Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
    1236 research outputs found

    Judicial Authority and Term Extension: A Sulṭah al-Qaḍā’iyyah Perspective on Constitutional Court Decision No. 112/PUU-XX/2022

    Full text link
    Constitutional Court Decision No. 112/PUU-XX/2022, which extended the term of office of the Head of the Corruption Eradication Commission (KPK) from four to five years, has sparked public debate. On the one hand, the longer term is viewed as a means to ensure the effectiveness and continuity of anti-corruption efforts. On the other hand, many parties argue that this change opens the door to political interference, potentially compromising the independence of the institution and raising concerns regarding the principle of checks and balances. This research aims to analyze the decision from the perspective of Sulṭah al-Qaḍā’iyyah, the concept of judicial authority in Islamic law, which is grounded in the principles of justice (al-‘adālah), deliberation (shūrā), and public interest (al-maṣlaḥah al-‘āmmah). The study employs a normative juridical approach and qualitative methodology based on a literature review. The findings suggest that Constitutional Court Decision No. 112/PUU-XX/2022 has exceeded the Court’s role as a negative legislator, as it is seen to have created a new legal norm without following the formal legislative process. Although the decision is justified by the argument that a five-year term is needed to strengthen the independence, effectiveness, and stability of KPK leadership, from the perspective of Islamic law, such action may be ethically and substantively flawed if it disregards public participation and leads to social unrest. Therefore, this decision should be reconsidered not only from a constitutional standpoint but also in light of the substantive values of justice within the framework of maqāṣid al-sharī‘ah

    Understanding of Non-Muslim Students of Syiah Kuala University Towards the Concept of Religious Moderation

    Full text link
    This study aims to explore non-Muslim students' understanding of the concept of religious moderation at USK. This study uses a descriptive qualitative approach to explain non-Muslim students' knowledge of religious moderation, using four indicators set by the Ministry of Religious Affairs. The main data source comes from interviews with non-Muslim students from various faculties at USK. The results of the study indicate that non-Muslim students' understanding of religious moderation is generally by the indicators formulated by the Ministry of Religious Affairs. However, more in-depth education is needed for non-Muslim students to ensure a uniform understanding of religious moderation

    Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Program Belajar Mengajar Oleh Mahasiswa KPM STAIN Meulaboh Di Desa Labuhan Tarok II Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan

    Full text link
    Pendidikan tinggi, khususnya di institusi keislaman seperti STAIN Meulaboh, menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam pembentukan mahasiswa STAIN dari berbagai jurusan dan prodi. Jurnal ini membahas upaya meningkatkan prestasi dengan belajar mengajar sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan teori dengan praktik dalam pembelajaran. Tujuan utama adalah memperkaya pengalaman mahasiswa dan memperkuat hubungan antara STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dengan masyarakat Gampong Labuhan Tarok II dengan tujuan menciptakan sinergi positif dalam dunia pendidikan. Studi ini mengintegrasikan studi pendahuluan, analisis kebutuhan, desain program pengalaman lapangan, pelaksanaan praktik, dan evaluasi. Survei dan wawancara digunakan untuk memahami kebutuhan dan harapan dari berbagai pihak. Program Kuliah Pengabdian Masyarakat dirancang untuk mengoptimalkan penerapan teori, fokus pada pembelajaran berbasis kompetensi, dan pengembangan karakter. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan dan feedback dari pamong pembimbing dan dosen pembimbing.  Hasil jurnal menunjukkan bahwa optimalisasi kuliah pengabdian masyarakat memberikan dampak positif terhadap pengembangan profesionalisme dan keterampilan mahasiswa STAIN Meulaboh. Gampong Labuhan Tarok II, sebagai mitra, turut merasakan manfaat kolaborasi ini. Kerjasama ini diharapkan dapat berlanjut, memberikan kontribusi positif bagi kedua institusi, serta memperkaya lingkungan pendidikan di wilayah tersebut

    PERKEMBANGAN PESANTREN DI KOMUNITAS ISLAM MODERN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM: STUDI ATAS PESANTREN MUHAMMADIYAH

