Politeknik META Industri: E-Journals
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN TINGKAT USABILITAS SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU BERBASIS WEBSITE
Objek penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPMB) salah satu lembaga pendidikan yaitu PMIC. Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPMB) muncul pada tahun 2020 sebagai pendukung kebutuhan selama pandemi yang tidak bisa menerima pendaftaran mahasiswa secara langsung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode UEQ (User Experience Questionnaire), teknik ini digunakan untuk mengukur pengalaman pengguna dalam menggunakan website SIPMB. Oleh karena itu, dalam melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terjadinya GAP antara akun teregistrasi yang melanjutkan pendaftaran dan yang tidak melanjutkan pendaftaran. Pada aspek Hedonic Quality, variabel stimulation mendapatkan nilai positif 1.877, dari hasil nilai tersebut tergambar bahwa Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (SIPMB) PMIC dapat mempengaruhi motivasi pengguna untuk menggunakan website SIPMB. Sedangkan pada variabel novelty mendapatkan nilai positif +0.885 dimana nilai aspek ini yang terkecil dari nilai variabel lainnya. Website SIPMB ini memiliki tingkat usabilitas yang baik karena pengguna menilai website SIPMB dengan nilai yang positif. GAP yang terjadi antara pembuat akun registrasi dan pendaftar yang menyelesaikan pendaftaran bukan berasal dari faktor penggunaan yang kurang baik dari website SIPMB tersebut.Kata Kunci: Sistem Informasi, Penerimaan Mahasiswa Baru, Usabilitas, User Experience Questionnair
KOMPARASI TIP INSERT KOTAK DAN OKTAGONAL TERHADAP KEKASARAN BAJA CK 45 PADA PROSES MILLING
Pada saat ini proses permesinan semakin banyak menggunakan inser tip sebagai pengganti alat potong pejal. Hal ini dilakukan karena banyak keuntungan yang didapat antara lain tidak dibutuhkan lagi pengasahan, waktu henti mesin lebih sedikit, laju pemotongan material lebih tinggi, biaya penggerindaan tidak ada, harga insert tip lebih murah daripada brazed tip, laju produksi lebih tinggi, penggantian sisi yang sudah tumpul dapat dilakukan dengan cepat dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan percobaan untuk membandingkan kualitas permukaan dari insert tip kotak dan oktagonal dengan material yang sama yakni cemented carbide yaitu tipe YBC301 dan YBG202 dari merek yang sama yakni ZCC-CT. Kedua cutting tool tersebut digunakan untuk proses face milling dengan material baja karbon sedang CK45. Parameter permesinan yang digunakan adalah kecepatan putar 900 rpm, laju pemakanan 300 mm/min sedangkan kedalaman pemakanan (DOC) divariasikan 0,5 mm, 1 mm, 2 mm dan 3mm. Hasil yang didapatkan kualitas permukaan yang dihasilkan insert tip oktagonal secara umum lebih baik dari pada tipe kotak. Pada tipe kotak semakin besar DOC semakin baik kualitas permukaan yang dihasilkan sedangkan pada tipe oktagonal semakin besar DOC semakin berkurang kualitas permukaan yang dihasilkan
RANCANG BANGUN MESIN CRUSHER BAHAN NILLON A402 UNTUK PROSES DAUR ULANG DI PT.PANDROL INDONESIA
Teknik injection moulding adalah sebuah teknik untuk pembuatan plastic, Teknik ini efisien namun memiliki kelemahan berupa terdapat hasil limbah sisa plastik. PT.Pandrol Indonesia, merupakan salah satu produsen komponen penambat rel kereta api. Perusahhan ini memproduksi rail pad dan rail insulator menggunakan teknik Injection Mouldin. Dengan bahan yang digunakan sebagai bahan adalah nillon A402. Sisa plastik dari bahan tersebut hasil menciPT.akan limbah yang sulit diolah dan mengakibatkan kerugian bahan baku hingga 2-12% dari total harga bahan per tahun. PT. Pandrol bekerjasama dengan Politeknik Industri ATMI berusaha merancang sebuah alat penggiling limbah Nillon A402 yang bertujuan untuk menggiling sisa limbah. Limbah yang sudah dihancurkan nantinya akan dapat didaur ulang kembali. Dari hasil penelitian didapatkan sebuah rancangan mesin penghancur nillon A402 dengan daya maksimal 4 Kw, dengan dimensi chip 1,5 mm2, dan target potongan seberat 33 kg per jam
