Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Penerapan Budaya Religius di SD al Mahrusiyah
Penelitian ini berusaha mendiskripsikan dan memaknai penerapan budaya religius di SD al Mahrusiyah. Hal ini karena krisis moral yang melanda bangsa ini nampaknya menjadi sebuah kegelisahan bagi semua kalangan. Bagaimana tidak dari maraknya kasus korupsi yang tidak pernah surut bahkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Di sisi lain krisis ini menjadi komplek dengan berbagai peristiwa yang cukup memilukan seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, aborsi, penganiayaan yang disertai pembunuhan. Fenomena ini sesungguhnya sangat berseberangan dengan suasana keagamaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Jika krisis ini dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut apalagi dianggap sesuatu yang biasa maka segala kebejatan moralitas akan menjadi budaya. Sekecil apapun krisis moralitas secara tidak langung akan dapat merapuhkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, yaitu; 1). Bentuk-bentuk budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi belajar baca tulis al-Qur`an dan tadarrus, pemakaian busana muslim, pelaksanaan shalat jamaah di sekolah, kegiatan madin, pembiasaan senyum, sapa dan salam, berperilaku sopan santun kepada semua warga sekolah, dan doa bersama, serta peringatan hari-hari besar agama Islam. 2). Model penerapan budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi 4 (empat) model, yaitu: pertama model struktural (melalui kebijakan dan peraturan), kedua, model formal (menanamkan commitment dan dedikasi untuk menjalankan ajaran agama), ketiga, model mekanik (membangun dan membiasakan berperilaku sopan dan santun terhadap sesame), dan keempat, model organik (melalui internalisasi dan transformasi pengetahuan tentang ajaran agama yang bersumber pada al Quran dan Hadits)
Pendidikan Perempuan Perspektif Quraish Shihab Dalam Tafsir al Misbah
The focus of this article is to discuss how the conception of a woman's position according to M. Quraish Shihab in his book "Tafsir al Misbah". The writing of this article is motivated by the fact that society today still positions women in a marginal position, despite the fact that many Moslems thinkers argue that women have the same dignity as men. And even among certain (urban) communities, women have become drivers of social, economic and political change. But understanding the Indonesian people (especially rural) still positions women in marginal positions. This study generate several conclusions, first, that women's education must be emphasized more on the principle of sharing in improving quality rather than competence to win and lose, continuously empowering, strengthening with religious material, and starting early. Second, according to M. Quraish Shihab women's education is oriented towards material (physical) and immaterial (mind and soul). And third, the paradigm and thought map of M. Quraish Shihab is a critique of the conservative and liberal paradigms, where education should free women from subordination and marginalization due to the discriminative ideology adopted by the people today, as a reflection of religious interpretations of the community against religious teachings, impressive concern for the issue of social injustice, lawsuit for gender discrimination, and social issues
Perkembangan Anak Ditinjau dari Kemampuan Sosial Emosional
Perkembangan anak merupakan fase yang sangat penting, kritis serta memiliki pengaruh besar pada kehidupan selanjutnya. Usia 6 hingga 11 tahun adalah masa pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya secara fisik tetapi juga perkembangan sosial dan emosional mereka. Peran orang tua terhadap perkembangan anak sangat signifikan, keluarga adalah media pertama setelah lingkungan sekolah dan kemudian di masyarakat. Perkembangan sosial emosinal anak adalah faktor yang sangat penting dan perlu dipertimbangkan, ketika perkembangan emosional terhambat, perkembangan sosial dapat berpengaruh. Anak-anak dengan masalah perkembangan sosial emosional cenderung memiliki hambatan besar dalam persahabatan, penyesuaian sosial, perilaku dan akademis, gangguan dianggap berisiko tersisih secara sosial, terisolasi, penarikan diri, rasa malu dan kesepian. Suasana kekeluargaan atau lingkungan yang nyaman, tenang, dan penuh pengertian, membuat anak berkembang dengan ceria, lincah dan bersemangat. Kemampuan berpikir juga berkembang dengan baik. Sebaliknya, orang tua atau pengasuh yang sering mengkritik, memarahi dan memukul anak, menyebabkan perkembangan sosial emosional negati
Implementasi Metode Takrir Dalam Menghafalkan Al Quran Bagi Santri Pondok Pesantren Punggul Nganjuk
