Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
REORIENTASI PENDIDIKAN KEINDONESIAAN DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA INDONESIA
Berbicara tentang nilai budaya lokal sebagai produk kebudayaan komunitas lokal, keberadaannya dalam tataran nation state semakin hilang, apalagi bila dihadapkan pada kondisi masyarakat global. Kebudayaan nasional Indonesia hanyalah sebagai sebuah objek formal, karena objek materialnya sesungguhnya adalah kebudayaan daerah termasuk di dalamnya nilai-nilai pendidikan di daerah.Oleh sebab itulah dalam kajian pemikiran pendidikan Indonesia diperlukan suatu invention of tradition untuk mewujudkan sebuah bangunan keilmuan pendidikan bertipe non western yang berupaya dengan penuh kesadaran melakukan kegiatan kongkret berkelanjutan untuk memperbaiki, merombak, memperbarui tata kehidupan, tata masyarakat atau tata negara yang meneguhkan nilai.Kajian budaya memanfaatkan multidisiplin dalam kajian-kajian perspektif kebudayaan. Sebagaimana diketahui bersama bahwa kebudayaan memiliki tujuh sektor kebudayaan universal, yaitu kesenian, sistem teknologi, religi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, sistem ekonomi, dan bahas
PEMAHAMAN METODOLOGI DALAM NEW LIFE MOVEMENT TEORI IDE OPEN SOCIETY
Suatu dinamika pengetahuan, substansinya terawali oleh sebuah proses panjang. Idealitasnya hasil research merupakan serangkaian produk pengetahuan yang dapat sekaligus mampu digunakan sebagai sebuah teori dan metodologi dalam desain pengetahuan. Relatifitasnya apakah sebatas teori ataukah mampu terbreak down hingga implementasi dan aktualisasinya sekaligus dimungkinkan untuk mewujud menjadi common theory
PERGESERAN PARADIGMA PESANTREN
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. Selain itu, pesantren berperan dalam pembentukan karakteristik umat Islam Indonesia. Pesantren dianggap sebagai semacam local genius karena keunggulannya dalam transmisi keilmuan maupun pelestarian tradisi. Selama Orde Baru, pesantren bersaing dengan sekolah-sekolah yang diakui oleh pemerintah. Selain itu, pola kehidupan manusia modern juga turut serta mempengaruhi eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Untuk mempertahankan eksistensinya, pesantren melakukan beberapa perubahan yang dianggap perlu, namun tetap menjaga tradisi-tradisi warisan masa lalu. Perubahan-perubahan yang dilakukan pesantren mencakup kurikulum, sistem pendidikan, dan orientasi pendidikannya