E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
A Divorce Lawsuit Based on the Husband’s Failure to Adequately Fulfill Financial Support Obligations: A Case Study of Decision Number 350/pdt. G/2024/MS. Bna
Marriage in Islam is a sacred bond (mitsaqan ghalidzan) that requires the husband to provide financial support to his wife, as regulated by Islamic law and Indonesian legislation. However, problems arise when the husband, despite being financially capable, is stingy in fulfilling this obligation, resulting in household disharmony and divorce. This study examines the legal implications of this attitude through a normative legal analysis of the Banda Aceh Sharia Court Decision Number 350/Pdt.G/2024/MS.Bna. The purpose of the study is to analyze the legal basis for providing support, the husband's stinginess as a reason for divorce, and the judge's considerations in deciding the case. Using a normative legal approach, the study uses primary data from court decisions and secondary data from existing theories and research. The results show that providing support is a husband's obligation based on Islamic law (the Qur'an, Hadith) and national law (Law No. 1/1974, KHI). Stinginess in providing support, even if the husband is in a sufficient economic condition, is considered a neglect of obligations and is a valid reason for divorce. The study's conclusion suggests that an Islamic legal perspective aligns with this issue, emphasizing justice and responsibility. It is recommended that future researchers conduct more in-depth comparative studies on the implementation of livelihood provisions in various regions with varying socioeconomic characteristics.Pernikahan dalam Islam merupakan ikatan suci (mitsaqan ghalidzan) yang mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, sebagaimana diatur dalam hukum Islam dan perundang-undangan Indonesia. Namun, masalah muncul ketika suami, meskipun mampu secara finansial, bersikap kikir dalam memenuhi kewajiban ini, sehingga menimbulkan ketidakharmonisan rumah tangga dan perceraian. Penelitian ini mengkaji implikasi yuridis dari sikap tersebut melalui analisis hukum normatif terhadap Putusan Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh Nomor 350/Pdt.G/2024/MS.Bna. Tujuan penelitian adalah menganalisis dasar hukum nafkah, sikap kikir suami sebagai alasan cerai, serta pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian menggunakan data primer dari putusan pengadilan dan data sekunder dari teori dan penelitian yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nafkah merupakan kewajiban suami berdasarkan hukum Islam (Al-Qur'an, Hadis) dan hukum nasional (UU No. 1/1974, KHI). Sikap kikir dalam pemberian nafkah, meskipun mampu, dianggap sebagai pengabaian kewajiban dan menjadi alasan sah perceraian. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa perspektif hukum Islam sejalan dalam menyikapi masalah ini, dengan menekankan keadilan dan tanggung jawab. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan studi komparatif lebih mendalam tentang implementasi ketentuan nafkah di berbagai wilayah dengan karakteristik sosial ekonomi yang berbeda
Konsekuensi Perang Shiffin terhadap Kesatuan Umat Islam
The Battle of Siffin was one of the most decisive conflicts in classical Islamic history. The confrontation between Caliph ʿAli ibn Abi Ṭalib and the Governor of Syria, Muʿawiyah ibn Abi Sufyan, was not merely a military clash but a historical event that demands an in-depth examination of the socio-political dynamics of the Muslim community at that time. This article aims to understand the roots of the Siffin conflict, to trace the political factors underlying its emergence, and to explore how this event provides new insights into the process that led to divisions within Islamic history. This study employs a historical approach with a qualitative-descriptive analytical method. Through this approach, the paper demonstrates that the Battle of Siffin marked a crucial turning point in the transformation of political conflict into ideological and sectarian divisions within the Muslim community. The research shows how narratives of power and political legitimacy influenced the emergence of enduring social and theological fragmentation that continues to shape Muslim societies up to the contemporary era. Data for this study were obtained from various literatures relevant to the research topic. The analytical procedure involved examining the chronology of the Battle of Siffin, identifying key figures, and assessing its impacts on the course of Islamic history.
