Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
    1236 research outputs found

    WOMAN AND LEADERS OF CONTEMPORARY SUFISM

    Get PDF
    The world of Sufism developed as part of an adaptive discursive tradition of socio-political conditions and external influences, so Sufism has a pluralistic style. This study explores contemporary Sufism and active involvement of women, both Muslim and non-Muslims in Sufi activities. The purpose of this study is to describe history, dynamics, and the influence of contemporary Sufism on gender issues and feminism in secular societies. The method used is qualitative research with a literature study approach, through literature analysis related to contemporary sufism. Meta-analysis techniques are used to connect various existing variables with more structured studies. Research shows that Sufism, despite being rooted in Islam, develops beyond religious normitality and emphasizes the search for universal spiritual meanings. In this context, contemporary Sufism allows women to go beyond the boundaries of Islamic normative dogma, find true meaning, and free to express themselves. Through Sufism, it is proven that religion can have a significant influence on modernity and respond to issues such as gender and equality. Women not only become followers in Sufi activities, but also become leaders in Sufi activities.     &nbsp

    INTERNET CULTURE AND E-LIFESTYLE: PENERAPAN KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI DI MEDIA BARU DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL

    Get PDF
    In the era of globalization, communication technology is developing rapidly. This started with the discovery of the first technology that had an influence on human life. These technological advances have changed little by little the lifestyle and behavior of our society. The internet continues to develop until finally it gives birth to new media which refers to emphasizing cultural forms and contexts in computers. In Indonesia, the development of information and communication technology is growing rapidly. The role of society is very large in technological development. Technology shapes individuals in various ways of thinking, behaving in society and ultimately technology directs humans to move from one century to another. Technological developments have brought major changes to human behavior, both in the political, social, economic and even cultural fields. In this case, researchers try to determine the formation of public information and the massification of information as a result of technological developments which ultimately give rise to new media. This research analyzes using the theory of Socio-Cultural Change. Communication and technology are one of the factors that influence socio-cultural change. Social change has three dimensions, namely: structural, cultural and interactional. First, the structural dimension refers to changes in the structure of society. Second, the cultural dimension refers to cultural changes in society. Third, the interactional dimension refers to changes in social relations in society. The research results show that humans use the concept of new technology to refer to the emergence of a technology that has an important impact on social life. Technology becomes an instrument to achieve goals. In the end, the existence of technology is used as a tool to achieve the goals of human life

    DAMPAK PERILAKU BULLYING TERHADAP PSIKOSOSIAL PESERTA DIDIK DITINJAU DARI PERKEMBANGAN EMOSI DAN MOTIVASI BELAJAR (STUDI KASUS DI MI MA’ARIF CEKOK BABADAN PONOROGO)

