E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
JUAL BELI E-BOOK PERSPEKTIF MILK AL-TAM (Studi di Toko digital.pop Shoppe)
Abstrak
Perkembangan ekonomi digital mendorong meningkatnya transaksi barang digital, salah satunya e-book. Namun, praktik jual beli e-book menimbulkan persoalan mengenai kejelasan kepemilikan dan hak penggunaan setelah transaksi dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli e-book ditinjau dari perspektif milk al-tām sebagai konsep kepemilikan sempurna dalam hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap penjual dan pembeli e-book di Toko digital.pop Shoppe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli e-book dilakukan melalui mekanisme digital dengan penyerahan akses atau file, namun tidak seluruh transaksi memberikan kepemilikan penuh kepada pembeli karena adanya pembatasan akses dan distribusi. Dengan demikian, praktik tersebut belum sepenuhnya memenuhi unsur milk al-tām. Penelitian ini menyarankan perlunya kejelasan akad dan penegasan hak kepemilikan dalam transaksi e-book agar sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah.
Kata kunci: E-Book, Ekonomi Digital, Jual Beli, Kepemilikan Digital, Milk Al-Tam.
Abstract
The growth of the digital economy has increased transactions of digital goods, including e-books. However, e-book transactions raise issues regarding ownership clarity and usage rights after the transaction is completed. This study aims to analyze the practice of e-book transactions from the perspective of milk al-tam as the concept of full ownership in Islamic law. This research employs field research with a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews and documentation involving e-book sellers and buyers at Digital.pop Shoppe. The findings indicate that e-book transactions are conducted through digital mechanisms by providing file access or downloads; however, not all transactions grant full ownership to buyers due to access and distribution restrictions. Therefore, such practices do not fully fulfill the requirements of milk al-tam. This study recommends clearer contractual arrangements and explicit ownership rights in e-book transactions to ensure compliance with Islamic economic principles.
Keywords: E-Book, Digital Economy, Buying and Selling, Digital Ownership, Milk Al-Ta
PROSES SELEKSI SDM DALAM MANAJEMEN SYARIAH
Abstrak
Kajian ini mengulas proses seleksi sumber daya manusia (SDM) dalam kerangka manajemen syariah dengan menyoroti pandangan Islam terhadap mekanisme rekrutmen karyawan dan penjaringan talenta unggul. Dalam paradigma Islam, seleksi SDM tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis dan latar belakang pendidikan, melainkan juga mempertimbangkan kualitas moral dan spiritual individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep seleksi SDM menurut perspektif Islam, mengidentifikasi nilai-nilai syariah yang menjadi dasar dalam proses rekrutmen dan seleksi, serta menelaah relevansi penerapannya dalam konteks organisasi modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka melalui penelaahan sistematis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang membahas manajemen sumber daya insani berbasis syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses seleksi SDM dalam manajemen syariah menekankan keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas moral, yang tercermin dalam prinsip al-quwwah dan al-amānah. Penerapan prinsip tersebut diyakini mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga beretika dan selaras dengan nilai-nilai Islam dalam mencapai tujuan organisasi.
Kata Kunci: Manajemen syariah, Nilai Islam, Rekrutmen, Seleksi SDM.
Abstract
This study explores the human resource (HR) selection process within the framework of Sharia management by highlighting the Islamic perspective on employee recruitment and talent acquisition. From an Islamic viewpoint, HR selection extends beyond technical skills and academic qualifications to include ethical and spiritual dimensions. This research aims to examine the concept of HR selection in Islam, identify Sharia-based values that underpin recruitment and selection practices, and assess their relevance in contemporary organizational settings. A qualitative approach is employed using a literature review method, drawing upon classical and modern sources related to Islamic human resource management. The findings reveal that HR selection in Sharia management emphasizes a balanced integration of professional capability and moral integrity, as reflected in the principles of al-quwwah and al-amānah. The application of these principles contributes to the formation of human resources who are competent, ethical, and aligned with Islamic values, thereby supporting sustainable organizational performance.
