E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
Exploring Sundanese Cultural Heritage: An Analysis of Wayang Golek Stories in the Islamization of West Java
Wayang Golek is one of the Sundanese cultural forms derived from the Indian epics, the Mahabharata and Ramayana. The Sundanese Wayang Golek originated from the long process of Sunan Kalijaga's preaching journey, which spread Islam through culture. The Wayang Golek performance is told by puppeteers who provide entertainment, spectacle, and guidance for the community. The play that is very memorable and in demand by wayang fans is the Jamus Layang Kalimahsahda play, which is phenomenal. People who have the Jamus Layang Kalimahsahda will become invincible. This article presents a Critical review of the Teachings of Tauhidan Habluminallah, exploring the process of horizontal communication between humans and God, combined with cultural narratives. The methods used are literature review, observation, and interviews. The initial conclusion describes how the Sundanese wayang golek serves as a cultural ritual that guides society with the teachings of tauhid and the philosophy of life in the world.
ملخص
وايانغ جوليك هو شكل من أشكال الثقافة السوندية، متجذر في الملاحم الهندية، المهابهاراتا ورامايانا. نشأ وايانغ جوليك السوندية من مسيرة الدعوة الإسلامية الطويلة لسونان كاليجاغا، التي نشرت الإسلام عبر الثقافة. يؤدي عروض وايانغ جوليك محركو الدمى (الدالانغ)، الذين يقدمون الترفيه والعروض المسرحية والإرشاد للمجتمع. ومن المسرحيات التي لا تُنسى والمرغوبة بشكل خاص بين محبي وايانغ مسرحية "جاموس لايانغ كاليمهسدا" (القوة السحرية للكلمة السحرية). من يمتلك "جاموس لايانغ كاليمهسدا" يصبح لا يُقهر. تقدم هذه المقالة مراجعة نقدية لتعاليم "توحيد الله"، مستكشفةً عملية التواصل العمودي بين البشر والله، مقترنةً بالسرديات الثقافية. الأساليب المستخدمة هي مراجعة الأدبيات والملاحظة والمقابلات. يصف الاستنتاج الأولي كيف يعمل وايانغ جوليك السونداني كطقس ثقافي يُرشد المجتمع بتعاليم التوحيد وفلسفة الحياة في هذا العالم.
Abstrak
Wayang Golek merupakan salah satu bentuk budaya Sunda yang bersumber dari epos India, Mahabharata dan Ramayana. Wayang Golek Sunda berawal dari proses panjang dakwah Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama Islam melalui budaya. Pertunjukan Wayang Golek dipentaskan oleh dalang yang memberikan hiburan, tontonan, dan tuntunan bagi masyarakat. Lakon yang sangat berkesan dan diminati oleh penggemar wayang adalah lakon Jamus Layang Kalimahsahda yang fenomenal. Orang yang memiliki Jamus Layang Kalimahsahda akan menjadi tak terkalahkan. Artikel ini menyajikan tinjauan kritis terhadap ajaran Tauhidan Habluminallah, mengeksplorasi proses komunikasi vertikal antara manusia dan Tuhan, dipadukan dengan narasi budaya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka, observasi, dan wawancara. Kesimpulan awal menggambarkan bagaimana wayang golek Sunda berfungsi sebagai ritual budaya yang membimbing masyarakat dengan ajaran tauhid dan falsafah hidup di dunia.Wayang Golek adalah salah satu budaya masyarakat Sunda yang diadopsi dari kisah Mahabarata dan Ramayana dari India. Wayang Golek Sunda lahir dari proses panjang perjalanan dakwah Sunan Kalijaga yang menyebarkan Islam melalui budaya. Pagelaran Wayang Golek yang dituturkan oleh para dalang yang memberi hiburan, tontonan, dan tuntunan masyarakat. Lakon yang sangat membekas dan diminati oleh penggemar wayang adalah Lakon Jamus Layangkalimahsahda yang sangat fenomenal orang yang memiliki Jamus Layang Kalimahsahda akan menjadi sakti tidak terkalahkan. Inilah Paparan penulisan dalam tulisan ini dipadukan dengan narasi kebudayaan dengan telaah Kritis Ajaran Ketauhidan Habluminallah proses komunikasi horizontal Manusia dengan Tuhan. Metode yang digunakaan adalah kajian pustaka, observasi dan wawancara. Simpulan awal menggambarkan bagaimana wayang golek Sunda sebagai ritual budaya bisa menuntun masyarakat dengan ajaran tauhid dan filsafat hidup di dunia
Identifikasi dan Analisis Senyawa Kimia pada Ekstrak Daun Murbei (Morus alba) Melalui Skrining Fitokimia dengan Metode Spektrofotometer