EVALUASI KRITERIA SISTEM JAMINAN HALAL (SJH) OLAHAN SUSU YANG MENGANDUNG PROBIOTIK DI PT X
Sistem jaminan halal merupakan kepastian hukum yang diciptakan guna melindungi keamanan halal serta pangan khususnya umat muslim di Indonesia yang meluas penerapannya dalam bidang pangan, farmasi, obat tradisional, kosmetik dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penerapan sistem jaminan halal di PT. X pada tahun 2022 yang akan segera berakhir masa berlaku dengan melihat adanya beberapa temuan yang terjadi yaitu adanya bahan baku yang tidak memiliki sertifikasi halal serta belum disetujui penggunaannya oleh LPPOM MUI akan digunakan untuk proses produksi, ketidaksesuaian mengenai dokumen prosedur yang tidak memiliki nomor dokumen serta bahasa yang digunakan bersifat multitafsir. Peneliti menggunakan metode audit ditempat, observasi langsung, wawancara serta menganalisis dokumen yang berkaitan dengan klausul Sistem Jaminan Halal dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Data yang didapat disortir, disajikan dalam bentuk persentase kemudian ditarik kesimpulan mengenai poin yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil rata-rata persentase pada sebelas klausul yang diteliti menyeluruh sebesar 90,15%.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa PT. X telah menerapkan Sistem Jaminan Halal sesuai dengan persyaratan Sistem Jaminan HAS 23000-1 dengan sangat baik tetapi tetap perlu dilakukan perbaikan agar sistem yang dijalankan tetap dijalankan secara konsisten sepenuhnya oleh organisasi dan karyawan didalamnya.Sistem jaminan halal merupakan kepastian hukum yang diciptakan guna melindungi keamanan halal
serta pangan khususnya umat muslim di Indonesia yang meluas penerapannya dalam bidang pangan,
farmasi, obat tradisional, kosmetik dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi
penerapan sistem jaminan halal di PT. X yang akan segera berakhir masa berlaku dengan melihat adanya
beberapa temuan yang terjadi yaitu adanya bahan baku yang tidak memiliki sertifikasi halal serta belum
disetujui penggunaannya oleh LPPOM MUI akan digunakan untuk proses produksi, ketidaksesuaian
mengenai dokumen prosedur yang tidak memiliki nomor dokumen serta bahasa yang digunakan bersifat
multitafsir. Peneliti menggunakan metode audit ditempat, observasi langsung, wawancara serta
menganalisis dokumen yang berkaitan dengan klausul Sistem Jaminan Halal dalam mendapatkan
informasi yang dibutuhkan. Data yang didapat disortir, disajikan dalam bentuk persentase kemudian
ditarik kesimpulan mengenai poin yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil
rata-rata persentase pada sebelas klausul yang diteliti menyeluruh sebesar 90,15%.Kesimpulan dari
penelitian yang dilakukan bahwa PT. X telah menerapkan Sistem Jaminan Halal sesuai dengan
persyaratan Sistem Jaminan HAS 23000-1 dengan sangat baik tetapi tetap perlu dilakukan perbaikan
agar sistem yang dijalankan tetap dijalankan secara konsisten sepenuhnya oleh organisasi dan karyawan
didalamnya
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU SAPOPHORE DENGAN MENGGUNKAN METODE FISHBONE PADA PRODUK GULA SYRUP (SAPOPHORE). (Studi kasus di PT. Amanah prima Indonesia)
Penelitian dilakukan di PT. Amanah Prima Indonesia, perusahaan makanan dan minuman
yang memproduksi minuman sari buah dan minuman syrup gula. Fokus penelitian adalah
pada pembuatan gula cair dari tepung tapioka melalui proses hidrolisis enzimatis serta
pentingnya proses pasteurisasi dalam memastikan keamanan produk. Analisis
menggunakan Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan
produk, dengan penekanan pada kerusakan produk sapophore. Hasil analisis menunjukkan
faktor-faktor seperti manusia, mesin, lingkungan, material, dan metode mempengaruhi
kualitas produk. Rekomendasi termasuk pengawasan ketat dalam produksi, pelatihan
karyawan, perbaikan infrastruktur, dan penerapan teknologi pasteurisasi guna mengurangi
produk reject.
