E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
ANALISIS KAUSAL KOMPARATIF: Dekonstruksi Metode Hisab-Rukyat dalam Penentuan Awal Bulan Hijriah
This study examines the comparative causal analysis of the deconstruction of the hisab-rukyat method in determining the beginning of the Hijri month. The method used in this study is (library research) to integrate theories and empirical findings related to comparative causal research with a descriptive qualitative type using a phenomenological research approach. Data collected through literature studies were analyzed using data reduction techniques, data presentation and conclusions. The results of the study indicate that the preference for the hisab or rukyat method is not merely a matter of scientific technicality, but is influenced by the institutional history, religious authority, and ideological views of each group, such as Nahdlatul Ulama which prioritizes rukyat and Muhammadiyah which prioritizes hisab. This difference also has an impact on the social dynamics of the community, ranging from tolerance, potential conflict, to reconciliation efforts. This study emphasizes the importance of an interdisciplinary approach in understanding religious practices, as well as the need for open dialogue between Islamic organizations to build understanding.Penelitian ini mengkaji tentang analisis kausal komparatif terhadap dekonsturksi metode hisab-rukyat dalam penentua awal bulan Hijriah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (library research) untuk mengintegrasikan teori dan temuan empiris terkait penelitian kausal komparatif dengan jenis kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatakan penelitian fenomenologis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dianalisis menggunakan teknik reduksu data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi terhadap metode hisab atau rukyat bukan semata-mata persoalan teknis ilmiah, melainkan dipengaruhi oleh sejarah institusional, otoritas keagamaan, dan pandangan ideologis masing-masing kelompok, seperti Nahdlatul Ulama yang mengedepankan rukyat dan Muhammadiyah yang mengutamakan hisab. Perbedaan ini juga berdampak pada dinamika sosial umat, mulai dari toleransi, potensi konflik, hingga upaya rekonsiliasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam memahami praktik keagamaan, serta perlunya dialog terbuka antarorganisasi Islam untuk membangun kesepahaman.
 
Dekonstruksi Ilmiah Triangulasi Bintang dalam Navigasi Mesir Kuno
The astronomical knowledge of Ancient Egypt has long attracted scholarly attention in the study of the history of science, yet much of its interpretation remains speculative and lacks systematic analysis. The central problem addressed in this article is the ambiguity surrounding the scientific methodology used by the ancient Egyptians to determine direction and position, particularly through the system of stellar triangulation. This study aims to deconstruct the practice of stellar triangulation based on historical data and modern scientific approaches, while also evaluating the accuracy and practical function of the method in navigation and the orientation of sacred structures of the time. The novelty of this research lies in its interdisciplinary approach, combining studies in Islamic astronomy, archaeoastronomy, and the epistemology of ancient science into a unified analysis. This article addresses two main research questions: (1) how can the method of stellar triangulation be scientifically reconstructed from Ancient Egyptian sources, and (2) how accurate and functional was this system in spatial orientation. The research uses a qualitative-descriptive method, drawing from literature review, ancient text analysis, and star modeling using astronomical software. The findings show that Ancient Egypt had a systematic understanding of stellar cycles—especially Sirius and Orion’s Belt—and employed triangulation principles for temporal and spatial orientation, albeit without modern terminology. This deconstruction offers a new perspective in rationally and scientifically appreciating the cosmological sophistication of ancient civilizations.Pengetahuan astronomi Mesir Kuno telah lama menjadi pusat perhatian dalam studi sejarah sains, namun sebagian besar interpretasinya masih bersifat spekulatif dan belum sepenuhnya dikaji secara sistematis. Problematika utama yang diangkat dalam artikel ini adalah ketidakjelasan metodologi ilmiah yang digunakan masyarakat Mesir Kuno dalam menentukan arah dan posisi, khususnya melalui sistem triangulasi bintang. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi kembali praktik triangulasi bintang berdasarkan data historis dan pendekatan ilmiah kontemporer, serta mengevaluasi validitas metode tersebut dalam konteks navigasi dan orientasi bangunan suci pada masa itu. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan interdisipliner, yakni menggabungkan kajian astronomi falak, arkeoastronomi, dan epistemologi sejarah kuno dalam satu analisis terpadu. Artikel ini menjawab dua sub masalah utama: (1) bagaimana metode triangulasi bintang direkonstruksi secara ilmiah dari sumber Mesir Kuno, dan (2) bagaimana akurasi serta fungsi praktis sistem tersebut dalam konteks orientasi spasial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, berbasis studi pustaka, analisis naskah kuno, serta pemodelan visual bintang dengan perangkat lunak astronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesir Kuno memiliki pemahaman sistematis terhadap siklus bintang, terutama Sirius dan sabuk Orion, dan menggunakan prinsip triangulasi untuk orientasi waktu dan ruang, meskipun tanpa terminologi modern. Dekonstruksi ini membuka perspektif baru dalam memahami kecanggihan kosmologis peradaban kuno secara lebih rasional dan ilmiah
