Politeknik META Industri: E-Journals
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN MESIN PENCACAH SAMPAH PLASTIK MENGGUNAKAN SOFT START UNTUK MENDUKUNG DAUR ULANG BERKELANJUTAN
Peningkatan penggunaan plastik di masyarakat menyebabkan volume sampah plastik terus bertambah dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendaur ulang sampah plastik melalui mesin pencacah. Penelitian ini bertujuan merancang mesin pencacah sampah plastik skala industri rumah tangga dengan desain kompak, daya rendah (1 HP), dan dilengkapi soft start untuk mengurangi lonjakan arus listrik, sehingga sesuai untuk penerapan daur ulang berkelanjutan dalam skala kecil. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) mengacu pada tahapan Borg & Gall. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung dan serangkaian pengujian terhadap kinerja mesin. Adapun Proses analisis data dilakukan melalui pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mesin mampu mencacah sampah botol plastik dan tutup botol plastik dengan kapasitas rata-rata sebesar 7,2 kg/jam. Mesin ini memiliki ukuran panjang 700 mm, lebar 420 mm, dan tinggi 700 mm, sehingga menjadikannya mudah ditempatkan di area yang sempit. Penggunaan motor listrik 1 HP dengan soft start berhasil menurunkan lonjakan arus listrik dari 24 A menjadi 10 A (Penurunan 58,33%), sehingga mengurangi risiko pemutusan arus akibat kelebihan beban. Dengan konsumsi daya rendah dan mudah diaplikasikan pada skala industri rumah tangga, mesin ini layak sebagai solusi daur ulang sampah plastik yang berkelanjutan, praktis, dan ramah lingkungan.Kata kunci : Sampah Plastik, Mesin pencacah, Soft Start, Daur Ulang Berkelanjutan, Industri Rumah Tangg
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI GASTRITIS PADA PASIEN APOTEK BUDI ASIH CIBARUSAH
Swamedikasi, Pengetahuan, Perilaku, Gastriti
CORRELATION OF REGRESSION ON EMPLOYEE PERFORMANCE: IN-DEPTH ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN COMPETENCY AND COMPENSATION AT THE HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SERVICE OF PT XYZ
Employee performance management is crucial for achieving organizational goals, especially in dynamic industries like aviation. PT XYZ, a leading aircraft maintenance provider, recognizes the importance of optimizing employee performance. Individual competency and organizational compensation are key factors influencing this performance. Certification, as proof of competency, ensures employees possess the necessary skills, yet it is becoming rare in Human Resource Management services, potentially hampering performance. In addition, PT XYZ survey data highlights compensation as a weak point, impacting overall employee performance. This research aims to examine the relationship between competency, compensation, and employee performance at PT XYZ's Human Capital Management Service using the correlation regression method. The findings indicate that both competency and compensation significantly influence employee performance, with a correlation value of 0.696 (69.6%), indicating a strong relationship. Additionally, the analysis shows that competence and compensation together account for 48.4% of the variance in employee performance, while the remaining 51.6% is influenced by other factors not examined in this research. Employee competency has a positive and significant influence on performance, with a regression coefficient value of 1.027, indicating that an increase in employee competency is directly proportional to an increase in their performance. In contrast, compensation shows no partial significant influence on performance, with a regression coefficient value of -0.092. The study recommends that PT XYZ’s Human Capital Management Department prioritize enhancing employee competency and reviewing compensation strategies to improve overall performance. This research contributes significantly to developing more effective human resource management policies in a competitive business environment
EVALUASI PENGEMBALIAN (RETUR) OBAT PADA SISTEM UNIT DOSE DISPENSING (UDD) DI INSTALASI FARMASI RAWAT INAP RS X
Sistem distribusi Unit Dose Dispensing (UDD) dapat menurunkan kesalahan pemberian obat hingga kurang dari 5%, dibandingkan dengan floor stock atau resep individu yang mencapai 18%. RS X merupakan rumah sakit yang telah menerapkan sistem UDD. Obat disiapkan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07:00-10:00 dan malam hari pukul 21:00-00:00 WIB. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui persentase retur obat, penyebab retur obat dan mengevaluasi sistem distribusi obat dengan sistem UDD di RS X. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit melalui pengendalian obat yang lebih efektif dan efisien. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data retrospektif yaitu pengumpulan data yang telah lalu. Sampel penelitian ini adalah data resep dan retur obat pasien rawat inap pada bulan Januari-Maret 2024, dengan populasi seluruh data sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di instalasi farmasi rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat retur bulan Januari-Maret 2024 sebesar 28,11%. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan 3 bulan terakhir ditahun 2023, yaitu 28%. Data obat retur terbanyak pada 10 item obat yang sering dikembalikan pada bulan Januari-Maret 2024 sebanyak 3654 item dengan 6 penyebab retur obat yaitu pasien pulang, pasien meninggal, terapi dihentikan, terapi batal, pasien alergi dan transaksi salah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata retur bulan Januari-Maret 2024 sebesar 28,11% dan ada 6 alasan penyebab retur. Evaluasi pendistribusian sediaan farmasi menggunakan sistem UDD di IFRS X untuk persentase retur obat masih cukup tinggi, sehingga RS X perlu mengatur ulang sistem UDD yang berjalan saat ini.
