E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Keberadaan Indomaret Di Kecamatan Kalukku kabupaten Mamuju
Abstrak
Pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Keberadaan Indomaret Di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Pokok Masalah dibagi dua sub masalah yaitu: (1) Bagaimana keberadaan Indomaret terhadap omset usaha warung kelontong Di kecamatan kalukku kabupaten Mamuju? (2) Bagaimana ketentuan hukum Ekonomi syariah mengenai persaingan usaha?. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau field research, Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi yang dilakukan dilapangan atau di tengah-tengah masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan syar’i yaitu untuk mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Keberadaan Indomaret Di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberadaan indomaret berpengaruh tehadap omset usaha warung kelontong di Kecamatan Kalukku, karena itu tidak sesuai dengan ketentuan hukum ekonomi syariah mengenai persaingan usaha, keberadaan indomaret terhadap omset usaha warung kelontong di Kecamatan Kalukku sudah menjadi masalah bagi pendapatan para pedagang kecil, usaha mereka tetap berjalan akan tetapi pendapatannya berkurang, hanya bisa menghidupi kesehariannya saja. Pendapatan setelah adanya indomaret menjadi berkurang berbeda dengan sebelum adanya indomaret di dekat usaha pedagang kecil, masyarakat mulai banyak berbelanja di indomaret dibanding ke warung kelontong. Implikasi dari penelitian ini adalah pelaku usaha harus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki manajemen usahanya sehingga dapat bersaing dengan indomaret.
Kata Kunci: Ekonomi Syariah, Indomaret
Abstract
The main problem in this writing is a review of Sharia Economic Law regarding the existence of Indomaret in Kalukku District, Mamuju Regency. The main problem is divided into two sub-problems, namely: (1) How does the existence of Indomaret affect the turnover of grocery stall businesses in Kalukku sub-district, Mamuju district? (2) What are the provisions of sharia economic law regarding business competition? The type of research used is field research. The methods used are interviews and observations carried out in the field or among the community. The research approach used is a syar'i approach, namely to determine the Review of Sharia Economic Law on the Existence of Indomaret in Kalukku District, Mamuju Regency. The results of the research show that the existence of Indomaret has an effect on the turnover of grocery stall businesses in Kalukku District, because it is not in accordance with the provisions of sharia economic law regarding business competition, the existence of Indomaret on the turnover of grocery stall businesses in Kalukku District has become a problem for the income of small traders, businesses they are still running but their income is reduced, they can only support their daily lives. Income after the existence of Indomaret decreased, unlike before the existence of Indomaret near small traders' businesses, people began to shop more at Indomaret rather than at grocery stalls. The implication of this research is that business actors must improve service quality and improve their business management so that they can compete with Indomaret.
Keywords: Sharia Economy, IndomaretPokok permasalahan dalam penulisan ini adalah Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Keberadaan Indomaret Di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Pokok Masalah dibagi dua sub masalah yaitu: (1) Bagaimana keberadaan Indomaret terhadap omset usaha warung kelontong Di kecamatan kalukku kabupaten Mamuju? (2) Bagaimana ketentuan hukum Ekonomi syariah mengenai persaingan usaha?. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau field research, Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi yang dilakukan dilapangan atau di tengah-tengah masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan syar’i yaitu untuk mengetahui Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Keberadaan Indomaret Di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberadaan indomaret berpengaruh tehadap omset usaha warung kelontong di Kecamatan Kalukku, karena itu tidak sesuai dengan ketentuan hukum ekonomi syariah mengenai persaingan usaha, keberadaan indomaret terhadap omset usaha warung kelontong di Kecamatan Kalukku sudah menjadi masalah bagi pendapatan para pedagang kecil, usaha mereka tetap berjalan akan tetapi pendapatannya berkurang, hanya bisa menghidupi kesehariannya saja. Pendapatan setelah adanya indomaret menjadi berkurang berbeda dengan sebelum adanya indomaret di dekat usaha pedagang kecil, masyarakat mulai banyak berbelanja di indomaret dibanding ke warung kelontong. Implikasi dari penelitian ini adalah pelaku usaha harus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki manajemen usahanya sehingga dapat bersaing dengan indomaret
