Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
    1236 research outputs found

    تطوير منهج التعليم لغير الناطقين بها في المرحلة الابتدائية

    No full text
    يعد منهج التعلم جزءًا من مجموعة الأدوات التعليمية. في تعلم اللغة، وخاصة تعلم اللغة العربية، هناك حاجة إلى منهج مناسب. لذلك، هناك حاجة ماسة إلى تطوير المناهج الدراسية في إعدادها وتنفيذها. يجب أن يتكيف منهج التعلم مع احتياجات الطلاب والتكنولوجيا حتى يتمكن الطلاب من تطوير مهاراتهم اللغوية. منهج المدرسة الإبتداعية هو كما يلي: "يتم تفسير المنهج على أنه جميع الدورات والأنشطة والخبرات المنظمة التي يكتسبها التلاميذ تحت إشراف المدرسة، سواء في الفصل الدراسي أم لا". ما يعنيه هذا هو أن تفسير المنهج واسع لأن المنهج ليس مجرد مواد (دورات)، بل يشمل جميع الأنشطة والخبرات التي هي من مسؤولية المدرسة. ولا يقتصر تنفيذها على جدران الفصل الدراسي فحسب، بل خارج الفصل الدراسي أيضًا وفقًا للأهداف المراد تحقيقها. الهدف من التعليم ليس فقط نقل المواضيع، بل أيضًا تنمية شخصية الطفل وتعلم كيفية العيش في المجتمع. ويجب أن تتم عملية التعلم حسب عمر الطفل ونطاق تفكيره دون أي انقسامات وقيود على التفكير ومحو الصور النمطية التي يمكن أن تقتل الشخصية والتفكير المعرفي دون أن ندرك ذلك.  يجب أن تكون المدرسة الابتكارية قادرة على أن تصبح مؤسسة تغذي آمال الأطفال وإمكاناتهم حقًا وتسمح للخيال والأفكار حول الحياة بالتحرك بحرية، ويجب أن يكون المعلمون قادرين على تنمية وتطوير أنواع مختلفة من ذكاء الأطفال. يجب أن يكون التعلم المستقبلي قادرًا على إزالة الانطباع بأن المدرسة صعبة ودموية. بحيث يصبح التعلم ممتعًا ويمكن أن يصبح عادة الطفل في المستقبل وتصبح كل الإمكانات الجيدة جزءًا لا يتجزأ من الذاكرة طويلة المدى وتتجلى في نضج التفكير العميق. يجب أن تكون المدرسة الرئيسية، المدرسة الابتدائية، واحة وسط تعقيد نظامنا التعليمي.  يجب أن يكون المعلمون ملهمين حقيقيين وألا يكونوا متمركزين حول النظرية فحسب، بل يجب أن يطوروا طرقًا للتفكير النقدي واستنادًا إلى الواقع الاجتماعي للطلاب يستخدم هذا البحث المنهج الوصفي التحليلي بمصادر البيانات المأخوذة من الكتب والمجلات والمقالات المتعلقة بنظرية تعلم اللغة العربية وتطوير مناهج تعلم اللغة العربية. تظهر نتائج هذا البحث أن نظرية تعلم اللغة العربية لها علاقة وثيقة جداً وارتباطاً بتطوير المناهج. ولذلك يتم تطوير المناهج من نظريات التعلم لخلق منهج فعال في تنمية مهارات الطلاب اللغوية ويسهل على الطلاب فهم تعلم اللغة العربية وتطبيقها.The learning curriculum is part of the educational toolkit. In language learning, especially Arabic learning, an appropriate curriculum is needed. Therefore, curriculum development in its preparation and implementation is very much needed. The learning curriculum must be adapted to student needs and technology so that students are able to develop language skills. The Madrasah Ibtidaiyah curriculum is as follows: "Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under the direction of the school, whether in the classroom or not" . What this means is that the interpretation of the curriculum is broad because the curriculum is not just subjects (courses), but includes all activities and experiences that are the responsibility of the school. Its implementation is not only limited to the classroom walls but also outside the classroom in accordance with the goals to be achieved. The aim of education is not only to convey subjects, but also to develop the child's personality and learn how to live in society. The learning process should take place according to the child's age and range of thinking without any dichotomies and restrictions on thinking and erasing stereotypes that can kill character and cognitive reasoning without us realizing it.  Madrasah Ibtidaiyah must be able to become an institution that truly nurtures children's hopes and potential and allows imagination and thoughts about life to run freely and as teachers must be able to cultivate and develop various kinds of children's intelligence. Future learning must be able to eliminate the impression that school is difficult and bloody. so that learning becomes fun and can become a child's habitus in the future and all good potential becomes embedded in long-term memory and manifests into deep thinking maturity. The main school, Madrasah Ibtidaiyah, must be an oasis amidst the complexity of our education system.  