8938 research outputs found
Sort by
Pengembangan Fitur Aplikasi Vendor Selection Pada Sistem E-Tender Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia
Pemilihan vendor merupakan tahapan krusial dalam proses pengadaan barang dan jasa karena berpengaruh terhadap kualitas, biaya, dan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia telah menerapkan sistem e-tender sebagai sarana pengadaan, namun masih diperlukan pengembangan fitur pendukung keputusan agar proses seleksi vendor dapat dilakukan secara objektif, terstruktur, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur aplikasi vendor selection pada sistem e-tender dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).
Metode SAW digunakan sebagai metode pengambilan keputusan multikriteria dengan melakukan normalisasi nilai, pembobotan kriteria, serta perhitungan nilai preferensi untuk setiap alternatif vendor. Kriteria yang digunakan meliputi aspek administratif, teknis, harga, dan kinerja vendor. Pengembangan sistem dilakukan dengan menambahkan fitur perhitungan otomatis berbasis metode SAW sehingga sistem mampu memberikan rekomendasi vendor terbaik berdasarkan nilai preferensi tertinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAW pada fitur vendor selection mampu meningkatkan objektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam proses pemilihan vendor. Sistem yang dikembangkan dapat membantu pengambil keputusan dalam menentukan vendor secara lebih cepat dan akurat, serta mengurangi unsur subjektivitas. Dengan demikian, pengembangan fitur ini diharapkan dapat mendukung proses pengadaan barang dan jasa yang lebih efektif dan optimal di PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia.
Kata Kunci: Vendor Selection, E-Tender, Simple Additive Weighting (SAW), Sistem Pendukung Keputusa
Pengaruh Suhu Terhadap Pembuatan Biodesel Dengan Adsorben Tempurung Kelapa
Minyak goreng kelapa RBD bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel tetapi mimiliki kadar asam lemak bebasnya (Free Fatty Acid, FFA ) cukup tinggi. Untuk itu perlu dilakukan pretreatment berupa proses adsorpsi untuk menurunkan kadar FFA. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan penggunaan tempurung kelapa sebagai bahan adsorben saat menghasilkan biodiesel dari minyak kelapa bekas dan untuk mengevaluasi bagaimana suhu mempengaruhi proses transesterifikasi dalam pembuatan biodiesel dari minyak kelapa bekas. Tempurung kelapa yang yang digunakan sebagai adsorben di karbonisasi dengan suhu 400 0C dan diaktivasi dengan asam phospat. Selanjutanya dilakukan proses adsorpsi untuk menurunkan nilai asam lemak bebas pada minyak kelapa RBD bekas dengan nilai penurunan dari 1,8017 % menjadi 0,088649 %. Setelah itu dilakukan proses transesterifikasi pada kecepatan 300 rpm selama 60 menit menggunakan pelarut etanol dan variasi suhu (30; 40; 50; 60; 70) 0C . Hasil yield biodiesel yang didapatkan pada suhu 30 0C sebesar 72,46 % , suhu 40 0C sebesar 78,12 %, suhu 50 0C sebesar 79,48 %, Suhu 60 0C sebesar 86,52 dan pada suhu 70 0C sebesar 82,98 %. Kondisi terbaik transesterifikasi diapatkan pada variasi suhu 60 0C dengan nilai massa jenis 869,76 kg/m3 , viskositas 2,25 cSt dan nilai angka asam 0,35912394 mg-KOH/g
Rancang Bangun Sistem Otomatis Untuk Penghitungan, Pemilahan, Dan Penilaian Kualitas Cangkang Telur Dengan Fitur Pengiriman Informasi Ke Whatsapp
Klasifikasi telur secara manual di peternakan ayam sering mengalami kendala seperti lambat dan kurang akurat. Penelitian ini bertujuan membuat alat otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat menghitung, memilah berdasarkan berat, menilai kualitas telur dengan sensor photodioda, serta mengirim hasilnya ke WhatsApp. Alat ini menggunakan sensor Load Cell dan HX711 untuk mengukur berat, photodioda untuk mengecek kondisi cangkang, motor DC dan servo untuk memindahkan telur, serta LCD I2C untuk menampilkan informasi. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan telur ayam ras. Hasil menunjukkan akurasi pengukuran berat mencapai 99%, penilaian kualitas 90%, dan waktu kerja lebih cepat 50% dibanding cara manual. Fitur pengiriman ke WhatsApp juga berjalan lancar selama internet stabil. Alat ini dinilai cocok untuk mendukung otomatisasi dalam industri peternakan
Efektivitas Laughter Therapy Dalam Menurunkan Kelelahan Pada Peserta Gada Pratama
Fenomana terjadinya kelelahan ini tidak hanya terjadi pada lingkungan kerja formal, tetapi juga dalam proses pelatihan yang intensif seperti pelatihan Gada Pratama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas laughter therapy dalam menurunkan kelelahan pada peserta Gada pratama. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah 60 peserta, Namun sampel yang digunakan adalah 36 sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan p = 0,101 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa secara statiktik tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kelelahan sebelumnya dan sesudah diberikan intervensi laughter therapy. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan bantuan perangkat softwere, yaitu Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP) dan Excel
Upaya Mengurangi Cacat Produk Tembaga pada Proses Produksi Pt. XYZ dengan Pendekatan Metode Six Sigma dan Analisa 5W+1H
This study aims to minimize product defects in the copper production process at PT. XYZ. The Six Sigma method was used with the 5W+1H analysis approach. The data analysis results show that from the Refinery Plant production during May–June 2025, with a total of 1,249,320 units, 1,903 units were defective, or 15%. The main types of defects include Nodular Copper (31%), Thin Cathodes (22%), Moldy Cathodes (11%), Bent Cathodes (10%), and Broken Edge Strips (6%). In conclusion, through the DMAIC process, the causes of defects were analyzed using Pareto diagrams, fishbone diagrams, and RCA. The results showed that human, machine, material, method, and environmental factors contributed to product defects. Recommendations for improvement include operator training, routine machine maintenance, material control, and improving work environment conditions. The implementation of this method is expected to reduce the defect rate, improve product quality, and support the company's competitiveness
DESAIN TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pemberdayaan masyarakat dalam konteks agribisnis merupakan
pendekatan strategis untuk mengembangkan kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat perdesaan di Indonesia. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek aktif yang mampu mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan potensi, dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara mandiri.