    No full text
    This research aims to reveal the Islamic education system in Muhammadiyah which is famous for its motto of Progressive Islam, so that a modernization of education movement is formed to improve the quality of Islamic education. As one of Muhammadiyah's programs is to carry out a tajdid or reform movement. One thing that is starting to develop rapidly at this time in Muhammadiyah is the Modern Islamic Boarding School with the integration of religious knowledge with general knowledge. This research uses a qualitative approach-literature study and uses documentation methods to collect data. The results of this research are to explain the dynamics of Muhammadiyah education and the development of modern Muhammadiyah Islamic boarding schools. The Muhammadiyah education reform movement has existed since its inception, with the aim of producing intellectual scholars and religious scholars. One of the Muhammadiyah movements that is currently developing rapidly is the Islamic boarding school with a modernist system which consists of three, namely: Muhammadiyah Boarding School (MBS), Integral Islamic boarding school, and Takhassus Islamic boarding schoo

    PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI LANDASAN SPIRITUALISTIK

    No full text
          Di era millenium sekarang ini, masa dimana globalisai tidak bisa dibendung lagi, perkembangan zaman terus memuncak atau bisa dikatakan sebagai masa peralihan, itulah yang harus diterima, membekali peserta didik dengan  strategi atau siyasah apa saja yang harus dipilih untuk kebaikan dan kepantingan bersama. Di zaman modern yang serba canggih ini, serta bisa di qiyaskan bahwa banyak tipe lembaga  pendidikan formal yang tidak beres, realitas pada saat ini banyak di temukan di kota-kota besar atau metropolitan. Dalam bidang keilmuan non religi serta spiritualnya bisa dikatakan unggul, akan tetapi nilai-nilai spiritual yang ada belum mencerminkan, sebagai seorang muslim. Makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna yang berketerampilan cerdik serta lincah dan pandai. Dan oleh karena itu semua orang bisa dilatih melalui lembaga pendidikan. Pendidikan Islam dalam garis besarnya mengajarkan setiap manusia dan umat Islam khusunya untuk mencapai suatu target dan mewujudkan sebuah tujuan yang sesungguhnya yaitu untuk selalu taat dan patuh kepada Allah SWT. Sifat membangkang, sombong dan lainnnya adalah salah satunya sifat dan karakter manusia yang tidak memiliki dan dilandasi pondasi pendidikan Islami. Allah memberikan potensi fitrah kepada manusia sejak ia lahir kedunia dan perlu ada bimbingan dan pendidikan yang dibebankan kepada kedua orang tua sebagai guru atau pendidik awal anaknya

    Science Test Instrument Based on Blitar Local Wisdom in Elementary School Students

    No full text
    Blitar is one of the regions in East Java that has diverse local wisdom. Various uniqueness can be found in habits, customs, celebrations, regional dances, regional music, culinary, tourist attractions, social community activities and other cultures that are full of philosophy. This research uses a literature study method with a descriptive qualitative research type. Conducted with the aim of knowing various local wisdom in Blitar that can be associated with science test instruments for elementary school students. Local wisdom in Blitar needs to be recognized by the younger generation through education in order to remain sustainable. Although this research is still limited to literature studies, it is hoped that further empirical research can develop science test instruments based on local wisdom in Blitar

    Gerakan Mahasiswa Di Era Reformasi : Tantangan Dan Peluang

    No full text
    Gerakan mahasiswa di Indonesia telah menjadi bagian integral dari proses perubahan sosial-politik bangsa, khususnya sejak era reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali peran mahasiswa dalam era pascareformasi, sekaligus menelaah relevansi gerakan tersebut dalam menjawab tantangan kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka sebagai sumber utama data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa masih aktif dalam berbagai aksi sosial, terdapat kecenderungan penurunan militansi, fragmentasi orientasi gerakan, serta lemahnya konsolidasi organisasi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tetap memiliki signifikansi strategis, namun memerlukan reorientasi ideologis dan pembaruan strategi agar tetap relevan dalam dinamika demokrasi modern

    Media Sosial sebagai Pengawasan Publik: Implikasi terhadap Penegakan Hukum dan Keadilan Sosial