PRODUK HALAL SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF: PERAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL HIJAUDALAM KEBERLANJUTAN INDUSTRI HALAL
Abstrak
Industri halal telah berkembang menjadi salah satu sektor strategis dalam ekonomi global. Produk halal tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga menjadi simbol kualitas, keberlanjutan, dan etika bisnis. Artikel ini membahas bagaimana produk halal menjadi keunggulan kompetitif di pasar global melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penerapan kepemimpinan transformasional hijau. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur terkini. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi SDM dalam manajemen halal dan inovasi, serta peran pemimpin berorientasi lingkungan, menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri halal secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Produk halal, keunggulan kompetitif, sumber daya manusia, kepemimpinan hijau, industri halal
Abstract
The halal industry has developed into one of the strategic sectors in the global economy. Halal products not only reflect compliance with sharia principles, but also symbolize quality, sustainability, and business ethics. This article discusses how halal products become a competitive advantage in the global market through strengthening human resources (HR) and implementing green transformational leadership. This study uses a qualitative-descriptive approach based on recent literature studies. The results show that HR competencies in halal management and innovation, as well as the role of environmentally oriented leaders, are important factors in improving the competitiveness of the halal industry in a sustainable manner.
Keywords: Halal products, competitive advantage, human resources, green leadership, halal industr
PRAKTIK KONSINYASI DALAM PENJUALAN PRODUK PADA TOKO KELONTONG DI BLOK BALIR DESA MEKARJAYA PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Abstrak
Kegiatan ekonomi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari hubungan sosial yang saling bergantung, karena pada dasarnya ekonomi berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup melalui pertukaran barang dan jasa. Salah satu bentuk transaksi yang berkembang adalah sistem konsinyasi yang banyak digunakan oleh usaha kecil seperti toko kelontong. Sistem ini memungkinkan pemilik toko menjual produk tanpa modal besar karena barang tetap milik pemasok hingga terjual. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik konsinyasi di Toko Kelontong Blok Balir, Desa Mekarjaya, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan melalui wawancara dengan pemilik toko dan pemasok serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem konsinyasi dijalankan melalui kesepakatan lisan berdasarkan kepercayaan timbal balik. Pemilik toko hanya membayar barang yang terjual, sedangkan barang tidak terjual dikembalikan kepada pemasok. Praktik ini sejalan dengan akad Samsarah dan Ju‘alah dalam muamalah Islam, di mana pemilik toko bertindak sebagai perantara dan memperoleh komisi dari hasil penjualan. Berdasarkan hukum ekonomi Islam, praktik ini mencerminkan prinsip Tawhid, ‘Adl, Khilafah, dan Mashlahah, sehingga dapat dikategorikan sesuai dengan prinsip muamalah syariah karena mengandung keadilan, kejujuran, dan manfaat bersama.
Kata Kunci: Konsinyasi, Toko Kelontong, Akad Samsarah, Akad Ju‘alah, Hukum Ekonomi Syariah.
Abstract
Community economic activities cannot be separated from interdependent social relations, because basically the economy functions to meet the needs of life through the exchange of goods and services. One form of transaction that has developed is the consignment system, which is widely used by small businesses such as grocery stores. This system allows shop owners to sell products without large capital because the goods remain the property of the supplier until they are sold. This study aims to analyze the practice of consignment at the Balir Block Grocery Store, Mekarjaya Village, and to assess its compliance with the principles of sharia economic law. The method used is descriptive qualitative with field research through interviews with shop owners and suppliers, as well as literature review. The results show that the consignment system is carried out through an oral agreement based on mutual trust. The shop owner only pays for goods that are sold, while unsold goods are returned to the supplier. This practice is in line with the Samsarah and Ju‘alah contracts in Islamic muamalah, where the shop owner acts as an intermediary and receives a commission from sales proceeds. Based on Islamic economic law, this practice reflects the principles of Tawhid, ‘Adl, Khilafah, and Mashlahah, so it can be categorized as in accordance with the principles of sharia muamalah because it contains elements of justice, honesty, and mutual benefit.
