Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
Not a member yet
    44 research outputs found

    Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy)

    Get PDF
    Penelitian ini menjelaskan tentang penambahan tepung daun kelor pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan gurami menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Metode yang digunakan yaitu menambahkan komposisi tepung daun kelor (0%, 2%, 4%, dan 6%) ke dalam pakan komersial yang telah dihancurkan, kemudian pakan tersebut dicetak kembali/ repelleting. Feeding rate (FR) yang digunakan yaitu 5% dengan pemberian pakan tiga kali sehari . Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan harian, konversi pakan, retensi protein, kelangsungan hidup dan kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata (P<0,05) penambahan tepung daun kelor pada pakan terhadap performa pertumbuhan ikan gurami. Perlakuan 4% merupakan komposisi penambahan tepung daun kelor yang optimum pada pakan gurami, karena memiliki performa pertumbuhan terbaik yaitu laju bobot mutlak (37,9 ± 1,27 g), pertumbuhan harian (0,47 ± 0,18 g/hari), konversi pakan (2,35 ± 0,13), retensi protein (39,37 ± 4,78%)

    Kematian Ikan Kerapu Hibrida Cantik (Kerapu Macan >< Kerapu Batik) dan Cantang (Kerapu Macan >< Kerapu Kertang) di Keramba Jaring Apung di Teluk Kaping, Buleleng-Bali Akibat Infeksi Ektoparasit

    Get PDF
    Several constraints in aquaculture are seasonal dependent especially for parasitic disease. Natural condition of aquatic environment are affecting pathogen and fish along season. This study observed parasitic infection causing mass mortality of hybrid grouper juveniles thruoghout the year. This study was conducted in floating net cage at Kaping Bay North Bali in 2016. The juveniles were stocked in May, July and August. Parasitic infection were observed in Juli-August. Two ectoparasite were found, they are gill worms (Pseudorhabdosynochus sp.) and sea leeches (Zeylanicobdella arugamensis). They caused appetite decreasing, swimming on the surface, dark body color, thiny body andt decreased the population about 44.9% - 47,53%. Gill worm infected the fish at the initial with intensity of 54-187 individu/gill, While sea leeches infected the fish later in August with intensity about 40-50 individu/fish. The record of water quality showed that temperature and salinity were increased in July. This conditions were coincide with seasonal change in 2016. This result suggested that seasonal change was unfavourable conditions for fish health moreover for stocking time.

    Pengaruh Warna Wadah Terhadap Perubahan Warna Kuda Laut (Hippocampus comes) di BBPBL Lampung

    Get PDF
    Kuda laut (Hippocampus sp)  memiliki daya tarik pada warna, intensitas cahaya dari alam diduga sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat kecerahan kuda laut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna wadah yang digunakan untuk pemeliharaan kuda laut apakah dapat berpengaruh pada tingkat kecerahan warna kuda laut. Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan.Perlakuan A (wadah biru sebagai kontrol), B (wadah transparan), C (wadah merah) dan D (wadah hitam). Pengukuran tingkat kecerahan dengan M-TCF dan AHP dilakukan 7 hari sekali selama 30 hari masa pemeliharaan. Perlakuan C (wadah merah) menunjukkan hasil yang baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Perlakuan wadah berwarna merah memberikan hasil berbeda nyata terhadap perubahan warna kuda laut

    KAJIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS NON SPESIFIK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei)

    Get PDF
    Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam program industrialisasi perikanan budidaya dan merupakan komoditas unggulan untuk ekspor produk perikanan budidaya. Dampak dari peningkatan budidaya tersebut yaitu kualitas lingkungan yang menurun sehingga menyebabkan timbul beberapa penyakit pada udang. Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dan bahan kimia lainya, namun dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan resistensi terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak daun kelor terhadap imunitas non spesifik udang vannamei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-februari 2018 dengan menggunakan empat perlakuan yang diterapkan yaitu perlakuan A (0 mg/L ekstrak daun kelor), B (20 mg/L ekstrak daun kelor), C (30 mg/L ekstrak daun kelor) dan D (40 mg/L ekstrak daun kelor). Parameter yang diuji yaitu total hemocyte count, aktivitas fagositosis dan indeks fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor sebagai imunostimulan dapat meningkatkan respon imun udang vannamei dan konsentrasi terbaik adalah perlakuan D (40 mg/L ekstrak daun kelor).Udang merupakan salah satu komoditas utama dalam program industrialisasi perikanan budidaya dan merupakan komoditas unggulan untuk ekspor produk perikanan budidaya. Dampak dari peningkatan budidaya tersebut yaitu kualitas lingkungan yang menurun sehingga menyebabkan timbul beberapa penyakit pada udang. Pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik dan bahan kimia lainya, namun dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan resistensi terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ekstrak daun kelor terhadap imunitas non spesifik udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-februari dengan menggunakan empat perlakuan yang diterapkan yaitu perlakuan A (0 mg/L ekstrak daun kelor), B (20 mg/L ekstrak daun kelor), C (30 mg/L ekstrak daun kelor), dan D (40 mg/L ekstrak daun kelor). Parameter yang diuji yaitu total hemocyte count, aktivitas fagositosis, indeks fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor sebagai imunostimulan dapat meningkatkan respon imun udang vaname