Kata Kunci : 1. Diagram Fishbone 2. Gula cair, 3. Hidrolisis, enzimatis, 4. Kualitas produk
5. Kerusakan produk, 6. Pasteurisasi, 7. PT. Amanah Prima Indonesia, 8. Minuman syru
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN KOSMETIK DI JAGAKARSA JAKARTA SELATAN
Cosmetics are necessary in the beauty field for the beauty of the human body. Repeated use of cosmetic products every day requires safe requirements for someone to choose cosmetics because they add power, practicality of use, and the need to look attractive. Knowledge is a factor that influences health-related behavior, including behavior cosmetic use. This research aims to determine the level of knowledge of cosmetic use behavior among teenagers in the environment RW 03 Cipedak, Jagakarasa District, South Jakarta, and find out the relationship between knowledge and behavior in teenagers in RW 03 Cipedak Village Jagakarsa District, South Jakarta. This research is non-experimental, using analytical survey research methods with an approach, and sampling was carried out using purposive sampling. This research shows that teenagers from RW 03 Kelurahan Cipedak are a suitable category, with 89% against cosmetic use. And behavior is good, with 89.8% against cosmetic use. As well as the relationship between knowledge and behavior has a significant relationship with a value of p = 0.000
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA PEGAWAI DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT. SMART SOLUTION
The quality of human resources is one of the factors to increase the productivity of a company's performance, so companies need to assess employee performance to find out how they are carrying out their duties. Problems that occur at PT. Smart Solution Bekasi is an employee performance assessment process that is carried out subjectively so that it is still difficult to determine the best employee performance. The AHP (Analytical Hierarchy Process) method is used as a support for decision making which can simplify an existing problem so that it can speed up the decision making process. Based on the results of the calculation process that has been carried out using the Analytical Hierarchy Process method, it is obtained that the priority order of the main criteria in selecting employee performance appraisals is the attendance criterion with a value of 0.6169, in second place is the speed criterion with a value of 0.0564 and in third place is the tardiness criterion with a value of 0.0554 as well as for fourth place is the work results criterion with a value of 0.2703.Keywords : Decision Support System, Analytical Hierarchy Proces
IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS PADA SISTEM MONITORING SUHU, KELEMBABAN DAN KEBERADAAN API PADA RUANG SERVER PT XYZ
PT. XYZ is a company engaged in technology which, apart from being a hosting and domain service provider, is also an internet service provider. Therefore, server performance is very much considered in supporting the performance of hosting and internet services. In order to maintain the stability of server performance and the hardware in it, controlling temperature, humidity and the presence of fire in the server room is very important for the pic server. However, there are several things that become an obstacle that a pic server is not always in the server room, while problems can occur outside of pic server working hours or control hours. This research aims to create a monitoring system for temperature, humidity and fire in the server room that can be accessed remotely via the internet and the data is displayed in real time which makes it easier for the pic server in the monitoring process so that at any time the problem will be handled quickly. The method used in this research is the Research and Development (R&D) method. The margin error of the measurement results is for a temperature of 0.91%, humidity 1.42% and the fire sensor is able to read the presence of a fire with a distance of more than 5 meters
GAMBARAN PENGGUNAAN ANALGESIK DAN ANTIINFLAMASI PASIEN PEDIATRI ISPA ATAS DI PUSKESMAS KRUI
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat dan saat
ini masih menjadi masalah kesehatan umum di Indonesia. ISPA adalah penyakit yang disebabkan oleh
berbagai macam mikroorganisme dan dapat menyebabkan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran pada penggunaan obat analgesik-antipiretik dan antiinflamasi nonsteroid. Pada
pasien pediatri ISPA, tingkat kesesuaian penggunaan obat analgesik-antipiretik dan antiinflamasi
nonsteroid pada pasien pediatri ISPA di Puskesmas Krui Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian ini
adalah deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari catatan rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi pada tahun 2021 di Puskesmas
Krui dengan jumlah sampel 167 pasien. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik
pasien ISPA pediatri berdasarkan usia terbanyak pada kelompok 7-12 tahun sebanyak 75 pasien
(47,8%), karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 80 pasien
(51%), penggunaan obat ISPA dengan golongan terbanyak adalah golongan Analgesik sebanyak
(67,5%), kerasionalan penggunaan obat meliputi tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis
(96,2%).
Kata Kunci : ISPA, Analgesik, Antiinflamasi, Pediatr
PENGGUNAAN RAPID MINER UNTUK MELIHAT POHON KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA ACCOUNT REPRESENTATIVE
Pengawasan kinerja merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh pada setiap aspek kegiatan. Dalam dunia kerja, informasi yang dikelola dan disajikan sangat kompleks karena banyaknya informasi yang dimiliki oleh perusahaan. Hal tersebut tentu akan membingungkan apabila cara penyajian informasi yang sangat banyak tersebut tidak mneggunakan bantuan sistem. Penelitian ini berfokus pada pengujian cara kerja aplikasi Rapid Miner terhadap penilaian kinerja Account Representative dengan menggunakan pohon keputusan. Pohon keputusan merupakan representasi sederhana dari teknik klasifikasi pada data mining. Ini sangat diperlukan untuk menjadi gambaran dalam melakukan perhitungan C.45 yang nanti akan dibandingkan dengan hasil pohon keputusan dari Rapid Miner