MENGADAPTASI PENDIDIKAN 4.0: INTEGRASI ANALISIS BIG DATA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
The application of big data in the education sector has emerged as a crucial strategy in addressing the challenges of the Fourth Industrial Revolution. This study responds to the limited integration of big data in academic decision-making processes, particularly within primary and secondary education institutions in Indonesia. The purpose of this research is to systematically examine how big data analytics supports more effective academic decision-making, offering both practical contributions for educational management and theoretical implications for the development of data-driven decision-making models. This study employs a literature Review method which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The literature reviewed includes relevant national and international journal articles on big data and education. The findings reveal that big data plays a significant role in optimizing educational resource management, enhancing the efficiency of learning interventions, and supporting strategic planning based on evidence. Moreover, the study emphasizes the importance of technological infrastructure, human resource competencies, and data protection as key enablers for successful big data integration. The study provides essential insights for policymakers to encourage digital transformation and evidence-based practices in schools.Penerapan big data dalam sektor pendidikan menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Urgensi penelitian ini terletak pada rendahnya integrasi big data dalam pengambilan keputusan akademik di Indonesia, terutama di tingkat institusi pendidikan dasar dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara sistematis bagaimana analisis big data dapat mendukung proses pengambilan keputusan akademik yang lebih efektif, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi manajemen pendidikan dan kontribusi teoritis bagi pengembangan kajian pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Literatur yang dikaji berasal dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan topik big data dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa big data berkontribusi signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya pendidikan, meningkatkan efisiensi intervensi pembelajaran, serta mendukung perencanaan strategis berbasis bukti. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi SDM, dan perlindungan data sebagai syarat keberhasilan integrasi big data. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengambil kebijakan pendidikan untuk mendorong transformasi digital berbasis data di lingkungan sekolah
MANAJEMEN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI PESANTREN
Education in Islamic boarding schools has an important role in building the character and knowledge of students. However, amidst the challenges of globalization and technological developments, Islamic boarding schools need to implement effective strategic management to improve the quality of education. This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method. Data were obtained from various literature sources such as books, scientific journals, articles and documents relevant to the topic of strategic management in Islamic boarding schools. Data collection techniques were carried out through documentation and content analysis of the sources that had been collected. This study is very important because it touches on the core of improving the quality of religious-based educational institutions that have a vital role in shaping the character, morals, and knowledge of the people. The results of the study show that the application of strategic management of educational institutions has a significant impact on improving the quality of Islamic boarding schools with the implementation of SWOT Analysis in Islamic Boarding School Education.Pendidikan di pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter dan keilmuan santri. Namun, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, pesantren perlu menerapkan manajemen strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel dan dokumen yang relevan dengan topik manajemen strategi di pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap sumber-sumber yang telah dikumpulkan. Penelitian ini sangat penting karena menyentuh inti dari perbaikan mutu lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki peran vital dalam pembentukan karakter, moral dan pengetahuan umat. Hasil penelitian menunjukkan penerapan manajemen strategi lembaga pendidikan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pesantren dengan implementasi analisis SWOT dalam pendidikan pesantren
