E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
Not a member yet
    19582 research outputs found

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI DI KELURAHAN RAJAYA KEC. POLONGBANGKENG SELATAN KAB. TAKALAR

    Get PDF
    Abstrak Seiring perkembangan zaman sektor pertanian di Indonesia juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dimana dalam pembudidayaan padi memerlukan pemupukan yang sempurna untuk mencapai hasil produksi yang maksimal. Namun saat ini marak terjadi dimana sebagian wilayah di Indonesia khususnya wilayah Sulawesi Selatan Kabupaten Takalar Kelurahan Rajaya Kecematan Polongbangkeng Selatan, mengalami krisis pupuk bersubsidi dikarenakan adanya kecurangan dalam pembagian pupuk bersubsidi. Adapun pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di Kelurahan Rajaya, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar? Untuk menjawab pokok masalah tersebut, maka dirumuskan dua sub masalah yaitu: 1) Bagaimana mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di Kelurahan Rajaya? 2) Bagaimana ketentuan hukum Islam dalam penyaluran pupuk bersubsidi? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam perspektif hukum Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen terkait regulasi pemerintah tentang pupuk bersubsidi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik, mengidentifikasi pola dan kesesuaian antara praktik penyaluran dengan prinsip-prinsip Ekonomi Islam. Penyaluran pupuk bersubsidi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik ini bertentangan dengan prinsip ar-ridha (kerelaan), keterbukaan, dan kejujuran yang menekankan keseimbangan serta keadilan dalam transaksi. Penemuan ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya untuk memperbaiki praktik penyaluran agar sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan yang dianjurkan dalam Islam, demi tercapainya kesejahteraan petani dan semua pihak terkait. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya edukasi dan penguatan penetapan harga untuk masyarakat sehingga tidak adalagi yang merasa dirugikan baik penyalur(distributor) ataupun masyarakat kelurahan Rajaya untuk menciptakan hidup aman, damai serta Kepatuhan syariah untuk keberlangsungan ekonomi. Kata Kunci: Penyaluran pupuk bersubsidi, hukum Islam, harga eceran tertinggi, keadilan.       Abstract Along with the development of the era, the agricultural sector in Indonesia has also experienced quite significant development, where in rice cultivation requires perfect fertilization to achieve maximum production results. However, currently it is rife where some areas in Indonesia, especially the South Sulawesi region of Takalar Regency, Rajaya Village, South Polongbangkeng District, are experiencing a subsidized fertilizer crisis due to fraud in the distribution of subsidized fertilizers. The main problem of this research is how is the Islamic law review of the distribution of subsidized fertilizers in Rajaya Village, South Polongbangkeng District, Takalar Regency? To answer the main problem, two sub-problems are formulated, namely: 1) What is the mechanism for distributing subsidized fertilizers in Rajaya Village? 2) What are the provisions of Islamic law in the distribution of subsidized fertilizers? This study uses a qualitative approach from an Islamic law perspective. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies related to government regulations on subsidized fertilizers. Data analysis was carried out using a thematic approach, identifying patterns and conformity between distribution practices and the principles of Islamic Economics. The distribution of subsidized fertilizers has not fully complied with the principles of justice in Islamic law. In the perspective of Islamic economics, this practice is contrary to the principles of ar-ridha (willingness), openness, and honesty which emphasize balance and justice in transactions. This finding indicates that efforts are needed to improve distribution practices to comply with the principles of justice recommended in Islam, in order to achieve the welfare of farmers and all related parties. The implication of this study is the importance of education and strengthening of price determination for the community so that no one feels disadvantaged, either the distributor or the Rajaya sub-district community, to create a safe, peaceful life and Sharia compliance for economic sustainability. Keywords: Distribution of subsidized fertilizers, Islamic law, highest retail price, justice

    Pengaruh Kualitas Tidur dan Stress terhadap Nyeri Kepala pada Siswa SMA/Sederajat di Kota Ambon

