Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
1236 research outputs found
Sort by
Peran Panti Asuhan dalam Penyesuaian Sosial Remaja Putri di Panti Asuhan Muhammadiyah Meulaboh Kabupaten Aceh Barat
Penyesuaian sosial bagi remaja putri di Panti Asuhan Muhammadiyah Meulaboh merupakan hal yang penting karena mereka berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang sosial yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesadaran sosial remaja putri, peran panti asuhan dalam membantu mereka beradaptasi, serta tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan menganalisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyesuaian sosial remaja putri di Panti Asuhan Muhammadiyah Meulaboh dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penanaman nilai-nilai akhlak, pembinaan iman dan taqwa melalui kegiatan keagamaan, serta bimbingan khusus dan ekstrakurikuler. Panti Asuhan Muhammadiyah berperan sangat penting dalam membantu remaja putri ini beradaptasi. Namun, kendala yang dihadapi termasuk perbedaan latar belakang sosial remaja dan keterbatasan dalam memantau kegiatan mereka di luar lingkungan panti asuhan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian sosial remaja putri di Panti Asuhan Muhammadiyah Meulaboh perlu diperhatikan secara serius, dengan memperkuat peran panti asuhan dan mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang ada dalam proses ini
Upaya Penyuluh Agama dalam Pemberantasan Buta Aksara Al-Quran pada Anak di Desa Ujong Tanoh Darat Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat
Reading the Quran is a must for Muslims from the past until now. However, the reality is that currently there are still many people who cannot recognize the hijaiyah letters and read the Koran well. In order to minimize the existence of Al-Qur'an illiteracy, the Ministry of Religion, through Islamic Religious Counselors, guides the learning of the Al-Qur'an to children through a program to eradicate Al-Qur'an illiteracy in various areas, including in Ujong Tanoh Darat Village. This research aims to determine the efforts made by Islamic religious instructors in eradicating Al-Qur'an illiteracy among children in Ujong Tanoh Darat Village. This research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of this research show that, first, the efforts made by religious instructors in eradicating Al-Qur'an illiteracy in Ujong Tanoh Darat Village are: 1. Holding iqra' and Al-Qur'an level learning; 2. Providing awareness to the public about the importance of studying the Koran; and 3. Evaluate the reading of the Al-Qur'an. Second, the supporting factors for religious instructors' efforts in carrying out this program are the enthusiasm of children to take part in Al-Qur'an learning, support from village officials, and monitoring from the sub-district KUA. Meanwhile, the inhibiting factors are technological developments, lack of facilities and infrastructure, and the low salaries for Islamic Religious counselors.Membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi umat Muslim dari masa lampau hingga kini. Namun, saat ini masih banyak individu yang belum menguasai huruf hijaiyah dan keterampilan membaca Al-Qur’an secara memadai. Untuk mengatasi masalah buta aksara Al-Qur’an ini, Kementerian Agama melalui Penyuluh Agama Islam menjalankan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di berbagai daerah termasuk Desa Ujong Tanoh Darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh penyuluh agama Islam dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an pada anak-anak di Desa Ujong Tanoh Darat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Islam melakukan berbagai upaya untuk pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Desa Ujong Tanoh Darat. Pertama, menyelenggarakan pembelajaran iqra’ dan Al-Qur’an. Kedua, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari Al-Qur’an. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap bacaan Al-Qur’an yang diajarkan. Faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini termasuk antusiasme anak-anak dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an, dukungan dari aparatur desa, dan pengawasan dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Namun, beberapa faktor penghambatnya meliputi perkembangan teknologi, keterbatasan sarana dan prasarana, serta tingginya kekurangan honorarium bagi petugas Penyuluh Agama Islam
TRANSFORMATION OF THE POLITICAL BUREAUCRACY SYSTEM IN INDONESIA: SIYASAH DUSTURIYAH APPROACH FROM THE COLONIAL ERA TO THE REFORM ORDER
This study aims to analyze the transformation of bureaucracy in Indonesia from the colonial era to the reform era using the Siyasah Dusturiyah approach. It employs a qualitative descriptive method with a content analysis approach to examine relevant texts and literature. The research identifies four distinct periods in the history of Indonesian bureaucracy: the Dutch colonial era, the old order, the new order, and the reform era. During the colonial era, the political bureaucracy functioned as a means of societal control. The old order and new order shared similarities, with the Indonesian bureaucracy heavily influenced by the party political system, leading to factionalism and political machinery. Following the Reform Era, a significant anti-corruption movement emerged, driven by the strengthening of civil society. Nurcholish Madjid emphasized the importance of clear separation of powers among the executive, legislative, and judicial branches, proposing the concept of checks and balances to prevent power abuses and establish a balanced and accountable governance system. From the perspective of Siyasah Dusturiyah, seven principles serve as the foundation for transforming Indonesian bureaucracy, promoting fairness, effectiveness, and active societal participation in decision-making processes
