Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
Not a member yet
    1236 research outputs found

    Efektivitas Harmonisasi Peraturan Perundang-Undangan Dalam Menghindari Tumpang Tindih Regulasi di Indonesia

    No full text
    Harmonisasi peraturan perundang-undangan merupakan upaya sistematis untuk menyelaraskan norma hukum agar tidak terjadi konflik, tumpang tindih, atau kekosongan hukum antar peraturan di berbagai tingkat dan sektor. Dalam konteks sistem hukum Indonesia yang kompleks dan majemuk, proses harmonisasi menjadi sangat penting guna menjamin kepastian hukum, keadilan, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan publik. Namun, hingga kini masih ditemukan berbagai permasalahan seperti disharmonisasi secara vertikal dan horizontal, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta rendahnya kualitas pembentukan peraturan yang tidak selalu sesuai dengan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. Penyebab disharmonisasi meliputi tumpang tindih kewenangan, keterbatasan sumber daya, serta minimnya evaluasi terhadap regulasi yang ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, seperti penguatan peran lembaga harmonisasi, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi informasi, serta perencanaan legislasi yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan. Melalui langkah-langkah tersebut, harmonisasi diharapkan mampu mendorong terbentuknya sistem hukum nasional yang lebih konsisten, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat

    Problematika Penerapan Sanksi Administratif Dalam Penertiban Bangunan Liar Di Kawasan Kota Bekasi

    No full text
    Kondisi bangunan liar di kawasan perkotaan menjadi permasalahan yang kompleks dan dapat berdampak pada tata ruang yang tidak teratur, penurunan kualitas lingkungan, serta terganggunya fungsi ruang publik. Pemerintah telah mengatur berbagai sanksi administratif sebagai ketentuan hukum dalam menertibkan bangunan liar. Namun, pada implementasinya masih menghadapi berbagai kendala yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menegakkan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerapan sanksi administratif dalam penertiban bangunan liar di kawasan perkotaan, dan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh otoritas terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan didukung dengan studi kasus serta analisis terhadap peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rangkaian aturan hukum telah tersedia, penerapan sanksi administrasi seringkali terhambat oleh lemahnya koordinasi antarinstansi, tumpang tindih regulasi, keterbatasan sumber daya, serta konflik sosial yang terjadi karena banyak bangunan liar yang dibangun oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan tempat tinggal. Selain itu, perbuatan penyimpangan seperti lemahnya penegakan hukum juga dapat memperburuk efektivitas kebijakan penertiban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya penguatan mekanisme penerapan sanksi administratif yang berdasarkan pada integrasi kebijakan, transparansi proses hukum, dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian, penertiban bangunan liar dapat berjalan secara adil, tertib, dan berkelanjutan demi menciptakan kawasan perkotaan yang layak huni dan tertata

    PERSEPSI MAHASISWA NON-MUSLIM TERHADAP MODERASI BERAGAMA DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI UMUM DI ACEH

    No full text
    Several survey institutions show that Public Universities (PTU) are vulnerable to exposure to radicalism, at the same time other survey institutions place Aceh as the most intolerant province. To verify previous research, this research examines the opinions of non-Muslim students regarding the practice of religious moderation in campus environments, namely Teuku Umar University (UTU) Meulaboh and Syiah Kuala University (USK) Banda Aceh. This research aims to describe the perceptions of non-Muslim students regarding implementing religious moderation in the environments of the two campuses. This research is a qualitative study that explains students' perceptions of religious moderation which are described using the four religious moderation indicators of the Indonesian Ministry of Religion. The data in this research was collected using interview techniques, questionnaires, and documentation. The results of this research show that the two PTUs are committed to implementing the values ​​of Pancasila and the 1945 Constitution, respecting minority religions, not being exclusive, and having an accommodating attitude towards culture. Overall, the percentage of non-Muslim students' perception level regarding the implementation of religious moderation is 73.25%

    Pendampingan Belajar Al-Qur’an pada Anak di Desa Ladang Tuha Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan

    No full text
    Al-Qur'an education has been important in order to foster a generation that is Islamic and has noble morals. Al-Qur'an education in Aceh is not only an individual requirement but also a requirement for the implementation of Islamic law. Therefore, the STAIN Teungku Dirudeng Meulaboh community service team focuses its service activities carried out in Ladang Tuha Village, Meukek District, South Aceh Regency on assisting children in the area learning the Koran. The activity, which was held for 40 days, succeeded in improving the children's ability to read the Koran. However, due to limited time, and accompanied by other activities, assistance in learning the Al-Qur'an is optimal. For this reason, this program needs to be continued by village officials as one of the key village development programs.Pendidikan Al-Qur’an sejak adalah penting dalam rangka membina generasi yang islami dan berakhlak mulia. Pendidikan Al-Qur’an di Aceh tidak saja menjadi keharusan individu akan tetapi juga merupakan tuntutan dari implementasi syari’at Islam. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat STAIN Teungku Dirudeng Meulaboh menfokuskan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Ladang Tuha Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan pada pendampingan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilangsungkan selama 40 hari, berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak-anak tersebut. Akan tetapi karena keterbatasan waktu, dan diiringi oleh kegiatan yang lain, maka pendampingan belajar Al-Qur’an optimal. Untuk itu, program ini perlu dilanjutkan oleh aparatur desa sebagai salah satu program kunci pembangunan desa