    No full text
    Abstract Background: Cephalgia is a condition where the sufferer will feel a sensation of pain in the head area which sometimes the sensation can spread to the face and neck. Factors that can trigger headaches are poor quality of sleep and stress. Objective: This study was conducted with the aim of the influence of sleep quality and stress on the incidence of headaches in high school students in Ambon City. Methods: This type of research is an analytical observational approach, cross-sectional design with a sample size of 367 and using accidental sampling techniques. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis using the chi-square test. Results: The results of this study obtained the majority of respondents who experienced headaches had poor sleep quality 10.90% and the majority of respondents who experienced headaches had moderate stress levels 8.45%. Based on the results of bivariate analysis using the Chi-square test showed that there was a relationship between sleep quality and headaches, with a value of (p =0.014) and the results of the Fisher test showed that there was a relationship between sleep quality and stress levels, with a value of (p =0.000). Further analysis using multivariate tests showed that stress levels were the most influential variables on headaches with a value of (p =0.000). Conclussion: Thus, this study shows the importance of the role of parents and schools in terms of rest and sleep and problems being faced both at school and at home. Keywords: Headache, Quality of sleep, Stress and TeenagersLatar Belakang: Sefalgia merupakan suatu kondisi di mana penderitanya merasakan sensasi nyeri di area kepala yang terkadang dapat menjalar hingga ke wajah dan leher. Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya sakit kepala antara lain kualitas tidur yang buruk dan tingkat stres. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur dan tingkat stres terhadap kejadian sakit kepala pada siswa SMA di Kota Ambon. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 367 responden dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mengalami sakit kepala memiliki kualitas tidur yang buruk sebesar 10,90%, dan mayoritas responden yang mengalami sakit kepala memiliki tingkat stres sedang sebesar 8,45%. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square diperoleh adanya hubungan antara kualitas tidur dan kejadian sakit kepala dengan nilai (p = 0,014), serta hasil uji Fisher menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur dan tingkat stres dengan nilai (p = 0,000). Analisis lebih lanjut menggunakan uji multivariat menunjukkan bahwa tingkat stres merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian sakit kepala dengan nilai (p = 0,000). Kesimpulan: Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam memperhatikan waktu istirahat dan tidur, serta permasalahan yang sedang dihadapi siswa baik di sekolah maupun di rumah. Kata Kunci: Sakit kepala, Kualitas tidur, Stres, Remaja &nbsp

    Islamic Eco-Theology in the Age of Climate Crisis: A Critical Reading of Ali Jum‘ah’s Environmental Thought

    Get PDF
    Numerous studies have examined ecological ethics from an Islamic perspective; however, Ali Jum‘ah’s thought, particularly his contributions to an epistemological and spiritual framework of ecology, has not yet received sufficient critical attention in the academic literature. This research examines the ecological thought of Sheikh Ali Jum‘ah through content analysis of his book al-Bi’ah wa al-Ḥifẓ ‘Alayhā min Manẓūr al-Islāmī. The research argues that Ali Jum‘ah positions mahabbah (love) as the highest ethical form of the human–environment relationship, articulated through tajallī (divine manifestation in creation) and jamāliyyah (beauty as contemplative access). These concepts frame nature as a reflection of the asmā’ Allāh and foster an affective bond between humans and the cosmos. This research contributes by conceptualizing mahabbah as a substantive ecological ethic and by identifying a shift from a normative fiqh-oriented approach toward a Sufi-based framework of cosmic ethics as a foundation for ecological sustainability in Islam. الملخص تناولت دراساتٌ عديدة الأخلاقيات البيئية من منظور إسلامي، غير أنّ فكر علي جمعة—ولا سيما إسهاماته في بناء إطار بيئي ذي طابع معرفي وروحي—لم يحظَ بعدُ باهتمام نقدي كافٍ في الأدبيات الأكاديمية. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل التصور البيئي للشيخ علي جمعة من خلال تحليل المحتوى لكتابه البيئة وحفظها من منظور إسلامي. وتُبيّن الدراسة أنّ علي جمعة يُؤسِّس علاقة الإنسان بالبيئة على مفهوم المحبّة بوصفها أعلى قيمة أخلاقية، وذلك من خلال مفهومي التجلّي والجماليّة بوصفهما مدخلين للتأمّل. وتُقدَّم الطبيعة في هذا الإطار باعتبارها مرآةً لأسماء الله الحسنى، بما يُنشئ رابطةً وجدانية وروحية بين الإنسان والكون. وتسهم هذه المقالة في بلورة مفهوم المحبّة بوصفه أخلاقًا بيئيةً جوهرية، وفي الكشف عن تحوّلٍ إبستمولوجي من مقاربة فقهية معيارية إلى إطار صوفي قيمي يقوم على أخلاقيات كونية تُشكّل أساسًا للاستدامة البيئية في الفكر الإسلامي. Abstrak Berbagai studi telah mengkaji etika ekologis dari perspektif Islam; namun pemikiran Ali Jum‘ah, khususnya kontribusinya dalam membangun kerangka ekologi yang bersifat epistemologis dan spiritual belum memperoleh perhatian kritis yang memadai dalam literatur akademik. Penelitian ini mengkaji pemikiran ekologis Syekh Ali Jum‘ah melalui analisis isi terhadap karyanya al-Bi’ah wa al-Ḥifẓ ‘Alayhā min Manẓūr al-Islāmī. Penelitian ini berargumen bahwa Ali Jum‘ah menempatkan mahabbah (cinta) sebagai bentuk etika tertinggi dalam relasi manusia–lingkungan, yang dirumuskan melalui konsep tajallī (manifestasi ilahi dalam ciptaan) dan jamāliyyah (keindahan sebagai jalan kontemplasi). Kedua konsep ini memandang alam sebagai refleksi dari asmā’ Allah serta menumbuhkan ikatan afektif antara manusia dan kosmos. Penelitian ini berkontribusi dengan mengonsepsikan mahabbah sebagai etika ekologis yang substantif serta mengidentifikasi pergeseran dari pendekatan normatif-legalistik (fiqh) menuju kerangka etika kosmik berbasis tasawuf sebagai landasan keberlanjutan ekologis dalam Islam

