Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
1236 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KOPERASI NOMOR 6 TAHUN 2020 TERHADAP PENINGKATAN PEREKONOMIAN PELAKU UMKM DI DESA MON PASONG KECAMATAN WOYLA BARAT KABUPATEN ACEH BARAT
ABSTRACT
The implementation of the Ministry of Cooperative and SMEs Regulation No. 6 of 2020 is one of the government’s efforts to help MSMEs during the Covid-19 period. Because of this assistance, at least it can alleviate the economic problem Mon Pasong People in meeting their daily economic needs, business capital provided by the government is very helpful to businesses run by the community or business that is being occupied, this effort is carried out in an effort to develop and increase self-sefficiency economy gradually. The objectives to be achieved from this research are : (1) to find out the mechanism for obtaining BPUM assistance provided from Ministry of Cooperative and SME’s Regulation No 6 of 2020 Implementation, (2) to find out the efforts made by MSMEs to improving the economic in Mon Pasong Village, (3) to find out the obstacles faced by MSME who receive BPUM assistance in improving the economic in Mon Pasong Village. This study used qualitative methods with data collection techniques, interview and documentation. In analyzing the data using descriptive qualitative analysis method. From this research it can be described that : (1) The implementation of Ministry of Cooperative and SMEs Regulation No 6 of 2020 for MSMEs has provided an opportunity for MSMEs in Mon Pasong Village, West Woyla District to receive BPUM resistanse. Communities in Mon Pasong have received BPUM asistance starting from 2020 to 2022, (2) effort made by Mon Pasong community to obtain assistance for business by submitting an application to Perindagkop by completing the requirements for photocopy of KTP, KK, business certificate and opening a bank account. This assistance is very helpfull for community to increase their business and feel the impact on improving the local community’s economiy, (3) The constraints faced by micro-entrepreneurs in Woyla are difficulty of getting access and fast information, due to the unvailability of a good internet network, considering that the West Woyla is a remote rural area.
Keywords : Implementation, Ministry of Cooperative and SMEs No 6 of 2020 Regulation, Economy, MSME.ABSTRAK
Implementasi peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2020 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka membantu masyarakat pelaku UMKM selama masa covid-19. Dengan adanya bantuan tersebut setidaknya dapat sedikit membantu meringankan masalah perekonomian masyarakat Mon Pasong dalam mencukupi kebutuhan ekonomi sehari-hari, adanya modal usaha yang diberikan oleh pemerintahan sangat membantu masyarakat dalam menjalankan bisnis maupun usaha yang sedang ditekuni, usaha ini dilakukan dalam upaya pengembangan dan peningkatan kemadirian ekonomi secara bertahap. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilaksanakan ini yaitu; (1) untuk mengetahui mekanisme dalam mendapatkan bantuan BPUM yang diberikan dari implementasi Peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2020. (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan BPUM dalam meningkatkan perekonomian di desa Mon Pasong. (3) untuk mengetahui kendala yang dihadapi pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan BPUM dalam meningkatkan perekonomian di desa Mon Pasong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisa data menggunakan metode deskriptif kualitatif analisis. Dari penelitian ini dapat digambarkan bahwa (1). Implementasi Peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2020 Terhadap Pelaku UMKM, telah memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM di Desa Mon Pasong Kecamatan Woyla Barat untuk mendapatkan bantuan BPUM tersebut. Masyarakat di desa Mon Pasong mendapatkan BPUM sudah dimulai tahun 2020 hingga 2022 (2). Upaya yang dilakukan oleh masyarakat Mon Pasong untuk mendapatkan bantuan bagi pelaku usaha dengan mengajukan permohonan ke Perindagkop dengan melengkapi persyaratan foto kopi KTP, KK, surat keterangan usaha dan membuka buku rekening. Dengan adanya pemberian bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan usaha serta merasakan dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat. (3). Kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro di Woyla yaitu sulitnya mendapatkan askes dan informasi yang cepat, karena belum tersedianya jaringan internet yang baik, mengingat daerah Woyla Barat temasuk daerah pelosok pedesaan.
Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Koperasi Nomor 6 Tahun 2020,
Perekonomian, Pelaku UMKM
 
Peran Mahkamah Syar’iyah Dalam Pembinaan Adat Istiadat: Landasan Hukum Dan Dampak Sosial Di Masyarakat
Tulisan ini membahas peran penting Mahkamah Syar’iyah dalam pembinaan adat istiadat serta implikasinya terhadap masyarakat. Melalui landasan hukum yang kuat, Mahkamah Syar’iyah memegang peranan utama dalam membentuk dan menjaga adat istiadat dalam masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Analisis ini mencakup landasan hukum yang digunakan oleh Mahkamah Syar’iyah dalam mengembangkan adat istiadat, menjelaskan peran lembaga tersebut dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi, serta mempertimbangkan dampak sosial yang timbul dari intervensi hukum dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui tinjauan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kontribusi Mahkamah Syar’iyah dalam membina adat istiadat dan bagaimana hal ini berdampak dalam kehidupan sosial masyarakat
SUPERVISI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT MENGAJAR GURU
This journal discusses with the learning supervision in boosting the spirit of teaching teachers. As for the focus on this journal is 1) the concept of learning supervision 2) the concept of teaching teacher 3) the implementation of supervision learning in raising the teacher's spirit. The purpose of this scientific journal is to describe the learning supervision in raising the teacher's spirit. it uses literature analysis methods that make use of library resources to obtain theories and restrict activities to library items and other factual references
KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI PERGURUAN TINGGI
Currently, changes are taking place very quickly following the flow of globalization and technological advances. Therefore, education has an important role in preparing Human Resources (HR) who have various skills so they can face dynamic life. The Independent Campus Learning Policy (MBKM) exists to improve the competency of graduates from tertiary institutions in the form of soft skills and hard skills so that they can adapt to the needs of the times. In this research, the type of research used is library research. The data collection used is the documentation method. The research results show that the MBKM policy includes four main policies, namely: ease of opening new study programs, changes to the university accreditation system, ease of universities becoming legal entities, and the right to study for three semesters outside the study program. Learning activities outside the study program and outside college include internships, projects in villages, teaching at schools or madrasas, student exchanges, research, entrepreneurship, independent projects, and humanitarian projects. In general, there are three stages in curriculum development, namely the curriculum design stage, learning implementation, and learning evaluation
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA UNTUK MAHASISWA
Merdeka Learning Merdeka Campus (MBKM) is a higher education concept that aims to give students freedom to organize and take control of their learning process. This concept shifts the traditional paradigm of higher education as a reward for lecturers towards a more open and mindful approach to students. MBKM includes giving freedom to students in choosing courses, determining learning methods, and recognizing learning outside the campus. The research used in this journal is library research or library research, with data and information collection techniques through reading literature or written sources such as books, previous research, papers, journals, articles, reports and magazines. In its implementation, MBKM focuses on students, but in line with its goals and focus, there are challenges in implementing MBKM in tertiary institutions
PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN AKAD MUDHARABAH
The problem in this paper that we want to study is related to the implementation of sharia financial institutions' mudharabah agreements when they are in the position of amil. In reality, sharia financial institutions do not carry out real business activities, but throw back the capital they receive to other parties or third parties, so how is the mudharabah agreement implemented in sharia financial institutions? The method used is descriptive qualitative. By describing descriptively what is obtained from books and journals. As for the results of the problem, it can be described that legally a sharia financial institution with its capacity as the first 'amil is allowed to enter into mudharabah contracts with other parties (entrepreneurs), so that its capacity changes to become the second rab al-mal. However, this ability is only legally justified if the 'amil's actions are permitted by the first rab al-mal
RELEVANSI STRATEGI PROMOSI PRODUK GADAI EMAS DALAM PENINGKATAN VOLUME JASA PENJUALAN PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG MEULABOH
