Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa Di Mts Arrahmah Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Tahun 2015-2016
Kompetensi pedagogik guru harus terus dipacu untuk meningkatkan kemampuan mengajar siswa, karena ditengarahi bahwa dengan kemampuan pedagogik guru hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi pedagogik guru PAI dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Arrahmah tahun 20015/2016.
Rumusan masalah dalam hal ini : 1. Adakah kompetensi guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 2. Adakah prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Arrahmah Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 3. Adakah korelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa di MTs Arrahmah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
Pendekatan penelitian ini mengguanakan pendekatan kuantitatif. Peneliti bermaksud menganalsisi korelasi antara kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa di MTs Arrahmah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di MTs Arrahmah sebanyak 117 diambil sampel 41. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Analisa instrumen meliputi analisis validitas dan realibitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi product moment SPSS 22.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa korelasi antara Variabel X (kompetensi pedagogik guru) dan Variabel Y (hasil belajar PAI siswa) sebesar 0,818 dengan nilai signifikansi 0,000 atau < 0,05 itu berarti korelasi tersebut sangat tinggi. Dan variabel kompetensi pedagogik guru memberikan kontribusi terhadap hasil belajar PAI siswa sebesar 66,9%. Adapun sisanya sebesar 33,1% ditentukan oleh faktor yang lain seperti kemampuan awal peserta didik, motivasi belajar peserta didik, daya serap peserta didik, dan lain sebagainya, serta thitung lebih besar dari ttabel atau 15,478 > 2.022. Ada korelasi positif antara pedagogik guru dan hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi pedagogik guru semakin baik pula hasil prestasi siswa. Begitu pula sebaliknya semakin rendah pedagogik guru maka semakin buruk pula hasil prestsi siswa.
 
Pengembangan Keterampilan Proses Melalui Pendekatan Pembelajaran Biological Scienc Curriculum Study (BSCS)
Tujuan tulisan ini menguraikan teori pembelajaran kognitif dengan pendekatan Biological Science Curriculum Study (BSCS). Selanjutnya diuraikan pengertian pembelajaran kognitif dan domain-domain yang ada di dalamnya, dan juga diuraikan tentang orientasi BSCS sebagai pendekatan pembelajaran sains untuk mengembangkan pemikiran pebelajar.
Dalam pendekatan Biological Science Curriculum Study (BSCS) model penelitian biologi dirancang untuk mengajarkan proses-proses biologi, mempengaruhi cara siswa dalam memproses informasi, dan mendidik komitmen mereka untuk melakukan penelitian ilmiah. Di samping itu dengan penelitian ilmiah juga dapat mendidik siswa untuk terbukanya pemikiran dan kemampuan meneguhkan pendapat serta kerja sama antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru
Ekonomi Pancasila di Tengah Arus Kapitalisme Pasar
Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara, Pengertian kompetisi dalam moral Pancasila bukan dan tidak sama dengan free fight competition a la barat yang di dalamnya mengandung cara-cara yang boleh merugikan fihak lain (tujuan menghalalkan cara). Hubungan dagang dalam sistem ekonomi Pancasila harus tetap dalam kerangka untuk menjalin tali silaturahmi yang selalu bernuansa saling kasih sayang dan saling menguntungkan, menghindarkan kemuspraan (kesia-siaan). Secara sederhana Ekonomi Pancasila dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan pengendalian pemerintah atau ekonomi pasar terkendali. Mungkin ada istilah-istilah lain yang mendekati pengertian Ekonomi Pancasila, yaitu sistem ekonomi campuran, maksudnya campuran antara sistem kapitalisme dan sosialisme atau sistem ekonomi jalan ketiga dalam bentuk Koperasi. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat sebenarnya memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Kekuatan partisipasi, totalitas, kemandirian dan kesamaan tujuan menjadi modal dasar bagi koperasi untuk bersaing dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya dalam kancah liberalisasi ekonomi. Koperasi yang menganut prinsip gotong royong, kemandirian, keadilan dan kesetaraan hak sesama anggota menempatkan koperasi sebagai aternatif bagi tumbuhnya suatu bentuk perekonomian yang mengakomodir cita-cita masyarakat untuk memperoleh kemakmuran bersama tanpa meninggalkan aspek-aspek solidaritas, hak asasi dan demokrasi
Relevansi Asas-Asas Pemilu Sebagai Upaya Mewujudkan Pemilu yang Demokratis dan Berintegritas
Tulisan ini hendak membahas mengenai asas Pemilu di Indonesia. Selama ini asas Pemilu tak lebih menjadi sekedar tulisan di teks undang-undang. Padahal asas Pemilu merupakan upaya untuk menciptakan Pemilu yang berintegritas. Asas Jujur dan Adil lahir tidak lahir di ruang hampa, akan tetapi keduanya diciptakan untuk menjaga integritas penyelenggara Pemilu. Sementara itu asas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia dipertahankan sebagai upaya memenuhi hak-hak asasi pemilih. Dengan kedua asas ini, baik Jurdil maupun Luber kita berharap pelaksanaan Pemilu akan berjalan lebih demokratis dibandingkan pada masa orde baru
Implementasi Kurikulum Berbasis Tauhid di SD Integral Yaa Bunayya Plosoarang Kecamatan Sanankulon Blitar
Manajemen Pembelajaran Fiqih dengan Menggunakan Metode Audio Visual di MA Al Muwazanah Gondang Plosoklaten Kediri
Hubungan Perkembangan Emosi Remaja Dengan Pendidikan Islam
Pendidikan adalah faktor terhadap eksistensi sebuah peradaban. Bahkan, bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dilepas dari kehidupan. Melalui pendidikan yang benar, maka kemajuan suatu bangsa dapat tercapai. Di sisi lain, remaja adalah generasi penerus umat. Apalah gunanya bila kita hendak membangun masyarakat tanpa memedulikan pendidikan sejak anak-anak sampe remaja. Sejarah mencatat betapa besar peran generasi penerus terhadap keberhasilan suatu perjuangan. Di dalam Islam, pentingnya pendidikan terhadap anak mendapatkan porsi yang besar guna perkembangan emosi pada saat remaja nanti. Pendidikan juga dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar yang dilakukan manusia untuk membawa anak didik ke tingkat dewasa dalam arti mampu memikul tanggung jawab moral. Hakekat pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Perkembangan emosi remaja pada peringkat awal terutama pada zaman kanak-kanak banyak dipengaruhi melalui pelaziman dan cara peniruan. Cara pelaziman berlaku dengan mudah dan cepat pada masa beberapa tahun permulaan hidup mereka. Kanak-kanak menggunakan daya imaginasi dalam membayangkan sesuatu mengikut yang telah dilazimkan. Cara peniruan pula, kanak-kanak meniru tingkah laku emosi yang diperhatikannya pada orang lain dan memberikan gerak balas terhadap perkara berkenaan dengan cara yang tidak dapat dibuatnya dulu. Oleh kerana itu, emosi remaja pada zaman kanak-kanak berkembang mengikut proses pelaziman dan peniruan