IMPLEMENTASI METODOLOGI PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN DAN HADIS
This research aims to explain the Implementation of Educational Methodology in the Qur'an and Hadith. The type of research used in this study is a literature study using a descriptive analysis approach method. This research is carried out by collecting various kinds of information and studying literature related to the methodology of education in Islam contained in the Qur'an and Hadith. The results of this study show that the Qur'an and Hadith have a significant role, especially in the perfect application of Islamic education to students. It can help students better understand Islamic religious teachings and how to practice them in daily life, and it can help increase students' interest and motivation in learning. Educational methodologies in the Qur'an and Hadith are also important for educators and students to understand the basic principles of Islamic education based on the Qur'an and Hadith, develop communication skills, speaking ethics, commendable morals and understand students' physical and spiritual needs
إدارة تنفيذ برنامج تنمية المواهب اللغوية لترقية مهارة الكلام باتحاد طلبة اللغة العربية بجامعة عبد الحليم
تم تقديم برنامج تنمية المواهب اللغوية على أساس قلة الاهتمام والحب لدى طلاب فيما يتعلق بمهارة الكلام، لذا فإن محور هذا البحث يكمن في وظيفة التنفيذ الإداري في شكل تنفيذ برنامج تنمية المواهب اللغوية الذي تنفذه إدارة شعبة تنمية المواهب اللغوية برابطة طلاب تعليم اللغة العربية بجامعة عبد الحليم. الهدف من هذا البحث هو: أولا، نريد معرفة إدارة تنفيذ برامج تنمية المواهب اللغوية. ثانيًا، أريد أن أعرف المشكلات الموجودة في برنامج تنمية المواهب اللغوية. يستخدم هذا البحث أساليب البحث الميداني ذات الطبيعة الوصفية النوعية، حيث يشرح الباحث عملية برنامج تنمية المواهب اللغوية من تنفيذ الأنشطة إلى التقييم. مصدر البيانات الأساسي لهذا البحث هو أعضاء مديري قسم تنمية المواهب اللغوية الذين يفهمون المجال ويتم دعمهم بنتائج تقارير المساءلة. أظهرت نتائج هذا البحث أن تنفيذ برنامج تنمية المواهب اللغوية الذي يتكون من ستة مجالات للنشاط يتم داخل وخارج الفصل الدراسي والذي يتكون من ثلاث مراحل وهي المقدمة والأنشطة الأساسية والخاتمة. والمشكلة التي تواجه برنامج تنمية المواهب اللغوية هي فقط نقص المدربين والمرافق اللغوية والموظفين الداعمين لإنجاح برنامج تنمية المواهب اللغوية. الأنشطة الأساسية والختامية.
The language talent development program was introduced on the basis of the lack of interest and love among students regarding the skill of speaking, so the focus of this research lies in the administrative implementation function in the form of implementing the language talent development program implemented by the administration of the Language Talent Development Division of the Arabic Language Teaching Students Association at Kiahi Al-Haj University. Abd alhalim. The aim of this research is: First, we want to know the management of the implementation of language talent development programmes. Secondly, I want to know the problems in the language talent development programme. This research uses field research methods of a qualitative, descriptive nature, where the researcher explains the process of the language talent development program from implementation of activities to evaluation. The primary data source for this research is members of the Language Talent Development department directors who understand the field and are supported by the findings of accountability reports. The results of this research showed that the implementation of the language talent development program, which consists of six areas of activity, takes place inside and outside the classroom, which consists of three stages, which are the introduction, basic activities, and conclusion. The only problem facing the language talent development program is the lack of trainers, language facilities, and supporting staff to make the language talent development program successful. Core and closing activities.Pengadaan Program pengembangan bakat bahasa didasari dengan kurangnya minat dan kecintaan mahasiswa pendidikan bahasa Arab Universitas Abdul Chalim terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab, sehingga fokus penelitian ini terletak pada fungsi pelaksanaan manajemen yang berupa pelaksanaan program pengembangan bakat bahasa yang dilakukan oleh pengurus Divisi Pengembangan Bakat Bahasa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Abdul Chalim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian field research yang bersifat deskriptif kualitatif, dimana peneliti menjelaskan terjadinya proses program pengembangan bakat bahasa dari pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi. Adapun sumber data primer dari penelitian ini adalah anggota pengurus divisi pengembangan bakat bahasa selaku penyelenggara yang mengerti lapangan dan didukung oleh hasil laporan pertanggungjawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pelaksanaan program pengembangan bakat bahasa yang terdiri dari enam bidang kegiatan dilakukan di dalam ataupun di luar kelas yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Dan permasalahan yang dihadapi dalam program pengembangan bakat bahasa hanya ada pada kekurangan tenaga pelatih, fasilitas untuk kebahasaan, tenaga pembantu untuk menyukseskan program pengembangan bakat bahasa tersebut.