Kata Kunci : Sistem Unit Dose Dispensing (UDD), Rumah Sakit, Retur Oba
USULAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI DI LINE MAIN ASSY GAGA DENGAN METODE KILLBRIDGE-WESTER HEURISTIC UNTUK MENINGKATKAN EFESENSI DAN PRODUKTIVITAS KERJA
Keseimbangan lini adalah suatu penugasan sejumlah pekerjaan kedalam stasiun-stasiun kerja yang saling berkaitan dalam suatu lintasan atau lini produksi dengan tujuan meminimumkan waktu menganggur pada lintasan yang telah ditentukan oleh operasi yang paling lambat. Pada line assembly model Gaga terdapat 17 stasiun kerja dimana 1 stasiun kerja dikerjakan oleh 1 operator.Rata-rata indeks operation runing operator dari stasiun kerja 1-17 adalah 85 % yang artinya masih ada banyak waktu idle sekitar 15%. Hal ini akan menyebabkan tidak meratanya pembebanan kerja pada tiap-tiap stasiun kerja. Dengan adanya ketidakseimbangan tersebut, perlu dilakukan perhitungan ulang untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal agar tidak terjadi waktu menganggur yang berlebihan dan pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien..Salah satu cara untuk mengatasi ketidakseimbangan lini adalah dengan melakukan keseimbangan pada lini perakitan menggunakan metode Killbride Waster Heuristic keseimbangan lini. Hasil penelitian ini menghasilkan pemilihan lini keseimbangan usulan 1 dengan nilai balance delay 0.02%, line effeciency 99.8% dan smoothness index 0.42 dengan jumlah stasiun kerja 8 stasiun kerja
GAMBARAN KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK X JONGGOL BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker yang dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian. Apotek harus menjaga mutu pelayanan kefarmasian yaitu salah satunya tempat penyimpanan obat. Menurut Permenkes No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, standar penyimpanan obat di apotek yaitu obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik, obat di simpan sesuai stabilitasnya atau suhu, tempat penyimpanan obat tidak dipergunakan untuk menyimpan barang selain obat, penyimpanan obat sesuai sediaan, penyimpanan obat sesuai kelas terapi, penyimpanan disusun secara alfabetis, dan menggunakan metode FEFO (First Expire First Out) dan FIFO (First In First Out). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuain penyimpanan obat di Apotek X Jonggol dengan Permenkes No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi yang dibuat berdasarkan Permenkes No 73 Tahun 2016 dan wawancara kepada apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Populasi dalam penelitian semua obat yang terdapat pada bagian pelayanan, satu orang apoteker dan satu orang tenaga teknis kefarmasian . Hasil penelitian didapatkan terdapat 6 point yang sesuai dengan Permenkes No 73 Tahun 2016 dan 1 point yang tidak sesuai dengan Permenkes No 73 Tahun 2016 yaitu penyimpanan tidak disusun secara alfabetis. Kesimpulan penyimpanan obat di Apotek X Jonggol “Belum Sesuai” kesesuaian penyimpanan 85% dengan Permenkes No 73 Tahun 2106 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS RUANG PEMERIKSAAN KESEHATAN MENGGUNAKAN ACTIVITY RELATIONSHIP CHART
Health examinations are a program held by Muhammadiyah A.R. Fachruddin University. One of the health check activities carried out was a free health check in the context of the regional musda and the inauguration of the muhamamadiyah regional management of tangerang regency. There are no guidelines or guidelines used in preparing the parts in the health examination room. The layout is still based on space availability without paying attention to the level of importance of the relationship between parts. The method used in preparing the free health examination layout is the activity relationship chart (ARC) assisted by BLOCPLAN software and followed by simulation using promodel. From the simulation, it is known that the utilization of the tension room is 79,87 and the utilization of the gcu room is 79,56
ANALISIS NILAI MECHANICAL PROPERTIES GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304 DENGAN VARIASI HEAT INPUT MENGGUNAKAN METODE NDT