    Peran Aktif Mahasiswa KPM STAIN Meulaboh dalam Pembuatan Plang Selamat Datang: Upaya Penguatan Identitas Lokal Gampong Lhok Bubon

    No full text
    The Community Service Lecture (KPM) activity of STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh in Gampong Lhok Bubon   aims to strengthen local identity through the creation of a welcome sign that integrates local cultural values. Participatory methods are used by involving the community in the design, creation, and placement of the sign, as well as the mentoring program for the Al-Qur'an Education Park (TPQ) and social services. The result is the creation of a welcome sign that combines traditional Acehnese motifs, Islamic calligraphy, and local language, becoming a symbol of community pride. The high level of active participation of residents shows a sense of ownership of the program. In addition, the TPQ activity succeeded in increasing children's interest in learning, while the social service improved environmental cleanliness. Collaboration between students, lecturers, and the community proves that a culture-based approach can be an effective solution in preserving local identity amidst the challenges of globalization. This program not only strengthens local wisdom values, but also becomes a model of sustainable service for community development.Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di Gampong Lhok Bubon bertujuan untuk memperkuat identitas lokal melalui pembuatan plang selamat datang yang mengintegrasikan nilai budaya setempat. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan perancangan, pembuatan, dan penempatan plang, serta program pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan bakti sosial. Hasilnya, tercipta plang selamat datang yang memadukan motif tradisional Aceh, kaligrafi Islam, dan bahasa lokal, menjadi simbol kebanggaan masyarakat. Partisipasi aktif warga yang tinggi menunjukkan rasa kepemilikan terhadap program. Selain itu, kegiatan TPQ berhasil meningkatkan minat belajar anak-anak, sementara bakti sosial memperbaiki kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat membuktikan bahwa pendekatan berbasis budaya dapat menjadi solusi efektif dalam melestarikan identitas lokal di tengah tantangan globalisasi. Program ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga menjadi model pengabdian yang berkelanjutan bagi pengembangan komunitas

    Genealogi dan Peran MPU Aceh dalam Mengawal Agama Masyarakat Aceh

    No full text
    Kebutuhan umat terhadap fatwa dimulai semenjak diutusnya Rasulullah Saw. Karena beliau merupakan figur utama pemberi fatwa yang memiliki otoritas. Dalam Islam, perkembangan fatwa telah ada semenjak awal perkembangan Islam. Kemudian beriring waktu sejarah fatwa terus berkembang hingga era kekinian, tentu telah melewati berbagai fase dan rentang waktu yang lama. Sebagai sebuah lembaga fatwa, MPU Aceh dipimpin oleh para ulama yang memiliki kapasitas dan otoritas keilmuan yang memadai dalam berfatwa sehingga pandangan hukum yang dikeluarkan oleh MPU Aceh bersifat solutif dan mengayomi semua komponen masyarakat. Sejauh penelitian, belum ditemukan kajian khusus mengenai genealogi dan peran MPU Aceh dalam mengawal agama masyarakat Aceh, dari masa klasik hingga era kontemporer terutama sejarah perkembangan MPU Aceh dan profil para ulama yang pernah memimpin lembaga tersebut. Penelitian ini untuk menjawab pertanyaan yang menjadi rumusan masalah yaitu bagaimana genealogi MPU Aceh dari masa klasik hingga era kekinian? Bagaimana peran dan profil ulama MPU Aceh dalam mengawal keagamaan?. Dalam menjawab dua pertanyaan besar tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menelaah berbagai referensi yang membahas mengenai sejarah fatwa dan pembentukan Hukum Islam. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi genealogi, peran dan profil ulama MPU Aceh dalam menjaga tatanan keagamaan masyarakat Aceh

    How Should the Paradigm of Islamic Economic Research Be Understood?

