Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
    1098 research outputs found

    Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Kesadaran Beribadah Siswa Klas VIII di SMPN 1 Banyakan Kabupaten Kediri

    Get PDF
    Unsur penting untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan cara membenahi sistem pengelolaan sekolah, administrasi sekolah, kedisiplinan, dan termasuk upaya guru meningkatkan kesadaran beribadah siswa. Karena itu peran guru agama Islam dalam hal ini sangat menentukan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Banyakan Kediri. fokus penelitian ini meliputi, Bagaimana upaya guru pendidikan agama islam (pai) dalam meningkatkan kesadaran beribadahsiswa klas viii di SMPN 1 Banyakan Kabupaten Kediri. 2. Apa faktor pendukung dan penghambat Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam berupaya meningkatkan kesadaran beribadah  siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Banyakan Kab. Kediri. Peneitian ini  menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sementara penggalian datanya menggunakan metode observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan analisi data dilakukan dengan tiga tahap yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini memberikan penjelasan bahwa upaya guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan kesadaran beribadah siswa di SMPN 1 Banyakan Kab. Kediri sangat beragama. Di antaranya dari unsur keteladanan, pembiasaan, memberikan motivasi, memberi nasehat dan mengajak secara  langsung yang bersangkutan, dan menciptakan suasana yang religius di sekolah. Semua yang dilakukan di sekolah menggunakan pendekatan yang humanis. Sementara faktor Pendukung dan Penghambat bagi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Beribadah Pada Siswa di SMPN 1 Banyakan Kab. Kediri terdiri dari, kesadaran siswa sendiri,  fasilitas ibadah yang cukup memaadahi, koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, salah satu ekstra kurikuler, yaitu Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Kemudian faktor penghambat meliputi, kelengkapan sarana & prasarana media pembelajaran praktek ibadah yang sangat minim, kesadaran siswa yang kompleks dan beragam, dan waktu pembelajaraan pendidikan agama Islam yang sangat terbatas

    Efektifitas Komunikasi Interpersonal Siswa Melalui Metode Diskusi Buzz Group dalam Pembelajaran PAI Kelas VI SDN Bandar Kidul 1 Kediri

    Get PDF
      Penelitian ini dibingkai dalam topik besar Metode Pembelajaran yang secara khusus melihat praktek pembelajaran di SDN Bandar Kidul 1 Kediri dari komunikasi interpersonal siswa dalam kelas dengan menggunakan metode buzz group. Penelitian ini diharapkan memiliki nilai praktis terhadap pembelajaran PAI. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini meliputi: 1). Bagaimana pelaksanaan metode Diskusi Buzz Group pada Mata Pelajaran PAI di kelas VI SDN Bandar Kidul 1 Kediri, dan 2). Bagaimana efektifitas Komunikasi Interpersonal siswa pada Mata Pelajaran PAI dalam metode Diskusi Buzz Group di kelas VI SDN Bandar Kidul 1 Kediri. Lokasi penelitian ini SD Negeri Bandar Kidul 1 Kediri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VI SD Negeri Bandar Kidul 1 Kediri. Jenis pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan (1). Observasi, (2). Wawancara, (3). Tes, (4). Dokumentasi. Dan teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, paparan data dan penyimpulan. Maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana ditampilkan dalam Bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interperaktif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasional atas data yang dikumpulkan. Akhirnya, penelitian ini berhasil memperoleh temuan sesuai pertanyaan permasalahan yang pada garis besarnya dapat disimpulkan sebagai berikut. 1)pelaksanaan metode diskusi buzz group berjalan lancar, antusias dari anak-anak sangat baik serta memiliki kemanfaatan yang baik dalam kemajuan pemahaman siswa kelas VI pada materi pendidikan agama islam bab sholat tarawih. 2) efektifitasanya siswa pada materi pendidikan agama Islam ada kemajuan dengan menggunakan metode diskusi buzz group serta memperlancar siswa dalam komunikasi di kelas dan memahami materi pelajaran