Buku "Desain Teknik Pemberdayaan Masyarakat dalam Agribisnis" ini hadir sebagai kontribusi akademis dan praktis untuk memperkaya khazanah pengetahuan dan menjadi panduan operasional bagi praktisi pemberdayaan, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan
Pengaruh Pemberian Rebusan Buncis (Phaseolus Vulgaris L) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Suci Kabupaten Gresik
Latar Belakang : Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi akibat ketidakseimbangan karbohidrat, lemak, dan protein yang terjadi pada pembuluh darah, mata, ginjal, jantung, dan saraf. Salah satu metode penatalaksanaan diabetes melitus adalah penggunaan rebusan buncis yang mengandung stigmasterol dan sitosterol yang merangsang sel β-pankreas untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada jaringan perifer dan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode : Populasi pada penelitian ini adalah penderita dm tipe 2 sebanyak 20 orang. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penderita dm tipe 2 dengan teknik total sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar observasi kadar gula darah. Analisis menggunakan uji wilcocon. Hasil : Sebelum pemberian rebusan buncis rata-rata kadar gula darah adalah 329.40 mg/dl nilai minimum 213 mg/dl dan maksimum 491 mg/dl. Setelah pemberian rebusan buncis rata-rata kadar gula darah 119.60 mg/dl nilai minimum 100 mg/dl dan maksimum 187 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian rebusan buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 dan dapat digunakan sebagai terapi tambahan non-farmakologis
Analisis Peramalan Permintaan Produk Kanon Dengan Metode Triple Exponential Smoothing Dan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) (Study Kasus: PT.Petrokimia Kayaku)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dihadapi PT. Petrokimia Kayaku Gresik Pabrik 1 pada bagian PPIC, yakni masalah yang timbul ketersediaan barang masih tidak sesuai dengan permintaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis permintaan, ini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kekurangan stok dan memaksimalkan keuntungan perusahaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan peramalan permintaan menggunakan metode Triple Exponential Smoothing (TES) dengan parameter α = 0.2, β = 0.2, dan γ = 0.2 dan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) (1,1,1) (0,1,1). Triple Exponential Smoothing dengan parameter α yang menentukan bobot data terbaru, memberikan peramalan yang adaptif terhadap tren. Sementara itu, model ARIMA (1,1,1) (0,1,1) memanfaatkan struktur autokorelasi dalam data untuk menghasilkan peramalan yang mempertimbangkan ketergantungan antar periode waktu, dengan bantuan pengolahan data menggunakan minitab 21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang lebih baik adalah metode Triple Exponential Smoothing α = 0.2, β = 0.2, dan γ = 0.2 yang beracuan pada nilai keakuratan terkecil dan verifikasi peramalan yang terkendali. Sehingga dapat meminimalkan risiko kekurangan stok untuk kedepan dan memaksimalkan keuntungan perusahaan
Pengaruh Return On Equity, Current Ratio, Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sub Sektor Consumer Service Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2018 -2022
Background – In the current era of globalization, business competition is increasingly fierce and has a significant impact on economic development. Global economic instability ultimately creates challenges in national economic development, especially in the ability of the business sector to develop and maintain its business prospects. Based on data from the Indonesian Stock Exchange (BEI), there are 32 companies in the consumer services sub-sector in the 2018-2022 period that are indicated to be experiencing financial distress.
Objective – This research aims to determine the effect of return on equity, current ratio and debt to equity ratio on financial distress in consumer services sub-sector companies listed on the IDX in 2018 – 2022.
Design / Methodology / Approach – The research method uses quantitative research methods with a sample of 105 companies using purposive sampling technique. The analytical tool used is logistic regression using the SPSS 25 program.
Findings – The results of this research show that return on equity has no negative effect on financial distress, current ratio has no positive effect on financial distress, debt to equity ratio has no negative effect on financial distress.
Research Implication – This research can help company managers in designing more effective financial strategies and these findings can provide insight to investors in choosing shares or companies that have a lower risk of financial distress. Investors can use it to analyze the company's financial health before investing.
Limitations – This research was only conducted on sub-consumer service companies and used several limited sector variables so it did not cover all important aspects in assessing financial distress
Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Dalam Mengatasi Miskonsepsi Materi Bangun Datar Segi Empat
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran CUPs, serta mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran CUPs sebagai upaya dalam mengatasi miskonsepsi siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV UPT SD Negeri 34 Gresik tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah 24 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman yang selama proses pengumpulan data melakukan tiga kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CUPs yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu fase individu, triplets, dan diskusi kelas, dapat membantu mengatasi miskonsepsi pada siswa. Sebelum penerapan model pembelajaran CUPs, rata-rata 61,5% siswa mengalami miskonsepsi klasifikasional, korelasional, dan teoritikal. Setelah penerapan model pembelajaran CUPs, persentase siswa yang mengalami miskonsepsi menurun menjadi 25,5%. Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran CUPs efektif digunakan untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada materi bangun datar segi empat