Kata Kunci: Manajemen Pelaksanaan, Program Bahasa Arab, Keterampilan Berbicar
تنفيذ نموذج تعلم الكتابة بضوء التفكير الإبداعي (التعلم بالمشروع PJBL والتعلم بحل المشكلة PSL)
نموذج التعلم بضوء التفكير يقدر على ترقية التفكر التباعدي لدى الطلبة في التعلم ومنه مهارة الكتابة، في البحث السابق يدل على غيرة تعليم الكتابة والتحصيل الدراسي لم يكمل. أما هدف البحث هو معرفة فعال تنفيذ نموذج تعليم الكتابة بضوء التفكير الإبداعي مع التعلم بالمشروع PJBL والتعلم بحل المشكلة PSL. وهذا بالبحث الكمي لدى 55 طالبا شعبة تعليم اللغة العربية جامعة لعلم القرآن أمونتاي في مستوى الفصل الدراسي الخامس والتجربة بشبه تجريبي Quasi Experimental Research باستخدام الاختبار القبلي والاختبار البعدي لمجموعة واحدة one group pretest posttest، وحلّلت الباحثة نتيجة في التجربة بالإحصاء لاختبار "ت" (t-tes) باستخدام SPSS بــــــــ Paired Sampel Test. نتيجة البحث دلت على فعال وهذا مناسب بحصول فرق النتيجة للتحصيل الدراسي لمهارة الكتابة هي 12،26 ونتيجة t التحصيل -4،801 ونتيجة المدلولية sig. (2-tailed) أي p-value = 0،000 > ɑ (0،05) دلت على الفروض الصفري H0 غير مقبول والفروض البدلي H1 مقبول.
The creative thinking-based learning model can develop students' divergent thinking in learning, including learning writing skills. Previous research showed low enthusiasm for learning and incomplete academic results. This research aims to determine the effectiveness of implementing a writing skills learning model based on creative thinking with project-based learning (PJBL) and problem-solving-based learning (PSL). This research used a quantitative approach with 55 students in the fifth semester of the Arabic Language Education Department (PBA) at STIQ Amuntai. This type of research is a quasi-experiment using pre-tests and post-tests in one group. The data test is a paired sample test using t-test statistics with the help of the SPSS application. The result was effectiveness of implementing the learning model, with the difference in academic achievement results for writing skills of 12.26, the results of t -4.801, and the results of significance sig. (2-tailed), namely p-value = 0.000 > ɑ (0.05), which indicates that hypothesis H0 is rejected and hypothesis H1 is accepted
PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF “KOTAK PINTAR” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SKI DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Watch learning is learning delivered by an educator without using any teaching aids. However, students usually do not understand the delivery. In addition, there is SKI learning which covers the history of Islam in the past, the explanation of which is enough to make students abstract. This will create learning that cannot be captured by students. The aim of this research is to improve educators in conveying an explanation and to increase students' understanding or competence in a new concept by requiring a teaching aid. The method used in this research is the literature study method. The results of this discussion include the smart box tool, which is a learning medium that will make students understand SKI learning in class III better. With this, learning in class III can become effective learning.Pembelajaran mononton merupakan sebuah pembelajaran yang disampaikan oleh seorang pendidik tanpa melalui alat peraga apapun. Namun, peserta didik biasanya kurang memahami dalam penyampaian tersebut. Ditambah dengan adanya pembelajaran SKI yang mencangkup tentang sejarah islam pada masa dahulu yang penjelasannya cukup membuat peserta didik menjadi abstrak. Hal ini akan membuat pembelajaran yang tidak dapat ditangkap oleh peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pendidik dalam menyampaikan sebuah penjelasan dan untuk meningkatkan pemahaman atau kompetensi peserta didik dalam suatu konsep yang baru dengan membutuhkannya sebuah alat peraga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi pustaka. Hasil dari pembahasan ini mencangkup tentang alat kotak pintar yang dimana alat tersebut merupakan sebuah media pembelajaran yang akan membuat peserta didik menjadi lebih memahami pembelajaran SKI di kelas III. Dengan ini pembelajaran di kelas III dapat menjadi pembelajaran yang efektif.