Keywords: Consignment, Grocery Store, Samsarah Agreement, Ju'alah Agreement, Sharia Economic Law
ANALISIS YURIDIS PERANAN APLIKASI SIKS-NG DINAS SOSIAL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI KABUPATEN LUWU TIMUR
Abstrak
Latar belakang: Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur merupakan instansi pemerintah yang menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat dalam menangani permasalahan bantuan sosial kepada masyarakat yang memiliki peran dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, kelompok, dan masyarakat. Tujuan Untuk mengetahui peranan Aplikasi SIKS-NG Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian yang termasuk dalam penelitian hukum yudiris-empiris. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik yang bertujuan untuk menjawab dan memecahkan gejala sosial yang terjadi dan berusaha memberikan gambaran-gambaran yang jelas tentang permasalahan yang ada di Dinas Sosial P3A Kabupaten Luwu Timur. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terjadinya penyelewengan jabatan dalam melkukan verifikasi datapenerima BPNT dan tidak valid nya data pertanggungjawaban yang dilakukan. Kesimpulan: Peranan Aplikasi SIKS-NG akan sangat berperan baik jika bagian dariverifikasi lapangan dapat mengikuti mekanisme pembagian BPNT sesuai dengan aturan Permensos Nomor 1 Tahun 2019 dan Noor 3 Tahun 2021.
Kata Kunci: Peran, Aplikasi SIKS-NG, Penyaluran Bantuan Sosial
Abstract
The Social Service, Women's Empowerment, and Child Protection (Dinsos P3A) of East Luwu Regency is a government agency that follows up on Central Government policies in addressing social assistance issues for the community. It plays a role in improving the social welfare of individuals, groups, and communities. To determine the role of the SIKS-NG Application of the Social Service for Women's Empowerment and Child Protection. The type of research used is a judicial-empirical legal research. Using a descriptive analytical approach, it aims to address and resolve existing social phenomena and provides a clear picture of the problems at the Social Service, Women's Empowerment, and Child Protection. The study showed that abuse of office occurred in verifying BPNT recipient data and that the accountability data was invalid. The SIKS-NG application will play a significant role if field verification adheres to the BPNT distribution mechanism in accordance with the regulations of the Minister of Social Affairs Regulation No. 1 of 2019 and No. 3 of 2021.
Keywords: Role, SIKS-NG Application, Distribution of Social Assistanc
PEMETAAN PERKEMBANGAN BISNIS DIGITAL ISLAM DI INDONESIA: ANALISIS BIBLIOMETRIK
Abstract
This study explores the development of Islamic Digital Business in Indonesia, focusing on the growth and trends of digital transformation within Islamic business practices from 2011 to 2026. With the rapid growth of digital technologies, this research examines how Islamic principles are integrated into digital business models, particularly in the context of e-commerce, small and medium-sized enterprises (SMEs), and digital innovation. The study aims to identify key themes, emerging trends, and gaps in the existing literature, providing a comprehensive understanding of the field. A bibliometric analysis of relevant scholarly articles is conducted to assess global contributions and identify leading countries, institutions, and authors. The research methodology includes thematic analysis to explore dominant themes such as business performance, digital transformation, and business sustainability, along with underexplored areas like halal certification and Islamic finance. The study also examines the social and ethical implications of digital business in the Islamic context, emphasizing the importance of aligning business practices with Islamic values. Findings reveal that while e-commerce and digital transformation dominate the research landscape, areas like Islamic finance and sustainability remain underexplored. The research highlights the importance of interdisciplinary collaboration and suggests future research directions, particularly in integrating AI with Islamic business models and ensuring ethical and sustainable business practices. This study significantly contributes to the understanding of Islamic digital business in Indonesia, offering insights that can guide future research and practices in the field.
