E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
Total Total Energy Intake, Ultra-Processed Food (UPF) Consumption and its Implication on the Nutritional Status of Adolescents of SMP PGRI Cibaribis, Bandung District : New Submit Iriyanti dkk
Adolescent nutritional status reflects health conditions and is influenced by unbalanced diets, including high consumption of ultra-processed foods (UPF). This study aimed to analyze the relationship between total energy intake and frequency of UPF consumption with the nutritional status of adolescents at SMP PGRI Cibaribis, Bandung Regency. The research design used a quantitative observational analytic approach with a cross-sectional design. A sample of 71 students was selected using proportional random sampling technique. Data were collected through the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) and anthropometric measurements. Bivariate analysis using Chi-square test. Results showed the majority of respondents had high energy intake (36.6%) and frequently consumed UPF (76.1%). However, there was no significant relationship between energy intake and nutritional status (p=0.312) nor between frequency of UPF consumption and nutritional status (p=0.644). This finding indicates that both variables do not directly affect the nutritional status of adolescents. Future research is recommended to include other variables such as physical activity, consumption quality, and lifestyle factors that can affect nutritional status more comprehensively.
Key words: energy intake, ultra-processed food (UPF), adolescents, nutritional statu
Penguatan Literasi Manajemen Publikasi Jurnal Ilmiah Berbasis Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna)
This mentoring program aimed to enhance the capacity of scientific journal managers at Universitas Al Asyariyah Mandar, STIBA Makassar, STAI Al Azhar Gowa, and Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, particularly in understanding and implementing the National Journal Accreditation guidelines (ARJUNA). The mentoring was conducted through a phased approach that included mapping the initial conditions of the journals, reviewing editorial governance, analyzing article content, as well as engaging in discussions and hands-on practice in journal management using the Open Journal Systems (OJS) platform. The identification results indicate that the assisted journals generally face similar challenges, including weak documentation of editorial policies and publication ethics, suboptimal peer-review mechanisms, limited diversity among editorial boards and reviewers, low article readability quality, and inconsistent publication schedules. The mentoring subsequently focused on strengthening ARJUNA literacy by outlining journal quality improvement strategies based on best practices derived from journals accredited at SINTA 2. These strategies encompassed the structuring of transparent and standards-compliant journal policies, strengthening the roles of editors and reviewers, implementing systematic and well-documented editorial workflows, improving article quality through more rigorous manuscript selection, and enhancing metadata quality and journal presentation. The implications of this activity demonstrate that the mentoring process not only contributes to improvements in the technical and administrative aspects of journal management but also fosters a paradigm shift toward more strategic, sustainable, and academically quality-oriented journal governance. Accordingly, mentoring serves as an important institutional learning process in preparing these journals to advance their accreditation status toward SINTA 2.Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal ilmiah pada Universitas Al Asyariyah Mandar, STIBA Makassar, STAI Al Azhar Gowa, dan Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, khususnya dalam memahami dan menerapkan pedoman Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA). Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan bertahap yang meliputi pemetaan kondisi awal jurnal, tata kelola editorial, analisis konten artikel, serta diskusi dan praktik langsung pengelolaan jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jurnal-jurnal yang didampingi umumnya menghadapi permasalahan serupa, antara lain lemahnya dokumentasi kebijakan editorial dan etika publikasi, belum optimalnya mekanisme peer review, keterbatasan keberagaman dewan editor dan reviewer, rendahnya kualitas keterbacaan artikel, serta inkonsistensi jadwal terbit. Pendampingan kemudian difokuskan pada penguatan literasi ARJUNA dengan menguraikan strategi peningkatan mutu jurnal berdasarkan pengalaman dari praktik terbaik (best practice) jurnal terakreditasi SINTA 2. Strategi tersebut meliputi penataan kebijakan jurnal yang transparan dan sesuai standar, penguatan peran editor dan reviewer, penerapan alur editorial yang sistematis dan terdokumentasi, peningkatan kualitas artikel melalui seleksi naskah yang lebih ketat, serta perbaikan metadata dan tampilan jurnal. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan tidak hanya berkontribusi pada perbaikan aspek teknis dan administratif jurnal, tetapi juga mendorong perubahan paradigma pengelolaan menuju tata kelola yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berorientasi pada mutu keilmuan. Dengan demikian, pendampingan berperan sebagai proses pembelajaran institusional yang penting dalam mempersiapkan jurnal-jurnal tersebut untuk naik peringkat akreditasi menuju SINTA 2
SEKOLAH UNGGULAN SEBAGAI KEBIJAKAN STRATEGIS: EVALUASI KONSEP, IMPLEMENTASI DAN DAMPAKNYA
This study aims to analyze the policy of flagship schools as a strategy to improve educational quality by examining its conceptual foundations, key components of implementation, and the impacts and challenges it poses for educational equity. Using a library research method, this study reviews various literature, regulations, and empirical findings related to the concept of flagship schools, school-based management, teacher professionalism, curriculum innovation, and the provision of adequate facilities. The findings indicate that flagship schools are supported by strong policy frameworks designed to enhance the quality of learning by ensuring a conducive learning environment, competent educators, and enriched curricula. The implementation of this policy has contributed to improved student achievement and strengthened quality culture within schools. However, the study also identifies several consequences, including potential disparities in access, discriminatory student selection, and unequal distribution of resources across schools. Additional challenges include limited funding, shortages of qualified human resources, resistance to change, administrative bureaucracy, and mismatches between national policies and local contexts. These findings highlight the need for flagship school policies to be designed in a more inclusive, adaptive, and equitable manner so that they not only produce high academic achievement but also support the broader goal of equitable educational quality nationwide.Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan sekolah unggulan sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan melalui telaah konseptual, komponen implementatif, serta dampak dan tantangannya terhadap pemerataan pendidikan. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai literatur, regulasi, dan temuan empiris terkait konsep sekolah unggulan, manajemen berbasis sekolah, profesionalisme guru, inovasi kurikulum, serta pemenuhan sarana prasarana. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah unggulan memiliki dasar kebijakan yang kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, tenaga pendidik kompeten, serta kurikulum yang diperkaya. Implementasi kebijakan ini terbukti berkontribusi pada peningkatan prestasi siswa dan penguatan budaya mutu. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya konsekuensi berupa potensi ketimpangan akses, diskriminasi input siswa, dan kesenjangan sumber daya antarsekolah. Tantangan lain yang diidentifikasi meliputi keterbatasan anggaran, kekurangan SDM berkualitas, resistensi terhadap perubahan, birokrasi yang tidak efektif, serta ketidaksesuaian antara kebijakan nasional dan kondisi lokal. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan sekolah unggulan diarahkan secara lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan agar keberadaannya tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga memperkuat pemerataan mutu pendidikan secara nasional
STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK BERBASIS NILAI ISLAMI DI MADRASAH ALIYAH SYEKH YUSUF
This study aims to analyze the strategy of moral development of students based on Islamic values at Madrasah Aliyah Sheikh Yusuf. The research uses a descriptive qualitative approach to photograph the phenomenon of character development naturally. Data was collected through in-depth interviews with Akidah Akhlak teachers and homeroom teachers as primary sources, as well as literature studies as secondary sources. Data analysis is carried out interactively through reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the strategy of moral development is applied through four pillars: teacher example (uswah hasanah), habituation of Islamic values in madrasah culture, continuous supervision to bridge cognition and moral action, and personal approach of homeroom teachers to touch the emotional aspects of students. The findings also reveal that the internalization of values is still hampered by the influence of social media and diverse family backgrounds. This study concludes that the success of moral development requires synergy across madrasah elements and consistency of supervision. The implications of the research emphasize the importance of adaptive strategies to technological developments to strengthen the moral resilience of students.Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembinaan akhlak peserta didik berbasis nilai Islami di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memotret fenomena pembinaan karakter secara alami. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Akidah Akhlak dan wali kelas sebagai sumber primer, serta studi pustaka sebagai sumber sekunder. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan akhlak diterapkan melalui empat pilar: keteladanan guru (uswah hasanah), pembiasaan nilai Islami dalam budaya madrasah, pengawasan berkelanjutan untuk menjembatani kognisi dan aksi moral, serta pendekatan personal wali kelas untuk menyentuh aspek emosional siswa. Temuan juga mengungkap bahwa internalisasi nilai masih terhambat oleh pengaruh media sosial dan latar belakang keluarga yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembinaan akhlak memerlukan sinergi lintas elemen madrasah dan konsistensi pengawasan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya strategi adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk memperkuat ketahanan moral peserta didik
Operational Performance of A Controlled Landfill in Bantaeng, Indonesia: Leachate Management, Odor Nuisance, and Institutional Constraints
Municipal solid waste management studies increasingly emphasize landfill upgrading and environmental safeguards, yet limited empirical evidence remains on how controlled landfill operations perform under district-level resource constraints and fluctuating waste inflow, creating a gap in operationally grounded evaluations. This study assesses the operational system and environmental management of TPA Batu Terang, the main final disposal facility in Bantaeng Regency, Indonesia, focusing on daily waste inflow dynamics, leachate and landfill gas management, nuisance impacts, social dimensions, and institutional capacity. A qualitative descriptive case study design was applied using field observations and an in-depth semi-structured interview with the Head of the Environmental Agency. Reported waste inflow averaged 27.49 tons/day, periodically increasing to 30–32 tons/day due to routine clean-up programs and increased food and packaging residuals linked to the Free Nutritious Meal (MBG) initiative. The facility implements controlled landfill practices with periodic soil cover, supported by a weighbridge and computerized recording that enables semi-annual reporting and improves accountability. Environmental management is strengthened by a leachate collection system and staged multi-pond treatment (intake–facultative–maturation–biofilter), described as operating within capacity. However, methane utilization remains limited and odor persists as the most salient community concern, typically addressed through reactive covering. Key constraints include aging heavy equipment, limited budgets, human resource needs, and suboptimal source separation. Findings imply that phased improvements prioritizing routine cover discipline, equipment maintenance financing, incremental gas control and monitoring, and upstream waste diversion are essential to reduce impacts and support transition toward an integrated final processing facility (TPAS)
مفهوم الصرف في سورة الكهف
يهدف هذا البحث إلى دراسة فهم علم الصرف في سورة الكهف من خلال تحليل الأوزان الصرفية وتغيراتها ودلالاتها في بناء المعنى القرآني. اعتمد الباحث على المنهج الوصفي النوعي من خلال دراسة مكتبية، حيث قام بتحليل الآيات التي تبرز فيها البنية الصرفية للكلمات، واستند في ذلك إلى كتب التفسير، ومصادر علم الصرف القديمة والحديثة، والدراسات العلمية ذات الصلة. وجمعت البيانات باستخدام أساليب التوثيق والمراجعة الأدبية للنصوص. وتوصل البحث إلى أن سورة الكهف تحتوي على تراكيب صرفية متنوعة تعكس عمق النظام اللغوي للغة العربية، وتُسهم بشكل كبير في إيصال المعاني البلاغية والتربوية والدينية في النص القرآني. كما بيّنت النتائج أن فهم الظواهر الصرفية في السورة يُعدّ مدخلًا أساسيًا لفهم المعاني الدقيقة للنص، ويساهم في تعميق مهارات الفهم اللغوي لدارسي اللغة العربية وعلوم القرآن.