    Description of Students' Knowledge about Human Papilloma Virus Immunization as a Cervical Cancer Prevention Strategy

    Get PDF
    Introduction One of the cancers that often occur in women is cervical cancer. In 2020, there were 234.51 deaths due to cervical cancer and 36,633 new cases (17.2%) of the disease, according to Globocan data. Premarital sexual relations in adolescents can cause cervical cancer; prevention can be done through human papillomavirus (HPV) immunization. The purpose of this study was to determine the overview of female students' knowledge about human papillomavirus immunization as a cervical cancer prevention strategy at State Senior High School 1 Amlapura. Method This type of research is descriptive. This study was conducted in April 2025 with 156 respondents selected through simple random sampling. Data collection used a questionnaire containing 15 questions about knowledge about HPV immunization. Data analysis used univariate analysis with the presentation of frequency distribution data. Result The results showed that a small  respondents, namely 20 respondents, had good knowledge. Conclusion It is hoped that female students will be more active in seeking information about HPV immunization and that there will be support from families, schools, and health facilities in the school environment to provide counseling regarding the importance of preventing cervical cancerIntroduction One of the cancers that often occur in women is cervical cancer. In 2020, there were 234.51 deaths due to cervical cancer and 36,633 new cases (17.2%) of the disease, according to Globocan data. Premarital sexual relations in adolescents can cause cervical cancer; prevention can be done through human papillomavirus (HPV) immunization. The purpose of this study was to determine the overview of female students' knowledge about human papillomavirus immunization as a cervical cancer prevention strategy at State Senior High School 1 Amlapura. Method This type of research is descriptive. This study was conducted in April 2025 with 156 respondents selected through simple random sampling. Data collection used a questionnaire containing 15 questions about knowledge about HPV immunization. Data analysis used univariate analysis with the presentation of frequency distribution data. Result The results showed that a small  respondents, namely 20 respondents, had good knowledge. Conclusion It is hoped that female students will be more active in seeking information about HPV immunization and that there will be support from families, schools, and health facilities in the school environment to provide counseling regarding the importance of preventing cervical cance

    PENGARUH PEMASARAN, KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT LOYALITAS ANGGOTA DI KOPSYAH MUI JATIM CABANG SIDAYU

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran, kualitas produk, dan kualitas pelayanan terhadap tingkat loyalitas anggota di Koperasi Syariah Mitra Usaha Ideal (Kopsyah MUI) Jatim Cabang Sidayu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 anggota koperasi sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel pemasaran, kualitas produk, dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas anggota. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas anggota. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran yang tepat, produk yang berkualitas, serta pelayanan yang prima dapat meningkatkan loyalitas anggota Kopsyah MUI Jatim Cabang Sidayu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi koperasi dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan loyalitas anggotanya. Kata Kunci: Pemasaran, Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Loyalitas Anggota, Koperasi Syariah.   Abstract This study aims to analyze the influence of marketing, product quality, and service quality on member loyalty at the Ideal Business Partner Sharia Cooperative (Kopsyah MUI) East Java, Sidayu Branch. The research method used a quantitative approach, with data collection techniques using questionnaires distributed to 100 cooperative members as a sample. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, multiple linear regression tests, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²). The results indicate that partially, the variables of marketing, product quality, and service quality have a positive and significant effect on member loyalty. Simultaneously, these three variables also have a significant effect on member loyalty. These findings indicate that appropriate marketing strategies, quality products, and excellent service can increase member loyalty at the Sidayu Branch of Kopsyah MUI East Java. This research is expected to provide input for cooperatives in their efforts to maintain and enhance member loyalty. Keywords: Marketing, Product Quality, Service Quality, Member Loyalty, Sharia Cooperative.

