8938 research outputs found
Sort by
Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Pupuk Dolomit Dengan OEE dan FMEA pada CV. Nusantara Berdikara
Nusantara Berdikara adalah perusahaan pengolahan pupuk dolomit, mesin penggiling mengalami kendala oprasinal berupa downtime. Downtime mesin penggiling berdampak signifikan pada kuantitas dan kualitas pupuk dolomit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin penggilingan dalam proses produksi dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Serta Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada mesin serta menilai tingkat risiko dari setiap modus kegagalan yang terjadi. Nilai yang dihasilkan Availability ratio sebesar 72,96%, Performance ratio sebesar 94,90%, Quality ratio sebesar 95,40%. Dan didapatanaya nilai OEE mesin penggiling pupuk dolomit sebesar 66,07%. Serta hasil dari analisis FMEA menunjukan nilai RPN tertinggi pada faktor mesin dengan nilai 280 dengan presentase 39,10%
Analysis of Mathematics Learning Difficulties in Addition and Subtraction Material in Grade II Elementary School
This study aims to identify the obstacles faced by grade II elementary school students in learning addition and subtraction material. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, which was carried out in May 2024. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Milles and Huberman interactive analysis method which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that there are internal factors, namely health conditions and physical disabilities that affect mathematical understanding, low motivation and little interest can hinder mathematical understanding, and external factors such as parental attention, school facilities, community environment, and learning strategies that affect the effectiveness of mathematics learning. This study also found that collaboration between teachers and parents is very important in uniting student learning progress and overcoming the difficulties faced. It is recommended that there be increased assistance in learning basic mathematical operations by educators or parents, as well as the use of questions that are appropriate to the student's learning stage using concrete media and parental involvement in improving mathematics learning skills
Pengaruh Persepsi Pola Asuh Otoriter Terhadap Kepercayaan Diri Pada Siswa SMP Negeri 11 Gresik
Self-confidence is an attitude possessed by a person in the form of belief in their potential and the courage to take risks. This study aims to determine the influence of perceptions of authoritarian parenting styles on self-confidence among students at SMP Negeri 11 Gresik. The research method used is quantitative. The population in this study consists of students in grades VII, VIII, and IX. The
sample size is 233 students. The sampling technique employed is Accidental Sampling. Data on the variables of authoritarian parenting perception and self-confidence were collected by distributing questionnaires. The scale used in this study was a Likert scale with four answer options. The measurement tools for the authoritarian parenting perception scale and the self-confidence scale were developed by the researcher. The validity of the scale was tested using content validity. Reliability was calculated using Cronbach's Alpha. The data analysis technique used was simple linear regression. The
results of this study showed a coefficient of determination of 0.104 or 10.4% with a significance level of P < 0.05, indicating that there is an influence of authoritarian parenting perception on self-confidence among students at SMP Negeri 11 Gresik. The remaining 89.6% is influenced by variables not studied in this research, which may be influenced by other factors such as age maturity, physical appearance, and so on. The research category for the authoritarian parenting style perception variable among the
subjects falls into the moderate category, with 171 subjects (73%), and the self-confidence variable among the subjects also falls into the moderate category, with 170 subjects (73%)
Analisa Tingkat Efektifitas Kinerja Operasional dan Pelayanan Bus Trans Jatim Rute Gresik - Mojokerto