Teachers must be real inspirations and not only be Theory Centric but develop ways of thinking critically and based on students' social reality This research uses a descriptive analysis method with data sources taken from books, journals and articles related to Arabic language learning theory and Arabic language learning curriculum development. The results of this research show that Arabic language learning theory has a very close relationship and connection with curriculum development. Therefore, curriculum development is carried out from learning theories to create an effective curriculum in developing students' language skills and making it easier for students to understand Arabic language learning and apply it.Kurikulum pembelajaran merupakan bagian dari satuan perangkat  pendidikan. Dalam pembelajaran Bahasa khususnya pembelajaran Bahasa Arab diperlukan kurikulum yang sesuai. oleh karena itu pengembangan kurikulum dalam  penyusunan dan pelaksanaanya  sangat dibutuhkan. Kurikulum pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa serta teknologi sehingga siswa mampu mengembangakan kemampuan berbahasa kurikulum Madrasah  Ibtidaiyah sebagai berikut: “Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities,  and  experiences  which  pupils  have  under  direction  of  the  school, whether  in  the  classroom  or  not”. Maksudnya  adalah  bahwa  tafsiran  tentang kurikulum  bersifat  luas  karena  kurikulum  bukan  hanya  mata  pelajaran  (courses), tetapi  meliputi  semua  kegiatan  dan  pengalaman  yang  menjadi  tanggung  jawab sekolah. Pelaksanaannya tidak hanya dibatasi oleh dinding kelas saja tetapi juga di luar kelas sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pendidikannya bukan hanya  menyampaikan  mata  pelajaran,  melainkan  pembentukan  pribadi  anak  dan belajar cara hidup di masyarakat.Proses pembelajaran seharusnya berjalan sesuai usia  dan  rentang  berfikir  anak  tanpa  ada  dikotomi  dan  pembatasan  berfikir  serta menghapus  stereotip  yang  mampu  membunuh  karakter  dan  nalar  kognitif  tanpa kita  sadari.  Madrasah  Ibtidaiyah  harus  mampu  menjadi  lembaga  yang  memupuk asa dan potensi anak secara nyata dan membiarkan imajinasi serta  angan  berfikir tentang  kehidupan  berjalan  bebas  dan  sebagai  pengajar  harus  mampu  memupuk serta  mengembangkan  berbagai  macam  kecerdasan  anak.Pembelajaran  kedepan harus   mampu   menghilangkan   kesan   sekolah   yang   sulit   dan   berdarah-darah sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan mampu menjadi habitus anak dimasa  depan  serta  semua  potensi  baik  menjadi  melekat  di  dalam long  term memorydan   bermanivestasi   menjadi   kematangan   berfikir   yang   mendalam. Sekolah  utamanya  Madrasah  Ibtidaiyah  harus  menjadi  oase  di  tengah  rumitnya sistem  pendidikan  kita.  Guru  harus  menjadi  inspirator  nyata  dan  jangan  hanya Theory  Centris  tapi  mengembangkan  cara  berfikir  kritis  dan Berbasis realita sosial peserta didik Penelitiannya ini menggunakan metode  analisis deskripsif dengan sumber data yang diambil dari buku, jurnal dan artikel yang berhubungan dengan teori pembelajaran Bahasa Arab dan pengembangan kurikulum pembelajaran Bahasa Arab. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahawa teori pembelajaran Bahasa Arab memiliki hubungan dan  kaitan yang sangat erat dengan pengembangan kurikulum. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum dilakukan dari teori-teori pembelajaran untuk menciptakan kurikulum yang efektif dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa  dan memudahkan siswa dalam memahami  pembelajaran Bahasa Arab serta menerapkan nya

