8938 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Wallchart Bagan Masyarakat (Bamas) Materi Pembangunan Sosial Budaya Kelas V Sekolah Dasar
This research is based on the results of observations and interviews at UPT SD Negeri 214 Gresik. This study aims
to determine: (1) the process of developing the learning device of the Community Bagan (Bamas) Wallchart media
for socio-cultural development material for grade V elementary school, (2) the validity of the Community Bagan
(Bamas) Wallchart media for socio-cultural development material for grade V elementary school, and (3) student
responses related to the Community Bagan (Bamas) Wallchart material for socio-cultural development for grade
V elementary school. The research method used is research and development or Research Development (R&D)
with the ADDIE model procedure. The results of the study indicate that the development of the Community Bagan
(Bamas) Wallchart media learning device uses the ADDIE model, namely the analysis, design, development,
implementation, and evaluation stages. The use of the Community Bagan (Bamas) Wallchart media that was
developed has been validated by 2 experts, namely the media expert getting a percentage of 69% with feasible
criteria, and the material expert getting a percentage of 76% with feasible criteria. Thus, the average obtained
from the two experts is getting feasible criteria with a percentage of 72.5%. The average result of the student
response questionnaire for the Wallchart Community Bagan (Bamas) media conducted comprehensively to grade
V elementary school totaling 18 students was 86% and obtained very good criteria
Keywords: Media Development, Social Sciences, Wallchart Medi
Analisis Penurunan Produksi Egrek Pada Mesin Blanking Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus : PT. Indobaja Primamurni)
PT. Indobaja Primamurni menghadapi penurunan produksi pada mesin blanking dalam pembuatan egrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komponen penyebab masalah menggunakan metode (OEE) dan (FMEA), serta memberikan rekomendasi untuk memperbaiki produktivitas, mengurangi downtime, dan meminimalkan produk cacat. Metode OEE adalah ukuran kinerja mesin berdasarkan aspek availability, performance, dan quality. Metode FMEA diterapkan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko kegagalan berdasarkan nilai (RPN). Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE mesin blanking di bawah standar umum world-class sebesar 85%. Faktor utama yang memengaruhi adalah tingginya downtime dan produk cacat. Analisis FMEA mengungkapkan bahwa kerusakan pada sistem kontrol dan ketidakstabilan tekanan udara menjadi penyebab utama kegagalan, dengan nilai RPN tertinggi. Rekomendasi perbaikan meliputi perawatan preventif, pelatihan operator, dan pembaruan komponen mesin. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung pencapaian target produksi
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi Jual Beli Terhadap Pemahaman Konsep Pengurangan Bersusun Kelas III MI Ma'arif Al-Hasani
Pengaruh Penerapan Metode
Pembelajaran Simulasi Jual Beli Terhadap Pemahaman Konsep Pengurangan
Bersusun Kelas III MI Ma’arif Al-Hasani. (Dibimbing oleh Dr. Arissona Dia Indah
Sari, M.Pd dan Arya Setya Nugroho, M.Pd)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dan pengaruh
penerapan metode pembelajaran simulasi jual beli terhadap kemampuan
pemahaman konsep pengurangan bersusun kelas III di MI Ma’arif Al-Hasani Tahun
ajaran 2024/2025.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan jenis penelitian yaitu pre eksperiment design. Pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan tes yakni pre-test untuk mengetahui kemapuan awal
siswa dan post-test untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran
simulasi jual beli terhadap pemahaman konsep siswa. Analisis data yang digunakan
yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas III MI Ma’arif Al-Hasani tahun ajaran 2024/2025.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan ditemukan bahwa
kemampuan awal siswa termasuk dalam kategori rendah sesuai dengan nilai ratarata pre-test sebesar 52,70 dan nilai rata-rata post-test sebesar 89,22. Hal tersebut
menunjukkan bahwa kemampuan pemahamn konsep siswa meningkat dan sesuai
dengan hasil nilai Asymp. Sig. 2 (tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa “Hipotesis Diterima” sehingga terdapat pengaruh penerapan
metode pembelajaran simulasi jual beli terhadap pemahaman konsep pengurangan
bersusun kelas III MI Ma’arif Al-Hasan
Peranan Digital Marketing Dalam Membantu Pengembangan Takachi Mura Bakery Di Gresik