Penerapan angkutan massal berbasis jalan raya di wilayah
Kabupaten Gresik menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat mendorong pemerintah Indonesia untuk menghadirkan layanan transportasi umum di seluruh daerah sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan sistem transportasi perkotaan. Di Provinsi Jawa Timur, pemerintah meluncurkan layanan Bus Rapid Transit berupa Bus Trans Jatim yang resmi beroperasi sejak 19 Agustus 2022. Salah satu rute yang dijalankan adalah trayek Gresik–Mojokerto. Namun, pelaksanaan operasional dan fasilitas pendukung di lapangan masih belum optimal, sehingga dibutuhkan analisa kinerja dan pelayanan guna mengukur efektivitas operasional Bus Trans Jatim pada trayek tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan survei serta pengumpulan data secara langsung di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan sejumlah indikator, antara lain faktor muat
(load factor), durasi perjalanan, waktu antara kedatangan bus (headway), kecepatan rata-rata, waktu tunggu, dan jumlah frekuensi kendaraan. Evaluasi terhadap kinerja dilakukan dengan merujuk pada ketentuan yang tercantum dalam
Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Nomor:
SK.687/AJ.206/DRJD/2002 mengenai Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum di Wilayah Perkotaan dengan Trayek Tetap dan Teratur. Berdasarkan hasil analisis, beberapa indikator kinerja Bus Trans Jatim telah
memenuhi standar, di antaranya kecepatan rata-rata sebesar 34,98 km/jam (standar minimal ≥25 km/jam), waktu tempuh selama 114 menit (batas maksimal 120 menit), waktu tunggu 7,3 menit (standar maksimal 15 menit), serta frekuensi
kendaraan sebanyak 4 unit per jam (standar 4–6 unit per jam). Sementara itu, aspek yang belum memenuhi standar antara lain load factor sebesar 25,54% (standar ≥70%), headway 14,7 menit (standar 5–10 menit), serta jumlah
penumpang harian sebanyak 50 orang (standar 500 penumpang/hari). Dari sisi pelayanan, hasil kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan responden sebesar
73,00% yang termasuk dalam kategori baik
Evaluasi Kinerja Oprasional dan Pelayanan Bus Trans Jatim Rute Paciran–Bunder
KabupatenIGresik, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten
Mojokerto, Lamongan, dan Surabaya, terletakIdi sebelah barat lautISurabaya, ibuIkota Provinsi JawaITimur. KabupatenIini memiliki luasIwilayah sekitar 1.194 km² dan populasi 1.344.648 jiwa pada tahun 2023, dengan kepadatan penduduk mencapai 1.098 jiwa/km². Kemacetan lalu lintas terjadi akibat kepadatan penduduk yang tinggi dan jumlah kendaraan yang meningkat pesat tanpa diimbangi dengan perkembangan infrastruktur jalan. Kekurangan keterlibatan publik dengan transportasi umum, termasuk bus dan minibus, turut
memperburuk situasi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemanfaatan transportasi jalan menjadi salah satu solusi, di mana rute yang tepat perlu dipilih untuk menghindari konflik dengan rute lainnya. Salah satu alternatif transportasi
yang diusulkan adalah BusIRapidITransit (BRT) Trans Jatim Koridor IV Rute Paciran-Bunder, yang menghubungkan Gresik dan Lamongan. PenelitianIini bertujuanIuntuk menilai kinerja operasional bus BRT Trans Jatim Koridor IV Rute Paciran-Bunder berdasarkan standarIyang ditetapkan oleh Keputusan
DirekturIJenderal PerhubunganIDarat No.I687/AJ.206/DRJD/2002. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja operasional bus ini memenuhi sebagian besar syarat, dengan load factor sebesar 73%, waktu tempuh 1 jam 57
menit, kecepatanLperjalanan 32,27 km/jam, dan waktuLtunggu 4,8 menit. Namun, frekuensi kendaraan dan jumlah penumpang belum memenuhi standar yang diharapkan. Analisis pelayanan menunjukkan tingkat kepuasan responden sebesar 84,17%, yangImenunjukkan hasilIyang sangat baik
Analysis of P670 Pump Machine Effectiveness through OEE and TPM Methods at PT. XYZ
