Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Pendidikan Intregrasi Di Pondok Pesantren Ulil Albab, Nganjuk
The development of the implementation of education in Indonesia towards the concept of integration in all fields of science. This practice was also carried out at the Ulil Albab Islamic Boarding School, Ngronggot Nganjuk. This study uses a qualitative method by interviewing all stakeholders in the Ulil Albab Islamic Boarding School. The results of this study indicate. First, integrated infrastructure. Second. Institutional integrity. Third, curriculum integration. Fourth, management integration. Fifth, the integration of traditions. While the target to be achieved is, "to be individuals who are good in body, good in mind, and kind in the heart (Healthy outer and inner), have a managerial system that is both solid and strong, has adequate educational facilities and varied unit institutions. While the efforts being made to achieve the target are; optimization of activities, optimization of management and supervision, institutional development, and development of infrastructure
Penguatan Hak-Hak Dasar Manusia (Huququl Insani) Dalam Penyandang Disabilitas (Difabel) Persprktif Fiqh Islam
Umat Islam generasi awal adalah umat yang satu dan sempurna dalam masalah agama, dunia, dan akhirat dapat dipahami secara komprehensif. Agama Islam kaya akan tuntunan hidup bagi umatnya. Selain bersumber hukum Islam utamanya al-Qur’an dan al-Hadits, Islam juga mengandung aspek yang sangat penting, yaitu fiqh. Fiqh Islam sangat penting dan dibutuhkan oleh umat Islam, karena fiqh merupakan sebuah “manual book” dalam menjalankan praktek ajaran Islam itu sendiri, baik dalam hal aqidah, ubudiah, akhlak, syariah maupun muamalah (interaksi sosial) kepada masyarakat
Proteksi Tanah Wakaf Dari Sengketa Tanah Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap di Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses dan apa alasan sertipikasi tanah wakaf masjid dan musala di Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri dilakukan oleh Pemerintah Desa Jarak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris-normatif dengan jenis dan pendekatan kualitatif deskriptif serta menggunakan metode studi kasus. Jumlah tanah wakaf yang belum bersertipikat di Indonesia sangatlah banyak. Jawa Timur menempati posisi kedua terbanyak tanah wakaf belum bersertipikat. Berbagai peraturan secara jelas memberikan pengaturan tentang prosedur perwakafan tanah dan pendaftaran tanah wakaf atau sertipikasi tanah wakaf di Kantor Pertanahan dengan mendasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Fungsi utama sertipikat adalah menjadi alat bukti yang kuat sebagai jaminan kepastian hukum dan preventif timbulnya sengketa tanah. Sengketa tanah wakaf masjid dan musala terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Dalam upaya penyelesaian sengketa pertanahan wakaf, Kementerian ATR/BPN melakukan sertipikasi tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini diprioritaskan untuk tanah wakaf masjid dan musala. Pemerintah Desa Jarak menyelenggarakan program PTSL, Tanah wakaf seperti masjid dan musala menjadi prioritas Pemerintah Desa Jarak dalam program ini. Penelitian ini berfokus pada beberapa hal, Pertama,bagaimana proses sertipikasi tanah wakaf masjid dan musala di Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri?, Kedua, Mengapa Pemerintah Desa Jarak melakukan sertipikasi tersebut? Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan, Pertama, prosesnya adalah melalui program PTSL persiapan berkas, pendaftaran, pengukuran, dan penerbitan. Kedua, Alasannya adalah untuk memberikan jaminan hukum yang kuat sebagai preventif timbulnya sengketa tanah dan menjaga peruntukannya agar sesuai dengan kehendak wakif
Living Hadis Penutupan Lapak Jual Beli Ketika Waktu Shalat di Kampung Madinah Desa Temboro Karas Magetan Jawa Timur
One of the interesting phenomena in the "Kampung Madinah" in Temboro Karas Magetan is the tradition of closing shop when the prayer time. The urgency in this research is to review these practices and explain their correlation with the hadith or sunnah of the Messenger of Allah. The research is field research that limits the problem to the application of the value of the sunnah to the tradition of closing shop in the kampung Madinah. The approach used is the sociology of knowledge which implies that reality is socially constructed. The result is that the tradition of closing shop when prayer time is the process of conveying the understanding conveyed by the followers of Jamaah Tabligh through the study of the book Fad}a>il al-A'ma>l which is recited at both bayan and ta'lim. Thus the closing shop when the prayer time is the actualization of the understanding of fiqh inspired by the hadith about the superiority of prayer in congregation
