E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
PERANAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSISAL
Abstrak
Perkembangan media sosial sebagai ruang publik digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial masyarakat. Kebebasan berekspresi yang luas di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran hukum yang memadai, sehingga memicu berbagai pelanggaran hukum seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peranan sosiologi hukum dalam membangun kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosiologis, yang mengkaji peraturan perundang-undangan terkait media sosial, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta teori sosiologi hukum Soerjono Soekanto dan Lawrence M. Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat digital tidak hanya ditentukan oleh keberadaan norma hukum dan sanksi, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan budaya hukum yang berkembang di masyarakat. Sosiologi hukum berperan penting sebagai jembatan antara norma hukum dan realitas sosial, sehingga mampu mendorong internalisasi nilai-nilai hukum dalam perilaku bermedia sosial. Oleh karena itu, pendekatan sosiologi hukum diperlukan sebagai strategi preventif dan edukatif dalam membangun budaya bermedia sosial yang beretika dan bertanggung jawab.
Kata kunci: sosiologi hukum, kesadaran hukum, media sosial, UU ITE, masyarakat digital.
Abstract
The development of social media as a digital public space has brought significant changes to the patterns of social interaction. Broad freedom of expression on social media is often not matched by adequate legal awareness, thus triggering various legal violations such as the spread of hoaxes, hate speech, and defamation. This article aims to analyze the role of legal sociology in building public awareness regarding the use of social media. This research uses a normative legal research method with a sociological approach, examining laws and regulations related to social media, particularly the Electronic Information and Transactions Law, as well as the sociological theories of law by Soerjono Soekanto and Lawrence M. Friedman. The results show that the legal awareness of digital communities is not solely determined by the existence of legal norms and sanctions, but is also strongly influenced by social, cultural, and legal culture factors that develop within society. Legal sociology plays a crucial role as a bridge between legal norms and social reality, thereby encouraging the internalization of legal values in social media behavior. Therefore, a sociological approach to law is necessary as a preventive and educational strategy in building an ethical and responsible social media culture.
Keywords: sociology of law, legal awareness, social media, ITE Law, digital society
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER KEWARGANEGARAAN MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekstrakurikuler Pramuka dalam membangun karakter kewarganegaraan siswa kelas V di MI Nurul Aqimmah Puncak Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan lima subjek penelitian, yaitu kepala madrasah, pembina Pramuka, wali kelas, dan dua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan Pramuka dilaksanakan secara terstruktur dengan mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan melalui program latihan upacara, PERSAMI, jelajah alam, bakti sosial, LKBB, semaphore, dan pionering. Pelaksanaan kegiatan efektif dalam menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu, minimnya anggaran, terbatasnya kompetensi pembina, serta sistem evaluasi yang belum optimal. dan lemahnya sistem evaluasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi kegiatan, pengembangan kompetensi pembina, penyediaan instrumen evaluasi terstandar, dan penguatan kolaborasi dengan orang tua untuk mengoptimalkan pembentukan karakter kewarganegaraan sisw
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KUARTET TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PPKN MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA PESERTA DIDIK KELAS V SDN SAMATA
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan nilai kebangsaan peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya, pembelajaran PPKn masih sering dilakukan secara konvensional dan kurang memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, khususnya pada materi keberagaman budaya. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik kurang aktif dan berdampak pada rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna, salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran kartu kuartet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran kartu kuartet terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn materi keberagaman budaya kelas V di SDN Samata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SDN Samata yang berjumlah 31 orang dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 butir soal yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, ditandai dengan nilai rata-rata pretest sebesar 73,98 dan posttest sebesar 84,45. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran kartu kuartet berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PPKn peserta didik. Media kartu kuartet terbukti mampu meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, serta pemahaman peserta didik terhadap materi keberagaman budaya
Legal Liability of Insurance Companies for Unlawful Acts Arising from the Unilateral Cancellation of Life Insurance Policies: A Study of Decision No. 4943 K/Pdt/2024
