Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
Not a member yet
    44 research outputs found

    Pengaruh Hufa (Highly Unsaturated Fatty Acid) dalam Pakan Komersial terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis Sp.) pada Fase Pembesaran

    Get PDF
    Nereis sp. merupakan spesies cacing laut yang termasuk kedalam polychaeta. Nereis sp. sering dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk induk udang terkait dengan kandungan utama asam lemak untuk mempercepat kematangan gonad. Penambahan HUFA diduga mampu menstimulasi protein pakan dan menunjang pertumbuhan, kelulushidupan, serta kandungan nutrisi. Penelitian dilakukan pada September 2019-Mei 2020 di MSTP Jepara. Hewan uji yang digunakan berupa cacing laut sebanyak 45 ekor per wadah pemeliharaan, dengan berat kisaran 14-16g. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pemberian pakan komersial tanpa penambahan HUFA (A), dengan penambahan 0,75 ml HUFA (B), 1 ml HUFA (C), dan 1,25 ml HUFA (D). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan HUFA berpengaruh nyata (P0,05) terhadap SR. Nilai RGR, EPP, PER, dan SR tertinggi pada perlakuan dengan penambahan 1,25 ml HUFA (D) dengan nilai berturut-turut 5,67±0,33g/hari, 85,18±2,66g, 2,03±0,05%, dan 100±0,00%, sedangkan nilai TKP tertinggi pada perlakuan penambahan 1 ml HUFA (C) yaitu dan 24,61±5,25g. Hasil proksimat asam lemak tertinggi adalah dari perlakuan dengan penambahan 1,25 ml HUFA (D) yaitu menghasilkan EPA dan DHA sebesar 1,835 dan 1,048 dari proksimat awal EPA dan DHA sebesar 0,271 dan 0,244. Cacing laut yang diberi pakan dengan penambahan HUFA meningkatkan kandungan EPA dan DHA cacing, serta mampu mengoptimalkan penyerapan pakan yang diberikan.

    Pengaruh Pemberian Thalassiosira sp. Dan Navicula sp. Terhadap Performa Pertumbuhan dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis sp.)

    Get PDF
    Abstrak Maulia Rahma Putri, Johannes Hutabarat, Vivi Endar Herawati. 2021. Pengaruh Pemberian Thalassiosira Sp. Dan Navicula Sp. Terhadap Performa Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Cacing Laut (Nereis Sp.). Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. Jurnal Sains Teknologi Akuakultur, 4(1): 1-11. Thalassiosira sp. dan Navicula sp. merupakan jenis fitoplankton yang berpotensi digunakan sebagai pakan alami untuk Nereis sp. karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Thalassiosira sp. dan Navicula sp. terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp., serta mengetahui jenis pakan terbaik terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan Nereis sp. Penelitian dilakukan di Marine Science Techno Park (MSTP) Undip Jepara-Jawa Tengah pada bulan April-Mei 2020. Hewan uji yang digunakan yaitu cacing laut (Nereis sp.) yang berumur 15-30 hari, dengan panjang rata-rata 4-6 cm/ekor dan berat rata-rata 0,09-0,12 g/ekor. Media pemeliharaan yang digunakan berupa substrat pasir mangrove ketebalan 10 cm dengan padat tebar 140 ekor. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pukul 07.00 dan 19.00 WIB dengan masa pemeliharaan selama 35 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis yang digunakan yaitu perlakuan A (Thalassiosira sp. 100%), perlakuan B (Navicula sp. 100%) serta perlakuan C (Thalassiosira sp. 50% + Navicula sp. 50%). Data yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak, Kelulushidupan (SR), Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR), Laju Pemanfaatan Pakan Alami (Grazing Rate) dan Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukkan nilai pertumbuhan mutlak, SGR dan Grazing Rate tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian pakan B (Navicula sp. 100%) yaitu 0.043±0.02gr, 3.3±0.4 cm, 0.95±0.30%/hari dan 159380.57±2077.39 ind/hari. Nilai Kualitas air pada media pemeliharaan dalam kisaran optimal. Kesimpulannya yaitu pemberian Thalassiosira sp. dan Navicula sp. berpengaruh nyata (P0.05) terhadap kelulushidupan cacing laut (Nereis sp.).

