Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
Not a member yet
    256 research outputs found

    Analisis Usaha Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Lele

    Full text link
    AbstrakMeningkatnya kebutuhan protein hewani menyebabkan permintaan komoditi ikan meningkat. Sumber protein hewani yang banyak beredar di pasaran adalah lele (Clariasbatrachus). Pellet sebagai sumber utama pakan memiliki harga yang mahal sehingga perlu alternatif lain untuk mengurangi biaya penyediaan pakan. Maggot (Hermetiaillucens Linnaeus) merupakan larva lalat black soldier yang memiliki tekstur kenyal, berprotein tinggi serta memiliki kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami yang membantu meningkatkan sistem pencernaan ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi analisis usaha budidaya maggot serta penghematan yang dapat dilakukan jika maggot diberikan sebagai alternatif kombinasi pellet untuk pakan lele. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa diperlukan waktu hingga 2 minggu untuk menghasilkan maggot yang siap digunakan untuk pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot sangat berpotensi sebagai untuk dibudidayakan sebagai alternatif pakan ikan lele. Penggunaan 50% pellet dan 50% maggot dapat menghemat biaya pengadaan pakan sebesar 22,74%.Kata kunci: maggot, budidaya, penghematan biaya pakan AbstractThe increasing need for animal protein increases the demand for fish commodities. The source of animal protein that is widely circulating in the market is catfish (Clariasbatrachus). Pellet as the primary source of feed has a high price so need another alternative to reduce the cost of providing feed. Maggot (Hermetiaillucens Linnaeus) is a black soldier fly larva that has a chewy texture, high protein and has the ability producing natural enzymes that help improve the digestive system of fish This study aims to determine the potential analysis of maggot cultivation and savings that can be done if maggot is given as an alternative combination of pellets for catfish feed. From the results of the study found that it can take up to 2 weeks to produce a maggot that is ready for use for feed. The results showed that maggot is potential to be cultivated as an alternative to feeding catfish. The use of 50% pellets and 50% maggot can save the cost of feed procurement by 22.74%.Keywords: maggot, cultivation, feed cost saving

    FRONT MATTER

    No full text

    Analisis Pasokan Udang di Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus UD Ali Ridho Group)

    Full text link
    AbstrakUdang merupakan salah satu komoditas perikanan dengan potensi besar. UD Ali Ridho Group adalah salah satu pemasok udang Windu dan Vannamei di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arus produk, keuangan, dan informasi serta menganalisa nilai tambah dan tingkat efisiensi pemasaran pada persediaan udang pada UD Ali Ridho Group. Metode penelitian yang digunakan adalah aliran rantai pasok, metode Hayami nilai tambah, konsep efisiensi dan distribusi margin pemasaran. Hasilnya menunjukkan bahwa ada aliran produk, arus keuangan, dan arus informasi pada rantai pasokan Windu dan Vannamei di UD Ali Ridho Group. Penanganan Windu dan Vannamei pada bulan April 2017 memberikan nilai positif per kg untuk pemasaran ke eksportir udang sebesar Rp3.332,31 dan Rp3.499,38 dan pemasaran ke konsumen ritel sebesar Rp40.332,00 dan Rp23.663,88. Nilai efisiensi pemasaran Windu dan Vannamei pada bulan April 2017 terhadap eksportir adalah 2,25% dan 1,97%.Kata kunci: efisiensi pemasaran, nilai tambah, rantai pasokan, udang AbstractShrimp is one of the fishery commodities with great potential. UD Ali Ridho Group is one of Windu and Vannamei shrimp supplier in Sidoarjo Regency. This study aims to find out the flow of products, finance, and information as well as analyzing added value and marketing efficiency level on shrimp supply at UD Ali Ridho Group. The research used supply chain flow, Hayami’s value added method, efficiency concept and marketing margin distribution. The results show that there are product flow, financial flow, and information flow in Windu and Vannamei’s supply chain at UD Ali Ridho Group. The handling of Windu and Vannamei in April 2017 gave a positive added value for marketing to shrimp exporters of 3,332.31 IDR and 3,499.38 IDR and marketing to retail consumers of 40,332.00 IDR and 23,663.88 IDR. The value of Windu and Vannamei’s marketing efficiency in April 2017 to exporters was 2.25% and 1.97%.Keywords: marketing efficiency, shrimp, supply chain, added value