Mulberry leaves (Morus alba Linn.) are a plant whose potential has been widely studied because it contains phytochemical compounds such as flavonoids and phenols which have various health benefits. This plant belongs to the Moraceae family and has the characteristics of a woody trunk, branches and brown bark with a height of between 5 and 10 meters, has oval or heart-shaped leaves with tapered tips, and has oval-shaped fruit that is black when ripe. This research aims to analyze chemical compounds in mulberry leaf extract (Morus alba L.) using spectrophotometric methods. Phytochemical screening showed positive results for flavonoids (Shinoda and NaOH test), alkaloids (Wagner and Dragendorff test), tannins (Braymer's solution and base) test, and steroids (Salkowski test). UV-Vis spectrophotometric analysis at a wavelength of 200-800 nm shows maximum absorption at 786 nm for the 10-2 dilution sample. Analysis of total flavonoid content using standard quercetin showed concentrations of 50.06 mg/g and 52.87 mg/g for the 1000 ppm and 500 ppm samples, respectively. The extract yield was 29.086%, with a water content of 4.415% and an ash content of 0.1%. These findings indicate that mulberry leaf extract contains various bioactive compounds with potential pharmacological properties, especially flavonoids which can be useful for medicinal applications.ABSTRAK. Daun murbei (Morus alba Linn.) merupakan tanaman yang potensinya telah banyak diteliti karena mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid dan fenol yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini termasuk dalam famili Moraceae dan memiliki ciri-ciri batang berkayu, bercabang dan berkulit batang berwarna coklat dengan tinggi antara 5 sampai 10 meter, memiliki daun berbentuk lonjong atau jantung dengan ujung meruncing, serta memiliki buah berbentuk lonjong yang berwarna hitam saat matang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia pada ekstrak daun murbei (Morus alba L.) dengan menggunakan metode spektrofotometri. Skrining fitokimia menunjukkan hasil positif untuk flavonoid (uji Shinoda dan NaOH), alkaloid (uji Wagner dan Dragendorff), tanin (uji Braymer dan basa), dan steroid (uji Salkowski). Analisis spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-800 nm menunjukkan serapan maksimum pada 786 nm untuk sampel pengenceran 10-2 . Analisis kandungan flavonoid total menggunakan kuersetin standar menunjukkan konsentrasi 50,06 mg/g dan 52,87 mg/g untuk sampel 1000 ppm dan 500 ppm. Rendemen ekstrak adalah 29,086%, dengan kadar air 4,415% dan kadar abu 0,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun murbei mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat farmakologis potensial, terutama flavonoid yang dapat berguna untuk aplikasi pengobatan.
Kata kunci: Ekstrak etanolik; kandungan flavonoid; Morus alba; skrining fitokimia; analisis spektrofotometri
When Faith Meets Value: How Religiosity Moderates Price Sensitivity in Muslim Restaurant Choice
This study investigates how Muslim consumers form purchase intentions toward Muslim-identified restaurants in an environment where halal compliance is a given rather than a differentiator. It introduces a conceptual model that integrates product quality and price sensitivity, moderated by religiosity, to explain value-based trade-offs in faith-aligned consumption. Using a cross-sectional survey of Indonesian Muslim diners and Partial Least Squares Structural Equation Modeling, the findings reveal that quality strongly drives intention, price sensitivity acts as a deliberative filter, and religiosity weakens the deterrent effect of price concerns. Interestingly, religiosity exerts no direct influence on pricing perception, suggesting its role is interpretive rather than economizing. The study contributes to both halal marketing and identity salience theory by reconfiguring how religiosity functions in value judgment. For managers, the findings underscore that religious branding alone is insufficient—quality consistency, transparent pricing, and ethical storytelling are essential for sustaining consumer trust
Peran Influencer Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Asuransi Syariah Di Indonesia