    Pengaruh Pemberian Pakan Tepung Maggot dan Parutan Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Cacing Laut (Nereis sp.)

    Get PDF
    Ega Saputra, Vivi Endar Herawati, Pinandoyo. 2021. Pengaruh Pemberian Pakan Tepung Maggot dan Parutan Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Cacing Laut (Nereis sp.). Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. 3(2): 103- 114. Cacing laut  digunakan sebagai pakan induk udang. Pakan merupakan salah satu  faktor pertumb uhan dala m budidaya cacing laut (Nereis sp.). T ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan tepung maggot dan parutan kelapa sebagai performa pertumb uhan dan kandungan nutrisi cacing laut (Nereis sp.). Cacing laut (Nereis sp.) dikultur dengan kepadatan 100 ekor/wadah pada masing -masing perlakuan sela ma 35 hari. Frekuensi pe mberian pakan 2 kali sehari dengan metode fix feeding rate 5% dari bobot bio massa. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3  ulangan yaitu perlakuan A (tepung maggot 50% dan parutan kelapa 50%), B (tepung maggot 75% dan parutan kelapa 25%), C (tepung maggot 25% dan parutan kelapa 75%) dan D (tepung maggot 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian  pakan  tepung  maggot  dan  paruta n  kelapa  berpengaruh sangat  nyata  (P0,05) pada nilai FCR. Nilai pertumbuhan mutlak, SGR, EPP, dan SR tertinggi    pada perlakuan D  (tepung  maggot  100%)  dengan  nilai  berturut -turut 0,40±0,01g, 3,15±0,03%, 48,31%±2,15 dan 99,67%±0,58.  Sedangkan  nilai   T KP   berkisar   32,33-  35,61%,   dan   nilai   FCR   berkisar   sebesar   2,07-3,28%.Kandungan protein  tertinggi  pada  perlakuan  D  (tepung  maggot  100%)  sebesar  54,05%  dan  lemak tertinggi pada perlakuan B (tepung maggot 75% dan parutan kelapa 25%) sebesar 22,82%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pakan tunggal bersumber dari hewani (tepung maggot 100%) dapat dimanfaatkan sebagai pertu mb uhan, EPP dan kandungan nutrisi cacing laut (Nereis sp.

    Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove (Sonneratia alba) pada Bakteri Vibrio harveyi secara In Vitro