    Full text link
    Islamic economics is still a relatively new field within academic discourse, especially when compared to other more established branches of Islamic sciences. The practice of Islamic economics in the market has spurred further investigation and research to address the emerging challenges and issues. A key problem that arises is the dominance of quantitative-positivistic approaches, which have come to be regarded as "mainstream," while alternative approaches are often considered "non-mainstream." The positivist paradigm, with its emphasis on value-neutrality, tends to distance research from the human values that define economic actors as spiritual beings. In response, the integration-interconnection paradigm seeks to position Islamic economics within a framework that incorporates the objectification of religious ethics, thus aligning economic practice with spiritual and ethical considerations

    IMPLEMENTATION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION VALUES AS AN ADAPTIVE STRATEGY TO OVERCOME STUDENT DISCIPLINE VIOLATIONS IN THE CONTEMPORARY ERA

    Full text link
    Student disciplinary violations have become a significant educational challenge, particularly in rapid technological advancement and social change. This study aims to identify adaptive strategies that can be implemented to address student disciplinary violations and to analyse relevant challenges and solutions from the perspective of Islamic Religious Education. This research employs a literature review method, a research approach that aims to produce written work based on the analysis of existing literature. The findings indicate that strategies involving restorative approaches, character strengthening based on Islamic values, and the wise use of technology in discipline management are more effective than conventional, repressive methods. Principles in Islamic education, such as spiritual development (tarbiyah ruhiyah), moral cultivation (akhlaq), and exemplary behaviour (uswah hasanah), play a significant role in shaping students' spiritual and moral awareness. The main challenges include the lack of parental involvement, the influence of social media, and limited school resources. Proposed solutions include enhancing collaboration between schools, parents, and communities and using technology to support the development of students' Islamic character. By implementing appropriate adaptive strategies grounded in Islamic values, student disciplinary violations can be minimised, creating a more conducive and harmonious learning environment

    STUDY OF THE ROLE OF GENDER IN ISLAMIC EDUCATION PERSPECTIVE OF FEMALE SCHOLARS

    Full text link
    This research examines female scholars globally and female scholars in Indonesia by examining the role of female scholars, aiming to analyze the role of female scholars in Islamic education, gender in Islamic education from the perspective of female scholars, and the contribution of female scholars in Islamic education. This research uses qualitative research techniques with a literature study approach (library research). Based on the findings from the review of scientific literature, female scholars in Islamic educational institutions have an important role as interpreters of religious texts but also as agents of social change by creating educational strategies that liberate, empower, concentrate on the needs of women, and develop curriculum with a gender justice perspective. Women scholars have succeeded in creating inclusive alternative plans and changing educational methods based on gender justice values despite some obstacles. Women clerics' intellect and spirituality are foundations for developing a contextualized Islamic education system. Intellectual contributions through writing and community engagement also expand Islamic education and gender equality to inspire generations of women in leadership

    STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation strategies in differentiated learning in science learning at SD UMP. This research was conducted in the even semester of the 2023/2024 school year. Qualitative phenomenology is the type of approach chosen in this study. This study uses interview, observation, and documentation guidelines. The data analysis technique used in this study consists of three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found things, namely the differentiated learning strategy in science learning has been carried out in essence, both from the planning, implementation, and evaluation strategies. The results of the study also show that there is an important role for the principal and teachers in ensuring that this differentiated learning strategy can run well and continue to be improved. Researchers can conclude from this study that the differentiated learning strategy in science learning starts from the planning stage by mapping student learning needs through diagnostic assessments which are used as the basis for teachers to design learning that is poured into the form of teaching modules. Furthermore, teachers in the implementation strategy include differentiation of content, process, product and learning environment. Differentiation here does not mean that teachers differentiate the entire learning for each student, but differentiation here means that teachers are able to create learning plans that accommodate students' learning needs and students feel comfortable in learning. The evaluation strategy for differentiated learning uses LKPD and test questions. Feedback is also provided to be used as reflection and evaluation material for teachers to design further learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPAS di SD UMP. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024. Kualitatif fenomenologi menjadi jenis pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan hal-hal, yakni strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPAS sudah dilakukan dengan hakikatnya, baik dari strategi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya peran penting dari kepala sekolah dan guru dalam mengupayakan strategi pembelajaran berdiferensiasi ini dapat berjalan dengan baik dan terus ditingkatkan. Peneliti dapat menarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPAS ini dimulai dari tahap perencanaan dengan pemetaan kebutuhan belajar siswa melalui asesmen diagnostik yang dijadikan dasar untuk guru untuk mendesain pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk modul ajar. Selanjutnya, guru pada strategi pelaksanaannya meliputi diferensiasi konten, proses, produk dan lingkungan belajar. Diferensiasi disini bukan berarti guru membedakan keseluruhan pembelajaran per setiap siswa, namun diferensiasi disini berarti guru mampu membuat rancangan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dan siswa merasa nyaman dalam pembelajaran. Adapun strategi evaluasi pembelajaran berdiferensiasi menggunakan LKPD maupun soal tes. Pemberian umpan balik juga dilakukan guna dijadikan bahan refleksi dan evaluasi bagi guru untuk merancang pembelajaran selanjutnya

    903

    full texts

    1,236

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulabo: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