E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
19582 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMASARAN KERUPUK UDANG INDUSTRI RUMAHAN DI KECAMATAN NIPAH PANJANG
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemasaran kerupuk udang industri rumahan di Kecamatan Nipah Panjang dengan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) syariah. Industri kerupuk udang di daerah pesisir ini memiliki potensi besar, namun menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan bisnis yang ketat, minimnya inovasi produk, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya pemahaman dan penerapan prinsip pemasaran syariah. Oleh karena itu, penelitian ini membatasi ruang lingkup kajian pada strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha rumah tangga di sektor kerupuk udang, dan bagaimana strategi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Nelayan 1, Kecamatan Nipah Panjang, yang merupakan salah satu sentra produksi kerupuk udang di wilayah tersebut. Fokus utama adalah pada cara pelaku UMKM memasarkan produknya, faktor-faktor pendukung dan penghambat pemasaran, serta potensi pengembangan strategi pemasaran yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku UMKM masih bersifat konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut, penjualan langsung di lokasi produksi, dan jaringan pelanggan tetap. Meskipun sederhana, strategi ini cukup efektif menjangkau pasar lokal dan wisatawan yang datang ke kawasan pesisir. Namun, keterbatasan dalam inovasi produk, kemasan, label, serta minimnya pemanfaatan media digital menjadi hambatan dalam memperluas pangsa pasar. Selain itu, kualitas produk yang konsisten, pelayanan jujur, serta keaslian bahan baku menjadi faktor kunci dalam menjaga loyalitas konsumen dan daya saing usaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian pelaku usaha mulai menyadari pentingnya menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktik bisnis mereka, seperti kejujuran dalam timbangan dan harga yang wajar. Oleh karena itu, penguatan strategi pemasaran berbasis syariah yang mengedepankan nilai keadilan, kejujuran, dan keberkahan dapat menjadi solusi dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang program pendampingan dan pelatihan pemasaran berbasis syariah yang lebih tepat sasaran.
Keywords: strategi pemasaran, kerupuk udang, industri rumahan, syariah, Nipah Panjang, UMKM.
Abstract
This study aims to examine the marketing strategies of home-based shrimp cracker industries in Nipah Panjang Subdistrict using a sharia marketing mix approach. The shrimp cracker industry in this coastal area has great potential but faces various challenges, such as intense business competition, limited product innovation, restricted market access, and a lack of understanding and application of sharia-compliant marketing principles. Therefore, this research focuses on analyzing the marketing strategies employed by household-scale businesses in the shrimp cracker sector and how these strategies can be developed sustainably within the framework of Islamic values.This research uses a qualitative descriptive method, with data collected through direct observation, indepth interviews, and documentation in the field. The study was conducted in Desa Nelayan 1, Nipah Panjang Subdistrict, one of the major shrimp cracker production centers in the area. The main focus is on how small business actors market their products, the supporting and inhibiting factors in the marketing process, and the potential for developing marketing strategies aligned with Islamic principles.The results of the study indicate that the marketing strategies used by local SMEs are still conventional, such as word-of-mouth promotion, direct sales at production sites, and relying on loyal customer networks. Although simple, these strategies have proven effective in reaching local markets and tourists visiting the coastal area. However, the lack of innovation in packaging, labeling, and branding, as well as limited use of digital marketing platforms, pose significant barriers to expanding the market reach. On the other hand, consistent product quality, honest service, and the authenticity of raw materials are key factors in maintaining customer loyalty and business competitiveness.The study also finds that some business actors are beginning to recognize the importance of applying sharia principles in their business practices, such as honesty in product weight and fair pricing. Therefore, strengthening sharia-based marketing strategies that emphasize justice, honesty, and blessings can be a solution for sustainable business development. This research is expected to provide input for SMEs and local governments in designing more targeted assistance and training programs on sharia-based marketing.
Kata Kunci: marketing strategy, shrimp crackers, home industry, sharia, Nipah Panjang, SMEs.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemasaran kerupuk udang industri rumahan di Kecamatan Nipah Panjang dengan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) syariah. Industri kerupuk udang di daerah pesisir ini memiliki potensi besar, namun menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan bisnis yang ketat, minimnya inovasi produk, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya pemahaman dan penerapan prinsip pemasaran syariah. Oleh karena itu, penelitian ini membatasi ruang lingkup kajian pada strategi pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha rumah tangga di sektor kerupuk udang, dan bagaimana strategi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan prinsip syariah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Nelayan 1, Kecamatan Nipah Panjang, yang merupakan salah satu sentra produksi kerupuk udang di wilayah tersebut. Fokus utama adalah pada cara pelaku UMKM memasarkan produknya, faktor-faktor pendukung dan penghambat pemasaran, serta potensi pengembangan strategi pemasaran yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku UMKM masih bersifat konvensional, seperti promosi dari mulut ke mulut, penjualan langsung di lokasi produksi, dan jaringan pelanggan tetap. Meskipun sederhana, strategi ini cukup efektif menjangkau pasar lokal dan wisatawan yang datang ke kawasan pesisir. Namun, keterbatasan dalam inovasi produk, kemasan, label, serta minimnya pemanfaatan media digital menjadi hambatan dalam memperluas pangsa pasar. Selain itu, kualitas produk yang konsisten, pelayanan jujur, serta keaslian bahan baku menjadi faktor kunci dalam menjaga loyalitas konsumen dan daya saing usaha.
