Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Implementasi Permenag Nomor 2 Tahun 2008 Dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Di MAN Prambon Nganjuk
Implementasi Permenag Nomor 2 Tahun 2008 dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan perlu dikuatkan dalam pelaksanaan di lapangan karena ditengarai di MAN Prambon muncul permasalahan pedagogik guru yang belum maksimal, sarana dan prasarana pembelajaran yang belum lengkap, input siswa kurang berkualitas, sebagian tamatan SMP kurang mampu mempelajari Mapel Bahasa Arab. Minat, motivasi dan disiplin belajar siswa kurang maksimal, dan belum maksimalnya pos-pos pembiayaan untuk kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler serta pembiayaan kegiatan pengembangan diri karena minimnya sumber pendapatan. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Bentuk Implementasi Permenag No. 2 Tahun 2008 dan Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan di MAN Prambon Nganjuk bagi guru PAI dan Bahasa Arab adalah berikut: a) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan strategi dan metode mengajar yang sesuai, mengadakan penilaian dan analisis hasil belajar, serta evaluasi, mengadakan program remidi dan pengayaan, b) Pengadaan tes peminatan pada siwa baru untuk penempatan jurusan. 2) Implikasi Implementasi Permenagsebagai berikut: a) Implikasinya didasarkan pada pada tujuan pendidikan nasional, b) didasarkan pada ruang lingkup standar kompetensi lulusan, c) dilakukan dengan cara mengadakan monitoring dan evaluasi, d) dilaksanakan berdasar kebijakan kepala madrasah, e) dijalankan dengan baik sesuai dengan rencana. 3) Faktor-faktor Pendukung antara lain: a) Kondisi riil standar isi yang bagusdan Respon komite dan siswa sangat baik. Sedangkan faktor-faktor penghambatnya antara lain: fasilitas untuk memenuhi terlaksnanya kurikulum 13 sangat terbatas
Ekonomi Sebagai Komponen Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial selanjutnya disingkat IPS mulai ramai diperdebatkan secara nasional dalam tahun 1972 pada saat Badan Penelitian Pendidikan (BP3K sekarang) membahasa rencana pembaharuan kurikulum sekolah di Indonesia. Konsep-konsep ilmu sosial yang menjadi bahan pengajaran IPS dipilih yang dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Konsep-konsep yang sudah dipilih kemudian disederhanakan dalam arti dipermudah sesuai dengan kematangan dan kemampuan peserta didik, agar mudah diserap dan dihayati. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa walaupun masalah yang dibahas sama yaitu masalah-masalah sosial, namun IPS bukan ilmu sosial. Ia adalah bagian ilmu sosial yang dipilih dan disederhanakan serta dipolakan untuk pengajaran, karena itu tujuannya bersifat edukatif. Penelaahan ekonomi berpangkal pada dua hal yang berhadapan yaitu tidak terbatasnya jenis dan jumlah kebutuhan manusia dan adanya kelangkaan alat-alat pemuas kebutuhan (sumber-sumber produktif). Adanya kelangkaan sumber-sumber yang produktif menimbulkan masalah pokok ekonomi. Konsep ilmu ekonomi seperti tersebut disederhanakan selanjutnya disajikan kepada peserta didik agar mudah difahaminya
Manajemen Keuangan Sekolah Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Di SMAN1 Papar Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Proses pendidikan dan pembelajaran merupakan kegiatan terencana yang dalam penyusunannya tidak dapat lepas dari faktor pembiayaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam melalui manajemen keuangan di SMAN 1 Papar Kediri. Penelitihan ini difokuskan terkait perencanaan keuangan , Penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di SMAN 1 Papar dan implikasi manajemen keuangan dengan peningkatan mutu pendidikan Islam di SMAN 1 Papar pada tahun 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan latar alamiah sebagai sumber datanya. Untuk mengumpulkan data disesuaikan dengan fokus dan pertanyaan serta tujuan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dan kajian dokumen. Untuk mengungkapkan makna perilaku para informan penelitian telah mewawancarai kepala, wakil kepala, para guru, komite sekolah, dan siswa. Hasil penelitian setelah dilakukan analisis dan triangulasi data, adalah sebagai berikut: Pertama, Strategi manajemen pembiayaan pendidikan dalam peningkatan mutu guru, yaitu menekankan pada profesionalisme dan disiplin, serta komitmen tugas untuk meningkatkan mutu sekolah. Kedua, Strategi manajemen keuangan pendidikan dalam upaya pembinaan siswa dilakukan melalui pembinaan dibidang seni, olahraga, keagamaan, pramuka, bahasa Inggris, dan kepribadian. Keempat, Strategi manajemen keuangan pendidikan dalam bidang sarana dan prasarana dilakukan dengan memperbanyak sumber keuangan, menjalankan program peningkatan mutu untuk mendukung sarana dan prasarana serta kesejahteraan gur