Perang Shiffin merupakan salah satu konflik paling menentukan dalam sejarah Islam klasik. Pertempuran antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Gubernur Syam, Muawiyah bin Abi Sufyan, ini bukan sekedar perang militer, tetapi peristiwa historis yang menuntut telaah mendalam terhadap dinamika sosial-politik umat Islam pada masa itu. Artikel ini bertujuan untuk memahami akar-akar munculnya konflik Perang Shiffin, menelusuri faktor-faktor politik yang melatarbelakanginya, serta mengkaji bagaimana peristiwa tersebut dapat memberikan pemahaman baru mengenai proses terbentuknya perpecahan dalam sejarah Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan metode analisis kualitatif-deskriptif. Dengan pendekatan tersebut, tulisan ini menunjukkan bahwa Perang Shiffin menjadi titik balik penting dalam transformasi konflik politik menjadi perpecahan ideologis dan sektarian dalam tubuh umat Islam. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana narasi kekuasaan dan legitimasi politik dapat berdampak pada fragmentasi sosial dan teologis yang terus diwarisi hingga era kontemporer. Data didapatkan dari literatur-literatur yang relevan dengan judul penelitian. Prosedur analisis dilakukan dengan menelaah kronologi peristiwa Perang Shiffin, tokoh-tokoh penting serta dampaknya dalam sejarah umat Islam.Abstrak
Perang Shiffin merupakan salah satu konflik paling menentukan dalam sejarah Islam klasik. Pertempuran antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Gubernur Syam, Muawiyah bin Abi Sufyan, ini bukan sekadar perang militer, tetapi menyimpan dampak sosio-politik jangka panjang yang memecah kesatuan umat Islam. Artikel ini mengkaji akar-akar konflik Perang Shiffin, dinamika politik yang melatarbelakanginya, serta konsekuensi sosial dan politik yang timbul setelahnya. Dengan pendekatan historis-kritis, tulisan ini menunjukkan bahwa Perang Shiffin menjadi titik balik penting dalam transformasi konflik politik menjadi perpecahan ideologis dan sektarian dalam tubuh umat Islam. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana narasi kekuasaan dan legitimasi politik dapat berdampak pada fragmentasi sosial dan teologis yang terus diwarisi hingga era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan metode analisis kualitatif-deskriptif. Data didapatkan dari literatur-literatur yang relevan dengan judul penelitian. Prosedur analisis dilakukan dengan menelaah kronologi peristiwa Perang Shiffin, tokoh-tokoh penting serta dampak sosio-politiknya dalam sejarah umat Islam.
Kata Kunci: Perang Shiffin; Ali bin Abi Thalib; Muawiyah, konflik politik; perpecahan umat, sejarah Islam klasi
5-Aminosalicylic Acid as a Spectrophotometric Reagent for The Determination of The Drug Terbutaline Sulfate
A new, simple, and highly sensitive spectrophotometric method for determining terbutaline sulfate using 5-aminosalicylic acid (5-ASA) as a reagent has been developed. This method is based on the coupling reaction between the drug and the 5-ASA reagent in a basic medium, resulting in the formation of a blue-colored complex at 25°C, with maximum absorption at 608 nm. The applicability of the method was extensively studied and evaluated based on pH, drug and reagent concentrations, time, and temperature. Beer’s law is valid within the concentration range of 2.0 to 37.3 mg ml-1, demonstrating a correlation coefficient (R²) of 0.9963. The detection limit (LOD) is 0.6 mg ml-1, and the limit of quantitation (LOQ) is 2.0 mg ml-1. The method's precision and accuracy were evaluated, yielding a relative standard deviation (RSD) of 0.15 for a concentration of 27.0 mg ml-1 and an average recovery of 99.87%. The molar absorptivity was determined to be 1.2 × 104 L mol-1 cm-1, and Sandell’s sensitivity index was measured at 45.8 µg cm2. A 1:2 mole ratio of the complex was established using Job’s method, resulting in a complex formation constant (K) of 8.53 × 105. This method was successfully applied to determine the drug in both pure and pharmaceutical formulations
TAHAPAN PERKEMBANGAN SMART CITY KOTA DENPASAR TAHUN 2016-2023
Denpasar City began implementing smart city in 2016 by integrating the concept with Balinese local wisdom values, especially Tri Hita Karana, which focuses on harmony between God, humans, and nature. The application of local wisdom in smart city development in Denpasar City has received various appreciations, even winning the Indonesian Smart City Index award in 2019. The purpose of this study is to describe the stages of smart city development in Denpasar City and identify the factors that influence the stages of smart city development in Denpasar City. This study uses an abductive-qualitative approach with a case study methodology. The study results show that the stages of smart city development in Denpasar City consist of five stages: preparation, planning, implementation, emergency response to Covid-19, and implementation (continuation) and innovation development. The stages of smart city development in Denpasar City are influenced by 11 internal factors, 7 external factors, and 2 fundamental factors. In the case of Denpasar City, there is a new