In the rapidly evolving digital era, the marketing landscape has undergone a significant transformation, including within the financial and insurance industries. Conventional communication strategies are gradually being replaced by more adaptive approaches, such as the use of digital influencers. This study aims to explore the role of influencers in increasing the sales of Islamic insurance (takaful) products in Indonesia. Amid the fast-paced digital transformation, insurance companies face challenges in designing more effective marketing strategies to reach a broader and more relevant audience. This research employs a qualitative method with a literature review approach, analyzing and interpreting various previous studies and social phenomena related to influencer-based marketing in the Islamic insurance sector. The findings reveal that influencers play a strategic role in enhancing public interest and trust in Islamic insurance products. Credible influencers can expand marketing reach, increase audience engagement, and build stronger relationships with potential customers. These results indicate that collaboration between Islamic insurance companies and digital influencers can significantly enhance marketing communication effectiveness and strengthen product positioning in the market. Therefore, selecting the right influencer becomes a key factor in maximizing digital marketing strategies in an increasingly competitive industry.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana influencer dapat membantu meningkatkan penjualan produk asuransi syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berguna bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di era digital saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang fokus pada deskripsi dan analisis untuk menjelaskan berbagai peristiwa, fenomena, dan konteks sosial yang diteliti. Penelitian ini menggambarkan dan menjelaskan data secara rinci, serta menginterpretasi dan membandingkan temuan yang ada. Studi ini didasarkan pada analisis beberapa penelitian sebelumnya untuk memahami peran influencer dalam meningkatkan produk asuransi syariah di Indonesia. Perkembangan asuransi syariah di Indonesia cukup pesat, terlihat dari peningkatan jumlah perusahaan asuransi yang mencapai 25 pada tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer memiliki peran penting dalam meningkatkan penjualan produk asuransi syariah, berdasarkan beberapa indikator yang diteliti. Dengan dukungan dan rekomendasi dari influencer yang terpercaya, perusahaan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun hubungan yang lebih baik dengan calon nasaba
VARIASI KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL BERDASARKAN TEORI POLYA
Contextual problem-solving ability is a crucial skill that students, particularly those in vocational schools, must possess, as they will immediately enter the workforce. To optimize students' abilities, research was conducted on the variation of students’ difficulties in solving problems. This study aims to identify variations in vocational high school students' difficulties in solving contextual problems of the system of linear inequalities in two variables based on Polya’s theory and to offer alternative solutions that can be used to overcome these difficulties. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. The study subjects were 3 students of 36 students of the grade XI vocational high school, who had received the material. These students were selected based on the category of abilities they had, namely high, medium, and low, as well as considerations of communication of teacher recommendation results. Data collection was carried out through tests and interviews. Based on the results of the study, it was found that 1) Low Ability Students (LAS) experienced many variation in difficulties at all stages in solving problems according to Polya’s theory, 2) Medium Ability Students (MAS) at the stage of understanding the problem experienced fewer variations in difficulties compared to the other three stages, 3) High Ability Students (HAS) at the stage of understanding the problem and making plans experienced fewer variation in difficulties compared to the other two stages. Apart from being based on Polya’s theory, students also experience other variations of difficulty, namely the difficulty in defining variables, constants, and coefficients correctly.