Permainan Tradisional sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Meningkatkan Kompetensi Sosial Siswa
This study aims to improve the ability of students in extracurricular programs to improve the social competence of students in primary schools. In this study, the traditional game to be played is a common game performed by the people in the area around the school, the game of fort and selodor. Both types of traditional games are assumed to have a social interest because it is done in groups that require cooperation. The experimental design used in this study was to design the pretest-posttest control group design, ie experimental design divided into experimental and control groups. Data analysis techniques in this study divided into two stages, the first stage uses the Wilcoxon test, the second stage of the Mann-Withney U Test. The subjects of this study were 40 elementary students in North Lombok Regency divided into two groups, namely 20 people in SD Negeri 4 Gondang as an experimental class and 20 students in SD Negeri 1 Rempek as control class. The social competence in this study is measured by using the scale of social competence. The results of this study were (1) There is a significant difference in social competence in the experimental group between before and after being treated; (2) There were significant differences in social competence between the experimental group and the control group after being treate
Self Control Dan Penerimaan Orang Tua Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua Pada Keberhasilan Pendidikan Anak Autis
The purpose of this study is to obtain a picture of the extent to which self-control and acceptance of parents to the level of anxiety parents on the success of their children's education that bears autism. This study uses a qualitative approach. Characteristics of research subjects include parents who have children who are diagnosed with autism. The number of subjects in this study as many as 3 people. Technique of collecting data by interview as main method and observation as support method. The result of research indicate that overall the three subjects have good self-control and can fully accept the condition of their children who are diagnosed with autism and anxiety level on the success of their children's education with autism By the three subjects is very minimal. The acceptance is influenced by the support factors of the extended family, the family's financial capacity, religious background, education level, marital status, age and support of experts and the general public. Doctor's diagnosis, diet food, foster communication with doctor, psychologist, teacher and therapist, seek other doctors if the doctor is considered less cooperative, tell the truth when doing consultation about the development of his child enrich the knowledge, and accompany K when educating and therapy
Membangun Kepribadian Santri Melalui Integrasi Pendidikan di Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk
Kepribadian santri yang kokoh harus terus diperkuat dengan berbagai strategi yang
handal. Hal ini penting untuk membentengi pengaruh budaya dari luar, agar para santri
memiliki kepribadian yang tangguh dalam mewujudkan kehidupan mendatang yang
selamat dan sejahtera. Untuk membentuk kepribadian santri yang kuat diperlukan model
pendidikan yang dapat dijamin keberhasilannya. Salah satunya adalah model pendidikan
yang integrative. Namun bagaimana secara operasional model pendidikan integrative ini
membentuk kepribadian santri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan integrasi
pendidikan di pesantren Daru Ulil Albab, apa target dari praktik Integrasi pendidikan ini,
dan bagaimana upaya pesantren Daru Ulil Albab dalam mencapai target tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan grounded teori (Grounded
Theory Approach) yaitu suatu metode penelitian kualitatif. Sementara metode penggalian
datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya
menggunakan tiga tahap yakni reduksi data (reduction), display data (display), dan
penarikan kesimpulan (conclusion drawing) dari Miles dan Hubberman.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah; integrasi pendidikan di pesantren ini dengan
cara memadukan lima unsur pendidikan. Pertama keterpaduan sarana prasarana. Kedua.
keterpaduan kelembagaan. Ketiga, keterpaduan kurikulum. Keempat, keterpaduan
manajemen. Kelima, Keterpaduan tradisi. Sedang target yang ingin di capai adalah, ?menjadi
pribadi-pribadi yang baik badannya, baik akalnya, dan baik hatinya (sehat hahir dan
bathin), memiliki sistem manajerial yang baik solid dan kuat, memiliki sarana pendidikan
yang memadahi dan lembaga unit yang variatif. Sedang upaya yang dilakukan untuk
mencapai target adalah; optimalisasi kegiatan, optimalisasi pengeloaan dan pengawasan,
pengembangan kelembagaan, dan pengembangan sarana prasaran