Keywords: Human resource selection, Islamic values, Recruitment, Sharia management.Kajian ini mengulas proses seleksi sumber daya manusia (SDM) dalam kerangka manajemen syariah dengan menyoroti pandangan Islam terhadap mekanisme rekrutmen karyawan dan penjaringan talenta unggul. Dalam paradigma Islam, seleksi SDM tidak hanya berfokus pada kecakapan teknis dan latar belakang pendidikan, melainkan juga mempertimbangkan kualitas moral dan spiritual individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep seleksi SDM menurut perspektif Islam, mengidentifikasi nilai-nilai syariah yang menjadi dasar dalam proses rekrutmen dan seleksi, serta menelaah relevansi penerapannya dalam konteks organisasi modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka melalui penelaahan sistematis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang membahas manajemen sumber daya insani berbasis syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses seleksi SDM dalam manajemen syariah menekankan keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas moral, yang tercermin dalam prinsip al-quwwah dan al-amānah. Penerapan prinsip tersebut diyakini mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga beretika dan selaras dengan nilai-nilai Islam dalam mencapai tujuan organisasi
IMPLEMENTASI UU KETENAGAKERJAAN DALAM INDUSTRI PERBANKAN: ANALISIS PERLINDUNGAN HAK PEKERJA DI ERA DIGITALISASI LAYANAN KEUANGAN
Abstrak:
Digitalisasi layanan keuangan telah mengubah secara signifikan pola hubungan kerja dalam industri perbankan dan menimbulkan tantangan baru dalam perlindungan hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam industri perbankan di era digitalisasi layanan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025 yang diakses melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan mendorong efisiensi dan fleksibilitas kerja, namun juga meningkatkan ketidakpastian hubungan kerja serta belum optimalnya perlindungan hak normatif pekerja, termasuk isu perlindungan data dan privasi. Penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan regulasi ketenagakerjaan yang adaptif agar perlindungan hak pekerja tetap terjamin seiring perkembangan digitalisasi perbankan.
Kata kunci: digitalisasi perbankan, undang-undang ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, hubungan kerja
Abstrack:
The digitalization of financial services has significantly transformed employment relations in the banking industry and created new challenges for the protection of workers’ rights. This study aims to analyze the implementation of labor law in the banking sector in the era of financial services digitalization. The research employs a literature review method of national and international journal articles published between 2020 and 2025 and accessed through Google Scholar. The findings indicate that banking digitalization enhances efficiency and work flexibility but also increases employment insecurity and weakens the protection of workers’ normative rights, including issues related to data protection and employee privacy. This study highlights the need for adaptive labor regulations to ensure adequate protection of workers’ rights while supporting the sustainability of the banking industry in the digital era.
Keywords: banking digitalization, labor law, workers’ rights protection, employment relationsDigitalisasi layanan keuangan telah mengubah secara signifikan pola hubungan kerja dalam industri perbankan dan menimbulkan tantangan baru dalam perlindungan hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Ketenagakerjaan dalam industri perbankan di era digitalisasi layanan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025 yang diakses melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi perbankan mendorong efisiensi dan fleksibilitas kerja, namun juga meningkatkan ketidakpastian hubungan kerja serta belum optimalnya perlindungan hak normatif pekerja, termasuk isu perlindungan data dan privasi. Penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan regulasi ketenagakerjaan yang adaptif agar perlindungan hak pekerja tetap terjamin seiring perkembangan digitalisasi perbankan.