Penelitian ini juga menemukan bahwa sebagian pelaku usaha mulai menyadari pentingnya menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktik bisnis mereka, seperti kejujuran dalam timbangan dan harga yang wajar. Oleh karena itu, penguatan strategi pemasaran berbasis syariah yang mengedepankan nilai keadilan, kejujuran, dan keberkahan dapat menjadi solusi dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang program pendampingan dan pelatihan pemasaran berbasis syariah yang lebih tepat sasaran
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP PERTUMBUHAN USAHA UMKM DI KECAMATAN MUARA BULIAN
Abstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, banyak pelaku UMKM di Kecamatan Muara Bulian masih memiliki literasi keuangan yang rendah, sehingga pengelolaan usaha belum optimal. Di sisi lain, perkembangan financial technology (FinTech) sebenarnya dapat membantu UMKM melalui kemudahan transaksi, akses pembiayaan, dan perluasan pasar, tetapi pemanfaatannya belum sepenuhnya maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan financial technology terhadap pertumbuhan usaha UMKM di Kecamatan Muara Bulian. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 40 responden melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha, sedangkan financial technology berpengaruh signifikan. Secara simultan, keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha UMKM di Kecamatan Muara Bulian.
Kata kunci: Bulian Financial Technology, Literasi Keuangan, Muara Bulian, Pertumbuhan Usaha, UMKM
Abstract
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the Indonesian economy, particularly in supporting economic growth and public welfare. However, many MSMEs in Muara Bulian District still have low financial literacy, resulting in suboptimal business management. On the other hand, the development of financial technology (FinTech) can actually help MSMEs by facilitating transactions, accessing financing, and expanding the market, but its utilization has not been maximized. This study aims to analyze the influence of financial literacy and financial technology on MSME business growth in Muara Bulian District. The method used was quantitative with a descriptive approach, involving 40 respondents through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The results showed that financial literacy had no significant effect on business growth, while financial technology had a significant effect. Simultaneously, both did not significantly influence MSME business growth in Muara Bulian District
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD INPRES UNGGULAN PURI TAMAN SARI MAKASSAR
Augmented Reality merupakan suatu teknologi interaksi yang menggabungkan antara dunia nyata (real world) dan dunia maya (virtual world). Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mengetahui pengimplementasian media pembelajaran Augmented Reality pada pembelajaran IPA kelas V SD Inpres Unggulan Puri Taman Sari Makassar, 2) Untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPA dengan media pembelajaran Augmented Reality, dan 3) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran IPA dengan media pembelajaran Augmented Reality. Jenis penelitian ini tergolong mixed method dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksplanatori sekuensial. Adapun sumber data penelitian ini adalah guru dan peserta didik. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, tes soal dan wawancara. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dengan melalui dua tahap, penelitian ini diawali dengan pendekatan kuantitatif, lalu dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif untuk melengkapi dan memperkaya temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa observasi terhadap aktivitas guru selama tiga pertemuan menunjukkan rata-rata skor sebesar 88,23% dengan kategori Sangat Baik. Hasil angket motivasi belajar juga menunjukkan kategori Sangat Baik pada seluruh indikator, dengan skor tertinggi pada aspek penguatan guru (90%). Wawancara dengan peserta didik bermotivasi tinggi dan rendah mengungkapkan bahwa media Augmented Reality mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan semangat belajar, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat. Hasil tes belajar menunjukkan 89,2% peserta didik berada pada kategori Sangat Baik. Implikasi dari penelitian ini adalah media pembelajaran Augmented Reality layak diterapkan secara luas karena mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna
PENGARUH PANJANG SIANG DAN MALAM TERHADAP WAKTU SALAT DI WILAYAH MAKASSAR
Abtsract:
This article contains the main problem being studied, namely how the length of the day and night affects prayer times in the Makassar region with 2 sub-problems, namely: What are the factors that cause variations in the length of the day and night in the Makassar region and What is the impact of the length of the day and night on prayer times in the Makassar region. This research uses library research. There are two approaches to this research, namely the syar'i approach because it examines Islamic law related to the arguments of the Koran and hadith and the astronomical approach because it discusses matters related to astronomy. Primary data sources in this research are books and secondary data sources were obtained from previous research. Data processing and data analysis techniques include: data identification, reduction, editing and conclusion. The results of this research show that variations in the length of day and night have a significant impact on prayer times in the Makassar area, through analysis of differences in the length of day and night on each day throughout the year, by taking a sample of prayer schedules throughout the time on the Muslim Pro application. The prayer times for each day throughout the year are not always the same, resulting in people being misled into carrying out the five daily prayers at different times than the actual times. The variation factors in the length of day and night or what underlies the length of day and night are the rotation and revolution of the earth. The implication of this research is that it is hoped that the government or religious leaders can expand the understanding of Muslims who still or do not understand at the beginning of each prayer time which changes every day and is not fixed at certain times, as well as ensuring that prayers are carried out on time. It is also hoped that students, especially sharia and law faculties and astronomy departments, can play an active role in providing knowledge to the public regarding prayer time schedules, in order to avoid praying prayers out of time.