Keyword: Islamic Digital Business, Islamic E-commerce, Digital TransformationPenelitian ini mengkaji perkembangan Bisnis Digital Islam di Indonesia, dengan fokus pada pertumbuhan dan tren transformasi digital dalam praktik bisnis Islam dari tahun 2011 hingga 2026. Seiring dengan pertumbuhan pesat teknologi digital, penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip-prinsip Islam diintegrasikan ke dalam model bisnis digital, khususnya dalam konteks e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM), serta inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema kunci, tren yang muncul, dan celah dalam literatur yang ada, memberikan pemahaman komprehensif tentang bidang ini. Analisis bibliometrik terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan dilakukan untuk menilai kontribusi global dan mengidentifikasi negara-negara, institusi, dan penulis terkemuka. Metodologi penelitian meliputi analisis tematik untuk mengeksplorasi tema-tema dominan seperti kinerja bisnis, transformasi digital, dan keberlanjutan bisnis, serta area yang kurang dieksplorasi seperti sertifikasi halal dan keuangan Islam. Studi ini juga mengkaji implikasi sosial dan etis dari bisnis digital dalam konteks Islam, menekankan pentingnya menyelaraskan praktik bisnis dengan nilai-nilai Islam. Temuan menunjukkan bahwa meskipun e-commerce dan transformasi digital mendominasi lanskap penelitian, area seperti keuangan Islam dan keberlanjutan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi interdisipliner dan mengusulkan arah penelitian masa depan, terutama dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan model bisnis Islam serta memastikan praktik bisnis yang etis dan berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang bisnis digital Islam di Indonesia, dengan memberikan wawasan yang dapat menjadi panduan bagi penelitian dan praktik di bidang ini di masa mendatang
KARTU KREDIT SYARIAH DIGITAL: PROSPEK DAN TANTANGAN DI ERA CASHLESS SOCIETY
Abstrak
Perkembangan teknologi digital di era industri modern telah mengubah pola transaksi masyarakat dari sistem tunai menuju nontunai (cashless society). Perubahan ini menghadirkan peluang besar bagi perbankan syariah untuk berinovasi melalui produk kartu kredit syariah digital yang tidak hanya menawarkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjamin kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan kartu kredit syariah digital di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, terutama dari aspek regulasi, literasi keuangan, teknologi, dan keamanan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan tinjauan pustaka, mengacu pada literatur dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kartu kredit syariah digital memiliki potensi besar dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat daya saing bank syariah di era digital. Namun, terdapat hambatan signifikan berupa risiko keamanan siber, rendahnya literasi keuangan syariah, serta keterbatasan regulasi dan infrastruktur. Dengan demikian, penguatan aspek keamanan, peningkatan literasi, serta dukungan regulasi yang jelas diperlukan agar kartu kredit syariah digital dapat diterima luas oleh masyarakat dan berkontribusi optimal pada pengembangan ekonomi syariah.
Kata Kunci : Kartu Kredit Syariah, Digitalisasi, Cashless Society, Prospek, Tantangan
Abstract
The rapid development of digital technology in the modern industrial era has transformed people’s transaction patterns from cash-based to cashless systems. This shift provides a significant opportunity for Islamic banking to innovate through digital Sharia credit cards, which not only offer convenience in financial transactions but also ensure compliance with Islamic principles. This study aims to analyze the prospects of developing digital Sharia credit cards in Indonesia and to identify the challenges in their implementation, particularly regarding regulation, financial literacy, technology, and security. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach, referring to relevant studies and scholarly articles. The findings reveal that digital Sharia credit cards have great potential to expand financial inclusion and enhance the competitiveness of Islamic banks in the digital era. However, notable obstacles remain, such as cybersecurity risks, low levels of Sharia financial literacy, and regulatory as well as infrastructural limitations. Therefore, strengthening digital security, improving financial literacy, and ensuring clear regulatory frameworks are essential to encourage broader public acceptance and maximize the contribution of digital Sharia credit cards to the growth of the Islamic economy.