Kata Kunci: digitalisasi perbankan, undang-undang ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, hubungan kerj
Optimasi Dosis Madu Kelor Pada Ibu Menyusui Terhadap Keberhasilan Menyusui dan Pertumbuhan Bayi Usia 1-5 Bulan
Introduction:
Honey has long been recognized as a herbal substance with substantial health benefits, including its potential role in supporting successful breastfeeding and infant growth. One type of honey that has recently gained attention is Moringa oleifera honey (moringa honey), which is rich in essential nutrients and bioactive compounds that may contribute to improving both the quality and quantity of breast milk and potentially preventing stunting. This study was conducted in Maros Regency, an area characterized by a high prevalence of stunting and low coverage of exclusive breastfeeding. Previous studies primarily focused on the benefits of moringa honey supplementation among pregnant women at a dose of 15 ml/day for eight weeks. However, no studies have specifically examined the effects of moringa honey supplementation on breastfeeding success and infant growth, nor have they explored optimal dosing in lactating mothers. Therefore, this study aimed to determine the optimal dose of moringa honey for enhancing breastfeeding success and promoting growth among infants aged 1–5 months
Methods: This study employed a Randomized Controlled Trial (RCT) design with three intervention groups receiving moringa honey at doses of 10 ml/day, 15 ml/day, and 20 ml/day, respectively. Lactating mothers with infants aged 1–5 months were randomly assigned to the intervention groups and received supplementation for four weeks. Breastfeeding success was assessed using a validated breastfeeding success questionnaire, while infant growth was evaluated through measurements of body weight and body length. Data were analyzed using appropriate statistical tests to identify the effective and optimal dose of moringa honey. Differences between intervention and control groups were analyzed using the Independent t-test and Mann–Whitney U test. Within-group pre–post differences were assessed using the Paired t-testand Wilcoxon signed-rank test. Comparisons across all intervention groups were conducted using one-way ANOVA and the Kruskal–Wallis test.
Results: Overall, the findings reinforce the potential of moringa honey as a safe and beneficial herbal intervention for supporting breastfeeding success and infant growth. Comparable effects were observed across all dosage groups, indicating that a lower dose of 10 ml/day is sufficient to confer measurable benefits. This has important practical implications, as lower doses are more feasible, safer, and more affordable for community-level implementation. Given the persistently high prevalence of stunting and low rates of exclusive breastfeeding in many regions, moringa honey may serve as a complementary nutritional intervention that is readily acceptable to lactating mothers. Although no statistically significant differences were observed between dosage groups, the results demonstrate the clinical relevance of moringa honey in supporting lactation and infant growth.
Conclusion:
Supplementation with moringa honey at doses of 10 ml, 15 ml, and 20 ml per day for one month significantly improved breastfeeding success scores and infant growth, with no significant differences among the dosage levels. The similar magnitude of improvement across all groups suggests that the beneficial effects of moringa honey on lactation and infant growth can be achieved even at lower doses. These findings indicate that moringa honey is a safe herbal intervention with promising potential to support maternal and infant health.Pendahuluan: Madu merupakan bahan herbal yang memiliki potensi dalam mendukung kesehatan ibu menyusui dan pertumbuhan bayi. Salah satu jenis madu yang berpotensi adalah madu kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif yang diduga berperan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI serta mendukung pencegahan stunting. Kabupaten Maros termasuk wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi dan cakupan ASI eksklusif yang rendah. Penelitian terkait pemberian madu kelor pada ibu menyusui, khususnya terkait optimasi dosis dan dampaknya terhadap keberhasilan menyusui serta pertumbuhan bayi, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis optimal madu kelor dalam meningkatkan keberhasilan menyusui dan pertumbuhan bayi usia 1–5 bulan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain Randomized Controlled Trial (RCT) dengan tiga kelompok intervensi dosis madu kelor, yaitu 10 ml/hari, 15 ml/hari, dan 20 ml/hari. Intervensi diberikan selama empat minggu kepada ibu menyusui dengan bayi usia 1–5 bulan yang dipilih secara acak. Keberhasilan menyusui diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan pertumbuhan bayi dinilai melalui pengukuran berat dan panjang badan. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dan non-parametrik.
Hasil : Secara keseluruhan, penelitian ini memperkuat potensi madu kelor sebagai intervensi herbal yang aman dan bermanfaat untuk mendukung keberhasilan menyusui dan pertumbuhan bayi. Efek yang relatif serupa pada semua dosis memberikan implikasi bahwa dosis rendah, seperti 10 ml per hari, sudah cukup untuk memberikan manfaat sehingga lebih praktis, aman, dan terjangkau untuk digunakan dalam konteks masyarakat. Mengingat tingginya prevalensi stunting dan rendahnya cakupan ASI eksklusif di berbagai daerah, madu kelor dapat menjadi salah satu alternatif intervensi gizi yang mudah diterapkan dan diterima oleh ibu menyusui. Meskipun penelitian ini belum menemukan perbedaan signifikan antar dosis, temuan ini menunjukkan bahwa madu kelor tetap memiliki nilai klinis sebagai pendukung keberhasilan menyusui dan pertumbuhan bayi.
Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa seluruh dosis madu kelor meningkatkan keberhasilan menyusui dan pertumbuhan bayi secara signifikan, tanpa perbedaan bermakna antar dosis. Dosis 10 ml/hari sudah memberikan manfaat optimal, sehingga madu kelor berpotensi menjadi intervensi herbal yang aman, praktis, dan terjangkau dalam mendukung ASI eksklusif dan pencegahan stunting
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN INOVASI TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN STRATEGI BISNIS SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA
The main problems in this study are: First, does Corporate Social Responsibility (CSR) affect the financial performance of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX)? Second, does technological innovation affect the financial performance of manufacturing companies? Third, does business strategy moderate the effect of CSR on financial performance? Fourth, does business strategy moderate the effect of technological innovation on financial performance? This type of research is classified as quantitative with an associative causality approach. The source of research data is secondary data obtained from the annual reports of manufacturing companies listed on the IDX for the period 2019-2023, using documentation techniques. This study uses the Corporate Social Responsibility Index to measure CSR, R&D expenditure as an indicator of technological innovation, and Return on Assets (ROA) as an indicator of financial performance. The data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) through the SPSS 27 application. The results of the study show that CSR and technological innovation have a significant negative effect on ROA. Meanwhile, business strategy has been shown to strengthen the effect of CSR on financial performance, indicating that companies with the right business strategy can reduce the negative impact of CSR on profitability. However, business strategy does not have a significant effect in moderating the relationship between technological innovation and financial performance.Pokok masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, apakah Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Kedua, apakah inovasi teknologi berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur? Ketiga, apakah strategi bisnis memoderasi pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan? Keempat, apakah strategi bisnis memoderasi pengaruh inovasi teknologi terhadap kinerja keuangan? Jenis penelitian ini tergolong kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausalitas. Sumber data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2019-2023, dengan menggunakan teknik dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Corporate Social Responsibility Index untuk mengukur CSR, pengeluaran R&D sebagai indikator inovasi teknologi, dan Return on Assets (ROA) sebagai indikator kinerja keuangan. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui aplikasi SPSS 27.Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR dan inovasi teknologi berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Sementara itu, strategi bisnis terbukti memperkuat pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan, menunjukkan bahwa perusahaan dengan strategi bisnis yang tepat dapat mengurangi dampak negatif CSR terhadap profitabilitas. Namun, strategi bisnis tidak berpengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan antara inovasi teknologi dan kinerja keuangan
PENGARUH STRES KERJA DAN JOB SATISFACTION TERHADAP KINERJA KARYAWAN WISMA KALLA DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING SEBAGAI VARIABEL MODERATING
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja dan job satisfaction terhadap kinerja karyawan Wisma Kalla Makassar dengan perilaku cyberloafing sebagai variabel moderating. Dalam penelitian variabel yang digunakan adalah stres kerja dan job satisfaction sebagai variabel independent, kinerja karyawan sebagai variabel dependent dan perilaku cyberloafing sebagai variabel moderating. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi, dengan total sampel sebanyak 109 karyawan. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Fokus penelitian ini menggunakan coping Stress oleh Lazarus. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS 23 sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan, job satisfaction berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan, perilaku cyberloafing berpengaruh signifikan dan positif dalam memoderasi stress kerja terhadap kinerja karyawan dan perilaku cyberloafng berpengaruh signifikan dan negative dalam memoderasi job satisfaction terhadap kinerja karyawan.
