8938 research outputs found
Sort by
Analisis Pegendalian Persediaan Material Maintenance, Repair, Operations (MRO) Dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) dan Metode Min-Max Inventory Control
Liquefied Petroleum Gas (LPG) merupakan sumber energi utama yang digunakan secara luas oleh rumah tangga, industri kecil, hingga sektor komersial di Indonesia, sehingga ketersediaannya sangat memengaruhi aktivitas masyarakat. PT X sebagai salah satu produsen minyak dan gas yang terintegrasi, menghadapi tantangan yakni pengadaan suku cadang Maintenance, Repair, and Operations (MRO) dengan lead time panjang, fluktuasi permintaan, serta kebutuhan yang sulit diprediksi namun harus tetap dipastikan bahwa produksi harus selalu berjalan, agar kebutuhan masyarakat tidak terhambat.. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan kebutuhan material agar proses produksi LPG berjalan lancar dan pasokan nasional terpenuhi. Metode yang digunakan adalah kombinasi Material Requirements Planning (MRP) dan Min-Max Inventory Control. MRP berfungsi merencanakan kebutuhan material berdasarkan jadwal produksi dari struktur Bill of Material, sedangkan Min-Max menetapkan batas minimum dan maksimum stok untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan biaya penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MRP dan Min-Max mampu menurunkan risiko kekurangan stok sebesar 35%, mengurangi biaya pengadaan darurat hingga 20%, serta meningkatkan keandalan pasokan suku cadang. Integrasi MRP dan Min-Max Inventory Control efektif dalam menjaga kelancaran produksi LPG, meminimalkan risiko operasional, dan mendukung keberlanjutan pasokan energi nasional
Analisis Manajemen Resiko Teknologi Informasi PT. Eterindo Nusa Graha Menggunakan Framework ISO31000:2018
The use of information technology in companies is a crucial
element to support business process effectiveness and
efficiency. However, it also presents various challenges and
risks that need to be managed properly. Risk management
is key to protecting company value, optimizing strategies,
and securing assets. PT. Eterindo Nusa Graha, as an
industrial company relying on information technology,
faces risks related to data, software, hardware assets, as
well as threats from natural, system, infrastructure, and
human resources. To address these issues, the company
implements the ISO 31000:2018 framework, known for its
flexibility and structured approach in identifying,
assessing, and managing risks. Analysis results show that
out of 16 identified risks, 5 are categorized as low, 10 as
medium, and 1 as high. This indicates that most risks are
still controllable, although effective mitigation strategies
are needed, especially for high-category risks. The
implementation of ISO 31000:2018 at PT. Eterindo Nusa
Graha has helped the company protect critical assets, build
stakeholder trust, and ensure smooth business processes.
Thus, the company has demonstrated good risk
management capabilities, although it still needs to focus
more on high risks to minimize potential impacts
The Exit Strategy Clause as an Application of the Proportionality Principle in Franchise Agreements
This study aims to analyze the application of the proportionality principle in formulating exit strategy clauses in franchise agreements and examine legal protections available to franchisees facing unilateral termination without proportional clauses. This study employs a normative legal approach examining legislation, academic literature, and franchise practices through conceptual, legislative, and case approaches. The novelty of this research lies in applying the proportionality principle specifically to exit strategy mechanisms, an aspect rarely explored in Indonesian franchise law literature, offering practical frameworks for balanced contract termination. The proportionality principle applies through three tests (suitability, necessity, and balancing). A proportional exit strategy clause must contain a clear termination mechanism with a cure period, fair compensation based on franchisee investment and contribution, and an adequate transition period for business cessation. Legal protection for franchisees includes preventive measures through notarial agreements and repressive measures through legal remedies based on the Civil Code, compensation claims, buyback mechanisms, protection during franchisor bankruptcy, and proportional non-competition clauses. This study emphasizes that applying proportionality principles in exit strategy clauses is crucial for ensuring balance between parties rights and obligations and preventing contractual power abuse
Pengaruh Kebijakan Deviden Dan Sales Growth Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan Pertambangan Batu Bara Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2020-2023)
