Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Metode Pembelajaran Terpadu untuk Mingkatkan Kreativas Verbal Dan Figural Pada Siswa Kelas Enam di SDN 2 Kenayang Tulungagung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan adanya metode pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kreativitas verbal dan figural pada siswa kelas VI Penelitian ini menggunakan desain eksperimen Pretest-Posttest One Group Design. Metode pembelajaran terpadu yaitu suatu pembelajaran yang memadukan berbagai materi dalam satu sajian pembelajaran agar siswa memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi lain atau antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain dan partisipasi aktif dari siswa akan membuat siswa lebih mudah untuk mengingat dan mengembangkan kognitif, dinamika afektif dan psikomotorik anak secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran terpadu untuk meningkatkan kreativitas verbal pada anak kelas VI. Metode pembelajaran terpadu ternyata mampu meningkatkan kreativitas verbal siswa, dimana semua siswa mengalami peningkatan kreativitas verbal, dengan nilai Z = -2,041 dan p < 0,05. Hasil lain menunjukkan tidak terdapat pengaruh metode pembelajaran terpadu untuk meningkatkan kreativitas figural, dengan nilai Z = -0,000 dan p > 0,0
Pendidik yang Berjiwa Mendidik: Upaya Mewujudkan Pendidikan Humanis Perspektif Tradisi Pendidikan Islam
Artikel ini membahas tentang bagaimana dan apa saja yang harus dimiliki oleh tenaga pendidikan agar memiliki jiwa mendidik yang dilihat dari perspektif tradisi pendidikan dalam Islam. Mendidik (pedagogy) yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa mendidik bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi penolong bagi umat manusia. Sementara mengajar hanya pada tataran transfer of knowledge. Keteladanan adalah sikap terpuji yang semestinya melekat pada semua guru. Jadi, dengan demikian, setiap guru seharusnya menjadi model untuk mendorong pembentukan sikap terpuji peserta didik.Disinilah tugas guru bukan sekadar mengajar yang sangat teknis, melainkan mendidik untuk membentuk insan generasi muda yang berperilaku mulia, baik, jujur serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa didiknya
Mendidik Anak Supernormal dalam Perspektif Pendidikan Islam
Manusia yang berkualitas adalah manusia yang berkembang optimal baik secara fisik, kognitif, emosi, sosial maupun spiritual. Secara tidak sadar bangsa Indonesia memiliki bibit-bibit unggul yang dapat dijadikan sumber daya manusia berkualitas. Bibit unggul tersebut yaitu anak yang memiliki kecerdasan lebih tinggi atau bisa disebut dengan anak supernormal. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki anak supernormal penting untuk dikembangkan dan dibimbing. Karena anak yang memiliki kecerdasan lebih laksana tanaman yang membutuhkan seseorang yang dapat membimbing dan membantunya agar berkembang secara alamiah, menghilangkan berbagai kendala yang ada dihadapannya, serta merintis jalan baginya. Mereka pun membutuhkan seseorang yang dapat memahami serta menghargai kelebihannya. Upaya membimbing dan mendidik anak supernormal supaya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki masa depan yang cerah akan berhasil apabila didukung oleh orang tua dan masyarakat. Orang tua mempunyai peran yang sangat penting, karena orang tualah yang menemukan beberapa karakteristik anak pada usia yang sangat dini. Disamping orang tua, lingkungan masyarakat juga mempunyai peran yang sangat besar. Karena di lingkungan masyarakatlah mereka berkembang yang dapat mempengaruhi baik buruknya anak. Dalam konteks Pendidikan Islam sikap Islam terhadap pendidikan anak terpantul dari karakteristiknya yang suci atau fitroh dengan melihat dan menghormati potensi manusia sebagai potensi yang utuh tidak sepotong-potong. Proses pendidikan Islam pada dasarnya membantu mengembangkan potensi yang dimiliki anak agar berkembang secara optimal, sehingga anak mampu melaksanakan tugas-tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan Islam tidak lain bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada dalam diri si anak didik baik spiritual, emosi, komunikasi, kecerdasan, sosial dan kepercayaan diriny
Pendidikan Agama Islam dan Integrasi Pendidikan Karakter
Makalah ini bermaksud untuk menjelaskan pembelajaran Pendidikan Islam yang mengin-tegrasikan pendidikan karakter. Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Islam dapat diwujudkan dalam pengembangan kurikulum sebagai gagasan, kurikulum seperti dokumen, dan kurikulum sebagai proses. Kurikulum sebagai sebuah gagasan, berkaitan dengan model kurikulum, pendekatan dan teori pembelajaran, pendekatan atau model evaluasi. Pengembangan dokumen yang berkaitan dengan keputusan dan jenis dokumen yang akan diproduksi, bentuk silabus / format, dan komponen kurikulum yang harus dikembangkan. Sementara itu, pengembangan proses terkait dengan pengembangan tingkat empiris seperti RPP, proses belajar di kelas, dan evaluasi yang tepat
Integrasi Ilmu Sebuah Konsep Pendidikan Islam Ideal
Artikel ini menjelaskan bahwa untuk mengikis dikotomi ilmu dalam Islam perlu adanya integrasi lembaga pendidikan antara pesantren, madrasah dan sekolah. Integrasi lembaga pendidikan ini kini telah banyak dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam dengan corak pesantren moderen, dimana di dalam pesantren juga berdiri lembaga pendidikan formal baik madrasah maupun sekolah. Lembaga pendidikan yang terintegrasi kini menjadi pendidikan Islam yang ideal, sebab memiliki beberapa keunggulan diantaranya, waktu belajar lebih lama, tradisi pesantren tetap bisa diterapkan, lulusanya memiliki ilmu pengetahuan lebih, sebab ilmu agama dan umunya diberikan dengan porsi yang seimbang, serrta lulusanya bisa bersaing dengan sekolah atau madrasah diluar pesantren
Sentralisasi Management Keuangan Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri
Penelitian ini dibingkai dalam topik besar Managemen Keuangan yang secara khusus melihat langsung praktek keuangan di Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri dari praktek keuangan yang ada di kantor pusat administrasi yang kemudian berkembang ke beberapa Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah dengan kualitas atau mutu pendidikan di lembaga pendidikan dalam naungan Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri.