Kata Kunci: Stres kerja; job satisfaction; kinerja karyawan; perilaku cyberloafing
ABSTRAK
This study aims to determine the effect of job stress and job satisfaction on employee performance of Wisma Kalla Makassar with cyberloafing behavior as a moderating variable. In the research, the variables used are job stress and job satisfaction as independent variables, employee performance as dependent variable and cyberloafing behavior as moderating variable. The type of research used in this study is quantitative research, with an associative approach. The data collection technique in this study used questionnaires and documentation, with a total sample of 109 employees. The sampling technique used in this study was simple random sampling. The focus of this research uses Stress coping by Lazarus. This study uses SPSS 23 software as a data analysis technique. The results showed that work stress has a significant and positive effect on employee performance, job satisfaction has a significant and positive effect on employee performance, cyberloafing behavior has a significant and positive effect in moderating work stress on employee performance and cyberloafing behavior has a significant and negative effect in moderating job satisfaction on employee performance.
Keywords: Job stress; job satisfaction; employee performance; cyberloafing behaviorThis study aims to determine the effect of job stress and job satisfaction on employee performance of Wisma Kalla Makassar with cyberloafing behavior as a moderating variable. In the research, the variables used are job stress and job satisfaction as independent variables, employee performance as dependent variable and cyberloafing behavior as moderating variable.
The type of research used in this study is quantitative research, with an associative approach. The data collection technique in this study used questionnaires and documentation, with a total sample of 109 employees. The sampling technique used in this study was simple random sampling. The focus of this research uses Stress coping by Lazarus. This study uses SPSS 23 software as a data analysis technique.
The results showed that work stress has a significant and positive effect on employee performance, job satisfaction has a significant and positive effect on employee performance, cyberloafing behavior has a significant and positive effect in moderating work stress on employee performance and cyberloafing behavior has a significant and negative effect in moderating job satisfaction on employee performance.
Keywords: Job Stress, Job Satisfaction, Employee Performance and Cyberloafing Behavior
PENDEKATAN MODERNIS TERHADAP AL-QUR’AN: ANTARA INOVASI METODOLOGIS DAN PROBLEM EPISTEMOLOGIS
Abstrak
Artikel ini mengkaji pendekatan modernis dalam studi Al-Qur’an dengan menempatkannya dalam dialektika antara pembaruan metodologis dan problem epistemologis penafsiran. Munculnya pendekatan modernis dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk merespons realitas modern melalui penggunaan metode historis-kontekstual, hermeneutika, serta pendekatan ilmu sosial-humaniora. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik epistemologis pendekatan modernis, menelaah kontribusi metodologisnya dalam pengembangan tafsir Al-Qur’an, serta mengkritisi implikasi filosofis yang ditimbulkannya terhadap konsep wahyu, makna, dan otoritas tafsir. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis kritis terhadap karya-karya tokoh modernis dalam kajian Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan modernis berperan penting dalam memperluas horizon pemaknaan Al-Qur’an dan memperkaya metodologi tafsir kontemporer, khususnya dalam aspek kontekstualisasi. Namun demikian, pendekatan ini juga mengandung problem epistemologis, seperti kecenderungan reduksi dimensi transendental Al-Qur’an, dominasi paradigma rasional-empiris Barat, serta relativisasi otoritas tafsir. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendekatan modernis memerlukan kerangka epistemologi tafsir yang integratif, yang mampu mensinergikan inovasi metodologis dengan prinsip-prinsip normatif ulūm al-Qur’an.
Kata Kunci: Pendekatan Modernis; Tafsir Al-Qur’an; Epistemologi Tafsir; Ulūm Al-Qur’an; Studi Al-Qur’an
Abstract
This article examines modernist approaches to the Qur’an within the philosophical tension between methodological renewal and epistemological challenges in Qur’anic interpretation. The emergence of modernist approaches is driven by the need to respond to modern realities through historical-contextual analysis, hermeneutics, and the integration of social sciences and humanities. This study aims to identify the epistemological foundations of modernist approaches, assess their methodological contributions to contemporary Qur’anic exegesis, and critically evaluate their philosophical implications for the concepts of revelation, meaning, and interpretive authority. Employing a qualitative library-based method, this research conducts a critical analysis of major modernist thinkers in Qur’anic studies. The findings reveal that modernist approaches significantly broaden the interpretive horizons of the Qur’an and enrich exegetical methodologies, particularly in terms of contextualization. Nevertheless, these approaches also raise serious epistemological concerns, including the tendency to reduce the transcendental dimension of revelation, the dominance of Western rational-empirical paradigms, and the relativization of exegetical authority. The article concludes that modernist approaches require a more integrative epistemology of tafsir that harmonizes methodological innovation with the normative principles of ulūm al-Qur’an.