    Hakekat Jiwa dan Karakteristiknya Perspektif al-Qur'an

    Get PDF
    Dalam tradisi keilmuan Islam kajian jiwa mendapat perhatian penting.  Hampir semua ulama, kaum sufi dan filosof muslim ikut berbicara tentangnya dan menganggapnya sebagai bagian yang lebih dahulu diketahui oleh seorang manusia. Karena dimensi jiwa dalam Islam lebih tinggi dari sekedar dimensi fisik karena jiwa merupakan bagian metafisika. Ia sebagai penggerak dari seluruh aktifitas fisik manusia. Meskipun saling membutuhkan antara jiwa dan jasad tanpa harus dipisahkan, namun peran jiwa akan lebih banyak mempengaruhi jasad. Sesungguhnya Islam memiliki sebuah konsep yang utuh mengenai jiwa. Setiap para ulama memiliki sebuah pandangan yang mengakar kuat pada tradisi Islam. Meskipun kita melihat kecenderungan para filosof muslim mengutip banyak pemahaman jiwa dari para filosof Yunani seperti Aristoteles, Plato, Galien, Platonis dan lainnya. Namun sejatinya konsep yang  dikembangkan berdasarkan cara pandang seorang muslim sehingga apa yang dikemukakan tidak keluar dari koridor Islam. Pemahaman yang beragam dalam memahami eksistensi jiwa ini juga dalam rangka memahami kebenaran Mutlak yaitu Sang Pencipta. Maka ketika seseorang memahami dirinya, yaitu jiwa beserta seluruh yang ada pada diri manusia- maka ia  akan mengenal TuhanNya. Dari kedua sumber ini yang kemudian kajian tentang jiwa menjadi lebih luas pembahasannya dalam Islam dibandingkan dalam tradisi di luarnya. Maka, menarik untuk dibahas bagaimana Islam menjelaskan tentang jiwa baik dari eksistensi, potensi maupun hakikatnya. Karena dimensi jiwa adalah bagian ayat-ayat kauniyah dimana peran akal menjadi utama dalam memahaminya. Selain memudahkan manusia mengetahui eksistensi dirinya juga terpenting mengetahui jiwanya akan memudahkan manusia mengenal Tuhannya. Jiwa dalam jasad itu bagaikan burung yang terkurung dalam sangkar,merindukan kebebasannya di alam lepas, menyatu kembali dengan alam ruhani, yaitu alam asalnya. Setiap kali ia mengingat alam asalnya, ia pun menangis karena rindu ingin kembal

    REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN TRAINING OF TRAINER (ToT)

    Get PDF
    Revitalisasi Pendidikan karakter sebagai upaya pendidikan secara holistis yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai pondasi bagi terbentuknya generasi yang berkualitas, mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Atau dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak yang bertujuan untuk membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik dengan kriteria secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya dalam hal ini kegiatan Training of Trainer (ToT) yang akan berdampingan beriringan dengan konsep pendidikan karakter karna pendidikan Training of Trainer adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi siswa yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain. &nbsp

    Model Pengembangan Well Being Pada Peserta Didik

    Get PDF
    The study was conducted on SMA Gita Bahari Semarang analysis from the results of a series of training programs of devotion that researchers do in SMA Gita Bahari. Research subjects consisted of 30 students of class X, amounting to 20 people per class. From the research results obtained Regression Model as follows: -2A-3,65B + 0,49C + 0,514D = Y, with regression coefficient 0,57, strength prediction model 32,5%. The results show the negative effects of emotional expression and resilience on emotional well-being, while future orientation and teacher type improve emotional well-being. Inferior emotional expression instrumental with low scores as well as cultural factors in interpretation Resilience expression becomes the basis of the regression model. Teacher Type and Future Orientation become important for further development considering its positive impact on emotional well-being. Further ediamonic studies on emotional well-being, training, and application of Teacher Type Understanding, and a more intensive Future Orientation are expected to improve Emotional Wellbeing among learners. More number of Subjects is needed to make the conclusions more generalizable to the wider population