    Get PDF
    Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang atau sekelompok orang secara sadar, baik secara fisik maupun verbal dengan tujuan untuk menyakiti korbannya. Perilaku bullying yang terjadi di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo menimbulkan suasana lingkungan yang kurang baik bagi perkembangan emosi dan motivasi belajar siswa. Bentuk-bentuk perilaku bullying di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo ada yang bersifat fisik dan non fisik/verbal. Timbulnya perilaku bullying disebabkan oleh masalah-masalah kecil yang berdampak psikososial baik bagi korban, pelaku maupun saksi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku bullying di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo; (2) mendeskripsikan dampak perilaku bullying terhadap perkembangan emosi siswa di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo; dan (3) mendeskripsikan dampak perilaku bullying terhadap motivasi belajar siswa di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) bentuk-bentuk perilaku bullying fisik yang terjadi di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu dipukul, disembunyikan, didorong, dan ditarik bajunya. Sedangkan bentuk-bentuk bullying non fisik/verbal yang terjadi yaitu memanggil nama orang tua, mengejek, mengejek, dan menakut-nakuti; (2) dampak perilaku bullying terhadap perkembangan emosi siswa MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu korban bullying merasa takut, menangis, diam, sedih, tidak nyaman. Sedangkan pelaku merasa senang dan saksi merasa kasihan; (3) dampak perilaku bullying terhadap motivasi belajar siswa MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu kurang konsentrasi saat pembelajaran, kurang memahami materi pembelajaran, siswa tidak bersemangat dalam belajar, dan siswa tidak aktif saat pembelajaran.Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh satu orang atau sekelompok orang dengan sadar baik secara fisik maupun verbal dengan tujuan untuk menyakiti korban. Perilaku bullying yang terjadi di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo menyebabkan suasana lingkungan yang kurang baik terhadap perkembangan emosi dan motivasi belajar peserta didik. Bentuk perilaku bullying yang ada di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo berupa fisik dan non fisik/verbal. Munculnya perilaku Bullying ini disebabkan karena adanya masalah kecil sehingga menimbulkan dampak terhadap psikososial baik bagi korban, pelaku, dan juga saksi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku bullying di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo; (2) mendeskripsikan dampak perilaku bullying terhadap perkembangan emosi peserta didik di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo; dan (3) mendeskripsikan dampak perilaku bullying terhadap motivasi belajar peserta didik di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik Pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) bentuk perilaku bullying fisik yang terjadi di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu, dipukul, disembunyikan barangnya, didorong, dan ditarik bajunya. Sedangkan bentuk bullying non fisik/verbal yang terjadi yaitu memanggil-manggil nama orang tua, mengolok-olok, mengejek, dan menakut-nakuti; (2) dampak perilaku bullying yang ditimbulkan akibat perkembangan emosi peserta didik di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu korban bullying takut, menangis, pendiam, sedih, tidak nyaman. Sedangkan pelaku merasa senang dan saksi ada yang merasa kasihan; (3) dampak perilaku bullying yang ditimbulkan akibat kurangnya motivasi belajar peserta didik di MI Ma'arif Cekok Babadan Ponorogo yaitu kurangnya konsentrasi saat proses pembelajaran, kurangnya daya tangkap terhadap materi pembelajaran, peserta didik tidak memiliki semangat belajar, dan peserta didik tidak aktif saat proses pembelajaran

    Penegakan Hukum oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung Berdasarkan Restorative Justice dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang efektifitas penegakan hukum oleh kejaksaan Negeri Kota Bandung berdasarkan restorative Justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana. Penegakan hukum dalam penyelesaian perkara tindak pidana dengan menggunakan jalur sistem peradilan pidana (konvesional), saat ini justru menimbulkan permasalahan-permasalahan seperti pola pemidanaan yang masih bersifat pembalasan (retributif), menimbulkan penumpukan perkara, tidak memperhatikan hak-hak korban, tidak sesuai dengan asas peradilan sederhana, penyelesaian bersifat legistis dan kaku, tidak memulihkan dampak kejahatan, tidak mencerminkan keadilan bagi masyarakat dan lain sebagainya. Restorative Justice hadir dengan konsep penyelesaian perkara tindak pidana diluar pengadilan (non litigasi) dengan melibatkan pihak-pihak yang berperkara dalam suatu tindak pidana yang dapat memungkinkan efektif dalam menyelesaikan perkara tindak pidana demi tercapainya keadilan hukum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum Normatif-Empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas penegakan hukum berdasarkan Restorative Justice oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung memperoleh hasil yang efektif dalam penegakan hukumnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas penegakan hukum oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung berdasarkan Restorative Justice dalam penyelesaian perkara Tindak Pidana, yaitu: faktor substansi hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor budaya hukum, dan faktor masyarakat. Adanya PERJA No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif tersebut, menjadikan penegakan hukum berdasarkan restorative justice menjadi efektif dalam penyelesaian perkara tindak pidana dan dapat menciptakan rasa keadilan hukum

    Sosialisasi Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran bagi Pendidik

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, dan hampir seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan sudah terjangkau oleh teknologi informasi. Kenyataannya adalah perekonomian dan institusi pendidikan memerlukan informasi digital. Saat ini pendidik masih jarang menggunakan media pembelajaran di sekolah sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengajarkan materi. Era digitalisasi ini membutuhkan efisiensi waktu, maka media pembelajaran yang didukung dengan aplikasi canva dapat mengurangi beban pendidik dan membuat waktu pembelajaran menjadi lebih efektif. Canva merupakan aplikasi online yang bertujuan untuk membuat konten berupa informasi dengan cepat dan menerima respon yang cepat juga. Jika diterapkan di lembaga pendidikan pasti akan memudahkan kehidupan baik pendidik maupun peserta didik. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas pendidik dalam membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi canva. Kegiatan ini dilakukan melalui pemaparan materi dan praktik. Pendidik kemudian diberikan tugas untuk berlatih di rumah. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa pendidik dapat membuat media pembelajaran yang interaktif sehingga berdampak pada motivasi pembelajaran peserta didik. 88% pendidik dan peserta didik pada SDN Cepoko sangat puas dan terdukung dengan pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva

    Inklusivitas Pembentukan Undang-Undang Kesejahteraan Sosial dalam Rangka Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Get PDF
    Melalui pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada SDGs, Indonesia dapat masih mengalami defisiensi terhadap kebijakan dan implementasi Undang-Undang Kesejahteraan Sosial yang harus menyesuaikan dinamika sosial dan keadilan distributif dihasilkan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan di masa mendatang. Rumusan masalah berkaitan dengan defisiensi undang-undang kesejahteraan sosial sebagai jaminan kehidupan yang layak dan bermartabat serta kebijakan pembaharuan hukum yang inklusif dan responsif dalam implementasi undang-undang kesejahteraan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan teknik pengumpulan data studi literatur. Jenis data dari sumber tertulis serta cara penyajian data menggunakan analisis tematik dan analisis hukum. Meskipun sejumlah kebijakan dan program kesejahteraan sosial sudah diterapkan, realisasi distribusi kesejahteraan yang adil dan merata masih mengalami hambatan, terutama di wilayah-wilayah yang lebih terpencil atau bagi kelompok rentan, terutama pada indikator kemiskinan, ketimpangan sosial, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja. . strategi yang dapat diterapkan dalam pembaharuan hukum untuk menciptakan kebijakan kesejahteraan sosial yang inklusif dan responsif adalah peningkatan partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan, pendekatan berbasis hak asasi manusia (ham), pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan sosial, penguatan sistem perlindungan sosial yang terintegrasi, penyesuaian dengan kebutuhan dan dinamika sosial ekonomi, penguatan kelembagaan dan kapasitas pemerintah daerah, pendekatan holistik dan interdisipliner, evaluasi dan penyesuaian kebijakan secara berkala, integrasi dengan tujuan sustainable development goals (SDGs), dan advokasi dan pendidikan publik

    Kewenangan Rumah Tahanan di Indonesia dalam Kebijakan Penanganan Kelebihan Kapasitas (Overcrowded)

    Get PDF
    A prison or detention center (RUTAN) is a correctional institution that has an important role in developing prisoners so that they can re-adapt to society. However, a significant problem arises from the excess capacity or overcrowding that occurs in many prisons in Indonesia. This situation causes the available facilities, such as beds, sanitation and health services, to become inadequate. As a result, this affects the physical and mental condition of the prisoners, as well as hampering the success of the development program being implemented. Efforts to overcome existing problems, referring to the authority of detention centers, are important to be studied in order to understand the capacity of detention centers in carrying out their authority regarding excess capacity in correctional institutions. The research method used is a socio-legal approach, which is designed to address problems of social inequality, including due to the ineffectiveness of authority. As a conclusion, detention centers have dynamic authority in dealing with the problem of excess capacity of existing prisoners, this is outlined in the Minister of Law and Human Rights Regulation Number 11 of 2017 concerning the grand design for handling overcrowding in state detention centers and correctional institutions, explaining the solution. and stages and steps in dealing with Overcrowded itself.Penjara atau rumah tahanan (RUTAN) adalah suatu lembaga pemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam membina narapidana agar dapat kembali beradaptasi dengan masyarakat. Namun, masalah berar muncul dengan adanya kelebihan kapasitas atau overcrowded yang terjadi di banyak rutan di Indonesia. Situasi ini menyebabkan fasilitas yang tersedia seperti tempat tidur, sanitasi, dan layanan kesehatan, menjadi tidak memadai. Akibatnya hal ini mempengaruhi kondisi fisik dan mental dari para narapidana, serta menghambat keberhasilan program peminaan yang dijalankan. Upaya penanggulangan permasalahan yang ada, merujuk kepada kewenangan rumah tahanan, maka penting untuk ditelaah guna memahami kapasitas dari rumah tahanan dalam melaksanakan kewenangannya menyangkut kelebihan kapasitas dilembaga pemasyarakatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosio-legal, yang dirancang untuk menangani masalah ketimpangan sosial diantaranya dikarenakan tidak efektifnya sebuah kewenangan. Adapun sebagai kesimpulan adalah, rumah tahanan memiliki kewenangan yang dinamis dalam menangani persoalan kelebihan kapasitas tahanan yang ada, hal ini dituangkan mealui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasia Manusia Nomor 11 Tahun 2017 tentang grand design penanganan Overcrowded pada rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan, dijelaskan solusi dan tahapan serta langkah-langkah dalam menangani Overcrowded itu sendiri