Keywords: Modernist Approach; Qur’anic Exegesis; Epistemology Of Tafsir; Ulūm Al-Qur’an; Qur’anic Studie
RELEVANSI ASBABUL NUZUL SEBAGAI KONSEP HISTORIS AYAT-AYAT AL-QUR’AN
Abstrak
Studi tentang relevansi asbābul nuzūl sebagai konsep historis dalam ayat-ayat Al-Qur'an tetap menjadi topik krusial dalam bidang studi tafsir modern, karena membantu menjaga validitas interpretasi dan mencegah penyederhanaan berlebihan makna di tengah perubahan sosial dan kemajuan digital. Artikel ini berusaha mengungkap bagaimana asbābul nuzūl sebagai landasan historis ayat-ayat Al-Qur'an dapat menjadi dasar untuk penafsiran yang fleksibel dan kontekstual, dengan menganalisis peran konteks wahyu ayat-ayat dalam memahami pesan ilahi. Studi ini menerapkan metode kualitatif-deskriptif melalui analisis tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) dan pendekatan hermeneutika historis, yang menekankan interaksi timbal balik antara teks, konteks, dan realitas sosial. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman asbābul nuzūl tidak hanya meningkatkan akurasi tafsir ayat, tetapi juga berfungsi sebagai alat penting untuk mempromosikan moderasi agama, literasi Islam, dan pembentukan nilai-nilai spiritual yang dapat beradaptasi dengan era digital. Dari perspektif akademik, peneliti merekomendasikan penguatan pendidikan tafsir berbasis konteks di lembaga-lembaga Islam agar nilai-nilai Al-Qur'an dapat diterapkan secara relevan terhadap isu-isu kontemporer seperti radikalisme, etika sosial, dan transformasi teknologi informasi.
Kata Kunci: Asbābul Nuzūl, Tafsir Kontekstual, Hermeneutika, Literasi Islam, Relevansi Historis
Abstract
This study aims to analyze the implementation of amanah (trustworthiness) and mas’uliyyah (responsibility) values in Human Resource Management based on Islamic principles (MSDI) and their impact on employee performance at Khochi Kendari retail company. The background of this research lies in the urgency to develop Islamic work ethics amidst current challenges in workplace professionalism. This research uses a qualitative approach with in-depth interviews and participatory observation techniques targeting employees with more than two years of experience. The results show that amanah strengthens employee integrity and trust, while mas’uliyyah cultivates accountability and a strong sense of responsibility. The simultaneous application of both values leads to a productive and ethical work environment. It is recommended that Islamic values be continuously integrated into MSDI systems through structured training, spiritual development, and ethical-based performance evaluations to support sustainable employee performance.