    Pengawasan Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) Terhadap Media Siaran di Aceh

    Get PDF
    Penyiaran dapat dipahami sebagai upaya menyebarluaskan informasi menggunakan media, baik televisi maupun radio. Dalam prosesnya, informasi yang disebarluaskan perlu dilakukan pengawasan, agar mendapatkan siaran yang baik dan sehat. Pada tingkat Provinsi Aceh, tugas pengawasan dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh terhadap media siaran di Aceh, baik televisi maupun radio. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang memerlukan pemahaman mendalam terhadap objek yang diteliti. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan pengawasan secara internal yaitu pengawasan yang dilakukan oleh komisioner dan staf dan pengawasan eksternal, yaitu pengawasan yang dilakukan melalui aduan masyarakat

    The Existence of Islamic Religious Education In The Religious Experience at The Tengku Chiek Omar Diyan Indra Puri Aceh Besar Islamic Boarding School

    Get PDF
    This research aims to see the existence of PAI learning in religious experiences carried out by santri. Qualitative and quantitative research using descriptive methods of analysis and frequency distribution figures. Data was obtained by interviews, observations, and study of school documents. Interviews were conducted with a number of informants, ranging from students, teachers, parents, and the community around the school. From the results of research or findings regarding the existence of PAI lies in the application of models in PAI learning in PAI study programs that create students who are inclusive, tolerant and work together in religious and cultural diversity. Apart from that, one of the programs that is also of interest to students in the PAI study program is the implementation of the Al-Quran recitation program at the Tengku Chiek Omar Diyan Indra Puri Islamic boarding school, Aceh Besar, providing an understanding of ukhuwah Islamiah (religious brotherhood), ukhuwah wathaniyyah (national brotherhood), ukhuwah bashariyah (brotherhood among human beings).  So that in this concept of ukhuwah, students develop a character that is actualized in an attitude of honesty, discipline, responsibility, caring, polite, environmentally friendly, mutual cooperation, peace-loving, responsive and proactive; responsible for decisions taken based on the principles of deliberation and actualizing the religious values ​​contained therein as a paradigm for thinking, acting and behaving

    KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI KEPALA NEGARA: FONDASI KEPEMIMPINAN DAN PEMERINTAHAN ISLAMI

    Get PDF
    Penelitian ini membahas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara, menyoroti prinsip-prinsip yang menjadi fondasi pemerintahan Islami dan relevansinya dalam konteks modern. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan model kepemimpinan yang etis dan adil dalam pemerintahan. Nabi Muhammad SAW bukan hanya pemimpin agama, tetapi juga seorang kepala negara yang mengelola Madinah dengan sistem politik dan hukum yang mengedepankan keadilan, kesejahteraan sosial, dan toleransi antarumat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prinsip-prinsip kepemimpinan yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW serta menilai pengaruhnya terhadap pembentukan pemerintahan Islami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur terkait kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dari kitab-kitab sejarah, hadis, serta kajian-kajian ilmiah tentang pemerintahan Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW ditandai oleh nilai-nilai integritas, keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial, yang berkontribusi pada stabilitas dan keadilan di Madinah. Prinsip-prinsip ini menjadi inspirasi bagi sistem pemerintahan yang adil dan inklusif di dunia Islam maupun global. Kesimpulannya, kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara memberikan model pemerintahan yang berfokus pada keadilan dan kesejahteraan bersama, yang relevan untuk diterapkan dalam konteks modern. Penelitian ini diharapkan memperkaya literatur kepemimpinan Islami serta menjadi referensi bagi pengembangan sistem pemerintahan etis dan berintegritas

    Pendekatan Dakwah Al-Hikmah Dalam menumbuhkan sikap Moderasi Beragama

    No full text
    Keberagaman dalam beragama merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari. Banyaknya perbedaan pendapat antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain sering menimbulkan perselisihan antar umat beragama. Dakwah dalam perspektif moderasi beragama mengacu pada pendekatan dakwah yang menekankan kesederhanaan, toleransi, dan keseimbangan dalam menyampaikan ajaran agama kepada orang lain. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan dakwah dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama. penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendekatan dakwah bil hikmah dalam mnumbuhkan sikap moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama, seorang da’i memiliki peranan yang sangat sentral dalam memberikan pemahaman mengenai moderasi beragama. Dakwah Bil hikmah mengedepankan hal-hal yang arif, dapat menempatkan sesuatu dengan penuh keadilan prinsip ini sejalan dengan moderasi.

    DAKWAH BERBASIS PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM MELALUI BUDAYA LOKAL DI KECAMATAN KELUMAYAN KABUPATEN TANGGAMUS

    No full text
    Da'wah is an effort to invite, convey, and spread the truth to the community to carry out the teachings of Islam according to the guidance of the Qur'an and the Sunnah of the Prophet Muhammad SAW. The cultural da'wah approach in the form of Medical Manuscripts is carried out in the Kelumbayan District community who still carry out the Hindu-Buddhist tradition. This study aims to reveal the implementation of Fuadi Amri's treatment script in Kelumbayan District and the results. This research is a qualitative descriptive field research. Data sourced from primary data and secondary data. Data collection techniques consist of interviews, observations, and documentation, as well as data analysis by collecting data, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research on the implementation of the treatment script carried out by Fuadi Amri in Kelumbayan District were a process of deliberation, providing advice and guidance, instructing patients and their families to do dhikr and prayer, and provide final motivation. The result of the implementation of the Medical Manuscript is the achievement of the goals of da'wah both practical, realistic, and idealistic. Preservation of local culture with its usefulness, as well as uniting a multicultural society

