E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
    19582 research outputs found

    IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM DIKALANGAN PEDAGANG MUSLIM DI PASAR ATAS MUARA BUNGO

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini membahas implementasi etika bisnis Islam pada pedagang Muslim di Pasar Atas Kabupaten Muara Bungo. Fenomena praktik dagang seperti ketidakjujuran, ketidakseimbangan harga, serta penggunaan timbangan yang tidak akurat menunjukkan adanya kesenjangan antara aktivitas perdagangan nyata dengan prinsip syariat yang seharusnya menjadi pedoman bagi pedagang Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman serta penerapan etika bisnis Islam dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan usaha pedagang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam kepada pedagang berbagai jenis komoditas, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pedagang hanya memahami etika bisnis sebatas keharaman barang dan kejujuran dasar, sementara implementasi prinsip seperti transparansi, keadilan, amanah, dan penghindaran gharar masih belum optimal. Praktik seperti tidak menunjukkan timbangan, mencampur kualitas barang, dan ketidaksesuaian contoh barang masih ditemukan. Sebaliknya, pedagang yang menerapkan etika secara konsisten memperoleh kepercayaan pelanggan, hubungan dagang yang lebih harmonis, dan usaha yang lebih stabil. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan terkait etika bisnis Islam guna menciptakan pasar yang jujur, sehat, dan sesuai prinsip syariah. Kata kunci: Etika Bisnis Islam, Kejujuran, Keadilan, Pedagang Muslim, Implementasi Etika, Pasar Muara Bungo.   Abstract This study examines the implementation of Islamic business ethics among Muslim traders in the Upper Market in Muara Bungo Regency. Trade practices such as dishonesty, price imbalances, and the use of inaccurate scales indicate a gap between actual trading activities and the sharia principles that should guide Muslim traders. This study aims to analyze the level of understanding and application of Islamic business ethics and their impact on the sustainability of traders' businesses. The method used was descriptive qualitative, using observation, in-depth interviews with traders of various commodities, and field documentation. The results indicate that some traders only understand business ethics as limited to the prohibition of goods and basic honesty, while the implementation of principles such as transparency, fairness, trustworthiness, and the avoidance of gharar (unlawful acts). Practices such as not displaying scales, mixing goods, and discrepancies in product samples are still common. In contrast, traders who consistently implement ethics gain customer trust, more harmonious trade relationships, and more stable businesses. This study emphasizes the importance of ongoing education regarding Islamic business ethics to create an honest, healthy, and sharia-compliant market. Keywords: Islamic Business Ethics, Honesty, Justice, Muslim Traders, Implementation of Ethics, Muara Bungo Market

    KESESUAIAN MULTI LEVEL MARKETING DENGAN PRINSIP SYARIAH: KAJIAN TERHADAP ASPEK ETIS DAN LEGALITAS MENURUT FATWA DSN-MUI NO. 75/2009