    Get PDF
    Abstrack In production effort of tiger shrimp (Pennaeus monodon) it had been found several problems that often faced of shrimp farmers in shrimp culture. One of them is the presence of vibriosis disease caused by Vibrio harveyi infection. This study aimed to examine the use of mangrove (S. alba) leaf extract by in vitro to prevent the population growth of bacteria V. harveyi. This research was conducted in the Laboratory of Pathology at Maros Research Institute for Brackish Water Aquaculture. Testing the inhibition of mangrove leaf extract to against bacterial has done in two phases namely qualitative test (inhibition zone) that used concentration were 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000 ppm, control (without extract) and 25 ppm of antibiotic rifampicin as negative control. It the same time that quantitative test (bacterial population) that used concentration were 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 ppm, control without extract and DMSO 10%. The results had showed mangrove leaf extract could inhibit the population growth of bacteria V. harveyi. In quality, extract categorized medium at concentration of 8,000-10,000 ppm with inhibition zone from 16.18 to 18.20 mm, and categorized low at 2000-6000 ppm concentration with inhibition zone 9.83 to 12.30 mm. While the quantity of best concentration of mangrove leaf extract in inhibiting the growth of bacteria were 8,000 ppm with total of bacteria was 0 CFU/mL after 8 hours, 6,000 ppm with total of bacteria was 0 CFU/mL after 12 hours, 4.000 ppm with total of bacteria was 4.80 x104 CFU/mL after 24 hours and 2.000 ppm with total of bacteria was 5.17 x107 CFU/mL after 24 hours.                                                                     Abstrak Dalam usaha produksi budidaya udang windu (Pennaeus monodon) ditemukan berbagai permasalahan yang sering menghambat petani dalam melaksanakan kegiatan budidaya di tambak. Salah satu diantaranya adalah adanya serangan penyakit vibriosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan ekstrak daun mangrove (S. alba) secara   In Vitro untuk mencegah pertumbuhan bakteri V. harveyi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau, Maros. Pengujian daya hambat ekstrak daun mangrove terhadap bakteri dilakukan dengan dua tahapan yakni secara kualitatif (zona hambatan) yang menggunakan konsentrasi 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000 ppm, kontrol (tanpa pemberian ekstrak) dan antibiotik rifampisin 25 ppm serta pengujian secara kuantitatif (kepadatan bakteri) yang menggunakan konsentrasi 2.000, 4.000, 6.000, 8.000 ppm, kontrol dengan tanpa ekstrak dan DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangrove dapat menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi. Secara kualitas, ekstrak terkategori sedang pada konsentrasi 8.000-10.000 ppm dengan zona hambatan 16,18-18,20 mm,  dan terkategori lemah pada konsentrasi 2.000- 6.000 ppm  dengan zona hambatan 9,83-12,30 mm. Sedangkan secara kuantitas konsentrasi terbaik ekstrak daun mangrove berturut-turut dalam menghambat pertumbuhan bakteri adalah 8.000 ppm dengan total bakteri 0 CFU/mL setelah 8 jam, 6.000 ppm dengan total bakteri 0 CFU/mL setelah 12 jam, 4.000 ppm dengan total bakteri 4,80x104 CFU/mL setelah 24 jam dan 2.000 ppm dengan total bakteri 5,17x107 CFU/mL  setelah 24 jam.

    Efektivitas Pemberian Pakan Alami Artemia Specific Pathogen free (SPF) Vibrio sp. Terhadap Insidensi Vibriosis dan Pertumbuhan Pada Pemeliharaan Post Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui efektivitas pemberian Artemia Specific Pathogen Free (SPF) Vibrio sp. terhadap insidensi vibriosis  dan pertumbuhan pada  post larva udang vaname (Litopenaeus vannamei).  Rancangan penelitian yang digunakan adalah dua perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia non SPF Vibrio sp.) dan B (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia SPF Vibrio sp.). Parameter yang diamati meliputi Total Vibrio Count (TVC) pada PL udang vaname dan kualitas air pemeliharaan, pertumbuhan panjang PL udang vaname, kelangsungan hidup PL udang vaname, pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut (DO). Data parameter TVC, pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup udang vaname diuji menggunakan uji T dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami Artemia SPF Vibrio sp. memberikan pengaruh terhadap efektifitas nilai insidensi vibriosis pada Post Larva udang vaname sebesar 0,30%, pertumbuhan mutlak sebesar 4,44 mm, pertumbuhan harian sebesar 0,5 mm dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 74,4%

    Pemanfaatan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada Pemeliharaan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) untuk Menekan Populasi Bakteri Vibrio sp. Koloni Hijau