    No full text
    The "No Viral No Justice" phenomenon indicates society's dependence on the pressure created by the virality of information on social media as a means to encourage law enforcement. In many cases, especially those involving violence, discrimination, or injustice against vulnerable groups, the spread of information via social media often becomes a primary motivator for law enforcement to take quicker action. This problem formulation is related to social media as a catalyst for social change in public oversight and the implications of social media in social engineering regarding law enforcement and social justice. This study uses a normative legal approach, case study data collection techniques, and data obtained from literature relevant to the research topic. The data presentation technique used is descriptive and thematic analysis. The use of social media for law enforcement oversight is an example of Social Engineering, where public pressure via social media aims to guide law enforcement agencies to expedite judicial processes and act more justly. The "No Viral No Justice" phenomenon demonstrates how social media can create urgent social pressure to ensure that justice is achieved, even when formal legal procedures take longer. In this context, social media acts as part of the Social Engineering mechanism, influencing the law to be more responsive to social justice demands. The implications of social media on law enforcement and social justice may include increased transparency and accountability, as well as impacts on social justice. With public pressure via social media, the law enforcement process can become faster, more transparent, responsive, and prevent abuse of power.Fenomena No Viral No Justice mengindikasikan ketergantungan masyarakat terhadap tekanan yang ditimbulkan oleh viralnya informasi di media sosial sebagai sarana untuk mendorong penegakan hukum. Dalam banyak kasus, terutama yang melibatkan kekerasan, diskriminasi, atau ketidakadilan terhadap kelompok rentan, penyebaran informasi melalui media sosial sering kali menjadi pendorong utama bagi aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan yang lebih cepat. Rumusan masalah ini berkaitan media sosial sebagai katalisator perubahan sosial dalam pengawasan publik dan implikasi media sosial dalam social engineering terhadap penegakan hukum dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif, teknik pengumpulan data studi kasus, dan data diperoleh dari literatur yang relevan dengan topik penelitian. Teknik penyajian data yang digunakan disajikan secara deskriptif dan analisis tematik. Penggunaan media sosial untuk tujuan pengawasan hukum adalah contoh dari Social Engineering di mana tekanan dari publik melalui media sosial bertujuan untuk mengarahkan aparat penegak hukum agar mempercepat proses peradilan dan bertindak lebih adil. Fenomena No Viral No Justice menunjukkan bagaimana media sosial dapat menciptakan tekanan sosial yang mendesak untuk memastikan bahwa keadilan tercapai, bahkan ketika prosedur hukum formal memerlukan waktu yang lebih lama. Media sosial dalam konteks ini bertindak sebagai bagian dari mekanisme Social Engineering, yang memengaruhi hukum agar lebih responsif terhadap tuntutan keadilan sosial. Implikasi media sosial terhadap penegakan hukum dan keadilan sosial dapat berupa peningkatan transparansi dan akuntabilitas serta dampak terhadap keadilan sosial. Dengan adanya tekanan publik melalui media sosial, proses penegakan hukum dapat menjadi lebih cepat, transparan, responsif, dan pencegahan penyalahgunaan wewenang

    Tinjauan Hukum atas Pungli dalam Layanan SIM: Kasus Maladministrasi di Polresta Serang

    No full text
    Penelitian ini mengevaluasi praktik pungutan liar (pungli) dalam pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polresta Serang. Meskipun sudah ada regulasi dan prosedur resmi, pungli masih terjadi baik oleh oknum petugas secara langsung maupun melalui calo. Dengan pendekatan yuridis sosiologis, hasil penelitian menunjukkan bahwa pungli merupakan penyalahgunaan wewenang yang melanggar prinsip pelayanan publik dan memperkuat budaya korupsi mikro. Upaya pemberantasan melalui Satgas Saber Pungli dan digitalisasi layanan belum optimal karena lemahnya pengawasan, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Diperlukan reformasi menyeluruh melalui penguatan hukum, pemberdayaan masyarakat, dan penanaman budaya integritas untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan adil

    Analysis of The Understanding of Dayah Mudi Students of The Grand Mosque of Putri Samalanga Towards Sharia Banking

    Full text link
    This study aims to analyze the understanding of students at Dayah Mudi Masjid Raya Putri Samalanga regarding the concept of Islamic banking. Based on interviews, observations, and documentation, it was found that students' understanding of Islamic banking varies; some students have a basic knowledge of principles such as riba and gharar, while others lack practical understanding. Additionally, observations reveal that Islamic banking materials have not been systematically taught in the dayah's curriculum, resulting in students' limited development of this knowledge. This study contributes by providing recommendations for a more structured curriculum in the dayah, which can enhance students' understanding of Islamic economics and its application in daily life. The study is limited by the small number of respondents, and further research with a larger sample and varied methods is suggested

    903

    full texts

    1,236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