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini meliputi pertanyaan, 1) bagaimanakah Managemen keuangan yang ada di Yayasan Al Mahrusiyah dan Lembaga Pendidikan dalam naungannya, 2) bagaimana mutu pendidikan dalam lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri.
Jenis pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Sebagaimana arahan jenis penelitian kualitatif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana ditampilkan dalam Bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasional atas data yang dikumpulkan. Untuk metode penulis menggunakan metode Deskriptif yang pada hakikatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah.
Akhirnya, penelitian ini berhasil memperoleh temuan sesuai pertanyaan permasalahan yang pada garis besarnya dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Managemen keuangan yang ada di Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri sudah menunjukkan Managemen yang standar bahkan sentralisasi keuangan merupakan sistem managemen yang sudah berjalan dengan baik, sehingga ada beberapa Yayasan yang mengadakan studi banding di Yayasan ini. 2) kualitas pendidikan yang ada dibawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri menunjukkan kualitas pendidikan yang dapat bersaing dengan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan negeri dengan bukti banyak lulusanya yang di terima sekolah-sekolah ataupun universitas-universitas negeri, maka dapat disimpulkan bahwa dengan Managemen keuangan yang baik yakni sentralisasi keuangan menjadi salah satu penyebab naiknya kualitas pendidikan di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri. Saran penulis bahwa Yayasan yang mengutamakan Managemen khususnya managemen sentralisasi baik keuangan maupun pendidikan adalah Yayasan yang patut di jadikan uswatun hasanah. Sebab sesuatu yang buruk jika diatur atau dimanag terkadang mengalahkan sesuatu yang baik tanpa diatu
Pendekatan Psikologi Dalam Studi Islam
The present religious presence is required to be active in solving the problems and challenges facing its adherents. The position and role of religion is not only a symbol of piety but can play a role in solving the existing problems. The psychological approach in Islamic studies has a significant role to explain the outward symptoms of religious people. Armed with psychological theories will be easy to know the level of religion that is understood, lived and practiced by someone. The cognitive theory of religion is able to provide answers related to the limitations beyond human capabilities. In addition, religious-based psychotherapy is one concept of psychotherapy in the perspective of Islam that can be used as a therapy to cure various diseases both physical and mental disorders
Coping Behavior Al-Ghazali pada Mahasiswa Psikologi
Imam al-Ghazali as hujjatul al-islam has formulated a conceptual coping behavior in tazkiyah al-nafs which derives from his work ihya 'ulum al-diin. The purpose of this study is to find out how the form of coping behavior of Al-Ghazali ozn psychology students of semester VII is one of Islamic universities in Malang. This type of research is descriptive. The population of this study is all students of psychology semester VII force 2001-2002 one of the Islamic universities in Malang which amounted to 80 people, and for a reason of the absence of subject when filling in questionnaire, the subject of research there are 76 people. The result of the research using questionnaire coping behavior of Al-Ghazali as its instrument shows that there are 4 subjects (5,3%) from 76 subjects who have kafah coping behavior or implement all aspects of Al-Ghazali coping behavior, while subjects who have non-kafah coping behavior or not Implementing some of the aspects of coping behavior is as much as 72 subjects (94,7). The coping behavior aspect group employed by all study subjects was sequential as follows: rub 'al-munjiyat (81.3%) followed by rub' al-muhlikat (73.9%), rub 'al-adat (69.1% ) and rub 'al-ibadat (67.2%)