Abstrak:
Kemampuan penyelesaian masalah kontekstual adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa khususnya siswa sekolah kejuruan karena mereka akan langsung terjun ke dunia kerja. Untuk mengoptimalkan kemampuan siswa maka dilakukan penelitian terkait variasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi kesulitan siswa SMK dalam menyelesaikan masalah kontekstual sistem pertidaksamaan linear dua variabel berdasarkan teori Polya dan menawarkan solusi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak tiga siswa dari 36 siswa kelas XI SMK yang telah mendapatkan materi tersebut. Siswa ini dipilih berdasarkan kategori kemampuan yang dimiliki yaitu tinggi, sedang, dan rendah serta pertimbangan komunikasi hasil rekomendasi guru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) Siswa Kemampuan Rendah (LAS) mengalami banyak variasi kesulitan pada seluruh tahapan dalam penyelesaian masalah menurut teori Polya; 2) Siswa Kemampuan Sedang (MAS) pada tahapan memahami masalah mengalami variasi kesulitan lebih sedikit dibandingkan dengan tiga tahap lainnya; 3) Siswa Kemampuan Tinggi (HAS) pada tahapan memahami masalah dan membuat rencana mengalami variasi kesulitan lebih sedikit dibandingkan dua tahapan lainnya. Selain berdasarkan teori Polya, variasi kesulitan lainnya yaitu kesulitan untuk mendefinisikan variabel, konstanta, dan koefisien secara tepat juga dialami oleh siswa.Kemampuan Penyelesaian masalah kontekstual adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa khususnya siswa sekolah kejuruan karena mereka akan langsung terjun ke dunia kerja. Untuk mengoptimalkan kemampuan siswa maka dilakukan penelitian terkait variasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi kesulitan siswa SMK dalam menyelesaikan masalah kontekstual Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel berdasarkan Teori Polya dan menawarkan solusi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak tiga siswa dari 36 siswa kelas XI SMK yang telah mendapatkan materi tersebut. Siswa ini dipilih berdasarkan kategori kemampuan yang dimiliki yaitu tinggi, sedang, dan rendah serta pertimbangan komunikasi hasil rekomendasi guru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 1) Siswa Kemampuan Rendah (LAS) mengalami banyak variasi kesulitan pada seluruh tahapan dalam penyelesaian masalah menurut Teori Polya, 2) Siswa Kemampuan Sedang (MAS) pada tahapan memahami masalah mengalami variasi kesulitan lebih sedikit dibandingkan dengan tiga tahap lainnya, 3) Siswa Kemampuan Tinggi (HAS) pada tahapan memahami masalah dan membuat rencana mengalami variasi kesulitan lebih sedikit dibandingkan dua tahapan lainnya. Selain berdasarkan Teori Polya, variasi kesulitan lainnya yaitu kesulitan untuk mendefinisikan variabel, konstanta, dan koefisien secara tepat juga dialami oleh siswa
Pengaruh Komposisi Media Dasar pada Kultur Embrio Kelapa Kopyor (Cocos Nucifera L. var.kopyor)
Kopyor coconut has the potential to be an export crop native to Indonesia. The low production of kopyor coconut in Indonesia occurs because kopyor coconut cannot germinate conventionally like an endosperm mutation. This is due to the food reserves in the form of fruit flesh in crumb condition (kopyor), so it cannot supply sufficient nutrients for the seed germination process. The only appropriate and effective germination method to obtain Kopyor coconut seeds is in vitro embryo culture. This study aimed to determine the composition of the best culture media types for the growth of Kopyor coconut embryos. The study was arranged using a non-factorial Completely Randomized Design with three levels of media types: M1: Y3 + BA 4 mg L-1. M2: De Fossard + BA 4 mg L-1, and M3: Modified Media (Macro and Micro: Eeuwens, Organic: De Fossard) + BA 4 mg L-1. The results of the study showed that in the germination phase, M1 media was an effective medium for the germination of coconut kopyor up to 16 MST, where there are embryos in phase 4/embryos that swell more (10 embryos) compared to M2 media (3 embryos) and M3 media (2 embryos). After evaluating the planting method, media composition, and replacement of ZPT, the dominant embryos experienced germination, where there were 30% of embryos in the modified media (M3) tended to be higher than other media treatments, but not significantly differentKelapa kopyor berpotensi sebagai tanaman ekspor asli Indonesia. Produksi kelapa kopyor di Indonesia masih rendah karena ketidakmampuannya untuk berkecambah secara konvensional akibat mutasi endosprem. Hal ini akibat cadangan makanan berupa daging buah dalam kondisi remah (kopyor) sehingga tidak mampu menyuplai nutrisi yang cukup bagi proses perkecambahan bibit. Satu-satunya metode perkecambahan yang tepat dan efektif untuk memperoleh bibit kelapa kopyor yaitu melalui kultur jaringan. Salah satu metode kultur jaringan yang efektif dan cepat dalam menghasilkan bibit kopyor yaitu kultur embrio secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis media kultur yang paling baik untuk pertumbuhan embrio kelapa kopyor. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga taraf jenis media yaitu: M1 : Y3 + BA 4 mg L-1. M2 : De Fossard + BA 4 mg L-1 dan M3 : Media Modifikasi (Makro dan Mikro: Eeuwens, Organik: De Fossard)+ BA 4 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase perkecambahan media M1 merupakan media efektif untuk perkecambahan kelapa kopyor sampai 16 MST, dimana terdapat embrio berada pada fase 4/embrio membengkak lebih banyak (10 embrio) dibandingkan dengan media M2 (3 embrio) dan media M3 (2 embrio) . Setelah dilakukan evaluasi cara penanaman, komposisi media, dan pergantian ZPT, embrio dominan mengalami perkecambahan dimana terdapat 30% embrio pada media M3 cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan media lainnya, namun tidak berbeda nyata
Pelabelan Rata-Rata pada Beberapa Kelas Graf
This paper aims to prove that some certain graphs, such as triangular book graphs, ladder graphs, snail graphs, and Cartesian product graphs between cycles and paths, belong to the category of mean graphs. We chose these graph classes because it is still an open problem. To prove the above, we use two main approaches, such as the axiomatic descriptive method and the pattern detection method. The axiomatic descriptive method is used to describe the basic properties of graphs and organise them into formal arguments, while the pattern detection method is used to observe and generalise the structural properties of graphs in a more exploratory manner. Based in the results of the analysis and proof, we conclude that the four classes of graphs studied, to be triangular book graphs, ladder graphs, snail graphs, and Cartesian product graphs of cycles and paths, are proven to satisfy the characteristics of mean graphs.Graf G dengan p simpul dan q sisi adalah graf rata-rata jika terdapat fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,…,q} dan menghasilkan fungsi bijektif f^*:E(G)→{1,2,…,q}, maka f^* (u,v)=((f(u)+f(v)))/2 jika f(u)+f(v) genap dan f^* (u,v)=((f(u)+f(v)+1))/2 jika f(u)+f(v) ganjil. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa graf buku segitiga, graf tangga, graf siput, dan graf hasil kali Cartesian siklus dan lintasan merupakan graf rata-rata. Metode yang digunakan dalam membuktikan graf rata-rata dengan menggunakan metode deskriptif aksiomatik dan metode pendeteksian pola. Dalam paper ini didapatkan bahwa graf buku segitiga, graf tangga, graf siput, dan graf hasil kali Cartesian siklus dan lintasan merupakan graf rata-rata
Peran Ganda Single Parent Sebagai Pencari Nafkah Dan Pengasuh Anak: Studi Kasus Guru Pesantren Darunnajah Jakarta
This study aims to comprehensively examine the dual roles carried out by female single parents who work as teachers in the Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta. This phenomenon is a crucial subject in Islamic family law and educational sociology, as women in such conditions are not only responsible for meeting the economic needs of their families but also serve as the primary caregivers for their children. The research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that single-parent teachers in pesantren face complex challenges, including psychological stress, time constraints, and limited financial resources. However, they manage to balance these dual roles relatively well, supported by institutional flexibility, effective time management strategies, and personal spirituality. The study highlights the importance of affirmative policies in Islamic educational institutions that are inclusive toward the needs of single-parent teachers. Furthermore, this article recommends stronger collaboration between state and religious educational institutions to provide social protection and proper education for children from incomplete families.Ibu single parent pada era ini memiliki berbagai macam tantangan signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan anak, tetapi juga berperan sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peran ganda yang diemban oleh para wanita ini memerlukan ketahanan fisik, emosional, dan mental yang luar biasa. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam mengenai dinamika peran ganda yang dijalani oleh wanita berstatus single parent yang berprofesi sebagai guru di lingkungan Pesantren Darunnajah Jakarta. Fenomena ini menjadi sorotan penting dalam kajian hukum keluarga Islam dan sosiologi pendidikan karena wanita dalam kondisi tersebut tidak hanya bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menjalankan peran sebagai pengasuh utama anak-anak mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru single parent di pesantren menghadapi tantangan kompleks, baik dalam bentuk tekanan psikologis, keterbatasan waktu, hingga keterbatasan sumber daya ekonomi. Namun demikian, mereka mampu menjalankan kedua peran secara relatif seimbang dengan dukungan institusional pesantren, strategi pengelolaan waktu, dan kekuatan spiritualitas pribadi. Temuan ini menegaskan pentingnya penyusunan kebijakan afirmatif di lembaga pendidikan berbasis agama yang inklusif terhadap kebutuhan guru-guru perempuan berstatus single parent. Selain itu, artikel ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara negara dan lembaga pesantren dalam memberikan perlindungan sosial dan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga tidak utuh