The development of Indonesian positive law has provided more detailed guidelines regarding procedures for policy cancellation, disclosure obligations, and mechanisms for objections by policyholders, affirming that insurance companies may not unilaterally cancel policies unless supported by clear legal grounds and carried out in accordance with lawful procedures. This study aims to analyze the legal liability of insurance companies for unlawful acts and to examine judicial considerations in Decision No. 4943 K/Pdt/2024. The research employs a normative juridical method using statutory, case, and conceptual approaches, with data obtained through library research and analyzed qualitatively using legal reasoning analysis. The findings indicate that unilateral cancellation of an insurance policy without lawful grounds constitutes a violation of law that gives rise to legal liability for the insurance company, as such actions fulfill all elements of an unlawful act under Article 1365 of the Indonesian Civil Code, namely the existence of an act, fault, damage, and a causal relationship. The Supreme Court emphasized that insurance companies cannot evade liability on unilateral grounds, as the refusal to pay claims and cancellation of policies contradict the principles of pacta sunt servanda and good faith; therefore, insurers are obliged to compensate the injured party. The implications of this decision confirm that the legal liability of insurance companies is firm and cannot be set aside, while also strengthening legal protection for policyholders and reinforcing the application of good faith and legal certainty in insurance practices in Indonesia
Penerapan Etika Bisnis Islam pada Pedagang Bensin Eceran di Nabire: Studi Kasus Kejujuran dalam Menakar Transaksi
Abstrak
Perdagangan bensin eceran merupakan fenomena yang berkembang di berbagai daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap distribusi bahan bakar resmi. Kondisi tersebut juga terjadi di Nabire, di mana sebagian masyarakat memperoleh bahan bakar melalui pedagang bensin eceran sebagai alternatif terhadap layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang dikelola oleh Pertamina. Praktik perdagangan ini umumnya menggunakan wadah botol kaca atau botol plastik sebagai alat takar, yang dalam beberapa kasus tidak memiliki standar pengukuran yang pasti. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi nilai kejujuran dalam transaksi, khususnya dalam perspektif etika bisnis Islam yang menekankan ketepatan takaran sebagai bagian dari keadilan dalam muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik penakaran bensin eceran serta implementasi nilai kejujuran dalam transaksi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pedagang bensin eceran serta konsumen yang terlibat dalam aktivitas perdagangan di Nabire. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik perdagangan tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola praktik perdagangan, persepsi pedagang mengenai ukuran takaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan nilai etika bisnis Islam dalam transaksi bahan bakar eceran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penakaran bensin eceran umumnya menggunakan wadah botol bekas yang dijadikan sebagai standar ukuran tidak tertulis dalam transaksi. Kapasitas wadah yang digunakan tidak selalu sesuai dengan ukuran liter formal, namun pedagang cenderung menjaga konsistensi pengisian wadah hingga penuh sebagai bentuk upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan. Kejujuran dalam praktik perdagangan lebih sering dipahami sebagai konsistensi dalam penggunaan wadah yang sama serta keterbukaan dalam interaksi dengan konsumen.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi etika bisnis Islam dalam perdagangan bensin eceran dipengaruhi oleh interaksi antara nilai religius, kebiasaan pasar, serta kondisi struktural yang berkaitan dengan akses terhadap distribusi bahan bakar dan ketersediaan alat ukur standar. Hasil kajian ini memberikan implikasi bagi pengembangan literatur ekonomi Islam pada sektor perdagangan mikro, khususnya dalam memahami dinamika penerapan nilai kejujuran dalam konteks pasar informal.
Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Kejujuran, Takaran, Pedagang Bensin Eceran, Nabire.
Abstract
Retail gasoline trade is a growing phenomenon in various regions that have limited access to official fuel distribution. This condition also occurs in Nabire, where some people get fuel through retail gasoline traders as an alternative to the Public Filling Station service managed by Pertamina. This trade practice generally uses glass bottle containers or plastic bottles as measuring tools, which in some cases do not have a definite measurement standard. This situation raises questions about the implementation of the value of honesty in transactions, especially in the perspective of Islamic business ethics which emphasizes the accuracy of measurements as part of justice in muamalah. This study uses a qualitative approach with a case study design to analyze retail gasoline packaging practices and the implementation of honesty values in transactions. Data was collected through field observations and in-depth interviews with retail gasoline traders as well as consumers involved in trading activities in Nabire. The purposive sampling technique is used to determine informants who have direct experience in such trading practices. The data obtained was analyzed using thematic analysis to identify trading practice patterns, traders' perceptions of the size of the dose, as well as factors that affect the application of Islamic business ethical values in retail fuel transactions. The results of the study show that the practice of retail gasoline packaging generally uses used bottle containers which are used as the standard of unwritten measurements in transactions. The capacity of the containers used is not always in accordance with the size of the formal liters, but traders tend to maintain the consistency of filling the containers to the full as a form of effort to maintain customer trust. Honesty in trading practices is more often understood as consistency in the use of the same containers as well as openness in interactions with consumers. The findings of the study show that the implementation of Islamic business ethics in retail gasoline trade is influenced by the interaction between religious values, market habits, as well as structural conditions related to access to fuel distribution and the availability of standardized measuring instruments. The results of this study provide implications for the development of Islamic economic literature in the micro-trade sector, especially in understanding the dynamics of the application of honesty values in the context of informal markets.