Keywords: Islamic credit card, digitalization, cashless society, prospects, challenge
PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF IMAM SYAFI‘I DAN RELEVANSINYA TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019
Abstrak
Fenomena pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang serius di Indonesia karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta masa depan anak. Meskipun pemerintah telah menetapkan batas usia minimal pernikahan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik pernikahan di bawah umur tetap banyak terjadi, terutama di daerah pedesaan dengan faktor budaya dan ekonomi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Imam al-Syafi‘i tentang batas usia dan kelayakan pernikahan serta relevansinya terhadap fenomena pernikahan dini dalam konteks hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif dan studi kepustakaan (library research), yang menelaah sumber-sumber klasik seperti al-Umm serta literatur hukum Islam dan peraturan perundang-undangan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam al-Syafi‘i, pernikahan anak secara hukum fiqih sah apabila terpenuhi syarat dan rukun serta mengandung kemaslahatan bagi pihak yang dinikahkan. Namun, dalam konteks modern, praktik tersebut bertentangan dengan tujuan hukum Islam (maqāṣid al-syarī‘ah), khususnya prinsip perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Oleh karena itu, reinterpretasi terhadap pandangan klasik Imam al-Syafi‘i menjadi penting agar sejalan dengan nilai kemaslahatan dan perlindungan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat dinamis dan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan umat.
Kata Kunci: Hukum Islam, Imam al-Syafi‘i, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Pernikahan Dini, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019
Abstract
Early marriage remains a major social issue in Indonesia, affecting health, education, economy, and the future of children. Despite the government’s efforts to regulate the minimum marriage age through Law No. 16 of 2019, underage marriages continue to occur, particularly in rural areas influenced by cultural and economic factors. This study aims to analyze Imam al-Shafi‘i’s perspective on the age and eligibility of marriage and its relevance to the phenomenon of early marriage within the framework of Islamic and national law. The research applies a qualitative method with a normative approach through library research, examining classical Shafi‘i sources such as al-Umm, Islamic legal literature, and Indonesian marriage law. The findings reveal that, according to Imam al-Shafi‘i, child marriage is legally valid in Islamic jurisprudence if it fulfills all requirements and brings benefit (maṣlaḥah) to those involved. However, in the modern context, such practice contradicts the objectives of Islamic law (maqāṣid al-syarī‘ah), particularly the protection of life (ḥifẓ al-nafs) and lineage (ḥifẓ al-nasl). Therefore, reinterpretation of Imam al-Shafi‘i’s classical thought is essential to align with contemporary social realities and child protection principles as embodied in Law No. 16 of 2019. This research concludes that Islamic law is dynamic and adaptive, aiming to uphold justice and social welfare in line with the spirit of maqāṣid al-syarī‘ah.
Keywords: Early Marriage, Imam al-Shafi‘i, Islamic Law, Law No. 16 of 2019, Maqāṣid al-Syarī‘a
TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN
Abstrak
Keadilan restoratif telah menjadi alternatif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan ringan di Indonesia, khususnya di institusi seperti kepolisian dan kejaksaan. Studi empiris menunjukkan bahwa mekanisme ini pada umumnya melibatkan mediasi antara pelaku, korban, dan tokoh masyarakat melalui forum seperti Rumah Restorative Justice, serta menawarkan keadilan yang lebih manusiawi dibandingkan proses litigasi formal. Di sisi hukum Islam, konsep ini sejalan dengan prinsip al‑‘afwu (pemaafan), al‑islah (perdamaian), dan diyat (kompensasi) sebagai bentuk restorative justice sejak sejarah awal syariah. Namun, implementasi di lapangan masih terkendala oleh ketidakjelasan standar biaya dan durasi mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian restorative justice dalam penganiayaan ringan dengan hukum pidana Islam, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan rekomendasi normatif agar praktik tersebut lebih adil, konsisten, dan sesuai koridor syariah. Menggunakan metode yuridis-normatif dan studi kasus, hasil studi ini menunjukkan bahwa restorative justice modern memiliki basis teologis yang kuat dalam Islam dan memberikan peluang untuk integrasi yang harmonis dalam sistem hukum nasional.