ABSTRACTPT. XYZ is a company engaged in industrial gas, gas installation, tank / iso tank service, and various kinds of equipment related to industrial gas. Based on the source of the report data from thesection, workshop there is a fabrication process for industrial gas installations which often occurs in defects in the welding process which often results in failure in welding tests. The cause of welding defects can be due to incorrect welding procedures, inadequate preparation and can also be caused by equipment and consumables that do not meet standards. So, based on this, a research with the title. "Analysis of Mechanical Properties of Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) onMaterial Stainlees Steel 304 with Variation of Heat Input using themethod NDT at PT. XYZ. The test method that is often carried out at PT CYZ is themethod non-destructive test (NDT) using dye penetrant. Therefore, the method used in this research is the dye penetrant test. This welding test will not damage the results of the weld so that the welding defects that occur can be seen clearly and can be repaired. The purpose of NDT activities include detecting defects or discontinuity (above the surface, below the surface, and within a material), to measure the geometry of objects, and determine the chemical composition of the material. The result of this research is that the heat input of each specimen is influenced by the factors of current, voltage and welding speed. This is related to the welding speed on each specimen, where the welding speed is influenced by the welding time. Specimens given the highest current input have less welding time, this is because the process of melting filler metal and base matal is faster when compared to giving a low current input. It can be seen in specimens A and C in this study that welding defects have occurred, this occurs because the welding current welding process must be adjusted to what stages will be carried out, because each welding stage has a different seam thickness. Keyword: Stainless steel 304, GTAW, Heat Input, NDT Dye Pentrant Tes
USULAN PERENCANAAN PERSEDIAAN MENGGUNAKAN METODE PERAMALAN PERMINTAAN DAN MIN-MAX PADA SPARE PART CONTACT TIP TYPE 1,2 × 45 MM DI PT XYZ
Perencanaan persediaan yang baik merupakan kunci dari kelancaran pemenuhan permintaan. Dalam permasalahan permintaan yang tidak pasti, menjadikan sulitnya pengendalian persediaan sehingga dapat mengakibatkan kehabisan persediaan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam melakukan perencanaan persediaan agar tidak kehabisan persediaan dan terjadi loss sales. Peramalan permintaan merupakan suatu metode yang dapat memperkirakan permintaan di masa depan dan metode min-max merupakan metode yang dapat menjadi penentu jumlah stok pengamanan, tingkat persediaan minimum dan maksimum, serta jumlah persediaan yang harus dipesan untuk memenuhi tingkat persediaan sehingga dapat terhindar dari kekurangan maupun kelebihan persediaan berdasarkan pemakaian ataupun permintaan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan merekomendasikan perencanaan persediaan menggunakan metode peramalan permintaan dan min-max pada spare part contact tip type 1,2 × 45 mm di PT XYZ, guna meminimalisir terjadinya kekurangan persediaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peramalan dengan metode time series diantaranya, moving average, single exponential smoothing, double exponential smoothing, regresi linear, dekomposisi aditif, dan dekomposisi multiplikatif serta metode min-max. Dalam pemilihan metode peramalan didapatkan nilai MAPE terkecil pada metode dekomposisi aditif dengan nilai 29,252%. Dari hasil perhitungan min-max didapatkan jumlah yang dibutuhkan untuk stok pengamanan sebanyak 12722 unit, titik pemesanan kembali ketikan menyentuh titik 24962 unit, jumlah maksimal persediaan sebanyak 49923 unit dan jumlah produk yang perlu dipesan guna mengisi persediaan sejumlah 24962 unit
PENGENDALIAN RIJEK PRODUK JUS KEMASAN 5 LITER MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI PT. AMANAH PRIMA INDONESIA
PT. Amanah Prima Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi minuman sari buah dengan berbagai jenis kemasan, diantaranya adalah jeriken plastik 5 liter, botol plastik 1 liter, botol plastik 250 ml dan botol kaca 250 ml, ditemukan produk cacat atau rijek pada kemasan jeriken plastik 5 liter dikarenakan seal yang tidak rapat sehingga udara masuk kedalam kemasan dan mengakibatkan bakteri tumbuh, Terjadinya kecacatan ini diakibatkan dari berbagai faktor yaitu manusia, mesin, metode dan material hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi riject pada produk yaitu melakukan suatu penelitian dengan menggunakan seven tools. metode seven tools dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan diperoleh 4 aspek faktor usulan perbaikan dari hasil diagram sebab akibat yaitu dengan cara memperhatikan aspek manusia, mesin, metode, dan material