“Am I Being Silenced by a Machine?” AI-Driven Content Moderation and The Chilling Effect on Freedom of Expression
As artificial intelligence increasingly governs online content moderation, concerns have mounted over its implications for freedom of expression and democratic participation. This paper aims to examine the legal and human rights challenges posed by AI-driven content filtering, with a focus on the emergence of chilling effects and unequal impacts across user groups. Using legal doctrinal analysis, this study interrogates how algorithmic moderation models operate and how they align—or fail to align—with international human rights norms. The findings reveal that AI systems frequently suppress lawful speech, especially from marginalised communities, due to biased training data and opaque decision-making processes. Furthermore, existing regulatory responses remain fragmented, lacking the transparency, accountability, and normative clarity required to uphold free expression. Drawing from recent UN reports and resolutions, the paper highlights growing international critiques and supports calls for human rights-based governance to ensure AI fosters an inclusive, rights-respecting digital age.Seiring dengan meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam moderasi konten daring, kekhawatiran berkembang mengenai dampaknya terhadap kebebasan berekspresi dan partisipasi demokratis. Artikel ini mengkaji tantangan hukum dan hak asasi manusia yang ditimbulkan oleh penyaringan konten berbasis AI, dengan fokus pada munculnya efek mengerikan (chilling effect) dan dampak tidak merata terhadap kelompok pengguna. Melalui metode hukum doktrinal, studi ini menelaah cara kerja model moderasi algoritmik serta sejauh mana praktik tersebut selaras—atau tidak selaras—dengan norma hak asasi manusia internasional. Temuan menunjukkan bahwa sistem AI sering menekan ekspresi sah, terutama dari komunitas terpinggirkan, akibat data pelatihan bias dan proses pengambilan keputusan yang tidak transparan. Selain itu, respons regulasi yang ada masih terfragmentasi dan belum memenuhi standar transparansi, akuntabilitas, serta kejelasan normatif untuk melindungi kebebasan berekspresi. Berdasarkan laporan dan resolusi PBB terbaru, artikel ini menegaskan pentingnya tata kelola AI berbasis hak asasi manusia demi era digital yang inklusif dan menghormati hak
Kerangka Konseptual Model Pembelajaran Real Math Literacy (RML)
One of the most important competencies in the 21st century is mathematical literacy. However, the importance of mathematical literacy has not been in line with the achievements of Indonesian students, who are still relatively low. One of the reasons is that the learning model used to manage activities in the classroom has not been maximized. The writing of this article provides an overview of the development of Real Math Literacy (RML) learning model components consisting of syntax, social system, reaction principles, support system, instructional impact, and accompanying impact. Real Math Literacy (RML) learning model designed is the result of analysis, elaboration, and synthesis of relevant learning theories, the main components underlying mathematical literacy, the discovery learning model, and assessment for learning. Real Math Literacy (RML) learning model is expected to be a practical alternative for educators in designing learning processes that can improve students' mathematical literacy.Salah satu kompetensi yang sangat penting di abad 21 adalah literasi matematika. Namun, pentingnya literasi matematika belum sejalan dengan prestasi peserta didik Indonesia, yakni literasi matematika peserta didik masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang digunakan untuk mengelola aktivitas di dalam kelas belum maksimal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengembangan komponen model pembelajaran Real Math Literacy (RML) yang terdiri dari sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional dan dampak pengiring. Model pembelajaran Real Math Literacy (RML) yang dirancang merupakan hasil analisis, elaborasi, dan sintesis dari teori-teori belajar yang relevan, komponen pokok yang mendasari literasi matematika, model discovery learning, dan assessment for learning
SMART GREEN WAQF: Inovasi Wakaf untuk Keberlanjutan Lingkungan
Abstrak
Penelitian ini membahas konsep Smart Green Waqf sebagai inovasi wakaf berbasis teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum optimalnya pengelolaan wakaf secara digital yang terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan teknologi seperti blockchain, Internet of Things (IoT), dan platform digital dalam pengelolaan wakaf dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta partisipasi publik. Smart Green Waqf memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan hijau melalui proyek seperti wakaf hutan dan energi terbarukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, literasi wakaf, dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi Smart Green Waqf sebagai solusi filantropi Islam yang relevan terhadap tantangan global lingkungan hidup.