    Memory Awareness (Kesadaran Memori) pada Anak

    Get PDF
    Memory awareness part of metacognitive. Children are able to monitoring their performance memory (metacognitive monitoring). The research with participant observation in children aged 4-11 years aims to examine accuracy memory awareness and children's understanding of their memory processes. The results of the observation indicate (t = - 4.239, p = 0.001) was a significant increase between the number of pictures can be succesfully remembered (predictions of confidence judgments) and actual performance. Young children were optimistic about their abilities to remember than the age above

    Analisis Desain Fasilitas Umum Bagi Penyandang Disabilitas (Sebuah Analisis Psikologi Lingkungan)

    Get PDF
    Persons with disabilities, they have physical limitations, so they will have little difficulty in adjusting. These obstacles are exacerbated by environmental situations and public facilities that are not conducive to growth, participation and activity in life. This study aims to analyze an environmental design and public facilities that accommodate people with disabilities in everyday life based on environmental psychology studies. In addition, some concept formulations related to the design and evaluation of environmental and public facilities are drawn up using the most appropriate approach in respecting, protecting and fulfilling the rights of persons with disabilities. Through qualitative descriptive analysis of the existing conditions of persons with disabilities, it is hoped that the majority of the environment and public facilities still not designed for persons with disabilities, especially transportation facilities, shopping areas, parking lots, markets, parks and so on. Therefore, stakeholders should consider the design of the environment that can be accessed by persons with disabilitie

    Implementasi Teknik Behavior Contract untuk Memotivasi Siswa dalam Penyelesaian Pekerjaan Rumah (PR) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pilangkenceng Madiun

    Get PDF
      Penggunaan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan mutu pembelajran harus terus ditingkatkan. Di samping itu pendampingan kepada siswa juga perlu dilakukan untuk mengarahkan siswa agar tercapai tujuan belajarnya. Behavioral Contract (Kontrak Perilaku) adalah salah satu teknik pembelajaran pendekatan konseling terapi behavioral yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan perilaku maladaptif pada diri klien/konseli yang berkeinginan merubah perilaku tersebut menjadi lebih baik. Untuk mendalami teknik ini perlu diadakan penelitian. Permasalahn yang diajukan dalam penelitianini meliputi :1) bagaimana implementasi teknik behavior contract untuk memotivasisiswa dalam penyelesai an PR. 2) bagaimana Hasil implementasi teknik behavior contract untuk memotivasi siswa dalam penyelesaian PR di MTsN Pilangkenceng Madiun . Jenis penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif, adapun informan penelitiannya adalah kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan siswa. Dan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan, bahwa 1)  implementasi teknis behavior contract ini ada beberapa tahap pelaksanaanya. Pertama konselor mengawali pertemuan dengan konseli untuk membentuk keakraban, dengan maksud agar tidak terjadi ketakutan atau kekakuan oleh konseli karena paradigma konseli setiap yang berhubungan dengan BK adalah menyeramkan. Keduda, menentukan data awal yakni tingkah laku dari konseli yang mana yang akan dirubah, dan dilanjut proses pembuatan kontrak antara konselor dengan konseli. Ketiga, konselor menetapkan jenis penguatan serta yang akan diterapkan setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan oleh konseli, pemberian penguatan maupun reward kepada konseli diberikan sesering mungkin agar konseli semakin termotivasi. 2) Sementara hasil dari teknik behavior contract untuk memotivasi siswa dalam menyelesaikan PR siswa MTsN Pilangkenceng Madiun sudah cukup baik. Hasil dari proses konseling tersebut menyatakan bahwa kedua konseli itu menghasilkan berubahan perilaku yang cukup bai

    No full text

    Konseling Integratif dalam Menangani Gangguan Konsentrasi Belajar pada Anak Adhd (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

    Get PDF

    489

    full texts

    1,098

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