Keywords: Islamic Business Ethics, Honesty, Metering, Retail Gasoline Traders, Nabire.Perdagangan bensin eceran merupakan fenomena yang berkembang di berbagai daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap distribusi bahan bakar resmi. Kondisi tersebut juga terjadi di Nabire, di mana sebagian masyarakat memperoleh bahan bakar melalui pedagang bensin eceran sebagai alternatif terhadap layanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang dikelola oleh Pertamina. Praktik perdagangan ini umumnya menggunakan wadah botol kaca atau botol plastik sebagai alat takar, yang dalam beberapa kasus tidak memiliki standar pengukuran yang pasti. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi nilai kejujuran dalam transaksi, khususnya dalam perspektif etika bisnis Islam yang menekankan ketepatan takaran sebagai bagian dari keadilan dalam muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik penakaran bensin eceran serta implementasi nilai kejujuran dalam transaksi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pedagang bensin eceran serta konsumen yang terlibat dalam aktivitas perdagangan di Nabire. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan yang memiliki pengalaman langsung dalam praktik perdagangan tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola praktik perdagangan, persepsi pedagang mengenai ukuran takaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi penerapan nilai etika bisnis Islam dalam transaksi bahan bakar eceran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penakaran bensin eceran umumnya menggunakan wadah botol bekas yang dijadikan sebagai standar ukuran tidak tertulis dalam transaksi. Kapasitas wadah yang digunakan tidak selalu sesuai dengan ukuran liter formal, namun pedagang cenderung menjaga konsistensi pengisian wadah hingga penuh sebagai bentuk upaya mempertahankan kepercayaan pelanggan. Kejujuran dalam praktik perdagangan lebih sering dipahami sebagai konsistensi dalam penggunaan wadah yang sama serta keterbukaan dalam interaksi dengan konsumen.Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi etika bisnis Islam dalam perdagangan bensin eceran dipengaruhi oleh interaksi antara nilai religius, kebiasaan pasar, serta kondisi struktural yang berkaitan dengan akses terhadap distribusi bahan bakar dan ketersediaan alat ukur standar. Hasil kajian ini memberikan implikasi bagi pengembangan literatur ekonomi Islam pada sektor perdagangan mikro, khususnya dalam memahami dinamika penerapan nilai kejujuran dalam konteks pasar informal
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BERBAHAN BAKU DAUN JAMBU METE
The use of lignocellulose biomass as a renewable energy source continues to be developed to reduce the dependence of fossil fuels, one of which is through processing cashew leaf waste into biobriquettes. In this study, chasew leaf and tapioca starch adhesives- based biobriquette were made with the aim to determining the physical and chemical properties of biobriquettes. The composition variations of cashew leaves and tapioca flour used were A (90 : 10)gr, B (85 : 15) )gr, and C (80 : 20)gr, which is then processed using a blender to refine the sample, sifting the sample with a particle size of 40 mesh, weighing the sample with a predetermined composition, making biobriquettes by mixing cashew leaf with tapioca flour as an adhesive, printing with a printer, and drying the biobriquettes under the sun to reduce the water content and facilitate the burning process. The last, analyzing the water and ash content, calorific value, density, and flame test. Water content obtained with the best quality in the composition of sample A, which is equal to 1%. Whereas, the ash content obtained on the composition of the B sample is equal to 2%. Furthermore, sample C was known to have the best density, calorific and flame test value, namely 0.7303 gr/cm3 3,866.1887 cal/gr, and 8 minutes, respectively. Generally, the test results for water content, ash content, density, and flame test complied with SNI standards for all sample compositions variations, except for the calorific value test. This is presumably because the initial calorific value of cashew leaves is still below standard.Pemanfaatan biomassa lignoselulosa sebagai sumber energi terbarukan terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, salah satunya melalui pengolahan limbah daun jambu mete menjadi biobriket. Dalam penelitian ini, biobriket berbahan dasar daun jambu mete yang dipadukan dengan perekat tepung tapioka dibuat dengan tujuan untuk mengetahui sifat fisis dan kimia biobriket. Adapun variasi komposisi daun jambu mete dan tepung tapioka yang digunakan pada penelitian ini yaitu (90:10)gr sampel A, (85:15)gr sampel B, dan (80:20)gr untuk sampel C. Masing-masing