    ANALISIS SRATEGI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN (STUDY BANK SYARIAH INDONESIA KC MUARA BUNGO)

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja karyawan dengan fokus pada pelatihan, penghargaan, dan motivasi kerja sebagai faktor utama pendorong kinerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada manajemen dan karyawan sebagai data primer, disertai analisis dokumen dan studi pustaka sebagai data sekunder, serta menggunakan matriks TOWS untuk merumuskan strategi berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berkelanjutan, sistem penghargaan yang adil dan transparan, serta motivasi kerja yang dipengaruhi oleh lingkungan kerja kondusif dan nilai-nilai Islam secara signifikan meningkatkan disiplin, produktivitas, dan kualitas kerja; sementara peluang pengembangan karir, kerja sama antar divisi, dan budaya kerja positif mendukung peningkatan kinerja, di sisi lain tantangan berupa tekanan target tinggi, kebutuhan adaptasi teknologi, dan kompleksitas pelayanan nasabah harus diantisipasi. Strategi yang diusulkan meliputi pelatihan terstruktur untuk peningkatan kompetensi, disiplin ketat, pemberian apresiasi dan insentif, serta pengelolaan stres dan beban kerja yang seimbang untuk menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan. Rekomendasi diberikan agar Bank Syariah Indonesia KC Muara Bungo terus mengoptimalkan pengelolaan beban kerja, memperkuat pelatihan dan motivasi, serta mengembangkan sistem penghargaan yang adaptif demi pencapaian tujuan perusahaan secara efektif dan efisien.Kata kunci: strategi peningkatan kinerja Bank Syariah Indonesia, matriks TOWS.   Abstract This study aims to analyze employee performance improvement strategies with a focus on training, rewards, and work motivation as the main factors driving performance. The study uses a qualitative approach with in-depth interviews with management and employees as primary data, accompanied by document analysis and literature studies as secondary data, and uses the TOWS matrix to formulate strategies based on the organization's strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The results of the study indicate that continuous training, a fair and transparent reward system, and work motivation influenced by a conducive work environment and Islamic values ​​significantly improve discipline, productivity, and work quality; while career development opportunities, inter-divisional cooperation, and a positive work culture support performance improvement. On the other hand, challenges such as high target pressure, the need for technology adaptation, and the complexity of customer service must be anticipated. The proposed strategy includes structured training to improve competency, strict discipline, providing appreciation and incentives, and managing stress and workload in a balanced manner to maintain sustainable performance quality. Recommendations are given for Bank Syariah Indonesia KC Muara Bungo to continue optimizing workload management, strengthening training and motivation, and developing an adaptive reward system to achieve company goals effectively and efficiently. Keywords: performance improvement strategy of Bank Syariah Indonesia, TOWS matrix