PT. XYZ is a cooking oil manufacturing company. The machine used in the processing is the P670 pump machine, which causes a decline in the CPO process, resulting in an increase in the defect rate. This study was conducted to evaluate machine performance and defect factors using the OEE and TPM methods. The OEE analysis showed a value of 84%, which is below the international standard of 85%, and identified Six Big Losses with the highest percentage being Idling & Minor Stoppages Losses at 43.80%. In addition, five factors were identified, namely man, method, machine, material, and environment. Based on these results, improvements were made, namely cleaning schedules, adding alarm control sensors, machine maintenance, and operator training. To ensure effective implementation, a special team of technicians and operators was formed to oversee the implementation of improvements, evaluate by comparing OEE values before and after, conduct training every 2 weeks or once a month, assign a work area coordinator, develop a structured maintenance schedule, and establish a routine cleaning duty roster. Companies must apply these results to reduce losses in terms of time, product defects, effectiveness, and machine performance
Peramalan Permintaan Produksi Gempur 480sl 1 Liter Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing dan Triple Exponential Smoothing
Peramalan permintaan produk merupakan aspek penting dalam perencanaan dan pengendalian produksi, khususnya di industri agrokimia yang menghadapi fluktuasi kebutuhan pasar. PT XYZ sebagai produsen pestisida menghadapi tantangan dalam menentukan jumlah produksi herbisida sistemik cair Gempur 480 SL kemasan 1 liter, yang memiliki permintaan pasar bersifat dinamis dipengaruhi faktor musiman, cuaca, serta kondisi pertanian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permintaan produk, mengaplikasikan beberapa metode peramalan, serta mengidentifikasi metode dengan tingkat akurasi terbaik. Data yang digunakan berupa permintaan historis selama periode Januari 2023 hingga Desember 2024 dengan total permintaan sebanyak 252.400 box. Metode peramalan yang diterapkan meliputi,Double Exponential Smoothing, dan Triple Exponential Smoothing (Winters). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola permintaan bersifat musiman dengan tingkat fluktuasi yang cukup tinggi. Evaluasi akurasi menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil analisis, metode Triple Exponential Smoothing (Winters) dengan parameter α = 0,59; β = 0,14; γ = 0,10 menghasilkan tingkat kesalahan terkecil dengan nilai MAPE sebesar 40%, MAD sebesar 3.516, dan MSE sebesar 17.312.362. Dengan demikian, metode ini direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih tepat dalam meramalkan permintaan produk Gempur 480 SL, karena mampu menangkap pola data musiman dan tren secara lebih akurat dibandingkan metode lain. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu perusahaan dalam merencanakan produksi, meminimalkan risiko overstock maupun stockout, serta mendukung efisiensi biaya dan peningkatan daya saing perusahaan
Implementation of Raspberry Pi PICO as PLC for Monitoring and Control in Swiftlet Cultivation Based on Weintek HMI
Swiftlet farming is one of the promising cultivation efforts for breeders because it can generate multiple and sustainable profits. Large profits will have an impact on the economy of the community, especially swiftlet breeders. The use of technology to provide ideal conditions for swiftlet farming will greatly affect the quality of the swiftlet nests. The use of technology in providing an ideal environment for swiftlet cages cannot be separated from a system that is designed and reliable in extreme conditions. Raspberry Pi Pico which has an ARM Cortex processor is one solution to the technology used. The implementation of Raspberry Pi Pico into a PLC is one alternative in the development of technology in swiftlet farming. The Raspberry Pi Pico PLC was chosen because it is cheap and has been proven to be reliable in the industrial world. Control of the swiftlet farming room with a room temperature of 25 -27 °Cand humidity of 80 -90%. The LM35 sensor with ladder programming using raspberry pi pico compared to sensors on the market, namely the HTC-1 digital thermometer, has an error of 2.02%, and testing of the soil moisture sensor which has been tested with anerror of 1.31%. HMI wientek can display temperature and humidity well and has industrial standard reliability that can be used nonstop 24 hours. The use of raspberry pi pico as a PLC has many advantages and is easy to use because it can use the MitsubishiPLC program, namely GX Work2