Mindful-Based Cognitive Therapy (MBCT) dan Self-Awareness untuk Menurunkan Kecemasan Ibu Hamil Primipara
This study discusses the anxiety of primiparous pregnant women before delivery. Primiparous pregnant women are mothers who first have children, so anxiety often arises. Lack of Self-Awareness in primiparous pregnant women, especially those who experience anxiety has its impact. Self-awareness is the ability of a person to judge and place himself in certain conditions. This topic was taken because of the increasingly widespread anxiety in primiparous pregnant women, which resulted in less optimal pregnancy during the psychological impact. The method used in this study is a single case experiment. Giving Mindful-Based Cognitive Therapy (MBCT) is considered effective for reducing anxiety in primiparous pregnant women before delivery. The MBCT session that given relates to inner self-awareness, to increase the participant's self-awareness. Participants' anxiety was measured using the Pregnancy-Related Anxiety Scale (PRAS), while Self-Awareness would be measured using the Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS). This study involved 2 participants who received intervention for 4 weeks. The results of the study were analyzed with trend analysis. As a result, both participants experienced decreased anxiety before delivery and increased self-awareness after getting MBCT intervention
Moderasi Islam dalam Dimensi Berbangsa, Bernegara Dan Beragama Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah
(Wasaṭiyyah is attached to Islam since he was born and will continue to cling to the Day of Judgment. In its history, after the division in the body of Muslims which gave birth to many schools and schools, the nature of Wasaṭiyyah was attached to the Ahlus Sunnah wa al-jama'ah-leaning group, including the theology of Ash'ariyah and Maturidiyah. Maqashid shari'ah arises due to debate among fiqh experts about shari'ah, which has a certain ‘illat (causa) or not. The debate has led to various kinds of flow including the ulama 'ushul fiqh. Maqhasid al-ahkam is considered as the basis in establishing a law, and can be categorized as the main foundation in law. As information about al-kulliyyat al-khams and their limitations, ḥifzh ad-din (protection of religion), ḥifzh an-nafs (protection of life), ḥifzh al-'aql (intellectual protection), ḥifzh an-nasl (genetic protection), and ḥifzh al-māl (protection of property).
(Wasaṭiyyah melekat pada islam semenjak ia lahir dan akan terus melekat sampai hari kiamat nanti. Dalam sejarahnya, pasca terjadinya perpecahan dalam tubuh umat islam yang melahirkan banyak madzhab dan aliran, sifat Wasaṭiyyah melekat pada golongan yang berhaluan Ahlus Sunnah wa al-jama’ah, termasuk didalamnya aliran teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah. Maqashid syari’ah muncul akibat perdebatan di antara pakar fiqh mengenai syari’ah, yang memiliki ‘illat (kausa) tertentu ataukah tidak. Perdebatan tersebut menimbulkan berbagai macam aliran tak terkecuali di kalangan ulama’ ushul fiqh. Maqhasid al-ahkam dianggap sebagai dasar dalam penetapan suatu hukum, dan dapat dikategorikan sebagai landasan utama dalam hukum. Sebagaimana keterangan mengenai al-kulliyyat al-khams beserta batasannya, ḥifzh ad-din (perlindungan agama), ḥifzh an-nafs (perlindungan jiwa), ḥifzh al-'aql (perlindungan intelektual), ḥifzh an-nasl (perlindungan genetik), dan ḥifzh al-māl (perlindungan harta)
Peran Progam Wali Asuh dalam Membentuk Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Putra Lirboyo
This study used a qualitative approach with field research conducted at Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Putra Lirboyo, Kediri City. This study aims to examine the impact of the foster care program in shaping the discipline of students at the Al-Mahrusiyah Islamic Boarding School. This study departs from two research questions, namely how the program carried out by foster caregivers in shaping the discipline of students and how is the impact of the program of foster care in shaping the discipline of students. By using the method of observation, interviews, and documentation the researcher can conclude from the results of the study that the role of foster care is very important to help the success of the boarding school program, especially in terms of forming student discipline. As in the program he established, among others: rote deposits, congregations praying dhuha, pickets of cleanliness. The program that has been compiled by foster caregivers to form student discipline can be said to have been in accordance with the factors that affect a person's discipline, which in contact with these factors will affect the discipline of the students
