Jurnal Online Politeknik Pariwisata Makassar (PoltekPar)
Not a member yet
51 research outputs found
Sort by
Inventarisasi Sarana dan Prasarana, Daya Tarik Wisata Kabupaten Barru dengan Pemodelan Sistem Informasi Geografis
Penelitian ini untuk mengidentifikasi, mengelompokkan dan memetakan sarana dan prasarana daya tarik wisata di Kabupaten Barru. Teknik pengumpulan data dengan survey, wawancara, dokumentasi dan kajian referensi. Data sekunder diperoleh dari Portal Geospasial Indonesia, Dinas Pariwisata dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Barru. Teknik analisis data dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penyajian data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Barru terdiri dari Alam, Budaya, Sejarah, Bahari dan Buatan. Zona 1 (Kecamatan Mallusetasi dan Soppeng Riaja) terdapat 10 DTW; Zona 2 (Kecamatan Balusu dan Kecamatan Barru) terdapat 12 DTW; Zona 3 (Kecamatan Tanete Rilau, Kecamatan Tanete Riaja dan Kecamatan Pujananting) terdapat 17 DTW. Inventarisasi Sarana dan Prasarara, Daya Tarik Wisata Kabupaten Barru berupa data atribut dan data spasial. Rekomendasi hasil temuan diintegrasikan dengan aplikasi android berupa Sistem Informasi serta website resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Barru, sehingga dapat diakses oleh publik
Perkembangan Wisata Alam Bantimurung dalam Perspektif Sejarah dan Budaya
This study aims to determine the background of Bantimurung including the Bantimurung-Bulusaraung National Park, the development of Bantimurung as a tourist attraction and the impact of the presence of the Bantimurung Nature Tourism Area in 2000-2018. This research is a historical research with a historical methodology that has stages namely, heuristics (data collection), criticism (verification), interpretation (interpretation) and historiography (history writing). The results of this study indicate that the background of Bantimurung enters the Bantimurung-Bulusaraung National Park, because Bantimurung is a natural area with beautiful scenery that must be protected. Development of the Bantimurung Nature Tourism Area continues to experience development and continue to explore what is in this area including the objects in it. Various efforts have been made by the Department of Tourism both in developing infrastructure and detailed administrative arrangements. The presence of this tourist attraction is as a forum for the community around Maros Regency to support the economy, a place for students to research and become a place of recreation for all people
Efektivitas Penerapan E-Commerce Melalui Website dalam Meningkatkan Tingkat Hunian Kamar di Ayodya Resort Bali
Pada era revolusi industri 4.0 kemajuan teknologi informasi dan internet memicu perkembangan pada kegiatan penjualan melalui media internet (e-commerce). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan e-commerce dalam meningkatkan tingkat hunian kamar di Ayodya Resort Bali, khususnya melalui website hotel dan untuk mengetahui persepsi tamu mengenai e-commerce website Ayodya Resort Bali. Pada tahun 2018, penjualan kamar melalui e-commerce website hanya mencapai target pada bulan Mei saja. Tidak tercapainya target penjualan kamar mempengaruhi tingkat hunian kamar pada periode tertentu.
Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, kuesioner dan wawancara dengan menggunakan metode sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Jumlah sampel diperoleh dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 88 responden. Selanjutnya, untuk tahapan analisis dengan teknik deskriptif kuantitatif, dikaji berdasarkan (1) perbandingan antara target dan realisasi penjualan kamar melalui e-commerce website (2) persepsi tamu terhadap kualitas e-commerce website Ayodya Resort Bali.
Hasil dari penelitian yang pertama menyatakan perbandingan target dan realisasi penjualan kamar melalui e-commerce website pada tahun 2016-2018 sebesar 82,1% yang artinya efektif dalam meningkatkan tingkat hunian kamar di Ayodya Resort Bali. Hasil penelitian persepsi tamu mengenai e-commerce website mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,22 yang artinya sangat setuju dengan performance e-commerce website Ayodya Resort Bali.