Dalam perkembangan teknologi digital, dampaknya terhadap strategi pemasaran UMKM, seperti Takachi Mura Bakery di Gresik, sangat signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana digital marketingmendukung pertumbuhan UMKM tersebut. Data dikumpulkan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik purposive sampling melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil riset menunjukkan bahwasannya penerapan digital marketing, khususnya melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berhasil memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, dan mendukung kenaikan penjualan. Kesimpulannya, digital marketingberperan krusial dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era digital
Pengaruh Pelatihan, Reward, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Metal Hitech Engineering
This study aims to analyze the effect of training, rewards, and work environment on employee performance at PT Metal Hitech Engineering. In an era of ever-changing business, it is important for companies to improve the quality of human resources in order to compete effectively. The method used in this study is a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to employees. The sample taken was 64 respondents with a nonprobability sampling technique. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis and partial hypothesis testing (t-test) using SPSS 25. The results of the study showed that the independent variable, namely training (X1) partially did not have a significant effect on employee performance (Y), while the Reward (X2) and Work Environment (X3) variables partially had a significant effect on employee performance (Y). The conclusion of this study confirms that to improve employee performance, companies need to optimize training programs, provide appropriate rewards, and create a conducive work environment. This study is expected to be a reference for companies in formulating strategies to improve employee performance and provide insight for further research that is relevant to this topic
Analisis Sentimen Publik Terhadap Kebijakan Ppn 12% Di Indonesia Menggunakan Representasi Tf-Idf Dan Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN)
Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021, telah memicu perdebatan terkait dampaknya terhadap perekonomian, khususnya harga barang dan daya beli. Platform media sosial X menjadi salah satu saluran utama dalam menyebarkan opini publik mengenai kebijakan ini, namun tantangan utama terletak pada volume data besar dan variasi bahasa yang digunakan, yang sulit dianalisis secara manual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem berbasis Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap kenaikan tarif PPN 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan nilai K memengaruhi kinerja model. Dengan nilai K = 3, model menghasilkan performa terbaik dengan akurasi 74,55%, precision 61%, recall 66%, dan F1-score 62%. Pada K = 5, akurasi turun menjadi 70,91% dengan precision 60%, recall 66%, dan F1-score 60%. Sementara pada K = 7, akurasi menurun lebih jauh menjadi 69,09%, dengan precision 59%, recall 65%, dan F1-score 58%. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan nilai K yang tepat untuk menghasilkan klasifikasi sentimen yang akurat dan seimbang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merespons kebijakan secara lebih tepat dan efekti
Penerapan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Dalam Pemilihan Supplier Pengadaan Bahan Baku Konveksi (Studi Pada Perusahaan Konveksi Eight Apparel, Gresik)
Pemilihan supplier bahan baku kain yang tepat merupakan faktor krusial dalam industri konveksi untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Namun, dalam praktiknya, banyak perusahaan konveksi masih mengandalkan metode konvensional dalam menentukan supplier, seperti berdasarkan pengalaman subjektif atau hubungan bisnis sebelumnya, tanpa adanya pendekatan analitis yang sistematis. Hal ini dapat menyebabkan ketidakefisienan dalam pengambilan keputusan dan potensi pemilihan supplier yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih objektif dan terstruktur dalam proses seleksi supplier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan kriteria yang menjadi prioritas dalam pemilihan supplier serta mengidentifikasi supplier terbaik yang paling memenuhi kriteria yang telah ditentukan
Penelitian ini mempergunakan metodologi kualitatif. Eight Apparel, seorang pengusaha kecil, menjadi fokus penelitian ini. Wawancara dengan pemilik perusahaan konveksi memberikan metode analisis dimana dipergunakan dalam penyelidikan ini. Temuan penelitian memperlihatkandengan mengidentifikasi secara metodis keunggulan supplier seperti kemampuan finansial berkenaan dengan pembiayaan dan dalam hal pengiriman dan kualitas produk, penggunaan pendekatan AHP bisa membantu dalam proses penilaian pemilihan supplier. Pembobotan kriteria penilaian yang relevan, membandingkan kriteria, dan membandingkan vendor menurut kriteria yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari proses pemilihan supplier AHP. Hasil perbandingan kemudian dipergunakan untuk menghasilkan manfaat penyedia dalam hal menawarkan bantuan terbesar dalam memenuhi permintaan industri konveksi