    Get PDF
    Abstrak Multi Level Marketing (MLM) merupakan sebuah inovasi pemasaran yang sering menghasilkan kontroversi. Sebagian ulama berpendapat bahwa sistem ini boleh menurut Syariah, sementara yang lain menyoroti risiko keuangan dan masalah etika transaksi, seperti kejujuran, keadilan, dan kehati-hatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Praktik MLM dalam konteks hukum ekonomi Islam dan etika transaksi, bermaksud memberikan perspektif yang berimbang mengenai kebolehan dan etika implikasi MLM dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Data dikumpulkan dari literatur ilmiah seperti buku, jurnal, artikel, dan fatwa para ulama terkait MLM. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis konten, mengkaji teks-teks yang relevan tentang MLM. Sumber triangulasi digunakan untuk memastikan konsistensi dan validitas temuan. MLM melibatkan penjualan produk melalui jaringan distributor yang memperoleh penghasilan komisi dari penjualan langsung dan penjualan yang dilakukan oleh anggota yang direkrut. Fatwa DSN MUI No. 75/DSN-MUI/VII/2009 menyatakan bahwa MLM diperbolehkan jika produknya dijual menguntungkan, transaksi dilakukan secara transparan tanpa penipuan, komisi didasarkan pada penjualan produk, dan sistem rekrutmen tidak merugikan anggota baru. Kata Kunci: Multi Level Marketing; Fatwa MUI   Abstract Multi Level Marketing (MLM) is a marketing innovation that often generates controversy. Some scholars declare that this system is permissible according to Sharia, while others highlight financial risks and ethical concerns in transactions, such as honesty, justice, and prudence. This study aims to analyse MLM practices in the context of Islamic economic law and transaction ethics, intending to provide a balanced perspective on the permissibility and ethical implications of MLM in Islam. The research employs a descriptive qualitative approach with a literature study. Data are collected from scholarly literature such as books, journals, articles, and fatwas from Islamic scholars related to MLM. Data analysis is conducted using content analysis methods, examining relevant texts about MLM. Source triangulation is used to ensure consistency and validity of the findings. MLM involves selling products through a network of distributors who earn commissions from direct sales and sales made by recruited members. Fatwa DSN MUI No. 75/DSN-MUI/VII/2009 states that MLM is permissible if the products sold are beneficial, transactions are conducted transparently without deception, commissions are based on product sales, and the recruitment system does not harm new members Keywords: Multi Level Marketing, Fatwa MU

    DIGITALISASI SISTEM PEMBAYARAN: TRANSFORMASI SKNBI DAN RTGS DI ERA OPEN BANGKING

    Get PDF
    Abstrak Perkembangan teknologi digital dan implementasi open banking telah membawa perubahan fundamental terhadap sistem pembayaran nasional. Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter, memiliki peran penting dalam memastikan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan inklusif. Dua infrastruktur utama, yakni Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS), menjadi fokus utama transformasi digital guna mendukung percepatan transaksi dan integrasi antar lembaga keuangan. Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia menegaskan arah kebijakan untuk mengembangkan ekosistem pembayaran yang terhubung dengan teknologi Application Programming Interface (API) dalam kerangka open banking. Transformasi ini memungkinkan interoperabilitas antarbank dan fintech, peningkatan kecepatan pemrosesan dana, serta penguatan keamanan dan perlindungan konsumen. Namun, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, risiko siber, dan perlindungan data nasabah tetap menjadi perhatian utama. Penelitian ini mengkaji peran, kebijakan, dan strategi Bank Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi sistem pembayaran serta implikasinya terhadap stabilitas keuangan nasional. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tinjauan pustaka.  Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi SKNBI dan RTGS di era open banking berpotensi memperkuat efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat transformasi menuju ekonomi digital yang berdaya saing global. Kata Kunci: Peran dan Strategi Transformasi Sistem Pembayaran; Tantangan Digitalisasi SKNBI dan RTGS; Peluang dan Dampak Positif Digitalisasi Sistem Pembayaran   Abstract The advancement of digital technology and the implementation of open banking have fundamentally transformed Indonesia’s national payment system. As the monetary authority, Bank Indonesia plays a central role in ensuring that the payment system remains efficient, secure, and inclusive. Two key infrastructures — the Bank Indonesia National Clearing System (SKNBI) and the Real Time Gross Settlement (RTGS) system — are at the core of this digital transformation, designed to enhance transaction speed and interconnectivity across financial institutions. Through the Indonesia Payment System Blueprint 2025, Bank Indonesia has outlined its strategic direction to build a connected ecosystem by integrating open banking frameworks and Application Programming Interface (API) technology. This transformation promotes interoperability between banks and fintechs, real-time fund transfers, and improved security and consumer protection. Nevertheless, challenges persist, including infrastructure readiness, cybersecurity risks, and data privacy concerns. This study examines Bank Indonesia’s role, policies, and strategies in the digitalization of payment systems and their implications for financial stability. The findings highlight that integrating SKNBI and RTGS within the open banking framework strengthens transaction efficiency, expands financial inclusion, and accelerates Indonesia’s transition toward a globally competitive digital economy. Keywords: Roles and Strategies in Payment System Transformation, Challenges in the Digitalization of SKNBI and RTGS, and Opportunities and Positive Impacts of Payment System Digitalizatio