Preference of Social Media Usage in Teenagers Religion
This study discusses the use of social media in teenagers. Teenagers are a period of searching for identity and God's presence is a major issue in teenagers. Teenager’s life trying to meet the needs of religious information possessed from outside through social media. Religious information on social media affects teenager religiosity which is reflected in religious maturity and religious commitment. Research on social media, religious maturity and religiosity commitment used a comparative quantitative approach with descriptive-analytical methods. The subjects were 40 students in a private high school in Sidoarjo. The results showed that social media use is related to religion maturity and teenager religious commitment. Social media are often used as religious references by teenagers include, WhatsApp, Instagram, and Facebook. Variation in social media using among teenagers has affected variation teenagers on the level of religious maturity and religiosity commitment. Such as condition correspondents with the theory of uses and gratification which makes users an active agent in establishing social media use as a reference. Increasingly, the difference in the level of religious maturity and religiosity commitment is contingent on hope and satisfaction of any use in assessing the social media account referenced to Da’wa
Upaya Pemerintah Desa Dalam Mencegah Pernikahan di Bawah Umur Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar
Fenomena pernikahan usia di bawah umur pada saat ini, dari tahun ke tahun angkanya naik turun, hal itu bisa dilihat dari permohonan dispensasi nikah, seperti yang terjadi di Pengadilan Agama Kabupaten Blitar dalam websitenya yang mengalami pasang surut. Fenomena demikian sudah menjadi trend di kalangan remaja dengan banyak motifnya. Perkawinan pada usia muda biasanya belum ada kesiapan mental maupum fisik pada diri mempelai, sehingga dapat menimbulkan masalah di belakang hari bahkan tidak sedikit yang berujung pada perceraian. Dari uraian tersebut peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah desa slemanan dalam mencegah pernikahan di bawah umur dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap upaya pemerintah desa slemanan dalam mencegah pernikahan di bawah umur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil penelitian yaitu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Slemanan, melarang atau mempersulit perizinan nikah di bawah umur, melarang masyarakatnya untuk melaksanakan pernikahan di bawah umur karna menghambat terciptanya SDM yang berkualitas. Syari’at Islam pada dasarnya tidak membatasi usia untuk menikah, akan tetapi dapat diukur dengan masa baligh sesorang, syari’at islam menghendaki orang yang hendak menikah adalah orang yang benar-benar siap mental, fisik, psikis, dewasa dan paham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. Substansi hukum islam adalah menciptakan kemaslahatan sosial bagi manusia masa kini dan masa depan, hukum islam bersifat humanis dan selalu membawa rahmat bagi semesta alam
Analisis Yuridis Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Tingginya Tingkat Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri
Menciptakan sebuah rumah tangga yang damai berdasarkan kasih sayang adalah idaman setiap pasangan suami istri, namun upaya ini merupakan tindakan yang tidak mudah, pada kenyataannya kehidupan berkeluarga tidak selalu harmonis seperti yang diharapkan. Ada beberapa kasus yang sering terjadi dimasyarakat yang mengeluh tentang menjaga hubungan kekeluarganya, akirnya masalah tersebut sampai di Pengadilan Agama KAb.Kediri. Dari uraian diatas, fokus penelitian ini adalah bagaimana analisis yuridis terhadap faktor penyelesaian cerai gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, dan fakto-faktor apa saja yang menyebabkan tingginya cerai gugat di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, jenis penelitian ini adalah studi kasus dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini adalah faktor yang menjadi penyebab cerai gugat di Pengadilan Agama Kab.Kediri, cara penyelesaian kasus perkaranya telah sesuai dengan KHI maupun undang-undang yang berlaku. Sehingga ketika ada suatu permasalahan dalam menyelesaikan kasus perkara bisa terpusat pada narasumber yang ada. Dan pembahasan yang telah dijabarkan diatas juga memberikan kekuatan poin dari keterangan data tabel kasus perbandingan pertahun beserta alasan yang menjadi landasan penyelesaian kasus cerai gugat di Pengadilan Agama Kab.Kediri. Diantara faktor yang melatar belakangi adalah faktor ekonomi, faktor moral, faktor campur tangan pihak ketiga, faktor krisis akhlak, faktor menyakiti jasmani dan faktor tidak adanya tanggung jawab