Kata kunci: keadilan restoratif; hukum pidana Islam; penganiayaan ringan; al-‘afwu; diyat.
Abstract
Restorative justice has emerged as an alternative approach to handling minor assault cases in Indonesia, particularly within police and prosecutor institutions. Empirical studies indicate that this mechanism typically involves mediation among the perpetrator, victim, and community figures via platforms such as Restorative Justice Houses, offering a more humane form of justice compared to formal litigation. From the perspective of Islamic criminal law, this approach aligns with the principles of al-‘afwu (forgiveness), al-islah (reconciliation), and diyat (compensation) as core elements of restorative justice since the early era of Sharia. However, practical implementation faces obstacles such as unclear compensation standards and limited mediation duration. This study aims to analyze the compatibility of restorative justice in minor assault cases with Islamic criminal law, identify challenges, and formulate normative recommendations to ensure a more equitable, consistent practice within the framework of Sharia. Through a combined normative legal and case-based methodology, the findings indicate that modern restorative justice is grounded in Islamic theological principles and presents a promising avenue for harmonious integration within the national legal system.
Keywords: restorative justice; Islamic criminal law; minor assault; al-‘afwu; diyat
IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN BISNIS DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS UMKM DISTRO MUSLIM MAKASSAR)
Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, termasuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fashion muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran digital dalam pengembangan bisnis distro muslim di era digitalisasi dengan studi kasus pada Distro Muslim Makassar. Fokus kajian meliputi bentuk penerapan strategi pemasaran digital, media dan platform yang digunakan, peran pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan, jangkauan pasar, dan citra merek, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis deskriptif terhadap praktik pemasaran digital yang diterapkan oleh Distro Muslim Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, marketplace, dan platform komunikasi digital berperan penting dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat identitas merek distro muslim. Namun, penerapan strategi pemasaran digital juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, tingginya persaingan digital, serta cepatnya perubahan tren dan algoritma platform. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, inovasi konten, dan perencanaan pemasaran yang berkelanjutan agar distro muslim mampu meningkatkan daya saing dan mencapai keinginan usaha di era digitalisasi.
Kata kunci : pemasaran digital, pengembangan bisnis, UMKM, era digitalisasi.
Abstract
The rapid development of digital technology has brought significant changes to marketing strategies and business development, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the Muslim fashion sector. This study aims to analyze the implementation of digital marketing strategies in business development in the era of digitalization through a case study of Distro Muslim Makassar. The focus of this study includes the forms of digital marketing implementation, the media and digital platforms utilized, the role of digital marketing in increasing sales, market reach, and brand image, as well as the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employs a qualitative approach using descriptive analysis based on literature review and observation of digital marketing practices applied by Distro Muslim Makassar. The results indicate that the use of social media, marketplaces, and digital communication platforms plays a crucial role in expanding market reach, increasing sales, and strengthening the brand identity of Muslim fashion retailers. However, the implementation of digital marketing strategies also faces challenges such as limited digital competencies of human resources, intense competition in digital spaces, and rapid changes in trends and platform algorithms. Therefore, enhancing digital literacy, content innovation, and sustainable marketing planning is essential for Muslim fashion businesses to improve competitiveness and achieve business sustainability in the digital era.