Industri pertambangan batu bara memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang substansial terhadap penerimaan negara serta profitabilitas korporasi. Kendati demikian, fluktuasi harga komoditas dan perubahan dinamika pasar global menghadirkan tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja finansialnya, khususnya dalam aspek profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan dividen serta pertumbuhan penjualan (sales growth) terhadap tingkat profitabilitas perusahaan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 hingga 2023. Dalam studi ini, profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan kebijakan dividen direpresentasikan melalui Dividend Payout Ratio (DPR). Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode asosiatif. Sebanyak 44 laporan keuangan perusahaan batu bara dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda yang diolah menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil temuan menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, sedangkan pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa kebijakan dividen memiliki peran krusial dalam mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan, sementara peningkatan penjualan belum tentu menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Studi ini memberikan wawasan strategis bagi pihak manajemen dalam menentukan kebijakan distribusi laba dan strategi ekspansi penjualan di masa mendatang
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas Dan Struktur Aset Terhadap Struktur Modal
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel profitabilitas, likuiditas, dan struktur aset terhadap struktur modal perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada tahun 2019-2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di bursa efek Indonesia total perusahaannya sebanyak 15 perusahaan. Berdasarkan teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sebanyak 7 perusahaan sub sektor farmasi. Total data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 data observasi. Dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi yang didapat dari laporan keuangan masing masing perusahaan yang dipublikasikan oleh website resmi www.idx.co.id. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Struktur modal dalam penelitian ini diukur dengan dua indikator, yaitu Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu bahwa variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap struktur modal DER dan DAR. Sementara itu, variabel likuiditas dan struktur aset berpengaruh terhadap DER dan DAR
Evaluasi Risiko Cedera Musculosceletal Berbasis Metode Rula Dan Reba Pada Operator Bagian Pengiriman Barang Di PT DCF
This study aims to evaluate the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) during manual material handling activities at Firm DCF's warehouse. Tasks such as lifting, moving, and arranging goods manually can cause risk due to non-ergonomic postures. The research began with observation and Nordic Body Map (NBM) questionnaires, followed by posture analysis using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) methods. The results indicate that the highest risk occurs during receiving and picking activities, with REBA scores of 11 and RULA scores of 7. This result shows the need for immediate corrective action. The primary contributing factors are bending postures, heavy loads, and repetitive movements. Recommended improvements include providing training on proper lifting techniques, using mechanical aids such as hand pallets or trolleys, and adjusting rack heights to match optimal reach distances. Implementing ergonomic risk principles is expected to reduce injury risks, enhance work comfort, and sustain productivity among warehouse employees at PT DCF
Perancangan Sistem Peringatan Untuk Pengendara Sepeda Motor Berdasarkan Kecepatan Dan Detak Jantung Berbasis ESP32
Keselamatan pengendara sepeda motor merupakan perhatian utama mengingat tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan kecepatan dan detak jantung berbasis ESP32 yang dapat memberikan peringatan dini kepada pengendara serta mengintegrasikan modul GPS untuk pelacakan lokasi dalam situasi darurat. Sistem ini memanfaatkan sensor detak jantung MAX30102, sensor kecepatan berbasis Hall Effect, modul SIM808 untuk pengiriman SMS, dan GPS untuk pelacakan lokasi. Keterbatasan sistem ini meliputi penggunaan pada sepeda motor dengan kecepatan maksimum 120 km/jam, pengiriman lokasi menggunakan format koordinat sederhana, dan pengujian dilakukan dalam kondisi jalan normal. Dengan mengembangkan algoritma analisis data yang efisien, penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran pengendara terhadap kondisi fisik dan kecepatan berkendara, membantu proses respons darurat melalui pelacakan lokasi, serta berkontribusi dalam mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Untuk presentase keberhasilan alat yang akan digunakan bisa mencapai 92% - 97% dari hasil yang sudah diuji coba
Analisis Efisiensi Waktu Proyek Fabrication Roll Plate 38 MM Di PT. XYZ Menggunakan Metode CPM Dan PERT