 
MENEGAKKAN KEADILAN DALAM ISLAM: PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR'AN TERHADAP HAK ASASI MANUSIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hak asasi manusia dalam Islam melalui pendekatan tafsir Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, dengan Al-Qur'an sebagai sumber utama dan literatur dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Penelitian ini menyoroti pentingnya menegakkan keadilan mutlak dalam Islam, tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor dunia seperti cinta atau kebencian. Melalui metode tafsir tematik, penelitian ini mengidentifikasi ayat-ayat yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan menganalisisnya dengan pemahaman tulisan tentang ayat tersebut. Untuk menafsirkan ayat, menggunakan metode penafsiran tematik, yaitu dengan mencari kata yang akan ditafsirkan, kemudian mencari tema yang dimaksud dari ayat tersebut serta menyajikan ayatnya dan terjemahannya serta menuliskan asbabun nuzul dan penafsiran-penafsirannya. Penelitian ini menekankan bahwa hak asasi manusia dalam Islam didasarkan pada ketaatan kepada Allah dan menjaga hubungan yang baik dengan-Nya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap konsep hak asasi manusia dalam Islam dan pentingnya menegakkannya dalam kehidupan sehari-hari
Tinjaun Yuridis Penegakkan Hukum Kejahatan Cyber Crime Studi Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008
Penegakan hukum terhadap kejahatan cyber crime merupakan tantangan yang kompleks dalam konteks perkembangan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Studi ini bertujuan untuk memberikan tinjauan yuridis serta menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam penegakan hukum terhadap kejahatan cyber crime. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dokumen dan studi pustaka untuk mengumpulkan data tentang peraturan hukum yang berkaitan dengan kejahatan cyber crime serta studi implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa kejahatan cyber crime, termasuk tindak pidana yang kompleks, memunculkan berbagai tantangan dalam penegakan hukum. Meskipun demikian, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 memberikan landasan hukum yang penting untuk menangani kejahatan tersebut. Penegakan hukum cyber crime juga memerlukan kerjasama erat antara pihak kepolisian dan penyedia layanan internet (ISP) serta kesadaran hukum masyarakat. Kesimpulannya, penegakan hukum terhadap kejahatan cyber crime memerlukan pendekatan yang holistik dan terpadu, dengan penguatan peraturan hukum yang relevan dan upaya preventif yang efektif. Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 menjadi landasan yang penting dalam membangun kerangka kerja untuk penegakan hukum yang lebih efektif terhadap kejahatan cyber crime
Sighat Talak: Studi Perubahan Sosial Masyarakat Pada Kekhalifahan Umar Ibn Khattab
Penelitian ini menganalisis perubahan hukum perceraian akibat pengaruh perubahan sosial pada saat kepemimpinan Umar ibn Khattab, pengaruh keputusan Umar ibn Khattab terkait pengucapan talak tiga jatuh tiga menjadi amalan beberapa kalangan umat Islam di Indonesia, walaupun hukum Islam Indonesia menetapkan pengucapan talak tiga jatuh satu, namun bagi kalangan tertentu tetap jatuh tiga. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dengan cara menganalisis terkait kebijakan Umar ibn Khattab serta untuk memberikan pemahaman bahwa perubahan sosial pada masa Umar ibn Khattab tidak relevan dengan kondisi umat Islam Indonesia. Penelitian ini murni penelitian kepustakaan, karena tidak mengambil data primer yang ada di lapangan, melainkan hanya membahas bahan hukum baik primer maupun sekunder, dengan menggunakan pendekatan perbandingan dan juga sejarah hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan umat Islam pada masa kepemimpinan Umar ibn Khattab sangat signifikan, di mana secara ekonomi umat Islam sudah mulai mapan, sehingga tradisi untuk kawin poligami sangat mencuat dan tertekannya perempuan karena selalu diancam dengan sebutan talak, inisiatif Umar bin Khatab untuk meredam trand talak adalah memutuskan penyebutan ikrar talak tiga jatuh tiga, sehingga trand talak pada masa Umar bin Khatab bisa diminimalisir. Penyebutan talak tiga jatuh tiga sangat tidak relevan dengan masyarakat Indonesia, walaupun beberapa kalangan umat Islam Indonesia mengamalkannya, namun secara hukum positif tidak digunakan, sebab sangat mendatangkan kemudaratan