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman ilmu sharaf dalam Surah Al-Kahfi dengan menyoroti bentuk-bentuk morfologis kata serta fungsinya dalam membangun makna ayat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Metodologi yang diterapkan mencakup analisis teks terhadap ayat-ayat yang mengandung perubahan bentuk kata, serta kajian terhadap teori-teori morfologi Arab klasik dan kontemporer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur terhadap kitab tafsir, kitab ilmu sharaf, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-Kahfi mengandung berbagai bentuk tashrif (perubahan morfologi) yang menunjukkan kekayaan struktur bahasa Arab dan memperkuat makna-makna spiritual, naratif, dan retoris dalam ayat-ayatnya. Pemahaman sharaf terbukti menjadi kunci untuk mengungkap kedalaman pesan Al-Qur’an secara linguistik, khususnya dalam Surah Al-Kahfi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam mengintegrasikan analisis sharaf dalam studi tafsir
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS TERHADAP ANAK USIA DINI DI TK IT LUTHFIATUNNISA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan karakter religius anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan keagamaan di TKIT Luthfiatunnisa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru yang terlibat langsung dalam pembinaan karakter religius anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah harian, keteladanan guru, penciptaan lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama dengan orang tua. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku anak, seperti terbiasanya mengucapkan salam, menunjukkan sikap sopan, serta antusias mengikuti kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten dan disertai keteladanan guru mampu membentuk karakter religius anak usia dini secara efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan karakter religius anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan keagamaan di TKIT Luthfiatunnisa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru yang terlibat langsung dalam pembinaan karakter religius anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah harian, keteladanan guru, penciptaan lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama dengan orang tua. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku anak, seperti terbiasanya mengucapkan salam, menunjukkan sikap sopan, serta antusias mengikuti kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten dan disertai keteladanan guru mampu membentuk karakter religius anak usia dini secara efektif
POTRET MODERASI BERAGAMA DALAM PENGALAMAN KOMUNITAS TOWANI TOLOTANG
Moderasi beragama merupakan pandangan hidup beragama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Namun seringkali tuntunan moderasi beragama hanya berasal dari agama-agama besar. Sehingga menafikan sudut pandang penghayat kepercayaan. Tulisan ini akan menggambarkan wajah moderasi beragama dari Komunitas Penghayat Kepercayaan Towani Tolotang. Towani merupakan kepercayaan yang eksis bagi sebagian masyarakat di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Gambaran tersebut diperoleh melalui studi fenomenologi, dengan menggali pengalaman langsung masyarakat setempat sebagai subjek penelitian. Kemudian, data diolah, dianalisis dengan pendekatan interdisipliner. Setelah melalui proses penelitian, ditemukan bahwa praktik moderasi beragama telah dilaksanakan oleh Komunitas Towani Tolotang dalam lintas sejarah. Pengalaman tersebut terurai melalui Interaksi sosial, ritual dan prinsip Towani, Dialog dan kerjasama, peran uwatta dan tantangan serta hambatan yang dihadapi Komunitas Towani.Moderasi beragama merupakan pandangan hidup beragama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Namun seringkali tuntunan moderasi beragama hanya berasal dari agama-agama besar. Sehingga menafikan sudut pandang penghayat kepercayaan. Tulisan ini akan menggambarkan wajah moderasi beragama dari Komunitas Penghayat Kepercayaan Towani Tolotang. Towani merupakan kepercayaan yang eksis bagi sebagian masyarakat di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang. Gambaran tersebut diperoleh melalui studi fenomenologi, dengan menggali pengalaman langsung masyarakat setempat sebagai subjek penelitian. Kemudian data diolah, dianalisis dengan pendekatan interdisipliner. Setelah melalui proses penelitian, ditemukan bahwa praktik moderasi beragama telah dilaksanakan oleh Komunitas Towani Tolotang dalam lintas sejarah. Pengalaman tersebut terurai melalui Interaksi sosial, ritual dan prinsip Towani, Dialog dan kerjasama, peran uwatta dan tantangan serta tantangan yang dihadapi Komunitas Towani
Ruqyah Syar'iyyah in Contemporary Spiritual Therapy Practice: Ruqyah Syar'iyyah in Contemporary Spiritual Therapy Practice