    A Contrastive Analysis of Basic Sentence Patterns in Arabic and Acehnese

    Get PDF
    This study aims to compare the sentence structure patterns in Arabic and Acehnese. This research employs a qualitative method with a contrastive approach. Data collection was conducted through documentation, and data analysis utilized a contrastive analysis technique that compares the basic sentence patterns in Arabic and Acehnese. The data sources for this study include conversations in A cehnese and Arabic, as well as reference books. The data sources for this study include conversations in Acehnese and Arabic, as well as reference books.  By using the contrastive analysis approach of the sentence patterns in Arabic and Acehnese, this study reveal that basic sentence patterns in Arabic share similarities with Acehnese, particularly the S+P (Subject + Predicate) pattern and the presence of predicate elements that are not limited to verbs. Additionally, certain sentence patterns are found in Arabic but not in Acehnese, and vice versa. For instance, the Object + Predicate + Subject structure in Arabic does not appear in Acehnese. In Acehnese, sentences are also not typically initiated with a verb-based predicate. In cases where Arabic uses transitive verbs, the structure tends to follow a Predicate + Subject + Object pattern, whereas the Subject + Predicate + Object structure in Acehnese is rarely found in Arabic sentences. Furthermore, there is no rule in Acehnese that places the object at the beginning of the sentence

    Fuqaha’s Perspective on Ju’ala Contract and Its Application in Bank Wakaf Mikro in Indonesia

    Get PDF
    The understanding of the ju'alah contract in Islam has been a focal point of debate and analysis in fiqh literature. Ju'alah, as a form of promise to provide compensation for tasks or work performed, holds significant implications in Sharia finance practices, including Bank Wakaf Mikro. From the perspective of scholars, there are various views regarding the legal principles and implications of the ju'alah contract, often reflecting differences among schools of thought. This diversity of opinions raises questions regarding the pillars, conditions, and legal implications of ju'alah transactions. The objective of this study is to delve deeper into scholars' comprehension of the ju'alah contract, its distinctions from the ijarah contract, and its application in Bank Wakaf Mikro in Indonesia. In this study, a qualitative approach is utilized, employing a descriptive-analytical method, where data is obtained through library research methods. The research findings indicate that the arguments presented by the Maliki and Syafi'i scholars regarding ju'alah appear to be stronger due to being grounded on more solid reasoning, both in terms of evidence and societal needs. Furthermore, in analyzing the practices of Bank Wakaf Mikro, conformity with the principles of the ju'alah contract is found, both in terms of its pillars and conditions. Among the various scholars' opinions on the ju'alah contract, it is evident that the Syafi'i scholars' views are more aligned with the practices carried out by Bank Wakaf Mikro support programs

    STRENGTHENING AKHLAK TASAWUF MATERIAL IN THE SUBJECT OF AKIDAH AKHLAK IN MADRASAH

    No full text
    The research aims to explore the process of strengthening akhlak tasawuf material in akidah akhlak subjects in madrasah. The research utilized a library research method involving the stages of collecting, reviewing, and analyzing existing relevant literature pertaining to the topic. The data analysis procedure was conducted by evaluating and synthesizing research data, which could either support or oppose the initial argument. Through conducting a literature synthesis, the researcher compiled a comprehensive picture of the pattern of strengthening akhlak tasawuf, highlighting key findings, and identifying trends that emerged from existing literature. The results of the research show that strengthening akhlak tasawuf in akidah akhlak subjects can be done by adding material on akhlak tasawuf, providing space for students to engage in contemplation in the form of collective remembrance, involving parents to apply akhlak tasawuf values ​​in the family environment and conducting regular evaluations. Providing space for collective remembrance will refine students' feelings in understanding the moral teachings of tasawuf. Contemplation for students will help in correcting wrong morals. Involving parents will strengthen the akhlak tasawuf values ​​that have been instilled. Evaluation is useful for finding out programs that need to be strengthened

    903

    full texts

    1,236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