sampel dihaluskan dengan menggunakan blender, selanjutnya diayak dengan ukuran partikel 40 mesh. Proses pembuatan biobriket dimulai dengan mencampurkan daun jambu mete dengan bahan perekat tepung tapioka, lalu dicetak menggunakan cetakan yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya, sampel dikeringkan di bawah terik matahari untuk mengurangi kadar air dan memudahkan proses pembakaran. Terakhir, diakukan analisis tentang kadar air, kadar abu, nilai kalor, kerapatan, dan uji nyala. Nilai kadar air diperoleh dengan kualitas terbaik pada sampel A, yaitu sebesar 1%. Nilai kadar abu dengan kualitas terbaik pada komposisi sampel B yaitu sebesar 2%. Lebih lanjut, sampel C diketahui memiliki kerapatan, nilai kalor, dan nilai uji nyala dengan kualitas terbaik yaitu secara berurutan sebesar 0,7303 gr/cm3, 3.866,1887 kal/gr, dan 8 menit. Secara umum, hasil pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, dan uji nyala telah memenuhi standar SNI untuk semua komposisi sampel, kecuali untuk pengujian nilai kalor. Hal ini diduga karena nilai kalor awal daun jambu mete yang masih di bawah standar
Strategic Evaluation and Analysis of The Pharmacy Logistics Management System at The Tamalate Community Health Center in Makassar City
Quality primary healthcare services depend heavily on the availability of safe, high-quality, and affordable pharmaceutical preparations. This study aims to conduct an in-depth analysis of the pharmaceutical logistics management system at the Tamalate Community Health Center in Makassar City in 2025. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies of managerial instruments such as LPLPO, stock cards, and minutes. Research informants included the Head of the Community Health Center, Pharmaceutical Technical Personnel, and Warehouse Officers. The results show that the Tamalate Community Health Center has implemented a logistics cycle in accordance with Minister of Health Regulation Number 74 of 2016. The planning stage is carried out using the consumption method using the LPLPO application. At the receiving stage, the community health center implements detailed physical verification per item although it does not use formal minutes for each transaction. Storage has implemented the FEFO and FIFO principles, supported by daily temperature monitoring, although limited warehouse space poses a physical challenge. Distribution is carried out systematically to service units, with challenges in real-time data integration. This study recommends strengthening the digitalization of stock management and optimizing storage infrastructure to ensure the efficiency of the drug supply chain in the digital health era
Kritik Filsafat atas Spiritualitas Temporal di Era Kontemporer
Studi ini menganalisis fenomena spiritualitas temporal yang berkembang pesat di tengah masyarakat kontemporer melalui kacamata kritik filsafat. Dengan mengadopsi metode tinjauan literatur naratif, penelitian ini mensintesis berbagai pemikiran filosofis untuk mengevaluasi pergeseran makna spiritualitas dari pencarian hakikat yang transenden menuju pemuasan kebutuhan emosional sesaat (temporal). Studi ini menelusuri bagaimana modernitas, konsumerisme, dan digitalisasi telah mengubah praktik spiritual menjadi komoditas yang bersifat dangkal. Temuan menunjukkan bahwa spiritualitas temporal cenderung mengabaikan dimensi etis dan asketis, sehingga gagal memberikan ketenangan jiwa yang substantif. Sebagai alternatif, studi ini menawarkan kerangka integrasi antara nilai-nilai tradisi hikmah (perennial) dengan dinamika kehidupan modern untuk mengembalikan fungsi spiritualitas sebagai alat pembebasan manusia dari belenggu keduniawian yang semu
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X DI KOTA BEKASI
Work motivation and job satisfaction are important factors that need to be considered by hospital management and health policy makers, especially for the nursing profession which often faces high demands and pressures. Aiming to analyze the relationship between work motivation and job satisfaction of nurses at Hospital X in Bekasi City. Involving a sample of 62 nurses with total sampling technique adjusted to the inclusion criteria. Using mixed method, quantitative includes univariate, bivariate, and multivariate while qualitative consists of data reduction analysis, data presentation and conclusions explained in narrative. The results showed that compensation motivation, working conditions, work facilities, work achievement, recognition from superiors and the job itself were significantly related pvalue <0.05 with job satisfaction of nurses of Hospital X in Bekasi City with dominant variables pvalue <0.05 namely compensation motivation, working conditions motivation, and working facilities