    PRAKTIK SIMPAN PINJAM DI KOPERASI GURU HARAPAN MAJU BERSAMA SMP NEGERI 1 KUOK DESA LERENG DI TINJAU DARI FIQIH MUAMALAH

    Get PDF
    Abstrak Penulisan penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang banyak terjadi di Koperasi simpan pinjam yakni banyak sekali koperasi simpan pinjam yang melakukan  aktivitas simpan pinjamnya tidak sesuai dengan apa yang dibolekan oleh agama islam.  Seperti di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng  dimana terdapat tambahan uang dari jumalah yang dipinjam. Sesuai dengan rapat tahunan  koperasi bahwasanya setiap diawal peminjaman akan di potong sebesar 6% dari jumlah  yang dipinjam. Adapun yang menjadi objek dari penelitian ini adalah Koperasi Guru  Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng. Koperasi ini berada dalam  naungan SMP Negeri 1 Kuok. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana  mekanisme di koperasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan simpan pinjam di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng dan  untuk mengetahui bagaimana praktik simpan pinjam di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng Di Tinjau Dari Fiqih Muamalah.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian field research yaitu penulis meneliti langsung kelapangan untuk menghimpun data dalam penelitian. Kemudian teknik  pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi  dan studi kepustakaan. Analisa data yang dilakukan secara deskriptif yaitu memberikan  dari data yang diperoleh dan menghubungkan satu sama lain untuk mendapatkan  kesimpulan. Kesimpulan daam penelitian ini ditarik secara deduktif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan simpan pinjam yang terjadi di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng bila dilihat dari  Fiqih Muamalah termasuk kedalam kategori qardhul hasan yaitu transaksi yang  dibenarkan oleh islam karena mendatangkan manfaat bagi anggotanya. Oleh karena itu  pengelola Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng harus  benar-benar memengang prinsip-prinsip muamalah demi menjaga kualitas dan  kesejahteraan bagi anggota koperasi.   Kata kunci : Hukum Muamalah, Simpan Pinjam, Koperasi, SMP Negeri 1 Kuok.     Abstract The background of writing this thesis is the problems that often occur in savings and loan cooperatives, namely that there are many savings and loan cooperatives whose savings and loan activities are not in accordance with what is permitted by the Islamic religion. For example, the Guru Harapan Maju Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok, Desa Slope, where there is additional money from the amount borrowed. In accordance with the cooperative's annual meeting, every initial loan will be deducted by 6% of the amount borrowed. The object of this research is the Harapan Maju Guru Cooperative  with SMP Negeri 1 Kuok, Slope Village. This cooperative is under the auspices of SMP Negeri 1 Kuok. Therefore researchers want to know how the mechanism in this cooperative. This study aims to determine the implementation of savings and loans at the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village and to find out how the practice of savings and loans at the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village is reviewed from Fiqh Muamalah.  This research uses field research research methods, namely the author examines the field directly to collect data in research. Then the data collection techniques in this study by means of observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis was carried out descriptively, namely providing data from the data obtained and connecting one another to draw conclusions. The conclusions in this research are drawn deductively.  The results of this study indicate that the implementation of savings and loans that occurred in the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village, when viewed from the Fiqh Muamalah, is included in the qardhul hasan category, namely transactions that are justified by Islam because they bring benefits to its members. Therefore, the management of the Guru Harapan Maju Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok, Slope Village, must truly adhere to the principles of muamalah in order to maintain the quality and welfare of cooperative members.  