    ANALISIS IMPLEMENTASI SERTIFIKASI HALAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KLETEK UDANG

    Get PDF
    Abstrak Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadikan sertifikasi halal sebagai kewajiban bagi produk makanan dan minuman. Namun, pelaku usaha mikro, khususnya di wilayah pedesaan, masih menghadapi berbagai kendala dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sertifikasi halal serta dampaknya terhadap peningkatan daya saing produk kletek udang di Desa Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sertifikasi halal pada pelaku usaha kletek udang masih tergolong rendah akibat keterbatasan pengetahuan, biaya, serta minimnya pendampingan. Namun, pelaku usaha yang telah bersertifikasi halal mengalami peningkatan kepercayaan konsumen, perbaikan kualitas produksi, dan perluasan akses pasar. Dengan demikian, sertifikasi halal berperan strategis dalam meningkatkan daya saing produk kletek udang. Diperlukan peran aktif pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan fasilitasi pembiayaan agar implementasi sertifikasi halal dapat berjalan optimal. Kata Kunci: daya saing, kletek udang, sertifikasi halal, UMKM   Abstract The enactment of Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance makes halal certification mandatory for food and beverage products. However, micro enterprises, particularly in rural areas, still face various challenges in its implementation. This study aims to analyze the implementation of halal certification and its impact on enhancing the competitiveness of shrimp cracker (kletek udang) products in Teluk Majelis Village, Tanjung Jabung Timur Regency. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observation, documentation, and literature review. Data analysis was conducted using SWOT analysis to identify internal and external factors influencing the success of halal certification. The results indicate that the implementation of halal certification among shrimp cracker producers remains limited due to lack of knowledge, financial constraints, and insufficient assistance. Nevertheless, businesses that have obtained halal certification experienced increased consumer trust, improved production quality, and expanded market access. Therefore, halal certification plays a strategic role in improving product competitiveness. Continuous support from the government and related institutions through education, assistance, and financial facilitation is essential to optimize the implementation of halal certification. Keywords: competitiveness, halal certification, shrimp cracker, SME

    TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN AKAD RAHN DI INDUSTRI KEUANGAN AKAD SYARIAH

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini membahas secara komprehensif perkembangan, implementasi, serta tantangan dan peluang pengembangan akad rahn (gadai syariah) dalam industri keuangan syariah di Indonesia. Berangkat dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang sesuai syariah, penelitian ini menyoroti pentingnya rahn sebagai instrumen pembiayaan jangka pendek yang bebas riba dan memiliki karakter inklusif sehingga relevan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengintegrasikan analisis fikih, tinjauan regulasi nasional, serta praktik operasional lembaga keuangan syariah seperti Pegadaian Syariah, BPRS, dan bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi rahn telah berkembang signifikan melalui berbagai inovasi produk seperti rahn emas, rahn multiguna, serta digitalisasi layanan (e-rahn). Namun demikian, tantangan utama masih muncul dalam bentuk rendahnya literasi keuangan syariah, ketidakharmonisan regulasi terkait penetapan ujrah, penilaian marhun, diversifikasi objek jaminan, serta minimnya standardisasi operasional antar lembaga. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan regulasi, standardisasi nasional, serta inovasi teknologi untuk mendorong efisiensi, memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menjadikan rahn sebagai pilar strategis dalam pencapaian inklusi keuangan syariah di era digital. Kata Kunci: Rahn; Gadai Syariah; Regulasi Syariah; Standardisasi Akad; Inklusi Keuangan Syariah; Pegadaian Syariah; Digitalisasi Keuangan; Fikih Muamalah.   Abstract This study provides a comprehensive analysis of the development, implementation, challenges, and opportunities surrounding the rahn (Islamic pawn) contract within Indonesia’s Islamic financial industry. Motivated by the increasing public demand for Sharia-compliant financing instruments, this research highlights rahn as an inclusive, flexible, and riba-free financing mechanism that is highly relevant for low-income communities and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Using a qualitative descriptive approach through library research, this study integrates fiqh analysis, national regulatory frameworks, and operational practices in Islamic financial institutions such as Islamic pawnshops, BPRS, and Islamic commercial banks. The findings reveal significant growth in rahn implementation, marked by product innovations including gold rahn, multipurpose rahn, and the development of digital services (e-rahn). However, key challenges persist, including low levels of Islamic financial literacy, regulatory disparities regarding ujrah determination, valuation of collateral (marhun), diversification of permissible pledged assets, and the lack of standardized operational procedures across institutions. These findings underscore the need for strengthened regulation, national standardization, and technological innovation to enhance efficiency, expand service reach, improve consumer trust, and position rahn as a strategic instrument for advancing Islamic financial inclusion in the digital era. Keywords: Rahn; Islamic Pawn; Sharia Compliance; Contract Standardization; Islamic Financial Regulation; Financial Inclusion; Islamic Pawnshop; Digital Financial Services; Fiqh Muamalah