fundamental factor group in the form of local wisdom Tri Hita Karana and the Sewaka Dharma motto which are important factors in the development stage of a smart city.Kota Denpasar mulai menerapkan smart city pada tahun 2016 dengan mengintegrasikan konsep tersebut dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali, khususnya Tri Hita Karana, yang berfokus pada harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam. Penerapan kearifan lokal dalam pembangunan smart city di Kota Denpasar telah mendapatkan berbagai apresiasi, bahkan berhasil meraih penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan perkembangan smart city di Kota Denpasar dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tahapan perkembangan smart city di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan abduktif-kualitatif dengan metodologi studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan smart city di Kota Denpasar terdiri atas lima tahap yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap tanggap darurat covid-19 serta tahap implementasi (lanjutan) dan pengembangan inovasi. Tahapan perkembangan smart city di Kota Denpasar dipengaruhi oleh 11 faktor internal, 7 faktor eksternal dan 2 faktor fundamental. Pada kasus Kota Denpasar, terdapat kelompok faktor baru yaitu fundamental berupa kearifan lokal Tri Hita Karana dan motto Sewaka Dharma yang menjadi faktor penting dalam tahap perkembangan smart city
CAPAIAN MATURITAS SMART GOVERNANCE DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA MAKASSAR
The Gerakan Menuju 100 Smart City (Movement Toward 100 Smart Cities) is an initiative launched in 2017 by the Ministry of Communication and Informatics of the Republic of Indonesia to accelerate the implementation of the smart city concept in one hundred cities and regencies across the country. A smart city is an urban management concept that utilizes digital technology to improve the quality of public services. This concept promotes a more efficient and responsive government, which is realized through smart governance.
This study selects Makassar City as a case study to measure the maturity level of smart governance, based on the city’s participation in the national smart city movement. The objective of this research is to evaluate the implementation of the smart city program, particularly in the aspect of smart governance. The maturity assessment in this study applies a mixed-method approach to provide findings that accurately reflect current conditions, emphasizing the maturity aspects of smart governance related to public service delivery.
Overall, the maturity achievement of smart governance in public services in Makassar City is at the integrated level, indicating that service systems are well-integrated but still have room for improvement—especially in enhancing online public services and expanding sensor coverage within infrastructure components—to elevate Makassar’s maturity level to the next stage, namely smart.Gerakan Menuju 100 Smart City adalah sebuah inisiatif yang dimulai pada 2017, yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, untuk mempercepat implementasi konsep smart city di seratus kota dan kabupaten yang ada di Indonesia. Smart city sendiri adalah konsep pengelolaan kota yang mengandalkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Konsep ini mengarah pada pemerintahan yang lebih efisien dan responsif, yang diwujudkan melalui smart governance. Penelitian ini memilih Kota Makassar sebagai sampel untuk mengukur tingkat kematangan smart governance. Hal ini didasarkan pada keterlibatan Kota Makassar dalam gerakan smart city. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pelaksanaan program smart city, khususnya pada aspek smart governance. Capaian maturitas pada penelitian ini menggunakan pendekatan mix method sehingga diharapkan menghasilkan temuan yang menggambarkan keadaan sebenarnya dengan penekanan pada aspek kematangan smart governance yang meliputi pelayanan publik. Secara keseluruhan, capaian maturitas smart governance dalam pelayanan publik di Kota Makassar berada pada level integrated, yang menggambarkan adanya layanan yang sudah terintegrasi dengan baik, namun masih ada potensi untuk pengembangan lebih lanjut khususnya dalam hal pelayanan publik online dan jangkauan sensor pada komponen infrastruktur agar dapat meningkatkan level maturitas Kota Makassar ke level yang lebih tinggi yaitu smart
ARAHAN PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI DESA WANI 1 KECAMATAN TANANTOVEA KABUPATEN DONGGALA
Slum settlements remain a major issue in Donggala Regency. This includes residential areas with high economic potential but numerous environmental problems, such as in Wani 1 Village, Tanantovea District. The government’s handling efforts have not yet fully resolved the livability issues in the area. Therefore, this study aims to conduct a deeper assessment of settlement problems to formulate handling guidelines based on the conditions and levels of slum severity in Wani 1 Village. These guidelines are expected to serve as a reference for optimizing government efforts in addressing slum settlement problems.