Kata Kunci: Digitalisasi, Lingkungan, Smart Waqf, Teknologi, Wakaf Hijau
Abstract
This study explores the concept of Smart Green Waqf as a technology-based waqf innovation to support environmental sustainability in Indonesia. The main issue raised is the underutilization of digital management systems integrated with environmental conservation efforts. This research employs a qualitative library research method by analyzing scholarly works and relevant regulations. The results indicate that incorporating technologies such as blockchain, Internet of Things (IoT), and digital platforms in waqf management enhances transparency, efficiency, and public participation. Smart Green Waqf has significant potential to promote green development through projects like forest waqf and renewable energy. The study recommends strengthening regulations, increasing waqf literacy, and fostering cross-sector collaboration to optimize Smart Green Waqf as a relevant Islamic philanthropic solution to global environmental challenges.
Keywords: Digitalization, Environment, Green Waqf, Smart Waqf, TechnologyPenelitian ini membahas konsep Smart Green Waqf sebagai inovasi wakaf berbasis teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum optimalnya pengelolaan wakaf secara digital yang terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan teknologi seperti blockchain, Internet of Things (IoT), dan platform digital dalam pengelolaan wakaf dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, serta partisipasi publik. Smart Green Waqf memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan hijau melalui proyek seperti wakaf hutan dan energi terbarukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, literasi wakaf, dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi Smart Green Waqf sebagai solusi filantropi Islam yang relevan terhadap tantangan global lingkungan hidup.
Kata Kunci: Digitalisasi, Lingkungan, Smart Waqf, Teknologi, Wakaf Hija
PENEGAKAN HUKUM TANGGUNG JAWAB PIDANA NOTARIS DALAM KEWENANGAN SEBAGAI PPAT DI POLDA SULAWESI SELATAN
Abstrak
Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris diatur hanya sanksi Akta terdegradasi menjadi akta di bawah tangan, batal demi hukum dan sanksi administrasi. Berdasarkan permasalahan tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum terkait pengaturan sanksi pidana notaris yang melakukan suatu pelanggaran hukum dalam UUJN dalam penelitian tersebut yaitu : 1. Bagaimanakah pelaksanaan penegakan hukum Tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan? 2. Apakah Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi penegakan hukum tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan? Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (empirical research), Jenis pendekatan yaitu 1. Pendekatan Perundang-undangan, 2. Pendekatan Konseptual dan 3. Pendekatan Kasus. Lokasi penelitian adalah di Kantor Kepolisian Daerah (POLDA) Sulawesi Selatan. Sumber Data Hukum yaitu Sumber Data Hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik Pengumpulan Data Hukum yaitu Studi Dokumentasi dan Wawancara. Serta Teknik Analisis Data Hukum adalah Kualitatif Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan penegakan hukum Tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan adalah belum dilaksanakan secara efektif karena belum adanya pengaturan hukum yang mengatur secara rinci dalam Undang-undang Jabatan Notaris terkait sanksi pidana bagi notaris yang melakukan suatu pelanggaran hukum. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi penegakan hukum tanggung jawab pidana notaris dalam kewenangan sebagai PPAT di POLDA Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut yaitu: a. Faktor Struktur Hukum, b. Faktor Substansi Hukum dan c. Faktor Sarana dan Fasilitas.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tanggung Jawab, pidana, Notaris.
Abstract
Based on the Notary Law, only sanctions are regulated for a deed to be degraded to a deed under hand, null and void by law and administrative sanctions. Based on these problems, there is legal uncertainty regarding the regulation of criminal sanctions for notaries who commit a violation of the law in the UUJN in the study, namely: 1. How is the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police? 2. What are the factors that influence the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police? This research is an empirical legal research, the types of approaches are 1. Legislation Approach, 2. Conceptual Approach and 3. Case Approach. The location of the research is at the South Sulawesi Regional Police Office (POLDA). Legal Data Sources are primary, secondary and tertiary Legal Data Sources. Legal Data Collection Techniques are Documentation Study and Interviews. And the Legal Data Analysis Technique is Qualitative Descriptive. The results of the study indicate the following: 1. The implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police has not been implemented effectively because there are no legal regulations that regulate in detail in the Notary Law regarding criminal sanctions for notaries who commit a violation of the law. 2. The factors that influence the implementation of the law enforcement of the criminal responsibility of notaries in their authority as PPAT at the South Sulawesi Regional Police are as follows: a. Legal Structure Factor, b. Legal Substance Factor and c. Facilities and Infrastructure Factor.