 
PERAN ASTRONOMI TRADISIONAL DAN BINTANG DALAM PENETUAN MUSIM TANAM SERTA PANEN PERSPEKTIF ILMU FALAK
ABSTRACT
This study examines how traditional astronomical knowledge is utilized by local communities through the observation of stars and celestial phenomena to determine the appropriate timing for agricultural activities, particularly planting and harvesting seasons. From the perspective of Islamic astronomy (Ilmu Falak), the research focuses on identifying the roles of specific stars and analyzing the contributions of traditional astronomical practices in the Luwu region. This research employs a qualitative method with a library research approach and analyzes data using interdisciplinary, historical, and comparative methods. The findings reveal that traditional astronomy and the role of certain stars play a significant role in determining planting and harvesting seasons. The people of Luwu have, for generations, relied on the positions of specific stars such as Orion, Sirius, the Pleiades, and Crux as indicators of seasonal changes. This research can be implemented in various fields, particularly in agriculture, education, and cultural preservation in Luwu. In agriculture, traditional astronomical knowledge can be integrated with modern weather technology to determine optimal planting and harvesting times. The Ilmu Falak approach enriches the interpretation of related verses through the analysis of celestial bodies’ orbits and the position of the universe, demonstrating harmony between religious and scientific perspectives.
Keywords: Traditional Astronomy, Islamic Astronomy (Ilm al-Falak), Planting Season, Harvest, Luwu, Stars, Islamic Scienc
Penyelenggaraan Jenazah pada Masyarakat Muslim: Tinjauan Mazhab Fikih terhadap Praktik Keagamaan Lokal di Kabupaten Takalar
The organization of the body in Islam is a collective obligation (fardhu kifayah) which is not only ritual, but also functions as the social glue of the ummah. In practice, the organization of funerals in the Indonesian Muslim community often interacts with local customs, thus creating a dynamic between sharia guidance and tradition. This study aims to analyze the practice of organizing bodies in Kalabbirang Village, Pattallassang District, Takalar Regency, and examine the role of fiqh assistance in harmonizing traditional practices with the provisions of Islamic law. This study uses a descriptive qualitative approach with an interpretive paradigm and participatory action research (PAR) method. Data was collected through participant observations, in-depth interviews with casscows, religious leaders, and the community, and documentation of funeral practices. Data analysis was carried out by comparing field findings against the provisions of the four main madhhab of fiqh, namely Shafi'i, Hanafi, Maliki, and Hanbali. The results of the study show that around 80% of the practice of organizing the body in Kalabbirang Village has been in accordance with the fiqh of Shafi'i as the dominant madzhab, while the main deviation is found in the symbolic elements of custom, especially in the body of the elder. A comparative analysis of the four madhhabs shows that some local practices are still within the spectrum of tolerable fiqh, especially in the perspective of the Hanafi and Maliki madhhabs. Fiqh assistance based on comparative dialogue has proven to be effective in increasing public understanding, reducing practices without a basis in sharia, and encouraging transformation from customary-based practices to more normative practices without eliminating socio-cultural functions. This study concludes that educational, participatory, and contextual religious assistance is able to strengthen the practice of arranging a legitimate body according to fiqh while maintaining social harmony. These findings contribute to the development of socio-fiqh studies at the village level and offer a model of mentoring that can be replicated in Muslim communities with similar cultural characteristics.Penyelenggaraan jenazah dalam Islam merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial umat. Dalam praktiknya, penyelenggaraan jenazah di masyarakat Muslim Indonesia sering berinteraksi dengan adat lokal, sehingga memunculkan dinamika antara tuntunan syariat dan tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penyelenggaraan jenazah di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, serta mengkaji peran pendampingan fikih dalam menyelaraskan praktik adat dengan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif dan metode participatory action research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kassapi, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi praktik penyelenggaraan jenazah. Analisis data dilakukan dengan membandingkan temuan lapangan terhadap ketentuan empat madzhab fikih utama, yaitu Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% praktik penyelenggaraan jenazah di Kelurahan Kalabbirang telah sesuai dengan fikih Syafi’i sebagai madzhab dominan, sementara deviasi utama terdapat pada unsur simbolik adat, terutama pada jenazah sesepuh. Analisis komparatif empat madzhab memperlihatkan bahwa sebagian praktik lokal masih berada dalam spektrum fikih yang dapat ditoleransi, khususnya dalam perspektif madzhab Hanafi dan Maliki. Pendampingan fikih berbasis dialog komparatif terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat, mengurangi praktik tanpa dasar syar‘i, serta mendorong transformasi dari praktik berbasis adat menuju praktik yang lebih normatif tanpa meniadakan fungsi sosial budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan keagamaan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual mampu memperkuat praktik penyelenggaraan jenazah yang sah secara fikih sekaligus menjaga harmoni sosial. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian socio-fikih di tingkat desa serta menawarkan model pendampingan yang dapat direplikasi di komunitas Muslim dengan karakter budaya serupa