motivation, while the most influential on job satisfaction was working conditions motivation with an OR level (9.072). The implications of this study indicate the need to provide salaries that are in accordance with standards, pay attention to aspects of the work environment, and improve work facilities in order to increase nurses' job satisfaction at Hospital X in Bekasi CityMotivasi kerja dan kepuasan kerja merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan oleh manajemen rumah sakit dan pengambil kebijakan kesehatan, terutama bagi profesi perawat yang sering menghadapi tuntutan dan tekanan yang tinggi. Bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X di Kota Bekasi. Melibatkan sampel sebanyak 62 perawat dengan teknik total sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Menggunakan metode mixed method, kuantitatif meliputi univariat, bivariat, dan multivariat sedangkan kualitatif terdiri dari analisis reduksi data, penyajian data dan kesimpulan yang dijelaskan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi balas jasa, kondisi kerja, fasilitas kerja, prestasi kerja, pengakuan dari atasan dan pekerjaan itu sendiri berhubungan secara signifikan pvalue < 0,05 dengan kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X di Kota Bekasi dengan variabel yang dominan pvalue < 0,05 yaitu motivasi balas jasa, motivasi kondisi kerja, dan motivasi fasilitas kerja, sedangkan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja adalah motivasi kondisi kerja dengan tingkat OR (9,072). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pemberian gaji yang sesuai dengan standar, memperhatikan aspek lingkungan kerja, dan meningkatkan fasilitas kerja agar dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X di Kota Bekasi
INTERVENSI PENCEGAHAN KESEPIAN LANSIA DI KELUARGA (SIAGA) BERBASIS ANDROID
Loneliness is a significant threat to mental and physical health for older adults and an urgent problem of community’s health. It needs loneliness prevention application for older adults in family (SIAGA) based on android which appropriate to older adults needs. Objective: to know the effect of using SIAGA application toward loneliness prevention for older adults in family. Method: Quasi Experimental Research with pre test and post-test non equivalent control group approach. The sample includes 100 older adults who live with family. The sample was devided into two groups, namely 50 persons in experimental group which was given SIAGA application and 50 persons in control group which was not given SIAGA application. Sample was taken by using multistage clustered sampling from Payung Sekaki District in between June until July 2025. The data collection tools used questionnaires, including sociodemographic questionnaires and loneliness questionnaires (UCLA Loneliness Scale), which were administered directly to the older adults by the researchers. Intervention was done for 4 weeks. Data analysis consists of descriptive statistics, bivariat analysis used independent T-Test and multivariat analysis with General Lineal Model through repeated measurements (2 weeks and 4 weeks). Result: it shows the decreasing of loneliness of older adults in experimental group, namely before and after 2 weeks and 4 weeks of giving SIAGA applicationKesepian merupakan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik bagi lansIa (older adults),dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Diperlukan aplikasi pencegahan kesepian pada lansia di keluarga (SIAGA) berbasis android yang sesuai denggan kebutuhan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas aplikasi SIAGA terhadap pencegahan kesepian pada lansia di keluarga. Rancangan peneltian Quasi experiment, pendekatan pre test post test non eqivalen control grup dengan klp perlakuan yaitu lansia yang mendapat aplikasi SIAGA dan kelp kontrol yaitu lansia dengan tanpa aplikasi SIAGA. Jumlah responden tiap kelompok 50 orang yang diambil menggunakan multistage clustered sampling dari Kecamatan Payung Sekaki antara Juni sampai Juli 2025. Alat ukur menggunakan kuesioner termasuk kuesioner sosiodemografi, dan kuesioner kesepian (UCLA Loneliness Scale), diberikan oleh peneliti secara langsung kepada lansia. Analisis data terdiri dari statistik deskriptif, analisis bivariat menggunakan uji t independent, dan analisis mutivariat denggan General Lineal Model melalui pengukuran yang berulang ( 2 minggu dan 4 minggu). Hasil: menunjukkan terjadi pengurangan kesepian lansia pada kelompok perlakuan yaitu sebelum dan setelah 2 minggu dan 4 minggu diberikan aplikasi SIAGA (p<0.05) dengan nilai rerata (mean) berturut turut 55.00, 22.00, dan 17.60. Kesimpulan: Penelitian ini menyoroti peran penting penggunaan aplikasi SIAGA dalam mengurangi kesepian pada lansia.