    Analisis Strategi Pengembangan Usaha Minuman Sari Buah Sirsak

    Full text link
     AbstrakUsaha kecil menengah minuman sari buah sirsak termasuk dalam bidang pengolahan pangan. Dalam realitasnya usaha ini banyak mengalami permasalahan terutama dalam hal pengembangan usaha supaya mampu bertahan dalam persaingan bisnis. Perencanaan strategis untuk pengembangan usaha perlu dibuat agar operasional industri dapat berjalan efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan bantuan analisis SWOT. Metode ini mampu menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik usaha pengelolaan minuman sari buah sirsak serta konsumennya. Berdasarkan analisis SWOT, formulasi strategi yang cocok digunakan adalah strategi pengembangan pasar untuk menambah jumlah konsumen.Kata kunci: analisis SWOT, pengembangan usaha, usaha kecil menengah AbstractSmall and medium businesses soursop juice drink included in the field of food processing. In reality this business has many problems especially in terms of business development in order to survive in business competition. To develop its business hence need to be made strategic planning for operational of industry can run effectively and efficient. This research used descriptive qualitative research method by SWOT analysis. This method is able to analyze strengths, weaknesses, opportunities and threats. The data obtained from the interview with the business owner of soursop juice management and consumers. Based on the SWOT analysis, the appropriate strategy formulation is the market development strategy to increase the number of consumers.Keywords: business development, small and medium enterprises, SWOT analysi

    BACK MATTER

    No full text

    FRONT MATTER

    No full text

    BACK MATTER

    No full text

    Formulasi dan Karakteristik Tablet Effervescent Jeruk Baby Java (Cytrus sinensis L. Osbeck) Kajian Proporsi Asam Sitrat

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi asam sitrat dan bubuk jeruk baby java yang tepat untuk menghasilkan tablet effervescent dengan karakteristik fisik, kimia organoleptik terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari proporsi asam sitrat (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) dengan bubuk jeruk baby java (40%, 35%, 30%, 25%, 20%). Hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik dari analisa fisik, kimia dan organoleptik yakni proporsi asam sitrat 5% dengan bubuk jeruk baby java 40%. Hasil analisis fisik perlakuan terbaik meliputi kekerasan 5,4 N; dan kecepatan larut 1,30 menit. Karakteristik kimia kadar air 0,4719%; pH 8,23; vitamin C 266,46 mg/100g. Karakteristik organoleptik terbaik yakni kenampakan 4,76; rasa 3,35; aroma 3,7.Kata kunci: asam sitrat, baby java, effervescent, jeruk, vitamin C AbstractThis research aims to understand the optimal proportion of citric acid and baby java orange powder to produce effervescent tablets with the best characteristics of physical, chemical and organoleptic. This research used randomized block design (RBD), consists of a proportion of citric acid (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) with baby java orange powder (40%, 35%, 30%, 25%, 20%). The best treatment result were obtained from physical, chemical and organoleptic analysis, the proportion of 5% citric acid with baby java orange powder 40%. The results of the best treatment which is hardness 5.4 N; soluble speed 1,30 minute; water content 0.4719%; pH 8.23; vitamin C 266,46mg / 100g. The best organoleptic result that the appearance of 4.76; taste 3.35; flavor 3.7.Keywords: baby java, citric acid, effervescent, orange, vitamin C

    Analisis Strategi Pemasaran Menggunakan Matriks SWOT dan QSPM (Studi Kasus: Restoran WS Soekarno Hatta Malang)