Uji Keragaan Pertumbuhan Beberapa Klon Unggul Harapan Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Di Polybag
Sebagai komoditas industri strategis, tanaman tebu memegang peranan penting di Indonesia. Namun, produktivitasnya masih terganggu oleh terbatasnya varietas unggul yang tersedia. Kebanyakan varietas unggul yang ditanam petani memiliki sifat masak lambat, yang menyebabkan kemasakan tanaman tidak seragam saat panen. Kondisi ini berujung pada menurunnya potensi hasil panen. Menurut Budi, dkk., (2022) rendahnya potensi produktivitas tanaman tebu disebabkan oleh waktu panen yang dilakukan sebelum tanaman mencapai tingkat kemasakan optimal. Hal ini terjadi karena varietas tebu dengan masa kematangan awal, sedang, dan lambat ditanam secara bersamaan. Dalam penelitian ini, digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang mencakup 18 klon unggul harapan, yaitu klon unggul harapan JW01, SB03, SB04, SB11, SB12, SB19, SB20, SB27, SB28, SB30, SB31, SB32, SB33, SB34, SB35, SBHijau, SBX, SB200, umur dua bulan. Tanaman tebu tersebut merupakan tanaman percobaan yang sebelumnya dilakukan oleh Zumrotus Nur Fitriya di bulan Juni hingga Juli 2024 yang berada di kebun percobaan Hollywood Fakultas Pertanian UMG. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga total terdapat 54 petak percobaan. Setiap petak terdiri dari dua tanaman tebu, dengan jumlah total populasi tanaman sebanyak 108 tanaman tebu. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji F 5%, jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan analisis BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada rerata tinggi batang pada umur 32 MST rerata tinggi batang tertinggi pada K16 (SB 200) sebesar 290,83 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata diameter batang pada umur 32 MST rerata diameter batang tertinggi pada K3 (SB 04) sebesar 4,68 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata jumlah batang pada umur 32 MST rerata jumlah batang tertinggi pada K1 (JW 01) sebesar 8,17 batang. Terdapat perbedaan nyata pada rerata jumlah daun pada umur 32 MST rerata jumlah daun tertinggi pada K16 (SB 200) sebesar 28,67 helai. Terdapat perbedaan nyata pada rerata brix pada umur 36 MST rerata brix tertinggi pada K9 (SB28) sebesar 23,47 °Bx. Terdapat perbedaan nyata pada rerata bobot batang pada umur 36 MST rerata bobot batang tertinggi pada K3 (SB 04) sebesar 1,83 kg/batang atau apabila di konversikan 196,42 ton/ha. Selain itu, analisis korelasi antara tinggi batang (cm) dan jumlah daun (helai) menunjukkan nilai korelasi yang sangat kuat sebesar 0,968 dengan nilai signifikansi 0,000, yang mengindikasikan hubungan yang signifikan dan searah antara kedua variabel tersebut.
Kata kunci : Pertumbuhan, hasil, klon teb
Analisis Pelaksanaan Pencatatan Petty Cash Pada PT Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pencatatan petty cash pada PT Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya, serta mengidentifikasi metode, prosedur, kendala yang dihadapi, dan efektivitasnya terhadap kelancaran operasional perusahaan. Pengelolaan petty cash merupakan aspek krusial dalam operasional perusahaan, namun PT Phintraco Sekuritas masih menghadapi tantangan, terutama karena pencatatan petty cash masih dilakukan secara manual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pengelola petty cash dan observasi langsung di lapangan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Phintraco Sekuritas menerapkan metode dana tetap (imprest fund system) dalam pengelolaan petty cash, dengan penetapan saldo awal sebesar Rp 1.000.000,- yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional kecil dan rutin. Prosedur pencatatan yang ada sudah dilaksanakan dengan baik sesuai teori. Namun, kendala utama terletak pada sistem pencatatan yang masih manual, yang menghambat efisiensi dan akurasi, serta memerlukan pengiriman bukti fisik ke kantor pusat untuk persetujuan pengisian ulang dana