Implementasi Metode Tematik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunagrahita Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem Kabupaten Kediri
Penelitian ini dibingkai dalam topik besar implementasi metode tematik pada anak tunagrahita yang secara khusus melihat praktek pendidikan di sekolah menengah pertama luar biasa ngasem kabupaten Kediri dari keterkaitan antara pembelajaran tematik yang diterapkan oleh guru pada anak tunagrahita dengan hasil dari proses pembelajaran anak tunagrahita dengan metode tematik di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem Kabupaten Kediri. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pelaksanaan metode tematik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem kabupaten Kediri, 2) Hasil pembelajaran metode tematik dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa tunagrahita di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Ngasem kabupaten Kediri. Jenis pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, sebagaimana arahan jenis penelitian kualitatif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana ditampilkan dalam Bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasional atas data yang dikumpulkan. Akhirnya, penelitian ini berhasil memperoleh hasil temuan sesuai pertanyaan permasalahan yang pada garis besarnya dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Pembelajaran tematik dalam pelajaran pendidikan agama Islam pada anak tunagrahita relatif baik. 2) hasil dari dari model pembelajaran tematik pada anak tunagrahita dalam pelajaran pendidikan agama Islam dapat disimpulkan relatif baik dan mereka merasa lebih mudah memahami pelajaran pendidikan agama Islam
Model Komunikasi Islam
Sebagai ilmu, komunikasi mengalami perkembangan dinamis. Dinamika ilmu komunikasi mengambil bentuk dalam berbagai konteks kehidupan manusia, baik sebagai makhluk individual dan sosial yang melahirkan beberapa tipe klasifikasi komunikasi, antara lain komunikasi intrapersonal, interpersonal, publik, dan massa. Perkembangan ilmu komunikasi terus berlanjut dan berintegrasi dengan keilmuan atau konsep-konsep dalam Islam. Perwujudan integrasi ilmu komunikasi dengan Islam kemudian banyak dikenal dengan istilah komunikasi profetik. Konsep profetik di sini bersifat lentur, lebih substantif, dan menyeluruh yakni tidak hanya bermakna dakwah yang selalu hanya berdimensi teologis, tapi juga membangun dimensi sosiologis manusia, yaitu untuk mengangkat derajat kemanusiaan (memanusiakan manusia), membebaskan manusia dan membawa manusia beriman kepada Tuhan. Berarti, profetik dalam konteks komunikasi di sini dimaksudkan untuk mengambil makna sosial kenabian dalam kehidupan saat ini
Peran Sekolah Alam Cordova Terhadap Dinamika Keagamaan Masyarakat Kota Probolinggo
Penelitian tentang gerakan radikalisme dalam dunia pendidikan semakin menguat selama dua dekade terakhir ini. Sebanyak penelitian yang ditemukan, hasilnya adalah proses infiltrasi ideologi pendidikan melalui komponen-komponen penting pendidikan, misalnya bahan ajar, guru dan kegiatan ekstrakurikuler. Sangat jarang penelitian mengakaji ideologi lembaga pendidikan secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berperspektif ideologi pendidikan Narasumber yang dijadikan diwawancarai adalah Ketua Lembaga Dakwah Nahdhotul Ulama (LDNU) Kota Probolinggo, Kementrian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo dan mantan pengelola Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kabupten Probolinggo. Hasil penelitian ini menemukan Sekolah Alam Cordova berideologi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Identifikasi tentang penyebaran ideologi radikalisme tertera tujuan pendidikan Cordova adalah mencetak Khalifatullah fil ardhi yang berakhlaq mulia. Tujuan tersebut sama persis seperti yang terdapat dalam buku Makalah Muktamar Tokoh Umat Islam 1437 H bertema Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin. Dalam Bagian 5 menjelaskan, konsep Islam Rahmatal Lil ‘Alamin hanya bisa ditetapkan oleh orang yang memeluk Islam secara kaffah
Penerapan Asas Proporsionalitas Dalam Proses Pembagian Waris Anak Angkat
Maraknya adopsi anak di Indonesia karena dikarenakan besarnya harapan orang tua terhadap bayi dan cinta yang diharapkan untuk masa depan. Ternyata hal ini menyisakan permasalahan di kemudian hari, yaitu masalah kewarisan. Fiqh tidak mengatur pembagian harta waris bagi anak angkat baik melalui wasiat ataupun pewarisan. Pengabaian ini diakomodir dalam Kompilasi Hukum Islam sebagaimana tercantum dalam Pasal 209 yaitu: "Anak-anak yang tidak diadopsi akan menerima tetapi diberikan dipinjam sebanyak 1/3 dari orang tua angkat. Tulisan ini mengkaji tentang penerapan asas proporsionalitas sebagai solusi dalam penyelesaian waris anak angkat selain adanya ketentuan wasiat wajibah yang ditetapkan dalam Kompilasi Hukum Islam