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA LAKATONG KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR
This study formulates two research questions: (1) the factors contributing to poverty in Lakotong Village, Manggarabombang District, Takalar Regency; and (2) the role of the local government in poverty alleviation to improve community welfare in Lakotong Village, Manggarabombang District, Takalar Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method based on a social welfare perspective. The data sources consist of primary data obtained from interviews with several informants and secondary data derived from books and academic journals. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The research instrument was the researcher themself. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that poverty in Lakotong Village is multidimensional, influenced by individual factors and cultural factors. The role of the local government in poverty alleviation in Lakotong Village can be identified through three main functions: (1) regulator, (2) dynamizer, and (3) facilitator. The implications of this study are as follows: (1) this research contributes to the development of social welfare studies, particularly in the analysis of poverty and the role of local government; and (2) this study provides guidance for social workers in designing empowerment-based interventions, strengthening community participation, and fostering synergy with local government policies to achieve sustainable welfare.Penelitian ini menghadirkan dua item rumusan masalah yaitu: Faktor penyebab terjadinya kemiskinan di Desa Lakotong Kecamatan Manggarabombang Kabupaten Takalar. Peran pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan untuk mensejahterakan masyarakat di Desa Lakatong Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan menggunakan pendekatan kesejahteraan sosial. Selanjutnya sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil wawancara dengan beberapa informan adapun data sekunder berupa buku dan jurnal. Untuk pengumpulan data melalui. Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti. Setelah semua terangkum peneliti melakukan analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Desa Lakatong bersifat multidimensional, dipengaruhi oleh: Faktor individual, Faktor kultural. Peran pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan di Desa Lakatong dapat dilihat melalui tiga fungsi utama, yaitu: (1) Regulator, (2) Dinamisator, dan (3) Fasilitator. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kesejahteraan sosial, khususnya dalam kajian kemiskinan dan peran pemerintah daerah. (2) Penelitian ini memberi arahan bagi pekerja sosial untuk merancang intervensi berbasis pemberdayaan, partisipasi masyarakat, serta sinergi dengan kebijakan pemerintah daerah guna mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan
Community education for solid waste management: Knowledge gains in rural area, Pangkep, Indonesia
Although community education is increasingly used to improve solid waste practices, evidence from rural Indonesian villages remains limited, and few programs combine Participatory Rural Appraisal (PRA) with rapid pre–post evaluation; this initiative addresses that gap by testing a community-based educational program in Balocci Baru Village, Pangkep Regency, Indonesia. The program, entitled “Smart Waste Management, Smart Environmental Stewardship,” aimed to strengthen community knowledge and understanding of proper, responsible, and sustainable waste management to reduce environmental contamination and downstream public health risks. Using a participatory PRA approach, educational sessions were delivered to 22 participants (community members, health cadres, and local leaders) and evaluated through pre-test and post-test measurements. Visual reinforcement tools (posters and informational boards) were integrated to support comprehension and recall. Post-intervention results indicated a clear improvement in knowledge distribution, with no participants remaining in the low-knowledge category. Statistical testing using the Wilcoxon signed-rank test confirmed a significant increase in knowledge scores (p < 0.05). These findings suggest that participatory, visually supported education can be an effective entry point for community-driven waste management in rural settings, with potential adaptation for peri-urban and urban neighborhoods where waste generation and exposure pathways differ but behavior change remains central to environmental health promotion
Peningkatan Pemahaman Peserta Didik pada Materi Teorema Pythagoras Melalui Pendampingan Belajar Matematika