Keywords: Muamalah Law, Savings and Loans, Cooperatives, SMP Negeri 1 KuokPenulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang banyak terjadi di Koperasi simpan pinjam yakni banyak sekali koperasi simpan pinjam yang melakukan  aktivitas simpan pinjamnya tidak sesuai dengan apa yang dibolekan oleh agama islam.  Seperti di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng  dimana terdapat tambahan uang dari jumalah yang dipinjam. Sesuai dengan rapat tahunan  koperasi bahwasanya setiap diawal peminjaman akan di potong sebesar 6% dari jumlah  yang dipinjam. Adapun yang menjadi objek dari penelitian ini adalah Koperasi Guru  Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng. Koperasi ini berada dalam  naungan SMP Negeri 1 Kuok. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana  mekanisme di koperasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan simpan pinjam di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng dan  untuk mengetahui bagaimana praktik simpan pinjam di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng Di Tinjau Dari Fiqih Muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian field research yaitu penulis meneliti langsung kelapangan untuk menghimpun data dalam penelitian. Kemudian teknik  pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisa data yang dilakukan secara deskriptif yaitu memberikan dari data yang diperoleh dan menghubungkan satu sama lain untuk mendapatkan  kesimpulan. Kesimpulan daam penelitian ini ditarik secara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan simpan pinjam yang terjadi di Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng bila dilihat dari  Fiqih Muamalah termasuk kedalam kategori qardhul hasan yaitu transaksi yang  dibenarkan oleh islam karena mendatangkan manfaat bagi anggotanya. Oleh karena itu  pengelola Koperasi Guru Harapan Maju Bersama SMP Negeri 1 Kuok Desa Lereng harus  benar-benar memengang prinsip-prinsip muamalah demi menjaga kualitas dan  kesejahteraan bagi anggota koperasi.   Kata kunci : Hukum Muamalah, Simpan Pinjam, Koperasi, SMP Negeri 1 Kuok. The background of writing this thesis is the problems that often occur in savings and loan cooperatives, namely that there are many savings and loan cooperatives whose savings and loan activities are not in accordance with what is permitted by the Islamic religion. For example, the Guru Harapan Maju Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok, Desa Slope, where there is additional money from the amount borrowed. In accordance with the cooperative's annual meeting, every initial loan will be deducted by 6% of the amount borrowed. The object of this research is the Harapan Maju Guru Cooperative  with SMP Negeri 1 Kuok, Slope Village. This cooperative is under the auspices of SMP Negeri 1 Kuok. Therefore researchers want to know how the mechanism in this cooperative. This study aims to determine the implementation of savings and loans at the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village and to find out how the practice of savings and loans at the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village is reviewed from Fiqh Muamalah. This research uses field research research methods, namely the author examines the field directly to collect data in research. Then the data collection techniques in this study by means of observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis was carried out descriptively, namely providing data from the data obtained and connecting one another to draw conclusions. The conclusions in this research are drawn deductively. The results of this study indicate that the implementation of savings and loans that occurred in the Harapan Maju Guru Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok Slope Village, when viewed from the Fiqh Muamalah, is included in the qardhul hasan category, namely transactions that are justified by Islam because they bring benefits to its members. Therefore, the management of the Guru Harapan Maju Cooperative with SMP Negeri 1 Kuok, Slope Village, must truly adhere to the principles of muamalah in order to maintain the quality and welfare of cooperative members.  Keywords: Muamalah Law, Savings and Loans, Cooperatives, SMP Negeri 1 Kuok &nbsp

    ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH DALAM SISTEM EKONOMI SYARI’AH

    Get PDF
    Abstrak Pokok masalah penelitian ini bagaimana zakat infak dan sedekah dalam ekonomi syari’ah. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yakni mengkaji beberapa jurnal buku dan beberapa pendapat ahli hukum atau ulama yang berkaitan dengan pengelolaan infaq zakat dan sedekah. Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu untuk mengeluarkan sebagian harta tertentu dan memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Infak adalah pemberian harta oleh seseorang untuk kepentingan yang baik dan diridai Allah secara sukarela, tanpa batasan jumlah, waktu, atau jenis harta tertentu. Sedekah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian kepada orang lain dengan tujuan mencari ridha Allah. Pemahaman masyarakat terhadap zakat, infak, dan sedekah sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesadaran beribadah dan keefektifan distribusi bantuan sosial dalam Islam. Transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sangat penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan, akuntabilitas, dan efektivitas bantuan sosial. Kata Kunci: Zakat, infak, sedekah, ekonomi syari’ah   Abstract The main problem of this research is how zakat, infaq, and sedekah are managed in Islamic economics. This research is library research, namely reviewing several journals and several opinions of legal experts or scholars related to the management of zakat and sedekah. Zakat is an obligation for every Muslim who is able to allocate a certain portion of his wealth and give it to those who are entitled to receive it. Infaq is the voluntary giving of wealth by someone for a good cause and is approved by Allah, without limitations on the amount, time, or type of certain assets. Sadaqah is a voluntary giving as a form of kindness and concern for others with the aim of seeking Allah's pleasure. Public understanding of zakat, infaq, and sedekah is very important because it is directly related to awareness of worship and the effectiveness of the distribution of social assistance in Islam. Transparency in the management of zakat, infaq, and sedekah (ZIS) is very important because it is directly related to trust, accountability, and the effectiveness of social assistance.  Keywords: Zakat, infak, alms, shariah economicsThe main problem of this research is how zakat, infaq, and sedekah are managed in Islamic economics. This research is library research, namely reviewing several journals and several opinions of legal experts or scholars related to the management of zakat and sedekah. Zakat is an obligation for every Muslim who is able to allocate a certain portion of his wealth and give it to those who are entitled to receive it. Infaq is the voluntary giving of wealth by someone for a good cause and is approved by Allah, without limitations on the amount, time, or type of certain assets. Sadaqah is a voluntary giving as a form of kindness and concern for others with the aim of seeking Allah's pleasure. Public understanding of zakat, infaq, and sedekah is very important because it is directly related to awareness of worship and the effectiveness of the distribution of social assistance in Islam. Transparency in the management of zakat, infaq, and sedekah (ZIS) is very important because it is directly related to trust, accountability, and the effectiveness of social assistance

    EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY (CSR) TERHADAP MINAT MASYARAKAT MENJADI NASABAH (Studi Pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Panorama Kota Bengkulu)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Panorama Kota Bengkulu dalam meningkatkan minat masyarakat menjadi nasabah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 31 responden yang dipilih melalui purposive sampling, dilengkapi data primer berupa angket skala Likert dan data sekunder dari laporan CSR BSI. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR yang dijalankan BSI, meliputi program pendidikan, pemberdayaan UMKM, fasilitas tempat ibadah, bantuan kesehatan, hingga kemitraan sosial di lingkungan lokal, terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat. Tingkat efektivitas CSR setiap tahunnya berada pada kategori cukup efektif hingga efektif, yakni 88,94% pada tahun 2022, 90,2% pada tahun 2023, dan 90,18% pada tahun 2024 . Efektivitas tersebut didukung oleh relevansi program dengan kebutuhan masyarakat, penguatan citra BSI sebagai bank yang peduli, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan syariah. Kata Kunci: Efektivitas, Corporate Social Responsibility (CSR), Minat Masyarakat, BSI   Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the Corporate Social Responsibility (CSR) program of Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Panorama Bengkulu City in increasing public interest in becoming customers. This research employs a descriptive quantitative approach with a sample of 31 respondents selected through purposive sampling, supported by primary data obtained from Likert-scale questionnaires and secondary data from BSI’s CSR reports. Data analysis includes validity tests, reliability tests, normality tests, linearity tests, and simple linear regression. The results indicate that the CSR programs implemented by BSI covering education support, MSME empowerment, worship facility development, health assistance, and community partnerships, have a positive impact on increasing public interest. The effectiveness level of CSR from 2022 to 2024 falls within the moderately effective to effective category, namely 88.94% in 2022, 90.2% in 2023, and 90.18% in 2024. This effectiveness is supported by the relevance of the programs to community needs, BSI’s strengthened image as a socially responsible bank, and enhanced public trust in Islamic financial services.   Keywords: Effectiveness, Corporate Social Responsibility (CSR), Public Interest, BS