PENERAPAN MAQĀṢID AL-SYARĪ’AH PADA MONETISASI MEDIA SOSIAL: ANALISIS PADA APLIKASI TIK TOK
This study examines in depth various TikTok monetization strategies from an Islamic legal perspective. It analyzes methods such as live streaming with virtual gifts, brand endorsements, affiliate marketing, and direct sales through TikTok Shop to determine whether these methods are ethically and legally permissible under Sharia. The study is qualitative with a library research approach based on primary Islamic sources (the Qur’an and Hadith) and contemporary scholarly interpretations. The analysis is guided by classical Islamic contract frameworks like ju’ālah (reward-based contract) and ijārah (service-for-hire contract), as well as the higher objectives of Islamic law (maqāsid al-sharī’ah). Findings suggest that TikTok’s monetization features have the potential to align with Islamic principles, but only with proper ethical safeguards. Income from live streaming is considered halal if the shared content is beneficial, ethical, and non-manipulative. Endorsement and sponsorship agreements can be accepted under ijārah as long as they involve halal products and honest disclosure practices. Similarly, affiliate marketing aligns with ju’ālah principles if conducted transparently and truthfully. Transactions on TikTok Shop generally meet Sharia criteria as long as they adhere to the pillars (rukun) and conditions of a valid sale (bay’), including clear pricing and the sale of lawful goods. The study emphasizes the importance of clear ethical guidelines, public education, and platform policies that uphold Islamic values while fostering digital economic innovation. It also provides theoretical and practical contributions for content creators, regulators, and academics to build a responsible and Sharia-compliant online marketplace.Penelitian ini menelaah secara mendalam berbagai strategi monetisasi TikTok dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini mengkaji metode seperti siaran langsung dengan hadiah virtual, endorsement merek, pemasaran afiliasi, dan penjualan langsung melalui TikTok Shop untuk menentukan apakah metode tersebut secara etis dan hukum diperbolehkan menurut Syariah. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersumber pada teks-teks primer Islam (Al-Qur’an dan Hadis) serta interpretasi ulama kontemporer. Analisis penelitian ini dipandu oleh kerangka kontrak klasik Islam seperti ju’ālah (kontrak berbasis imbalan) dan ijārah (kontrak sewa/jasa), serta tujuan-tujuan utama hukum Islam (maqāsid al-sharī’ah). Temuan penelitian menunjukkan bahwa fitur monetisasi TikTok berpotensi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, namun hanya jika disertai penerapan etika yang tepat. Pendapatan dari siaran langsung dianggap halal apabila konten yang dibagikan bermanfaat, etis, dan tidak manipulatif atau merugikan. Kesepakatan endorsement dan sponsor dapat diterima dalam kerangka ijarah dengan syarat melibatkan produk halal dan praktik pengungkapan yang jujur. Demikian pula, pemasaran afiliasi selaras dengan prinsip ju’ālah jika dilakukan secara transparan dan jujur. Transaksi di TikTok Shop umumnya dapat dinilai memenuhi kriteria syariah selama mematuhi pilar (rukun) dan syarat akad jual-beli yang sah (bay’), termasuk penetapan harga yang jelas serta penjualan barang yang halal. Penelitian ini menekankan pentingnya pedoman etika yang jelas, edukasi publik, dan kebijakan platform yang mendukung nilai-nilai Islam sambil mendorong inovasi ekonomi digital. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi kreator konten, regulator, dan akademisi untuk membangun ekosistem pasar daring yang bertanggung jawab dan sesuai prinsip halal
COMPARISON OF THE EFFECTS OF THE TABARAK METHOD AND AKU CINTA ALQURAN (ACQ) METHOD ON THE ACCELERATION OF QURANIC VERSE MEMORIZATION IN EARLY CHILDHOOD AT THE RUMAH QURAN NAJMUL KHAIRAAT
This study aims to compare the effect of the Tabarak method and the Aku Cinta Alquran (ACQ) method on accelerating Quran memorization among early childhood students at Rumah Quran Najmul Khairaat, Boalemo. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental equivalent time series design. The sample consisted of 15 children aged 3–5 years who had memorized Surah Al-Fatihah. Data were collected through observation and learning outcome tests, then analyzed using descriptive and inferential statistical tests. The results showed that both Tabarak and ACQ methods positively influenced the acceleration of Quran memorization, with a significant difference in favor of the Tabarak method. These findings are expected to guide Islamic educational institutions in selecting the appropriate method to enhance early childhood Quran memorization