The research method used is quantitative with a descriptive approach. Based on the analysis and calculations, Wani 1 Village falls into the categories of moderate and light slum areas. The reduction in slum levels has been driven by government intervention programs initiated in 2017. This indicates an improvement in the quality of the area, particularly in basic infrastructure aspects such as the construction of neighborhood roads, drainage systems, individual sanitation facilities, and the provision of clean water. However, the handling efforts have not yet been fully optimized, as several unresolved issues remain. Therefore, the recommended handling direction for Wani 1 Village is to improve the quality of problematic aspects based on existing conditions, in order to organize and rehabilitate the area toward creating livable and non-slum settlements.Permukiman kumuh masih menjadi permasalahan utama di Kabupaten Donggala, Hal ini mencakup wilayah permukiman yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan terdapat banyak permasalahan lingkungan seperti di Desa Wani 1 Kecamatan Tanantovea, dimana upaya penanganan yang telah dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mengatasi kondisi lingkungan yang layak huni oleh karena itu penelitian ini perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi permasalahan permukiman lebih dalam sehingga bertujuan untuk menyusun arahan penanganan berdasarkan hasil kondisi dan tingkat kekumuhan di Desa Wani 1 sehingga dapat menjadi acuan dalam penanganannya dan dapat dioptimalkan oleh pemerintah dalam upaya menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan diketahui bahwa Desa Wani 1 termasuk kategori kumuh sedang dan kumuh ringan. Penurunan tingkat kekumuhan di dorong oleh program penanganan pemerintah yang dimulai dari tahun 2017. Hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kualitas kawasan yang memberikan dampak signifikan khususnya dalam aspek infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, MCK individu, dan penyediaan air bersih. Namun demikian penanganan tersebut belum secara optimal karena masih ditemukan berbagai permasalahan yang belum tertangani secara menyeluruh, Maka dengan hal ini arahan penanganan yang dilakukan di Desa Wani 1 yaitu melakukan peningkatan kualitas dengan aspek yang bermasalah sesuai dengan kondisi eksisting untuk menata dan memperbaiki kawasan agar terciptanya permukiman layak huni dan tidak kumuh lag
STRUCTURAL GENETIC INTERPRETATION OF THE NOVEL “NEW CATATAN HATI SEORANG ISTRI” BY ASMA NADIA
This study explores the genetic structure in Asma Nadia's novel “New Catatan Hati Seorang Istri”, focusing on the relationship between the elements that construct the text and the social context that underlies the author's creative process and the readers' reception. This study focuses on the representation of human facts in the story and how the author's worldview is articulated through themes, characters, plot, and other narrative constructions. Thus, the analysis is conducted to reveal the interconnection between the intrinsic structure of the novel and the social reality that is presented and responded to by readers. The research method is qualitative-descriptive, with a text analysis approach assisted by structural and sociocultural theoretical frameworks. The results show that the main theme of the novel focuses on women's struggles in facing domestic dynamics and conflicts. Female characters are portrayed as patient, strong, and religious individuals. The mixed plot, domestic setting, and emotional style of language reinforce the moral message of the story. Analysis of the author's worldview reveals a deep empathy for women's inner struggles, while readers perceive the social reality of the emotional burden, injustice, and determination of a wife in maintaining family unityPenelitian ini mengkaji struktur genetik dalam novel New Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia, dengan fokus pada hubungan antara unsur-unsur yang membentuk teks dan konteks sosial yang mendasari proses kreatif penulis serta penerimaan pembaca. Penelitian ini berfokus pada representasi fakta-fakta manusia dalam cerita dan bagaimana pandangan dunia penulis diungkapkan melalui tema, karakter, alur cerita, dan konstruksi naratif lainnya. Analisis dilakukan untuk mengungkap hubungan timbal balik antara struktur intrinsik novel dan realitas sosial yang disajikan dan direspons oleh pembaca. Metode penelitian bersifat kualitatif-deskriptif, dengan pendekatan analisis teks yang didukung oleh kerangka teoritis struktural dan sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema utama novel berfokus pada perjuangan perempuan dalam menghadapi dinamika dan konflik domestik. Karakter perempuan digambarkan sebagai individu yang sabar, kuat, dan religius. Alur cerita yang campuran, setting domestik, dan gaya bahasa yang emosional memperkuat pesan moral cerita. Analisis pandangan dunia penulis mengungkapkan empati yang mendalam terhadap perjuangan batin perempuan, sementara pembaca memahami realitas sosial beban emosional, ketidakadilan, dan keteguhan hati seorang istri dalam mempertahankan keutuhan keluarg