    PENGARUH E-COMMERCE SHOPEE DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FE UNIMED

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan e-commerce Shopee dan keputusan pembelian terhadap cara belanja berlebihan para mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 98 mahasiswa, lalu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individual, e-commerce Shopee dan keputusan pembelian tidak secara signifikan memengaruhi cara belanja berlebihan mahasiswa. Selain itu, ketika kedua variabel tersebut dilihat bersama-sama, keduanya juga tidak secara signifikan memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Kata Kunci : e-commerce, keputusan pembelian, perilaku konsumtif.   Abstract This study aims to examine the influence of Shopee e-commerce usage and purchasing decisions on overspending among students at the Faculty of Economics, State University of Medan. This study used a quantitative approach with an associative method. Data were obtained through questionnaires completed by 98 students and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS. The results indicate that individually, Shopee e-commerce and purchasing decisions do not significantly influence students' overspending. Furthermore, when both variables are examined together, neither significantly influences students' consumer behavior. Keywords: e-commerce, purchasing decisions, consumer behavior

    URGENSI QAW‘ID FIQHIYYAH DALAM MENYIKAPI TREN TRADING DAN INVESTASI DIGITAL YANG VIRAL DI SOSMED

    Get PDF
    Abstract This study explores the urgency of qawā‘id fiqhiyyah (Islamic legal maxims) in addressing the rise of digital trading and investment trends that have gone viral on social media. Using a qualitative library research method, this study analyzes the role of Islamic jurisprudence principles as ethical and legal foundations in evaluating various forms of online trading and investment, such as forex, cryptocurrency, and stock platforms. The findings show that qawā‘id fiqhiyyah including al-umūr bi maqāṣidihā (acts are judged by intentions), al-yaqīn lā yazūlu bi al-syak (certainty is not removed by doubt), al-ḍarar yuzāl (harm must be eliminated), al-masyaqqah tajlibu al-taysīr (difficulty brings ease), and al-‘ādah muḥakkamah (custom is authoritative) serve as guiding principles for assessing the legality, transparency, and ethical implications of digital financial activities. The study concludes that applying these maxims provides a flexible yet principled framework that aligns digital financial innovation with maqāṣid al-syarī‘ah (the objectives of Islamic law), emphasizing justice, transparency, and the prevention of harm in the digital economy. Keywords : Qawā‘id Fiqhiyyah; Islamic Law; Digital Trading; Investment Ethics; Maqāṣid al-Syarī‘ah   Abstrak Penelitian ini mengkaji urgensi qawā‘id fiqhiyyah (kaidah-kaidah hukum Islam) dalam menyikapi tren trading dan investasi digital yang semakin viral di media sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis peran prinsip-prinsip fikih Islam sebagai dasar etika dan hukum dalam menilai berbagai bentuk transaksi digital seperti forex, cryptocurrency, dan platform saham daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa qawā‘id fiqhiyyah meliputi al-umūr bi maqāṣidihā (segala perkara tergantung pada tujuannya), al-yaqīn lā yazūlu bi al-syak (keyakinan tidak hilang karena keraguan), al-ḍarar yuzāl (bahaya harus dihilangkan), al-masyaqqah tajlibu al-taysīr (kesulitan membawa kemudahan), dan al- ‘ādah muḥakkamah (adat kebiasaan dapat menjadi dasar hukum) berfungsi sebagai pedoman dalam menilai legalitas, transparansi, dan etika praktik keuangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kaidah-kaidah tersebut memberikan kerangka fleksibel namun tetap berprinsip untuk menyelaraskan inovasi keuangan digital dengan maqāṣid al-syarī‘ah, yakni mewujudkan keadilan, transparansi, serta mencegah kemudaratan dalam aktivitas ekonomi digital. Kata Kunci : Qawā‘id Fiqhiyyah; Hukum Islam; Trading Digital; Etika Investasi; Maqāṣid al-Syarī‘a