    Get PDF
    Sri Handayani, Sefti Heza Dwinanti and Purnomo Hadi. 2020. Utilization of Carambola Sari (Averrhoa bilimbi L.) in the Maintenance of Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) to Suppress Population of Vibrio sp. Green Colony. Jurnal Sains Teknologi Akuakultur, 3(1) : 33-41. This research was conducted in July-August 2018 at PT. SyAqua Indonesia Serang, Banten. It used Completely Randomized Design (CRD) with three replicates and three treatments which were bilimbi juice in 20 ppm (T1), 30 ppm (T2) and without bilimbi or control (CT). The monitoring of Vibrio sp., defined as total Vibrio sp., total   yellow colony, total green colony, the ratio of total green colony, survival rate of shrimp and water quality. The result showed that bilimbi juice was able to suppress the population of Vibrio sp. in the maintenance media and shrimp body. At the end of the maintenance period (d7-d9), total population of green colony in treatment were lower than control with the ratio of the green colony was 0%. In contrast, bilimbi juice with concentration 20 ppm and 30 ppm had no significant effect (P>0,1). The best survival rate was given by T2 about 16% and based on regression y = 0.3589x+5.0279 the optimal dose to protect shrimp from Vibrio sp. by using bilimbi juice is about 264,62 ppm

    Pengaruh Tingkat Pemberian Pakan Buatan Terhadap Performa Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan feeding rate dan feeding frequency yang terbaik untuk pertumbuhan ikan jelawat (Leptobarbus hoeveni). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan  hewan uji berukuran 5-7 cm dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri atas 2 faktor, 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan yaitu faktor Feeding Rate (FR) perlakuan A (3%), B (5%), C (7%),  dan faktor Feeding Frequency (FF) a (2kali), b (3kali). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang, Rasio Konservasi Pakan (FCR), Retensi protein, kelangsungan hidup ikan jelawat serta data kualitas air sebagai penunjang. Hasil dari penelitian ini menunjukan pada faktor Feeding Rate (FR) perlakuan A (3%), B (5%), dan C (7%) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, retensi protein, dan kelangsungan hidup tetapi Feeding Rate (FR) berpengaruh nyata terhadap FCR  dengan nilai terbaik pada perlakuan A (3%) 1,72 dan pada faktor  Feeding Frequency (FF) perlakuan a (2 kali) dan b (3 kali) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, FCR, dan kelangsungan hidup tetapi Feeding Frequency (FF) perlakuan (2 kali) berpengaruh nyata terhadap retensi protein dengan nilai terbaik sebesar 15,65%

    Penggunaan Latoh (Caulerpa Lentifera) Dengan Kepadatan Berbeda Untuk Pertumbuhan Phronima sp.

    Get PDF
    Phronima sp. merupakan salah satu jenis pakan alami yang memiliki banyak keunggulan, diantaranya yaitu kandungan nutrisi yang tinggi, memiliki ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva ikan, dan dapat dibudidayakan secara massal. Ketersediaan Phronima sp. belum dikembangkan secara maksimal, sehingga perlu dikembangan kultur Phronima sp. Kultur Phronima sp. banyak dilakukan dengan menggunakan rumput laut jenis Caulerpa Lentifera. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian perlu dilakukan mengenai pengaruh pengguanaan latoh (C. Lentifera) dengan kepadatan berbeda dengan substrat berpasir untuk optimasi pertumbuhan Phronima sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji padat penebaran yang terbaik C. Lentifera untuk pertumbuhan Phronima sp. dan laju pertumbuhan spesifiik (SGR) pada C. Lentifera, berat Biomassa Phronima sp., laju pertumbuhan Phronima sp. dan kualitas air pada padat penebaran yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Metode penelitian ini, yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 pengulangan. Empat perlakuan tersebut meliputi A (C. Lentifera 0 gram/m2), B (C. Lentifera 20 gram/m2), C (C. Lentifera 40 gram/m2), dan D (C. Lentifera 60 gram/m2). Masing-masing dengan kepadatan awal Phronima sp. 3 individu/liter. Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR) pada C. Lentifera, laju pertumbuhan (r) pada Phronima sp., kepadatan populasi Phronima sp., biomassa Phronima sp. dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari kepadatan populasi Phronima sp.,biomassa Phronima sp. dan kualitas air diperoleh pada perlakuan D, yaitu 9,97±0,04ind/hari, 0172,67±1,90ind/l pada fase stasioner, 3,28±0,11 gram. Nilai kualitas air pada media kultur pemeliharaan dalam kisaran yang optimal untuk kultur Phronima sp. Kesimpulannya, pengguanan latoh (C. Lentifera ) dengan padat penebaran 60 gram/m2 berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kepadatan populasi fase Lag Phase

    Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Budidaya Ikan Jelawat Leptobarbus hoevenii (Bleeker, 1851) Di Danau Way Jepara, Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

    Get PDF
    Danau Way Jepara merupakan danau alam yang memiliki luas sekitar 200 ha, dengan kedalaman saat ini mencapai ± 26 m dan diameter danau 1,9 km. Danau ini memiliki potensi untuk dikembangkannya kegiatan budidaya perikanan, namun pemanfaatannya saat ini masih belum optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019 dengan menggunakan metode skoring dan matching untuk mengkaji tingkat kesesuaian perairan yang meliputi parameter fisika dan kimia untuk budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) yang kemudian dilanjutkan dengan menghitung daya dukung dari Danau Way Jepara. Pada penelitian ini digunakan 3 titik stasiun berbeda yang ditentukan berdasarkan Global Positioning System (GPS). Kisaran nilai parameter kualiatas air yang diperoleh ialah kedalaman: 2,7-17,5 m, kecerahan: 120-135 cm, suhu: 29-30 ºC, pH: 7,1-8,4, oksigen terlarut: 3,4-5,8 mg/l, arus: 0,018-0,147 m/dt dan ammonia: 0,008 – 0,015 mg/l. Tingkat kesesuaian perairan Danau Way Jepara yang diperoleh pada stasiun ke 1, 2 dan 3 adalah cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas adalah parameter DO dan arus. Daya dukung dari Danau Way Jepara untuk budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) adalah 804 unit KJA dengan padat tebar keseluruhan ialah 160.800 ekor

    Pengaruh Pemberian Pakan Phronima sp. Substitusi Artemia sp. Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

    Get PDF
    Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas yang paling baik untuk dikembangkan pada kegiatan budidaya. Salah satu penunjang keberhasilan budidaya yaitu ketersediaan pakan alami yang berkualitas. Phronima sp. merupakan alternatif pengganti pakan alami Artemia sp.Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh substitusi Phronima sp. dengan Artemia sp. terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan udang vaname (L. vannamei) serta untuk mengetahui dosis substitusi terbaik.Hewan uji yang digunakan adalah 450 ekor udang vaname dengan bobot rata-rata 0,029±0,001 gr/ekor dipelihara dengan padat tebar 27 ekor dengan volume air 6 liter. Masa pemeliharaan selama enambelas hari.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis yang digunakan yaitu perlakuan A (100% Artemia sp.), B (75% Artemia sp. dan 25% Phronima sp.), C (50% Artemia sp. dan 50% Phronima sp.), D (25% Artemia sp. dan 75% Phronima sp.), dan E (100% Phronima sp.). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3kali sehari yaitu pagi (07.00 WIB), siang hari (13.00 WIB) dan sore hari (19.00 WIB). Data yang diamati adalah Laju Pertumbuhan Relatif (RGR), Pertumbuhan Panjang Mutlak, Bobot Biomass, Laju Pemanfaatan Pakan Alami (Grazing rate), Kelulushidupan (SR), dan Kualtas Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kombinasi dosis 75% Artemia sp. dan 25% Phronima sp. (B) menghasilkan nilai tertinggi pada RGR sebesar 0,350±0,001%; pertumbuhan panjang mutlak 1,77±0,06cm; bobot biomass 0,0101±0,00004; kelulushidupan 0,95±0,06%. Kombinasi dosis 100% Artemia sp. (A) menghasilkan nilai tertinggi pada grazing rate sebesar 21,84±0,04ind/hari. Kualitas air selama masa pemeliharaan sudah optimal dengan nilai kualitas air pada suhu berkisar antara 28-30,20C; pH 8; oksigen terlarut (DO) 4,26-5,38 mg/l; salinitas 25-28 ppt

    40

    full texts

    44

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