Al-Syi'r al-Muqawim wa al-Huwiyyah al-Mu'asirah: Dirasah Uslubiyyah fi Qasidatai "Al-Quds" li Mahmud Darwisy wa "Khubzu wa Hasyisy wa Qamar" li Nizar Qabbany /الشعر المقاوم والهوية العربية المعاصرة: دراسة أسلوبية في قصيدتي "القدس" لمحمود درويش و"خبز وحشيش وقمر" لنزار قباني
This study examines two significant poems in modern Arabic literature: “Fī al-Quds” by Mahmoud Darwish and “Khubzun wa Ḥashīsh wa Qamar” by Nizar Qabbani, using a stylistic approach based on the theory of Syihabuddin al-Qalyubi. The analysis is conducted through five main levels: phonological (al-Mustawā al-Ṣawti), morphological (al-Mustawā al-Ṣarfī), syntactic (al-Mustawā an-Naḥwī), semantic (al-Mustawā al-Dalālī), and imagery (al-Mustawā al-Ṭaswīrī). The findings show that Darwish conveys resistance through reflective and symbolic language, infused with strong spiritual nuances to depict suffering, alienation, and Palestinian identity. In contrast, Qabbani expresses social criticism in a frontal and satirical manner, employing sound repetition, symbolic diction, and social imagery to expose the culture of resignation, fatalism, and false romanticism in Arab society. Both poets demonstrate that poetry serves not only as an aesthetic work but also as a medium of ideological resistance and a means of shaping modern Arab identity consciousness.
مستخلص
تتناول هذه الدراسة قصيدتين مهمتين في الأدب العربي المعاصر، وهما "في القدس" لمحمود درويش و"خبز وحشيش وقمر" لنزار قباني، وذلك باستخدام المقاربة الأسلوبية وفقًا لنظرية شهاب الدين القليوبي. وقد تم التحليل من خلال خمسة مستويات رئيسية: المستوى الصوتي، والمستوى الصرفي، والمستوى النحوي، والمستوى الدلالي، والمستوى التصويري. أظهرت نتائج البحث أن درويش قد عبّر عن المقاومة من خلال لغة تأملية ورمزية، تحمل طابعًا روحيًا قويًا لتجسيد المعاناة والاغتراب والهوية الفلسطينية. في المقابل، عبّر قباني عن نقده الاجتماعي بأسلوب مباشر وساخر، مستعملًا تكرار الأصوات، والألفاظ الرمزية، والصور الاجتماعية لكشف ثقافة الاستسلام، والقدرية، والرومانسية الزائفة في المجتمع العربي. وتُبيّن الدراستان معًا أن الشعر لا يؤدي وظيفة جمالية فقط، بل يُعد وسيلة للمقاومة الأيديولوجية، وأداة لبناء الوعي بالهوية العربية المعاصرة.
Abstrak
Penelitian ini membahas dua puisi penting dalam sastra Arab modern, yaitu “Fī al-Quds” karya Mahmoud Darwish dan “Khubzun wa Ḥashīsy wa Qamar” karya Nizar Qabbani, menggunakan pendekatan stilistika menurut teori Syihabuddin al-Qalyubi. Analisis dilakukan melalui lima ranah utama: fonologis (al-mustawā aṣ-ṣawtī), morfologis (al-mustawā aṣ-ṣarfī), sintaksis (al-mustawā an-naḥwī), semantis (al-mustawā ad-dalālī), dan imagery (al-mustawā aṭ-ṭaṣwīrī). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Darwish menampilkan perlawanan melalui bahasa yang reflektif dan simbolis, dengan nuansa spiritual yang kuat untuk menggambarkan penderitaan, keterasingan, dan identitas Palestina. Sebaliknya, Qabbani mengekspresikan kritik sosial secara frontal dan satiris, memanfaatkan repetisi bunyi, diksi simbolik, dan gambaran sosial untuk membongkar budaya pasrah, fatalisme, dan romantisme semu dalam masyarakat Arab. Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa puisi berfungsi bukan hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media perlawanan ideologis dan sarana membentuk kesadaran identitas Arab modern
Efektivitas Edukasi Dampak Pernikahan Dini dalam Perspektif Agama Kesehatan dan Hukum di Desa Tamalate Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa
Early marriage is a multidimensional problem that has significant impacts on health, social, psychological, legal, and human rights aspects, especially for girls. This study aims to determine the effectiveness of education about the impact of early marriage from a religious, health, and legal perspective in increasing community knowledge in Tamalate Village, Manuju District, Gowa Regency. The research method used is a quantitative approach with a pre-test and post-test design without a control group. The sampling technique used was random sampling, with a total of 30 respondents. The data collection instrument was a questionnaire classified into three levels of knowledge: less, sufficient, and good. Data analysis was performed using the Wilcoxon test because the