    TAFSIR TEKS AL-QUR’AN TENTANG KONSEP “INFAK DAN SADAQAH” DALAM SISTEM EKONOMI SYARI’AH

    Get PDF
    Abstrak Infak dan sadaqah merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi syariah yang berfungsi sebagai sarana pemerataan kesejahteraan dan penguatan solidaritas sosial. Al-Qur’an memberikan landasan normatif yang kuat terkait praktik infak dan sadaqah, baik dari aspek spiritual maupun sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep infak dan sadaqah serta menganalisis nilai-nilai ekonomi syariah yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis terhadap teks Al-Qur’an dan kajian tafsir yang relevan. Analisis dilakukan dengan menelaah makna ayat-ayat infak dan sadaqah serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti keadilan, keseimbangan, dan kepedulian sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep infak dan sadaqah tidak hanya berorientasi pada ibadah individual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan demikian, infak dan sadaqah dapat menjadi instrumen efektif dalam mewujudkan kesejahteraan umat dalam kerangka ekonomi syariah. Kata Kunci: Infak, Sadaqah, Al-Qur’an, Ekonomi Syariah.   Abstract Infak and sadaqah are important instruments in the Islamic economic system that serve as a means of distributing welfare and strengthening social solidarity. The Qur'an provides a strong normative basis for the practice of infak and sadaqah, both from a spiritual and socio-economic perspective. This study aims to examine the verses of the Qur'an related to the concepts of infaq and sadaqah and analyze the Islamic economic values contained therein. The research method used is qualitative research with an analytical approach to the text of the Qur'an and relevant interpretive studies. The analysis was conducted by examining the meaning of the verses on infaq and sadaqah and relating them to Islamic economic principles such as justice, balance, and social concern. The results of the study show that the concepts of infaq and sadaqah are not only oriented towards individual worship, but also have a strategic role in building a fair and sustainable economic system. Thus, infaq and sadaqah can be effective instruments in realizing the welfare of the people within the framework of Islamic economics. Keywords: Infaq, Sadaqah, Al-Qur'an, Islamic Economics

    PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM TERHADAP PERISTIWA KEBAKARAN SUMUR MINYAK ILEGAL DI DESA GANDU KECAMATAN BOGOREJO KABUPATEN BLORA (Studi Kasus di Kepolisian Resor Blora)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum terhadap peristiwa kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, dengan fokus pada penanganan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora. Aktivitas pengeboran minyak ilegal tidak hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga menimbulkan risiko kebakaran yang membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan. Studi kasus ini mengkaji proses penyelidikan, dasar hukum yang digunakan, serta bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku berdasarkan KUHP, UU Migas, dan UU Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Blora telah menerapkan langkah penegakan hukum melalui penyidikan, penetapan tersangka, dan penerapan pasal yang relevan untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa. Kata Kunci:Pertanggungjawaban hukum, kebakaran, sumur minyak ilegal, Polres Blora, penyidikan.   Abstract This study aims to analyze legal accountability for the illegal oil well fire incident in Gandu Village, Bogorejo District, Blora Regency, focusing on the handling of the incident by the Blora Police. Illegal oil drilling activities not only violate legal provisions but also pose a fire risk that endangers public safety and the environment. This case study examines the investigative process, the legal basis used, and the forms of criminal liability of the perpetrators under the Criminal Code, the Oil and Gas Law, and the Environmental Law. The results indicate that the Blora Police have implemented law enforcement measures through investigations, suspect determination, and the application of relevant articles to provide a deterrent effect and prevent similar incidents. Keywords: Legal accountabili, fire, illegal oil well,  Blora Police, investigation

    16,785

    full texts

    19,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