Evaluasi Kesuksesan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Balita Dengan Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Glagah, Lamongan
Status gizi yang baik merupakan faktor penentu keberhasilan
pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Balita merupakan salah satu kelompok rentan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi gizi buruk pada balita yaitu dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) be.rbasis bahan pangan lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mensukseskan program pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi balita gizi kurang di Puskesmas Glagah Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Glagah Lamongan. Berdasarkan data laporan monitoring PMT, populasi penelitian adalah balita usia 19-60 bulan dengan status gizi kurang sebanyak 100 balita berdasarkan indikator berat badan
menurut tinggi badan (BB/TB) yang digunakan dalam penilaian status gizi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample. T-test dengan nilai signifikansi < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah 56 hari pemberian PMT dan dilakukan monitoring yang menunjukkan adanya perbedaan BB/TB sebelum dan sesudah pemberian PMT dengan nilai p = 0,000. Terdapat efektivitas pemberian makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal pada balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Glagah, Lamongan
Improving Discipline Through Token Economy Method in Elementary School Students
This study aims to evaluate the effectiveness of the token economy method in improving the discipline of first-grade students at Almadany Elementary School, Gresik. The subjects of the study were two students (AA and NS) who previously showed undisciplinedbehavior, such as not arranging their shoes neatly, often being late, and not being orderly when lining up. The intervention was carried out for six sessions, where students were given stickers as tokens every time they showed disciplined behavior. The tokens could be exchanged for prizes such as key chains or stationery. Data were collected through observation, teacher interviews, and documentation of behavioral changes, then analyzed descriptively using a behavior change table and the ABC (Antecedent–Behavior–Consequence) framework. The results showed a significant increase in discipline indicators: punctuality, cleanliness, neatness, and orderliness. The ABC analysis revealed that previous undisciplined behavior was caused by a lack of personal communication and an unclear reinforcement system. After the intervention, the relationship between behavior and its consequences became better understood, thus forming new positive habits. This study supports the behaviorist theory of positive reinforcement, and emphasizes the importance of a personal approach in learning strategies. Although limited to two participants and a short time, this study proves that token economy is effective in improving student discipline, especially in inclusive schools
Implementation of Behavior with Reward Techniques to Increase Learning Interest of Elementary School Students
This study aims to determine the effectiveness of reward techniques based on a behavioristic approach in increasing learning interest in grade 3 students of Almadany Elementary School, Gresik. The subjects of the study were three students who showed low learning interest, indicated by lack of focus, often being thorough, and not completing assignments. The intervention was carried out for six sessions, with rewards in the form of praise (verbal), smiles/thumbs up (non-verbal), and stickers and reward cards (symbolic), every time students showed positive learning behavior. Data were collected through observation, teacher interviews, and documentation of behavioral changes. Analysis was carried out descriptively qualitatively and quantitatively using a behavior change table and the ABC (Antecedent–Behavior–Consequence) framework. The results showed a significant increase in aspects of learning interest, including attention, interest, involvement, and joy. The subjects (ASH, MI, and NRS) became more focused, active, and enthusiastic when learning. The teacher also stated that the classroom atmosphere became more conducive after the intervention. Although changes occur gradually, these findings prove that positive reinforcement is effective in modifying learning behavior, in accordance with behaviorism theory, especially positive reinforcement. The limitations of the study lie in the number of subjects and the short duration of the intervention, so it cannot be generalized. This study recommends a wider variety of rewards, including intrinsic and collaborative rewards, as well as the integration of shaping and chaining methods to form long-term learning habits