan untuk mencapai kesehatan jiwa. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada ibu rumah tangga tentang masalah kesehatan jiwa dan penanganannya sehingga nanti meningkatkan selflove pada diri serta membagi pengetahuan ke ibu rumah tangga lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode pembelajaran contextual teaching and learning dan metode pembelajaran deduktif, yang mana pemateri memberikan materi dan didalamnnya peran aktif peserta ditonjolkan serta penjelasan dari hal umum terkait permasalahan hingga penanganan. Untuk metode penulisan yang digunakan adalah metode diskriftif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan yang tergambar dari kepemahaman tentang kesehatan jiwa pada ibu rumah tangga hingga apa Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaganya serta kapan harus melakukan perawatan lanjutan. Hasil menunjukkkan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan menunjukkan pengetahunnya baik yaitu mencapai 30 (73,17%) peserta, sebaran benar pertanyaan merata terkait seluruh pertanyaan. Dan pada tingkat pengetahuan cukup sebesar 11 (26,83%), dan setelah kegiatan tidak ada lagi yang pengetahuannya dalam kelompok kurang. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah edukasi kesehatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan yang nantinya merangsang selflove. Saran dalam kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan tentang pelatihan pelatihan intervensi mandiri untuk mereduksi masalah kesehatan jiwa