data were not normally distributed. The results showed a significant increase in knowledge after the education, as indicated by a p-value of 0.020 (<0.05). The average knowledge score increased from 2.50 before the intervention to 3.00 after the intervention. This finding indicates that the education provided was effective in increasing public understanding of the dangers and consequences of early marriage, both from a religious, health, and legal perspective. However, the results also indicate that there is still room for optimization of the educational intervention, considering that the increase in scores has not yet reached the maximum level. Factors such as duration, delivery method, respondent background, and individual motivation can influence the overall effectiveness of the education.Pernikahan usia dini merupakan permasalahan multidimensi yang berdampak signifikan terhadap aspek kesehatan, sosial, psikologis, hukum, dan hak asasi manusia, khususnya bagi anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi tentang dampak pernikahan dini ditinjau dari perspektif agama, kesehatan, dan hukum dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Tamalate, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang diklasifikasikan dalam tiga tingkat pengetahuan: kurang, cukup, dan baik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi, ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,020 (<0,05). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,50 sebelum intervensi menjadi 3,00 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi pernikahan usia dini, baik dari segi agama, kesehatan, maupun hukum. Meskipun demikian, hasil juga mengindikasikan bahwa masih terdapat ruang untuk optimalisasi intervensi edukatif, mengingat peningkatan skor belum mencapai level maksimal. Faktor seperti durasi, metode penyampaian, latar belakang responden, dan motivasi individu dapat memengaruhi efektivitas edukasi secara keseluruhan
BIMBINGAN ORANG TUA PADA ANAK DALAM PENGGUNAAN SMARTPHONE DI DESA LABUAJA KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS
Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya orang tua dalam membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan ponsel pintar, dengan sub-permasalahan sebagai berikut: 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya orang tua dalam membimbing anak-anak mereka terkait penggunaan ponsel pintar meliputi penetapan batas waktu penggunaan, edukasi anak tentang dampak negatif ponsel pintar, memberikan pengawasan ketat untuk memastikan anak memilih konten tontonan yang sesuai, dan menjadi panutan yang baik. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi pengawasan orang tua. Mereka harus secara konsisten menerapkan aturan penggunaan ponsel pintar dengan menetapkan batas waktu yang jelas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan anak. Edukasi anak tentang penggunaan teknologi yang sehat itu penting, karena orang tua perlu memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak positif dan negatif ponsel pintar sehingga anak lebih bijak dalam penggunaannya. Lebih lanjut, sebagai panutan dalam penggunaan ponsel pintar, orang tua harus memberikan contoh yang baik dengan mengelola penggunaan ponsel pintar secara seimbang sehingga anak dapat meniru kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari merekaPokok masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah ingin mencari tahu upaya orang tua dalam membimbing anaknya menggunakan smartphone, dengan sub masalah yaitu: 1. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang mengambil lokasi di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Hasil penelitian ini menyimpulkan upaya Orang tua dalam membimbing anaknya mengenai penggunaan smartphone dengan memberikan batasan waktu dalam penggunaannya, adanya edukasi kepada anak mengenai dampak negatif smartphone, pengawasan yang ketat agar anak-anak memilih konten tontonan yang baik, dan menjadi contoh yang baik. Implikasi penelitian ini diharapkan meningkatkan konsistensi pengawasan dari orang tua, mereka sebaiknya terus konsisten dalam menerapkan aturan penggunaan smartphone dengan memberikan batasan waktu yang jelas dan menyesuaikannya dengan kebutuhan anak. Hendaknya mengedukasi anak tentang penggunaan teknologi yang sehat, karena orang tua perlu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak positif dan negatif dari smartphone agar anak lebih bijak dalam menggunakannya. Selain itu, menjadi pokok dalam penggunaan smartphone, orang tua harus menunjukkan contoh yang baik dengan mengelola penggunaan smartphone secara seimbang, sehingga anak dapat meniru kebiasaan positif dalam keseharian merek