Manajemen proyek merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan penyelesaian pekerjaan, khususnya pada industri konstruksi dan manufaktur yang menuntut efisiensi penggunaan sumber daya. Ketepatan waktu menjadi aspek penting karena keterlambatan dapat menyebabkan kerugian finansial, gangguan operasional, hingga menurunkan kepercayaan pelanggan. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Fabrication Roll Plate 38 mm di PT.XYZ dengan tujuan menganalisis efisiensi waktu menggunakan dua metode yaitu Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation Review Technique (PERT). CPM digunakan untuk menentukan lintasan kritis serta durasi minimum proyek dengan pendekatan deterministik, sedangkan PERT digunakan untuk mengukur ketidakpastian waktu menggunakan tiga estimasi, yaitu optimis, realistis, dan pesimis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek terdiri dari aktivitas-aktivitas utama seperti persiapan material, pemotongan, rolling plate, pengelasan, inspeksi, dan finishing. Perbandingan antara CPM dan PERT memperlihatkan adanya perbedaan estimasi durasi serta probabilitas penyelesaian proyek tepat waktu. Dengan memanfaatkan kedua metode ini, manajemen dapat lebih mudah mengidentifikasi aktivitas prioritas dan menyusun strategi pengendalian yang tepat, seperti alokasi sumber daya tambahan atau rescheduling aktivitas non-kritis. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif menggunakan kedua metode, diperoleh hasil Durasi total proyek berdasarkan metode CPM adalah 152 hari, dengan lintasan kritis terdiri dari rangkaian aktivitas A–B–C–D–E–F. dan Durasi total proyek berdasarkan metode PERT adalah 150,67 hari, yang menunjukkan adanya pengaruh ketidakpastian waktu terhadap estimasi durasi proyek. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi CPM dan PERT memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi risiko keterlambatan, serta mendukung keberhasilan proyek secara menyeluruh
Penerapan Strategi Self-Monitoring Berbasis Visual Support Untuk Membantu Meningkatkan Fokus Belajar Pada Siswa ADHD Dan Autisme Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik
Siswa dengan gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan Autism Spectrum Disorder (ASD) seringkali menghadapi kesulitan dalam menjaga fokus belajar, mengelola perilaku, serta mengikuti instruksi dengan konsisten di lingkungan sekolah inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan penerapan strategi self-monitoring berbasis visual support dalam meningkatkan fokus belajar pada seorang siswa berusia 16 tahun dengan ADHD dan autisme di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru BK dan Duru Pendamping Khusus (GPK) serta observasi langsung terhadap perilaku fokus belajar siswa selama proses intervensi. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest posttest. Analisis data menggunakan penghitungan Normalized Gain/N-Gain Score dan evaluasi perubahan perilaku on-task. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan yang bermakna dalam kemampuan fokus belajar siswa dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,75 yang tergolong sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi self-monitoring berbasis visual support berdampak signifikan dalam meningkatkan fokus belajar siswa dengan ADHD dan Autisme
Effect of Slow Deep Breathing on Lung Function Among Individuals with Multi-Drug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) at a Regional General Hospital in Indonesia
Introduction: Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) sufferers experience decreased Received: October 15, 2024lung function. Non-pharmacological therapy such as slow deep breathing has been widely Revised: April, 18, 2025applied to improve lung function of individuals with Tuberculosis. However, the results Accepted: April, 19, 2025Available online: April, 25, 2025were inconsistant. The aim of this research is to analyze the effect of slow deep breathing on lung function pf individuals with multi-drug resistant (MDR-TB) at the MDR-TB Polyclinic Ibnu Sina General Hospital Gresik, Indonesia.KEYWORDShealth risks; multi-drug Method: This study employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test. resistant; slow deep breathing; The population consisted of 294. A total of 35 participants were selected using purposive tuberculosissampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection involved a StandardCORRESPONDING AUTHOR Operating Procedure (SOP)-guided intervention in slow deep breathing exercises as the independent variable. Lung function, the dependent variable, was measured using a Widiharti Widiharticalibrated spirometry device before and after the intervention. An accidental sampling [email protected] was applied, focusing on the availability and willing to participate.Faculty of Health, Universitas Muhammadiyah Gresik, Gresik, East Java, IndonesiaResults: The results showed of 19 (54.3%) and almost half of participants had abnormal lung function, 16 (45.7%) people. After being given intervention, the majority of particupants presented normal lung function, 21 (65.7%) of them and almost half of them had abnormal lung function, 12 (34.3%) of them. Mc Nemar test to determine the effect of slow deep breathing on lung function was p-value of 0.125 > 0.05.Conclusion: This study documented that slow deep breathing exercises had no significant effect on lung function in individuals with MDR-TB. This likely attributable to other contributing factors, such as routine pharmacological treatment, consistent physical activity, and improved adherence to therapy. These confounding variables may have played a more substantial role in the observed changes. Further research with rigorous experimental designs, involved larger sample sizes, and longer duration of intervention is needed