    Full text link
    Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran yang dapat diterapkan bagi Restoran Waroeng Steak & Shake (WS) Cabang Soekarno-Hatta Malang. Dengan menggunakan matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), alternatif strategi yang didapatkan yaitu mempertahankan citra atau image perusahaan, fasilitas restoran, mempertahankan kualitas dan pelayanan produk untuk menarik konsumen, meningkatkan kemampuan manajemen dan kerjasama untuk tujuan perusahaan, memberikan layanan delivery order untuk konsumen, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran, melayani pangsa pasar menengah ke bawah dengan menyediakan paket atau porsi khusus, dan menjaga hubungan baik dengan pemasok atau wilayah sekitar restoran. Strategi pemasaran prioritas yang disarankan adalah mempertahankan citra perusahaan.Kata kunci: matriks EFE, matriks IFE, pemasaran, SWOT, QSPMAbstract The purpose of research was to develop a marketing strategy that can be applied to Waroeng Steak & Shake (WS) Restaurant Branch Soekarno-Hatta Malang. By using SWOT Matrix and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), strategies alternative obtained were maintain the image of the company, the restaurant facility, sustaining services and products quality to attract customers, improve management capabilities and cooperation for company’s goal achievement, providing delivery order service for the consumer, utilizing technological advances for marketing activities, serving middle-market share by providing special package or portion, and maintaining good relationships with suppliers and the restaurant neighbourhood. The priority marketing strategy suggested is to maintain the image of the company.Keywords: EFE matrix, IFE matrix, marketing, SWOT, QSPM

    ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PUREE MANGGA PODANG URANG PADA SKALA INDUSTRI KECIL MENENGAH (STUDI KASUS PADA IKM KELOMPOK WANITA TANI BUDIDAYA TIRON MAKMUR BANYAKAN, KEDIRI)

    Full text link
    Abstrak Mangga podang urang merupakan komoditas utama di Kabupaten Kediri. Ketersedian bahan baku untuk pembuatan produk berbasis mangga podang urang tidak tersedia sepanjang tahun. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengolahnya menjadi puree mangga podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Budidaya memproduksi puree mangga podang urang sebagai produk antara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mangga podang urang diluar masa panen. Diperlukan analisis kelayakan teknis dan finansial untuk mengupayakan keberhasilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teknis pembuatan puree mangga podang urang layak untuk dilakukan. Pemanfaatan satu mesin untuk dua proses produksi menyebabkan terjadinya bottleneck dan kualitas bahan baku menurun sehingga ditambahkan usulan perbaikan berupa penambahan mesin pencampur. Kapasitas produksi puree mangga podang urang direncanakan sebesar 210 kg/hari atau 139 unit @ 1 kg. HPP usulan perbaikan Rp9.900,00 harga jual per unit Rp12.200,00. BEP unit usulan perbaikan 8.074 unit atau Rp98.358.400,00. R/C ratio usulan perbaikan 1.24, NPV usulan perbaikan Rp29.179.600,00. IRR usulan perbaikan 22.2%. Payback period usulan perbaikan 3 tahun 1 bulan. Incremental IRR lebih besar dari suku bunga yaitu 75.9%. Pengembangan usaha produksi puree mangga podang urang layak untuk dilakukan.Kata kunci: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mesin PencampurAbstract Mango podang urang is the main commodity in Kediri Regency. The availability of raw materials for the manufacture of mango-based podang urang products is not available throughout the year. One alternative to overcome the problem is to process it into puree mango podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Cultivation produces puree mango podang urang as intermediate product to meet raw material requirement of mangoes urang podang outside harvest period. Technical and financial feasibility analysis is required to pursue that success. The results showed that technical analysis of puree mango podang urang was feasible to be done. Utilization of one machine for two production process causing bottleneck and quality of raw material decrease so that added suggestion of improvement in the form of addition of mixing machine. Production capacity of puree mango podang urang is planned to be 210 kg / day or 139 units @ 1 kg. HPP proposed repair Rp9.900,00 selling price per unit Rp12.200,00. BEP proposed repair unit 8,074 units or Rp98,358,400.00. R / C ratio proposed improvement 1.24, NPV proposed repair Rp29.179.600,00. IRR proposed improvement of 22.2%. Payback period proposal improvement 3 years 1 month. Incremental IRR is greater than the interest rate of 75.9%. Development of production business puree mango podang urang feasible to do.Keywords: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mixing machin

    196

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri (University of Brawijaya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