Keywords: digital marketing, Mubusiness development, UMKM, digital era
Narrative Construction of the Qur'anic Story: A Structural and Functional Approach
In addition to containing teachings on faith, worship, and morals, the Quran also presents stories that have educational, persuasive, and transformative functions for human life. These stories are not intended as historical writing in the chronological sense, but rather as a means of preaching to provide guidance, warnings, and admonition. This study aims to examine the meaning, existence, scope, and characteristics of stories in the Quran, focusing on the nature of the stories, their types, their constituent elements, and the purpose of their presentation. This study uses a structural-semiotic approach and structural-functional analysis, placing Quranic verses containing stories as the main text of the study. The results of the discussion indicate that Quranic stories are true events and contain key narrative elements in the form of events, characters, and dialogue, presented in a sophisticated style and rich with symbolic meaning. These stories serve to reinforce religious values, clarify the principles of da'wah (Islamic propagation), provide moral examples, and strengthen belief in the truth of the Quranic message. Thus, the study of Quranic stories is not only important from a religious perspective but is also relevant in literary and linguistic studies as a manifestation of the miraculous nature of the Quranic language.
ملخص
يحتوي القرآن الكريم، بالإضافة إلى تعاليمه في الإيمان والعبادة والأخلاق، على قصص ذات وظائف تعليمية وإقناعية وتغييرية في حياة الإنسان. هذه القصص ليست سردًا تاريخيًا بالمعنى الزمني، بل هي وسيلة للدعوة والتوجيه والتحذير والنصح. تهدف هذه المقالة إلى دراسة معنى القصص في القرآن الكريم، ووجودها، ونطاقها، وخصائصها، مع التركيز على طبيعتها، وأنواعها، ومكوناتها، والغاية من عرضها. يستخدم هذا البحث المنهج السيميائي البنيوي والتحليل الوظيفي البنيوي، مع اعتبار آيات القرآن الكريم التي تتضمن قصصًا النص الرئيسي للدراسة تشير نتائج المناقشة إلى أن القصص القرآنية أحداثٌ حقيقية، وتحتوي على عناصر سردية أساسية في شكل أحداث وشخصيات وحوار، مُقدَّمة بأسلوبٍ راقٍ وغني بالمعاني الرمزية. تُسهم هذه القصص في ترسيخ القيم الدينية، وتوضيح مبادئ الدعوة، وتقديم الأمثلة الأخلاقية، وتعزيز الإيمان بصدق رسالة القرآن. لذا، فإن دراسة القصص القرآنية لا تقتصر أهميتها على الجانب الديني فحسب، بل تتعداه إلى الدراسات الأدبية واللغوية، باعتبارها تجليًا لطبيعة اللغة القرآنية العجيبة.
Abstrak
Al-Qur’an selain memuat ajaran akidah, ibadah, dan akhlak, juga menyajikan kisah-kisah yang memiliki fungsi edukatif, persuasif, dan transformatif bagi kehidupan manusia. Kisah-kisah tersebut tidak dimaksudkan sebagai penulisan sejarah dalam arti kronologis, melainkan sebagai sarana dakwah untuk memberikan petunjuk, peringatan, dan i‘tibar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna, eksistensi, cakupan, serta karakteristik kisah dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada hakikat kisah, jenis-jenis kisah, unsur-unsur pembentuk, serta tujuan penyajiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural semiotik dan analisis struktural fungsional dengan menempatkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kisah sebagai teks utama kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kisah Al-Qur’an merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi dan memiliki unsur-unsur naratif utama berupa peristiwa, tokoh, dan dialog, yang disajikan dengan gaya bahasa tinggi dan sarat makna simbolik. Kisah-kisah tersebut berfungsi untuk meneguhkan nilai-nilai keimanan, memperjelas prinsip-prinsip dakwah, memberikan keteladanan moral, serta memperkuat keyakinan terhadap kebenaran risalah Al-Qur’an. Dengan demikian, kajian terhadap kisah Al-Qur’an tidak hanya penting dari perspektif keagamaan, tetapi juga relevan dalam kajian sastra dan linguistik sebagai wujud kemukjizatan bahasa Al-Qur’an