The Pythagorean Theorem explains the relationship between the sides of a right triangle, which is relevant in everyday life. Students' difficulties in solving problems related to the Pythagorean Theorem remain moderate to high, with limited teaching methods and a lack of individual guidance from teachers contributing to challenges in improving students' understanding. Therefore, a community service activity was conducted in the form of mathematics learning assistance. This activity aimed to enhance students' understanding of the Pythagorean Theorem through mathematics learning assistance at MTs Ash-Shalihin, Gowa Regency. The assistance was carried out using a collaborative approach, lectures, discussions, and practical demonstrations of the theorem using grid paper. The results showed a significant improvement in students' understanding, with the majority achieving high and very high learning outcomes. Individualized approaches and interactive learning motivated students and helped them maintain focus. This study highlights the importance of structured learning assistance in supporting the success of geometry education. Future research is recommended to integrate technology and explore its impact on other aspects, such as motivation and critical thinking skills.Teorema Pythagoras menjelaskan hubungan antara sisi-sisi segitiga siku-siku yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal terkait teorema Pythagoras masih tergolong sedang hingga tinggi, dimana metode pengajaran yang kurang variatif dan minimnya bimbingan individu dari guru turut menjadi kendala dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Untuk itu, dilakukan kegiatan pengabdian berupa pendampingan pembelajaran matematika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teorema Pythagoras melalui pendampingan belajar matematika di Kelas VIIIA MTs Ash-Shalihin, Kabupaten Gowa. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, metode ceramah, diskusi, dan praktik pembuktian teorema menggunakan kertas berpetak. Hasil menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta didik, dengan sebagian besar mencapai kategori hasil belajar tinggi dan sangat tinggi. Pendekatan individual dan pembelajaran interaktif membuat peserta didik lebih termotivasi dan fokus. Hal ini digarisbawahi, pentingnya pendampingan pembelajaran terstruktur untuk mendukung keberhasilan pembelajaran geometri. Disarankan mengintegrasikan teknologi dan mengeksplorasi dampaknya pada aspek lain, seperti motivasi dan keterampilan berpikir kritis
PERSPEKTIF MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KUALITAS PEMBELAJARAN PERKULIAHAN ONLINE PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN
The learning process has shifted from face-to-face to online lectures, requiring students and lecturers to maintain their motivation and quality of learning. This study aims to analyze the causes of low student motivation and the quality of lecturers' learning in online lectures in the Islamic Education Management (MPI) Study Program at UIN Alauddin Makassar. The research method used was a qualitative approach with data collection through in-depth interviews. Primary data were obtained from interviews with four MPI students from the classes of 2020, 2022, 2023, and 2025 and two MPI lecturers. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that student motivation in online learning tends to be unstable due to limited interaction, technical constraints, and low student active involvement. The quality of online lectures is considered unable to replace the effectiveness of face-to-face learning, especially in terms of the depth of interaction and class control. In conclusion, online learning is more appropriately positioned as a complement to face-to-face learning through a blended learning model. The implications of this research emphasize the importance of strengthening interactive online learning designs, improving lecturer competencies, and supporting institutional policies and infrastructure to improve student motivation and learning quality.Proses pembelajaran mulai bergeser dari tatap muka ke perkuliahan online, yang menuntut kesiapan mahasiswa dan dosen dalam menjaga motivasi belajar serta kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab rendahnya motivasi belajar mahasiswa serta kualitas pembelajaran dosen dalam perkuliahan online pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Alauddin Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Data primer diperoleh dari hasil wawancara terhadap empat mahasiswa MPI dari angkatan 2020, 2022, 2023, dan 2025 serta dua orang dosen MPI. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran online cenderung tidak stabil akibat keterbatasan interaksi, kendala teknis, dan rendahnya keterlibatan aktif mahasiswa. Kualitas perkuliahan online dinilai belum mampu menggantikan efektivitas pembelajaran tatap muka, terutama dalam aspek kedalaman interaksi dan kontrol kelas. Kesimpulannya, pembelajaran online lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap pembelajaran tatap muka melalui model blended learning. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan desain pembelajaran online yang interaktif, peningkatan kompetensi dosen, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur institusional guna meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran mahasiswa