KATA KUNCI: E-commerce, Efektivitas, Tingkat Hunian Kamar, Websit
Melihat Budaya Bali dalam Spirit Islam
Bali sebagai destinasi wisata dunia dituntut untuk terus berinovasi dan berkreativitas untuk menghadapi persaingan wisata global. Salah satu destinasi wisata budaya yang bisa dikembangkan adalah wisata budaya masyarakat Islam Pegayaman yang telah mengintegrasikan nilai-nilai budaya Bali dalam bingkai ajaran Islam. Tulisan ini mencoba mengeksplorasi budaya masyarakat Islam Pegayaman sebagai modal pengembangan kegiatan kepariwisataan. Selain itu, tulisan ini juga berupaya menawarkan model wisata yang tepat sesuai dengan kondisi masyarakat Pegayaman. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dalam mengeksplorasi budaya masyarakat Pegayaman serta pendekatan Attraction, Accessibility, Amenities dan Ancillary untuk melihat kelayakan desa Pegayaman menjadi destinasi wisata baru. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum, budaya masyarakat Pegayaman telah mengintegrasikan berbagai unsur budaya Bali yang telah disesuaikan dengan kaidah Islam. Inklusivitas ini memiliki peluang besar dalam industri pariwisata di Bali ke depan. Kondisi Attraction, Accessibility, Amenities dan Ancillary juga menunjukkan gejala yang positif untuk kegiatan pariwisata. Berdasarkan kondisi masyarakat Pegayaman yang teguh menjalankan ajaran Islam, maka model wisata yang tepat dikembangkan adalah wisata halal. Wisata halal menuntut segala bentuk kegiatan kepariwisataan mengintegrasikan nilai-nilai Islam baik wisatawan maupun pihak pengelola. Pengembangan wisata halal Desa Pegayaman menjadi peluang besar di masa depan dan bisa menggerakan perekonomian masyarakat Pegayaman.  
Kebijakan Kenormalan Baru Destinasi Wisata di Kabupaten Kulon Progo
Tourism is one of the sectors most affected by the COVID-19 outbreak in in Kulon Progo regency. Efforts to restore tourism from COVID-19 must be comprehensive and sustainable. This article is intended to describe the new normal policy of COVID-19 on tourist destinations in Kulon Progo regency. This study uses a descriptive qualitative method analysis. The results revealed that the tourism sector during the pandemic and the new normal era must implement (1) health protocols for the tourist destinations by paying attention to cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) by providing hygiene facilities such as hand washing tools, soap, hand sanitizers, and temperature checks, (2) Applying ‘sambanggo’, (3) Limiting the number of visitors to prevent crowds and provide a safe distance to minimize spread, and (4) Tourist destinations are opened step by step
Strategi Daya Tarik Wisata Alam Curug Leuwibumi Dalam Implementasi Sistem Reservasi Digital
Pengembangan pariwisata berbasis digital merupakan salah satu alternatif untuk menjawab permasalahan pariwisata massal yang kerap mengancam keberlangsungan destinasi pariwisata. Keberlanjutan dalam perspektif pariwisata tidak hanya tentang bagaimana lingkungan ekologis, tetapi juga bagaimana masyarakat setempat menjalani kehidupannya sehari-hari serta manfaatnya secara ekonomi. Penerapan teknologi reservasi digital merupakan salah satu terobosan yang diterapkan oleh daya tarik wisata alam Curug Leuwibumi di Provinsi Banten dalam upayanya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendampingan digitalisasi berupa teknologi system reservasi digital pada destinasi wisata, khususnya yang berbasis wisata alam. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan dengan narasi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem reservasi digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelola daya tarik wisata Curug Leuwibumi
Hak Anak Dalam Prinsip Bisnis di Industri Hotel
The city of Bandung and Subang are tourist attractions that offer a variety of entertainment, especially for family tourists in spending their vacation time. In supporting comfort and service so that tourists spend their time, it is necessary to support facilities ranging from hotels and restaurants that not only offer services for adult guests but also for children. The presence of children's guests is still often considered a minority by hoteliers. This can be seen from several hotels that have not considered the children's menu and facilities in the form of products or services that provide a sense of comfort and safety. This research is a descriptive quantitative study with a sample of hotels in Bandung and Subang where guests are family. The purpose of this study was to see how important the menu and facilities of children owned by hotel entrepreneurs in the City of Bandung and Subang. The results of this study indicate that hotel guest expectations regarding hotel services and facilities have an interval value of> 4.21, which means it is very important. Ratings with the highest scores are inclined to attributes of swimming pools and water parks, children's activities and play spaces as well as complete children's menus