    PENERAPAN PROGRAM SENTRA TERNAK DOMPET DHUAFA DALAM MENSEJAHTERAKAN PENERIMA MANFAAT DITINJAU MENURUT FIQH MUAMALAH

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau yang beralamatkan di Desa Simpang Petai, Kec, Rumbio Jaya, Kab. Kampar. Program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau ini memiliki tujuan untuk mensejahterakan para mustahik yang dimana mereka memiliki kemauan untuk mengembangkan usaha ternak namun mereka terkendala karena tidak memiliki modal atau biaya oleh karena itu program sentra ternak ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau dalam mensejahterakan penerima manfaat? Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau? Bagaimana tinjauan fiqh muamalah pada penerapan program sentra ternak Dompet Dhuafa dalam mensejahterakan penerima manfaat? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Dompet Dhuafa Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampling. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung dengan pihak terkait. Data sekunder dari buku, karya ilmiah, dokumen yang terkait dengan penelitian. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data berupa metode deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program Dompet Dhuafa dari segi sentra ternak ini memang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemberdayaan diberikan modal usaha juga diberikan pelatihan dengan itu maka dapat dikatakan sudah sesuai dan dapat mensejahterakan penerima manfaat. dari segi tinjauan fiqh muamalah bahwa program sentra ternak ada di dapat temuan bahwa belum sesuai dengan fiqh muamalah, dalam hitungan pengeluaran zakat ternak Ketika para penerima manfaat sudah berhasil dan hewan sampe nisab. Kata Kunci: fiqih muamalah, mensejahterakan, penerapan   Abstract This research was motivated by the Dompet Dhuafa Riau livestock center program which is located at Simpang Petai Village, Kec, Rumbio Jaya, Kab. Kampar. The Dompet Dhuafa Riau livestock center program aims to improve the welfare of mustahik who have the desire to develop a livestock business but are constrained by not having the capital or costs, therefore this livestock center program aims to empower the surrounding community. The formulation of the problem examined in this research is: How is the implementation of the Dompet Dhuafa Riau livestock center program in improving the welfare of the beneficiaries? What factors support and inhibit the implementation of the Dompet Dhuafa Riau livestock center program? What is the view of muamalah fiqh on the implementation of the Dompet Dhuafa livestock center program in improving the welfare of the beneficiaries? This research is a type of field research conducted in Dompet Dhuafa Riau. The population in this study was 15 people. The sample in this study used a total sampling technique. The data source uses primary data, namely direct interviews with related parties. Secondary data from books, scientific works, documents related to research. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The data analysis method is a qualitative descriptive method. Based on the research results, it can be concluded that the Dompet Dhuafa program in terms of livestock centers is indeed aimed at improving the welfare of the community through empowerment provided with business capital and also provided with training, so it can be said that it is appropriate and can improve the welfare of the beneficiaries. From the perspective of muamalah fiqh, it was found that the livestock center program was not in accordance with muamalah fiqh, in calculating the expenditure of zakat on livestock when the beneficiaries were successful and the animals reached the nisab. Keywords: muamalah fiqih, prosperity, applicationPenelitian ini dilatarbelakangi oleh program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau yang beralamatkan di Desa Simpang Petai, Kec, Rumbio Jaya, Kab. Kampar. Program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau ini memiliki tujuan untuk mensejahterakan para mustahik yang dimana mereka memiliki kemauan untuk mengembangkan usaha ternak namun mereka terkendala karena tidak memiliki modal atau biaya oleh karena itu program sentra ternak ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau dalam mensejahterakan penerima manfaat? Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan program sentra ternak Dompet Dhuafa Riau? Bagaimana tinjauan fiqh muamalah pada penerapan program sentra ternak Dompet Dhuafa dalam mensejahterakan penerima manfaat? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Dompet Dhuafa Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampling. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung dengan pihak terkait. Data sekunder dari buku, karya ilmiah, dokumen yang terkait dengan penelitian. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data berupa metode deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program Dompet Dhuafa dari segi sentra ternak ini memang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemberdayaan diberikan modal usaha juga diberikan pelatihan dengan itu maka dapat dikatakan sudah sesuai dan dapat mensejahterakan penerima manfaat. dari segi tinjauan fiqh muamalah bahwa program sentra ternak ada di dapat temuan bahwa belum sesuai dengan fiqh muamalah, dalam hitungan pengeluaran zakat ternak Ketika para penerima manfaat sudah berhasil dan hewan sampe nisab. Kata Kunci: fiqih muamalah, mensejahterakan

    ANALISIS MAQASID AL-SHARI’AH TERHADAP PROBLEMATIKA HASIL ISTIKHARAH SEBAGAI PERTIMBANGAN DALAM MENENTUKAN PASANGAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN)