Ruqyah syar’iyah is an Islamic spiritual healing practice grounded in Qur’anic verses and prophetic supplications and is increasingly used as a complementary therapy within Muslim communities. In Indonesia, this practice is not only maintained as a religious tradition but has also been developed into more structured therapeutic models. Nevertheless, academic discussions on its therapeutic mechanisms and its integration into holistic health care remain limited. This article examines the practice of ruqyah syar’iyah at the Rehab Hati Foundation in Gowa Regency, South Sulawesi, with the aim of understanding its role in supporting spiritual and psychological well-being. Using a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews with practitioners, patients, and foundation administrators, complemented by participant observation and document analysis. The findings indicate that ruqyah addresses spiritual disturbances while also generating meaningful psychotherapeutic effects, including emotional stability, strengthened faith, improved coping capacity, and renewed optimism. These findings highlight the potential of ruqyah syar’iyah to be integrated into holistic health frameworks that connect religious, psychological, and social dimensions.Ruqyah syar’iyah merupakan praktik penyembuhan spiritual Islam yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa Nabi, serta semakin banyak dimanfaatkan sebagai terapi komplementer di tengah masyarakat Muslim. Di Indonesia, praktik ini tidak hanya dipertahankan sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga dikembangkan dalam bentuk model terapi yang lebih terstruktur. Namun, kajian akademik mengenai mekanisme terapeutik dan integrasinya dalam pendekatan kesehatan holistik masih relatif terbatas. Artikel ini membahas praktik ruqyah syar’iyah di Yayasan Rehab Hati, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dengan tujuan memahami perannya dalam pemulihan spiritual dan psikologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan peruqyah, pasien, dan pengelola yayasan, disertai observasi partisipatif serta telaah dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruqyah tidak hanya menangani gangguan spiritual, tetapi juga memberikan dampak psikoterapeutik berupa ketenangan emosional, penguatan iman, peningkatan daya lenting, dan optimisme hidup. Temuan ini menegaskan potensi ruqyah syar’iyah sebagai bagian dari pendekatan kesehatan holistik yang memadukan dimensi religius, psikologis, dan sosial
Perbandingan Stabilitas Bahan dan Kualitas Citra Grayscale pada Phantom Ultrasonography (USG) Berbasis Agar dan Oli
This study aims to compare the stability of materials and grayscale image quality of agar and oil-based ultrasonography (USG) phantoms. The method used includes making two types of phantoms with the same object, then imaging using a MINDRAY brand Ultrasography (USG) device type DP-10. Grayscale data was analyzed by calculating the average, standard deviation, and visual evaluation based on homogeneity, contrast, noise, and edge sharpness. The results showed that both phantoms had grayscale values that were still within the tolerance range of ±10% of the average, indicating the stability of wave propagation at an acceptable depth. However, the oil phantom showed a higher average intensity value of 9.838 cm and a lower standard deviation of 0.152053, compared to agar 9.584 cm and a standard deviation of 0.202. The oil phantom image appeared more homogeneous, sharp, and had minimal noise compared to the agar phantom. Thus, the oil-based phantom is considered superior in producing stable and representative grayscale image quality, and is more durable than agarPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan stabilitas bahan dan kualitas citra greyscale dari phantom ultrasonography (USG) berbasis agar dan oli. Metode yang digunakan meliputi pembuatan dua jenis phantom dengan objek yang sama, kemudian dilakukan pencitraan menggunakan perangkat Ultrasonography (USG) merek MINDRAY tipe DP-10. Data greyscale dianalisis melalui perhitungan rata-rata, standar deviasi, serta evaluasi visual berdasarkan homogenitas , kontras, noise , dan ketajaman tepi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua phantom memiliki nilai greyscale yang masih berada dalam rentang toleransi ±10% terhadap rata-rata, menandakan kestabilan propagasi gelombang pada kedalaman yang dapat diterima. Namun, phantom oli menunjukkan nilai rata-rata intensitas lebih tinggi 9,838 cm dan standar deviasi lebih rendah 0,152053, dibandingkan agar 9,584 cm dan standar deviasi 0,202. Citra phantom oli tampak lebih homogen, tajam, dan minim noise dibandingkan phantom agar. Dengan demikian, Phantom berbasis oli dinilai lebih unggul dalam menghasilkan kualitas citra greyscale yang stabil dan representatif, serta lebih tahan lama dibandingkan agar