Keywords: Accountability, Amanah, Employee, MSDI, Responsibilit
Pengalihan hutang, Risiko Gagal Keuangan: IMPLEMENTASI PENGALIHAN HUTANG DAN PENGELOLAAN RISIKO GAGAL BAYAR PADA PRODUK PEMBIAYAAN GADAI EMAS PT BANK SYARIAH INDONESIA TBK KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) BANTAENG
This study aims to analyze the implementation of debt transfer and default risk management in gold pawn financing products at PT Bank Syariah Indonesia Tbk's Bantaeng branch office (KCP). The main problem is then broken down into several research questions: 1) What factors cause debt transfer and default in gold pawn financing products at Bank Syariah Indonesia Bantaeng branch office? 2) What is the implementation mechanism for debt transfer in gold pawn financing products at Bank Syariah Indonesia Bantaeng branch office? 3) What strategies are implemented in managing debt transfer and default in gold pawn financing at Bank Syariah Indonesia Bantaeng branch office? This study used a qualitative method with a field research approach located on Jl. Raya Lanto, Tappajeng Village, Bantaeng District, Bantaeng Regency. Data sources were obtained through observation, interviews, and documentation. The data sources used in this study were sourced from primary and secondary data. Data management and analysis techniques were carried out in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Research by BSI KCP Bantaeng shows that it implements default risk management strategies, including educating customers on the fundamentals of the Islamic financial system. Furthermore, the bank offers financing relief to customers experiencing payment difficulties due to social factors such as natural disasters, health emergencies, or job loss, as a way of implementing the values of justice and empathy.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengalihan hutang dan pengeloaan risiko gagal bayar pada produk pembiayaan gadai emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk kantor cabang pembantu (KCP) Bantaeng. Pokok masalah itu kemudian di breakdown kedalam beberapa rumusan permasalahan yaitu 1)Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pengalihan hutang dan gagal bayar pada produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Indonesia KCP Bantaeng?, 2)Bagaimana mekanisme implementasi pengalihan hutang pada produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Indonesia KCP Bantaeng?, 3)Bagaimana strategi yang diterapkan dalam pengelolaan pengalihan hutang dan gagal bayar pada pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Indonesia KCP Bantaeng? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penedkatan penelitian lapangan yang berlokasi di Jl. Raya Lanto, Kelurahan Tappajeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Sumber data diperoleh melalui Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik pengelolaan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian BSI KCP Bantaeng menerapkan strategi pengelolaan risiko gagal bayar, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada nasabah mengenai dasar-dasar sistem keuangan syariah. Selain itu, bank juga memberikan relaksasi pembiayaan kepada nasabah yang mengalami kesulitan membayar karena faktor sosial seperti bencana alam, musibah kesehatan, atau kehilangan pekerjaan, sebagai bentuk implementasi nilai keadilan dan empati
Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah Guru Madrasah melalui Workshop Penelitian Tindakan Kelas
This community service activity aims to improve the scientific publication competence of madrasah teachers through a classroom action research workshop held at the Aston Palu Hotel, Central Sulawesi. The workshop was attended by 100 madrasah teachers from various levels of education, including MI, MTs, and MA. The implementation methods included presentations on the concepts and methodologies of classroom action research, scientific article writing, publication techniques, and intensive assistance in the preparation of classroom action research articles. The activity was evaluated through a satisfaction survey that measured the suitability and usefulness of the material, the depth of the material, the competence of the facilitators, participant satisfaction, and the comfort and service provided by the committee. The satisfaction survey results showed a very high level of satisfaction with an average score of 4.9 out of 5.0 on all aspects, indicating that the workshop was very effective in achieving its objectives. Participants felt motivated, enlightened, and encouraged to immediately put the knowledge they had gained into practice by compiling PTK and publishing it. The results show that the classroom action research publication workshop is an effective strategy for improving the scientific publication competence of madrasah teachers, with recommendations to provide post-workshop assistance, organize ongoing programs, and expand the program's reach to various regions.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah guru madrasah melalui workshop penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di Hotel Aston Palu, Sulawesi Tengah. Workshop diikuti oleh 100 orang guru madrasah dari berbagai jenjang pendidikan meliputi MI, MTs, dan MA. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi tentang konsep dan metodologi PTK, penulisan artikel ilmiah, teknik publikasi, serta pendampingan intensif dalam penyusunan artikel PTK. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui survei kepuasan yang mengukur aspek kesesuaian materi, kebermanfaatan materi, pendalaman materi, kompetensi fasilitator, kepuasan peserta, serta kenyamanan dan pelayanan panitia. Hasil survei kepuasan menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,9 dari skala 5,0 pada seluruh aspek, mengindikasikan bahwa workshop sangat efektif dalam mencapai tujuannya. Peserta merasa termotivasi, tercerahkan, dan terdorong untuk segera mempraktikkan ilmu yang diperoleh dengan menyusun PTK dan mempublikasikannya. Hasilnya bahwa workshop publikasi penelitian tindakan kelas merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah guru madrasah, dengan rekomendasi untuk melaksanakan pendampingan pasca-workshop, menyelenggarakan program berkelanjutan, serta memperluas jangkauan program ke berbagai daerah