    Get PDF
    Abstrak: Setiap orang pasti menginginkan rumah tangga yang langgeng. Dimana dalam rumah tangga itu selalu dihiasi rasa syukur sehingga membuahkan kebahagiaan dan keindahan. Pernikahan yang langgeng ini, tentu diawali dengan memilih pasangan yang tepat. Masalahnya, bagi para lajang, mereka tidak tahu apakah seseorang yang sedang dalam proses taaruf atau bahkan yang datang melamarnya merupakan sosok yang tepat atau bukan. Menjemput jodoh yang didambakan tentu bukan perkara mudah. Dan meski berikhtiar semampunya serta mengerjakan shalat Istikharah secara istiqamah sudah dikerjakan, boleh jadi harapan untuk menemukan jodoh itu belum menjelma sebuah kenyataan. Kita masih diharuskan bersabar dan berprasangka baik pada Allah. Bagaimanapun Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita ketimbang diri kita sendiri. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil istikharah  yang dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain adanya mimpi terdapat sebuah gembok yang didalamnya ada kunci yang sudah karat, dan berupa ular yang mau melilit dan menggigit, pemahaman keagamaannya berdasarkan norma yang didasari keyakinan yang dianut dan bergantung pada apa yang disampaikan oleh guru maupun ulama yang dipatuhi, pada dasarnya hasil Istikharah  dalam menolak suatu lamaran tersebut belum tentu melanggar aturan Islam dan merupakan usaha calon wali pengantin dalam mencarikan pendamping yang baik menurut petunjuk Allah Swt dan istikharah  merupakan anjuran dari Nabi Muhammad saw yang hukumnya sunnah Mu’akad yang sedang melakukan hajat, akan tetapi apabila hal tersebut mendatangkan kemudharatan yang lebih besar dan mendesak melakukan sebuah perzinahan, maka hal tersebut tidak diperbolehkan sebagai pertimbangan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, istikharah  bukanlah sebuah hal yang wajib yang harus dipatuhi atau dituruti karena berdasarkan mimpi yang belum terjadi kemudian hari, karena hal tersebuat semua amal dan perbuatan dapat berubah dengan seizini Allah Swt, Karena syariat manusia memaksimalkan usaha dan doa dan Selain itu seharusnya sebagai anak harus mematuhi perintah orang tua, setipa orang tua akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya sehingga Allah Swt juga meridhai dan tidak melanggar hukum yang telah Allah tetapkan. Kata Kunci: Problematika hasil istikharah, maqosid shari’ah.     Abstract: Everyone aspires to a lasting marriage, one that is continuously adorned with gratitude, giving rise to happiness and harmony. Such a durable marital relationship ideally begins with choosing the right partner. The challenge, however, lies in the fact that unmarried individuals often cannot ascertain whether a person encountered during the taʿāruf process or a prospective suitor is truly the right match. Seeking one’s desired life partner is by no means an easy endeavor. Even after exerting one’s utmost efforts and consistently performing the Istikharah prayer, the hope of finding a suitable spouse may not immediately materialize. In such circumstances, individuals are required to remain patient and maintain positive trust in Allah, for He knows what is best for His servants better than they know themselves. The findings of this study indicate that the outcomes of Istikharah practices among the community in Pakong District, Pamekasan Regency, are influenced by several factors. These include symbolic dreams, such as a padlock containing a rusty key or visions of a snake attempting to coil and bite; religious understanding shaped by normative beliefs and adherence to the guidance of respected teachers or ulama; and the interpretation that, in essence, decisions based on Istikharah to decline a marriage proposal do not necessarily violate Islamic law. Rather, they represent an effort by prospective guardians to seek a suitable spouse for the bride in accordance with divine guidance. Istikharah itself is a practice recommended by the Prophet Muhammad (peace be upon him) and is categorized as a sunnah mu’akkadah for those facing important matters. However, if reliance on such considerations leads to greater harm or creates an urgent risk of illicit relations (zina), it should not be used as a determining factor. In line with these conclusions, Istikharah should not be regarded as an obligatory directive that must be strictly followed based solely on dreams whose implications have yet to manifest. All deeds and circumstances may change by the permission of Allah. Islamic teachings emphasize the importance of maximizing effort and supplication, while also underscoring the obligation of children to obey their parents. Parents invariably seek the best for their children, and such obedience is a means of attaining the pleasure of Allah without transgressing the laws He has ordained. Keywords: Problems of istikharah results, maqashid syari'ah

    16,785

    full texts

    19,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UIN (Universitas Islam Negeri) Alauddin Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