Pengaruh Destination Social Responsibility dan Destination Reputation terhadap Revisit Intention dengan Perceived Trust sebagai Variabel Mediasi di Masa Pandemi Covid-19
Pariwisata dan industri kreatif menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19, termasuk diantaranya yaitu pusat perbelanjaan yang menjadi salah satu bagian dari wisata belanja. Pusat perbelanjaan atau kerap disebut Mall yang ada di Kota Surabaya tidak mengalami penutupan dikarenakan dianggap masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada destinasi tersebut. Berbagai upaya perlu dilakukan oleh pengelola destinasi agar dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong tingkat kunjungan ulang guna mempertahankan profitabilitas sebuah destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran dari destination social responsibility, destination reputation,dan perceived trust terhadap revisit intention pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian riset konklusif. Pengunjung Tunjungan Plaza Surabaya selama masa pandemi menjadi fokus pada penelitian ini dengan mengunakkan teknik non probability sampling dengan kriteria responden dengan rentang usia 15-54 tahun dan pernah mengujungi Tunjungan Plaza setidaknya 2 kali selama pandemi covid-19 . Kuesioner online disebarkan kepada total 200 responden dan dilanjutkan dengan analisis data dengan analisis jalur menggunakkan program IBM SPSS Amos 24. Penelitian ini membuktikan bahwa destination social responsibility berpengaruh positif terhadap perceived trust dan juga revisit intention. Hasil lain menemukan bahwa destination reputation juga terbukti memiliki pengaruh positif terhadap perceived trust dan revisit intention. Selain itu perceived trust juga terbukti memiliki pengaruh positif terhadap revisit intention. Penelitian ini juga menemukan bahwa perceived trust terbukti berperan sebagai mediasi dalam hubungan destination social responsibility dan destination reputation terhadap revisit intention. Penelitian ini menunjukkan pentingnya membangun kepercayaan dan niat berkunjung ulang pada sebuah destinasi selama masa pandemi covid-19 masih berlansgung melalui penerapan destination social responsibility dan juga menciptakan destination reputation yang baik bagi masyarakat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi pengelola destinasi wisata untuk dapat lebih memperhatikan tingkat kepercayaan serta mengatur strategi dalam mendorong niat berkunjung ulang terlebih pada kondisi krisis pandemi covid-19
Dampak Pengembangan Pantai Kilo Lima pada Masyarakat Lokal di Kota Luwuk Kabupaten Banggai
Tourism development often does not pay attention to the preservation of natural resources and local culture which are also affected by tourism development and considers that the tourism industry is an industry whose existence is interrelated. This research is descriptive research in the form of written or oral words from people and observable behavior and to be able to better identify the variables to be examined in relation to them and aims to present a structured, factual, and accurate description of the facts -fact and the relationship between the variables to be studied. From the results of the study there are positive and negative impacts that arise. Both environmental, socio-cultural, and economic impacts on local communities who are the main actors who feel the impact of tourism development. The community has felt the positive impact provided by the tourism sector. Although there are still negative impacts that are also felt
Pariwisata Dalam Tinjauan Pendidikan: Studi Menuju Era Revolusi Industri
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjabarkan dan menjawab tantangan yang dihadapi edu-Tourism di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan, yang difokuskan pada pembuatan proses desisi dan menganalisis hubungan fenomena yang dinamis dengan logis ilmiah. Hasil dari pembahasan ini adalaha 1) dalam pengembangan pariwisata, ada beberapa aspek yang diperlukan untuk mendukung pengembangan tersebut seperti aspek fisik, aspek daya tarik pariwisata, aspek aksesibilitas, aspek aktivitas dan fasilitas, serta aspek sosial ekonomi dan budaya, 2) konsep wisata pendidikan sengaja didisain khusus untuk memenuhi kapasitas ilmu pengetahuan para pelajar untuk mengisi wawasan kebangsaan dengan kegiatan perjalanan wisata mengenal wilayah dan potensi sumber daya lokal antardaerah, kabupaten, provinsi serta antarpulau di seluruh negeri ini, 3) implementasi industri 4.0 dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan Ekonomi berbasis digital terutama dalam pengembangan pendidikan pariwisata yang sesuai dengan arah peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam upaya meningkatkan kinerja industri nasional dalam bidang pariwisata pendidikan, 4) ada lima keterampilan yang menjadi top dalam perkembangan revolusi industri 4.0. adapun skill tersebut adalah Cognitive Abilities, System Skills, Complex Problem Solving, Content Skills, dan Process Skills. Untuk merespon masa depan perkembangan revolusi industri 4.0, dibutuhkan komitmen yang kuat