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Tembakau (Nicotiana tobacum) sebagai Bahan Anestesi terhadap Kondisi Hematologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Ekstrak tembakau merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai bahan anestesi dalam kegiatan transportasi  ikan. Tembakau mengandung senyawa flavonoid nikotin yang dapat menekan aktivitas ikan selama dilakukannya transportasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018 di Laboratorium Peikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak tembakau (Nicotiana tabacum) terhadap komponen hematologi ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem transportasi kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 konsentrasi ekstrak tembakau yaitu 0 ml/l, 1,6 ml/l, 6,3 ml/l dan 25,1 ml/l. Parameter uji yang diamati meliputi toksisitas ekstrak tembakau, waktu kecepatan pemingsanan, lama pulih sadar, kadar hematologi meliputi nilai hematokrit, total eritrosit, total leukosit, total monosit, total neutrofil, total limfosit, survival rate, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tembakau memberikan pengaruh terhadap benih ikan nila setelah dilakukannya transportasi, konsentrasi 6,3 ml/l dan 25,1 ml/l menyebabkan kadar hematologi pada benih ikan nila melebihi dari kisaran optimum.

    Studi Pengurangan Amonia pada Pendederan Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) dengan Sistem Resirkulasi

    Get PDF
    Ammonia merupakan salah satu parameter yang penting selama proses budidaya ikan. untuk mengurangi jumlah ammonia, salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode resirkulasi. Keberhasilan metode resirkulasi sangat dipengaruhi oleh penggunaan filter. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis filter yang berbeda terhadap reduksi ammonia. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL. Parameter yang diukur selama penelitian adalah konsentrasi ammonia. Pengukuran dilakukan pada saluran inlet dan outlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh filter yang berbeda mampu mereduksi ammonia. Filter yang bekerja lebih baik adalah filter arang dengan kemampuan reduksinya 0,076 mg/

    Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Baung (Mystus nemurus) di Sungai Way Kiri Desa Panaragan Kabupaten Tulang Bawang Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian perairan untuk budidaya ikan baung sistem karamba di Sungai Way Kiri, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 - Januari 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengamatan kualitas air yang meliputi parameter fisika (kecepatanarus, suhu, kedalaman, dan kecerahan) serta kimia (DO, pH, TAN, dan BOD). Selanjutnya dilakukan evaluasi kesesuaian perairan dengan menitikberatkan pada nilai kualitas air sesuai dengan ikan yang akan dibudidayakan menggunakan metode analisis matching dan scoring. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran kualitas air di Sungai Way Kiri menunjukkan rerata untuk  kedalaman 19,22 m, DO 6,89 mg/L, kecerahan 25 cm, suhu 28,32 oC, kecepatan arus 0,225 m/dt, pH 6,10, TAN 0,548 mg/L dan BOD 5,57 mg/L. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perairan Sungai Way Kiri sangat sesuai untuk dilakukan budidaya ikan baung (Mystus nemurus)

    Scalling Up Bibit Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii dengan Kultur Jaringan