Promosi merupakan salah satu kegiatan perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Dampak promosi terhadap peningkatkan volume penjualan di Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh sangat signifikan. Peningkatan jumlah nasabah menjadi indikator utama meningkatnya volume penjualan produk di Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi promosi produk gadai emas dalam meningkatkan volume penjualan di Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh dan dampak promosi terhadap peningkatkan volume penjualan di Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan penentuan subjek penelitian sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dan teknik analis data dilakukan dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi produk gadai emas di Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh dilakukan dengan beberapa jenis di antaranya promosi marketing officer (bekerjasama dengan instansi lain). Strategi promosi juga dilakukan melalui periklanan produk yang dilakukan melalui pamlet/baliho dan brosur, sales promotions (promosi penjualan) dengan memberikan harga khusus gadai, public relation (publisitas) dengan ikut serta dalam kegiatan expo dan festival UMKM, word of mouth yang dilakukan oleh nasabah Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh serta promosi melalui website, story WhatsApp, facebook dan youtube. Pelaksanaan promosi gadai emas oleh Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh sangat berdampak bagi volume penjualan produk gadai emas. Peningkatan penjualan produk tersebut terlihat peningkatan jumlah nasabah gadai emas semenjak 5 tahun terakhir, rata-rata peningkatan pertahun berkisar 20%-30%. Hingga tahun 2023 nasabah Pegadaian Syariah Cabang Meulaboh pada produk gadai emas mencapai 1.500 orang
Indonesia
Strategi pengembangan objek wisata religi dilakukan bertujuan untuk menjadikan pariwisata lebih maju dan berkembang ke arah yang lebih baik dari segi kualitas sarana dan prasarana, memudahkan akses kemana saja serta menjadikan manfaat yang baik secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu perlu upaya strategis untuk pengembangan agar dapat menarik lebih banyak wisatawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata religi di Makam Teungku Diujung dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat objek daya tarik wisata religi di Makam Teungku Diujung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Makam Teungku Diujung dilakukan pengelolaan objek daya tarik wisata dengan menggunakan sistem manajemen. Sistem manajemen tersebut menyangkut Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan, dan Evaluasi. Pengembangan objek wisata religi di Makam Teungku Diujung meliputi pengembangan kerjasama pariwisata, pengembangan sarana dan prasarana wisata, dan pengembangan peningkatan sumber daya manusia. Faktor pendukung dalam mengembangkan objek wisata religi ini berasal dari masyarakat, pemerintah daerah maupun dari instansi terkait dengan sarana dan prasarana yang memadai, suasana alam yang sejuk, serta keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya perkembangan media promosi dari masyarakat maupun pemerintah daerah terhadap wisata Makam Teungku Diujung
Badan Usaha Milik Desa dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Langi Kec. Alafan Kab. Simeulue
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Langi Kecamatan Alafan, dan dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Reski Baroqah Mandiri Desa Langi Kecamatan Alafan bergerak dalam bidang penyewaan teratak, membuat usaha pertamini, warung kopi dan warung serba ada (waserda). BUMDes ini dikelola oleh seorang ketua, sekretaris dan bendara yang diawasi oleh seorang pengawas dan penasehat. Pengelolaan BUMDes di desa ini dilakukan dengan cara bagi hasil antara pekerja dengan BUMDes. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya BUMDes Reski Baroqah Mandiri Desa Langi Kecamatan Alafan dapat dibedakan dalam dua yaitu dampak langsung berupa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Langi sebagai pekerja pada warung kopi sebanyak dua orang dan penjaga waserda serta pertamini sebanyak satu orang
TEOLOGI BERBASIS EKONOMI (DARUL ARQAM - PT. GLOBAL IKHWAN); STUDI ATAS STRATEGI DAKWAH ASHARI IBN MUHAMMAD
Darul Arqam merupakan gerakan dakwah yang didirikan ole Ashari bin Muhammad, gerakan memproklamirkan bahwasanya guru dari Ashari bin Muhammad merupakan Imam Mahdi. Fatwa sesat disematkan kepada gerakan karena tidak sesuai dengan aqidah Ahl Sunnah wa Jamaah. Mereka kemudian mengubah nama Darul Arqam menjadi Rufaqo, dan diganti kembali menjadi Global Ikhwan. Penelitian bertujuan untuk memberikan wawasan terkait gerakan dakwah Global Ikhwan yang berfokus kepada ekonomi Islam. Penelitian ini bersifat kualititatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan menggunakan metode analisa deskriptif. Global Ikhwan saat ini menjadi sebuah gebrakan baru dalam ekonomi Islam, mereka menghadirkan berbagai macam unit usaha di berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Menariknya, banyak yang tidak mengetahui, bahwa Darul Arqam tidaklah punah atau hilang melainkan berganti nama menjadi Global Ikhwan.