    Representation of Palestine Solidarity in Social-Media: A Semiotic Approach to Symbols of Resistance

    No full text
    Social media plays an important role in voicing support for Palestine in the current Palestinian-Israeli conflict. The prolonged conflict between Palestine and Israel has triggered emotional reactions among netizens around the world. Support for Palestine can be seen through various posts, hashtags, social media campaigns, and symbols as a form of support and solidarity with Palestine. One of the symbols used as a symbol of resistance is the watermelon. However, the symbol of Palestinian resistance is not only watermelon. There are many other symbols of Palestinian resistance besides watermelon, such as Jaffa orange, map of Palestine, olive, thyme, cactus, dove, etc. These symbols have contextual meaning characteristics that make them attractive to research. This research aims to describe the representation of Palestinian solidarity symbols on social media from a semiotic perspective. This research uses a descriptive qualitative approach with semiotic analysis techniques of Charles Sanders Peirce's sign, object, and interpretant theory. The results showed that symbols have meaning, and each symbol represents Palestinian struggle, culture, identity, and hope. &nbsp

    ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM KAJIAN SURAT AL-QASHASH AYAT 14-19: RELEVANSI UNTUK ERA MODERN

    No full text
    The Qur'an as the main source of Islamic communication science studies has verses that teach communicators and communicants in communicating. The Qur'an teaches how communicators build relationships with Allah and human kind, known as hablumminallah and hablumminannas. The success of communication is determined by how the communicator conveys the message. The delivery of the message must have ethics so that communication can take place properly. This research is a literature review that examines surah al-Qashash verses 14-19. In sura al- al-Qashash verses 14-19 Allah swt describes the story of Prophet Moses as in gaining prophetic wisdom. Verses that contain the ethics of Islamic communication with oneself, with Allah ta'ala and with man. This is where surah al-Qashash verses 14-19 become one of the foundations of the study of Islamic communication in ethics or morals

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ORGANISASI MABAB (MAJELIS ANEUK BEUT ACEH BARAT) DALAM MENINGKATKAN KEAGAMAAN MASYARAKAT

    No full text
    Penelitian ini tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Organisasi Mabab (Majelis Aneuk Beut Aceh Barat) Dalam Meningkatkan Keagamaan Masyarakat. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran organisasi MABAB dalam meningkatkan pemberdayaan keagamaan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat organisasi MABAB dalam pemberdayaan keagamaan di Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang yang terdiri dari ketua dan dua orang pengurus MABAB Aceh Barat, tiga orang masyarakat jamaah MABAB. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran organisasi MABAB dalam meningkatkan pemberdayaan keagamaan masyarakat sudah baik, seperti membuat perencanaan setelah itu pelaksanaan yaitu kegiatan sosial dan melaksanakan pengajian atau majelis ta’lim di desa-desa di Aceh Barat serta pelayanan dengan turut membantu menjadi mitra Pemerintah dalam kegiatan keagamaan, seperti ikut menjadi panitia di kegiatan keagamaan yang di laksanakan oleh Pemerintah Aceh Barat. Faktor pendukung organisasi MABAB dalam pemberdayaan keagamaan di Kabupaten Aceh Barat adalah kepribadian da’i, profesionalisme da’i, penguasaan bahan, serta adanya dukungan dari Pemerintah dan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya minat generasi muda, faktor pekerjaan masyarakat yang mayoritas petani dan berkebun, serta tingkat pemahaman masyarakat yang berbeda-beda

    Implementation of Teacher Development Policy in Improving the Quality of Islamic Schools

    Get PDF
    This research is motivated by the importance of teacher development in improving the quality of Islamic schools which are currently facing various challenges of globalization and modernization of education. Teachers as the main agents of change in the learning process need to receive serious attention through structured and sustainable competency development policies. However, the implementation of the policy still faces various obstacles, both in terms of equal distribution of opportunities and limited resources. The research method used is a qualitative approach with literature study as the main technique. Data is obtained from various sources such as books, journals, research reports, and regulations related to Islamic education policies. The analysis was carried out with a descriptive-analytical model that linked field findings with education management theory, policy implementation theory, and previous research results. The results of the study show that teacher development in Islamic schools has been implemented, but it is still uneven and faces resource constraints. Internal factors, such as motivation, education, and teacher experience, as well as external factors, such as the leadership of school principals, government policies, and infrastructure support, play a major role in the successful implementation of teacher development policies. In conclusion, teacher development has a significant impact on improving the quality of Islamic schools, both in academic, spiritual, and public trust aspects. Therefore, teacher development must be seen as a sustainable long-term investment for the realization of quality and competitive Islamic education

    903

    full texts

    1,236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