    Get PDF
    Seaweed is economically important because it contains carrageenan and agar, and alginate. Its high potential encourage massive of seaweed cultivation in various Indonesian sea areas. But currently the productivity of seaweed is not optimal because the seeds come from nature are not sustainable and depend on the season, instead of a decrease in genetic quality, environmental quality and disease. Seaweed tissue culture support the development of cultivation by providing quality seeds continuously without being affected by the season. Research aims to multiply Kappaphycus alvarezii seeds using tissue culture techniques. Research parameters include methods for adaptation of broodstock for explant candidate, formulation of growth regulators (ZPT), induction of callus and somatic embryo , and micropropagul. The results of research showed that adaptation of seaweed was conducted with the addition of 5ml / L PES fertilizer, the average rate of callus induction occurred on the 14th day with the best combination of ZPT at Indole Acetic Acid (IAA) 2.5mg / L; Benzyl Adenin (BA) 1 mg / L with a percentage of callus formation > 80% while the proliferation of somatic embryos increased in the combination of IAA 0 mg / L; BAP 0 mg / L, then micropropagul was produced on a combination of IAA 0 mg / L; BAP 1mg / L with a percentage of 31.64%. Thus it was concluded that tissue culture can be used to increase mass production of Kappaphycus alvarezii seedsAbstrakRumput  laut secara ekonomis menjadi penting karena mengandung karagenan dan agar, serta alginat. Potensinya yang tinggi menggerakkan usaha budidaya rumput laut secara masif diberbagai wilayah laut Indonesia. Namun saat ini produktifitas rumput laut belum optimal karena bibit berasal dari alam  tidak berkesinambungan dan bergantung pada musim, disamping adanya penurunan kualitas genetik, kualitas lingkungan dan penyakit. Kultur jaringan rumput laut menunjang pengembangan usaha budidaya dengan penyediaan bibit berkualitas secara kontinyu tanpa dipengaruhi oleh musim. Perekayasaan bertujuan melakukan perbanyakan bibit Kappaphycus alvarezii dengan teknik kultur jaringan. Parameter kerekayasaan meliputi metode pengadaptasian indukan kandidat eksplan, formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) induksi kalus dan embrio somatik, serta mikropropagul. Hasil kerekayasaan menunjukkan pengadaptasian indukan rumput laut dilakukan dengan penambahan pupuk PES 5ml/L, kecepatan induksi  kalus bereksplan rata-rata terjadi pada hari ke 14 dengan kombinasi ZPT terbaik pada Indole Acetic Acid (IAA) 2,5mg/L; Benzyl Adenin (BA) 1mg/L dengan presentase pembentukan kalus >80% sedangkan poliferasi embrio somatik meningkat pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 0mg/L, selanjutnya mikropropagul dihasilkan pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 1mg/L dengan presentase 31,64%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kultur jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi massal bibit Kappaphycus alvarezii.

    Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) sebagai Feed Supplement untuk Meningkatkan Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal)

    Get PDF
    Alga coklat (Sargassum cristaefolium) merupakan salah satu jenis rumput laut yang potensial sebagai feed supplement pakan ikan bandeng. Alga coklat (S. cristaefolium) diketahui mengandung zat imunostimulan dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan mengetahui dosis terbaik penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan sebagai feed supplement untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan performa pertumbuhan ikan bandeng (C. chanos). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) dengan bobot individu rata-rata 1,76 ± 0,03 g/ekor. Penelitian ini dilakukan di LPWP Jepara.  Ikan bandeng (C. chanos) dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/L selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu penambahan 0%, 1%, 2%, dan 3% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan buatan. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Berdasarkan uji ANOVA diperoleh hasil bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap SR. Perlakuan C (pakan uji dengan penambahan tepung alga coklat Sargassum sp. sebesar 2%) menghasilkan TKP (82,93 g), EPP (57,09%), PER (1,74%), dan SGR (3,17%/hari). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji.  Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) merupakan dosis terbaik terhadap peningkatan EPP dan performa SGR ikan bandeng (C. chanos)

    Pengaruh Pemberian Pakan dengan Kadar Protein Berbeda terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Keramba Jaring Apung

    Get PDF
    Protein adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja pertumbuhan ikan. Kekurangan protein menghasilkan pertumbuhan yang buruk, kelebihan protein menyebabkan peningkatan ekskresi amonia ke lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein pakan yang optimum untuk performa pertumbuhan ikan kakap putih di KJA. Penelitian menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 (kontrol protein 42%), P1 (protein 37%), dan P2(protein 40%). Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, konversi pakan, bobot mutlak, dan retensi protein. Parameter pendukung yaitu biaya pakan dan kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata (P<0,05) pemberian pakan dengan kadar protein berbeda terhadap performa pertumbuhan ikan kakap putih di KJA. Perlakuan P1(protein 37%) merupakan protein pakan yang optimum untuk ikan kakap putih di KJA karena memiliki performa pertumbuhan terbaik yaitu laju pertumbuhan harian (0,63±0,16 g/hari), bobot mutlak (37,82±9,61 g), konversi pakan (2,27±0,87), retensi protein (12,96±4,17%), dan biaya pakan termurah (Rp 31.638)

    40

    full texts

    44

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