Keywords: Law Enforcement, Responsibility, Criminal, Notary
PENGARUH PENGGUNAAN KOREAN BRAND AMBASSADOR, BRAND IMAGE, DAN LABEL HALAL TERHADAP IMPULSIVE BUYING KONSUMEN SUSU INDOMILK
Abstrak
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Korean brand ambassador, brand image, dan label halal terhadap impulsive buying konsumen susu indomilk. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan secara online. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan total responden sebanyak 160 responden. Pengolahan data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 4.0. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penggunaan Korean brand ambassador tidak berpengaruh baik terhadap impulsive buying konsumen susu indomilk. Sementara itu, brand image berpengaruh secara signifikan terhadap impulsive buying konsumen susu indomilk. Label halal tidak memiliki pengaruh terhadap impulsive buying konsumen susu indomilk.
Kata Kunci: Brand Ambassador, Brand Image, Label Halal, Impusive Buying
Abstract
This study aims to analyze the influence of using a Korean brand ambassador, brand image, and halal label on the impulsive buying behavior of Indomilk consumers. The research was conducted using a quantitative approach, with primary data obtained through online questionnaires. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 160 respondents. Data analysis was performed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) version 4.0. The findings reveal that the use of a Korean brand ambassador does not have a significant effect on the impulsive buying behavior of Indomilk consumers. Meanwhile, brand image has a significant influence on impulsive buying. The halal label, however, does not show any significant effect on the impulsive buying behavior of Indomilk consumers.
Keywords: Brand Ambassador, Brand Image, Label Halal, Impulsive Buyin
PERKEMBANGAN USHUL FIQH DI ERA MODEREN: TRANSFORMASI METODOLOGIS DAN PARADIGMA IJTIHAD KONTEMPORER
Abstrak
Perkembangan Ushul Fiqh di era modern menunjukkan pergeseran yang signifikan dari pendekatan tekstual-rigid menuju metode yang semakin kontekstual, berbasis maqāṣid, dan interdisipliner. Artikel ini mengkaji tiga dimensi utama: transformasi metodologis Ushul Fiqh klasik, evolusi paradigma ijtihad dari mujtahid tunggal (fardi) ke kolektif (jama’i), serta penerapan prinsip-prinsip Ushul dan maqāṣid dalam fenomena kontemporer seperti fintech, blockchain, crowdfunding, dan perlindungan data pribadi. Berdasarkan penelitian kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif, hasil studi menunjukkan sistem hukum Islam modern kini bersifat dinamis dan relevan terhadap tantangan teknologi dan sosial. Disarankan agar kurikulum ushul fiqh lebih interdisipliner, memperkuat mekanisme ijtihad jama’i, serta mendorong publikasi dan evaluasi empiris terhadap fatwa keagamaan kontemporer.
Kata kunci: Ushul Fiqh, maqāṣid, ijtihad jama’i, fintech syariah, hukum Islam modern
Abstract
The development of Ushul Fiqh in the modern era marks a notable shift from a textual-rigid approach to a more contextual, maqāṣid-based, and interdisciplinary methodology. This article examines three core dimensions: the methodological transformation of classical Ushul Fiqh, the paradigm shift of ijtihad from individual (fardi) to collective (jama’i) reasoning, and the application of Ushul Fiqh principles and maqāṣid in contemporary phenomena such as fintech, blockchain, crowdfunding, and personal data protection. Utilizing a qualitative-descriptive method and comparative analysis, the study finds that modern Islamic legal systems have become dynamic and responsive to technological and social challenges. It is recommended to develop interdisciplinary Ushul Fiqh curricula, strengthen collective ijtihad mechanisms, and encourage the publication and empirical evaluation of contemporary religious fatwas.
Keywords: Ushul Fiqh, maqāṣid, collective ijtihad, Islamic fintech, modern Islamic la