OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP AL ILLIYIN
Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Al Illiyin. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan metode kuasi eksperimen. Desain penelitian ini adalah one group pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan total 29 siswa. Instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar materi gerak. Data penelitian di analisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif berbantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMP Al Illiyin pada materi gerak berdasarkan pada: 1) skor rata-rata n-gain kelas eksperimen sebesar 0,43 berkategori sedang dan 2) hasil uji paired t-test dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, artinya ada peningkatan hasil belajar setelah diberi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan audio visual terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Al Illiyin pada materi gerak
POTRET TEKS IKLAN SISWA KELAS VIII B MTS SABILUNNAJAH PRAMBON SIDOARJO
Penelitian ini membahas tentang kemampuan menulis teks iklan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kemampuan menulis siswa kelas VIII B MTs Sabilunnajah, dan (2) untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VIII B MTs Sabilunnajah dalam kegiatan menulis iklan. Terdapat indikator ketercapaian kemampuan menulis iklan berdasarkan tujuh komponen yang menjadi aspek penilaian yaitu pada aspek nama produk, gambar produk, kalimat iklan, keunggulan produk, harga produk, nomor telepon pengiklan, dan Alamat pengiklan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Sabilunnajah yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 8 siswa Perempuan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar kegiatan menulis iklan siswa. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa aspek yang merupakan keberhasilan siswa dalam menulis iklan yaitu pada aspek motorik, aspek perilaku, aspek presepsi, aspek memori. Aspek dengan nilai tertinggi adalah aspek perilaku dengan skor 65 point. Hal tersebut terjadi karena siswa mampu mengatur waktu belajar dengan efektif, siswa membuat jadwal belajar yang realistis dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang diberikan. Adapun point terendah adalah pada aspek memori dengan skor 47 point. Hal tersebut terjadi karena di temukan banyaknya unsur ketidaktelitian pada hasil menulis teks iklan siswa. Ketidaktelitian tersebut meliputi: kesalahan menggunakan tanda baca, kurangnya tanda titik, dan kesalahan dalam penggunaan tanda tanya
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARANTEKS BERITA DI MTs SABILUNNAJAH
Media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa adalah media audio visual. Adanya media dikalangan siswa dapat membantu untuk belajar secara mandiri. Media audio visual tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan informasi secara lebih menarik, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan bentuk perencanaan guru dalam penerapan media audiovisual 2) mendeskripsikan bentuk penerapan media audiovisual dalam pembelajaran teks berita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif. Kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian subjek penelitian ini guru Bahasa Indonesia dan siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian yang telah dikumpulakan dari observasi lapangan yaitu 1) kondensasi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Dan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan penggunakan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak teks berita di awali dengan menyusun silabus meliputi perangkat pembelajaran, RPP, LCD, dan laptop. Dan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengatur kegiatan pembelajaran agar materi dapat tersampaikan. Dalam penelitian hasil Kata kunci: Media Audiovisual, Penggunaan, Proses Pembelajaran, Teks Berita.
Penerapan Problem-Based Learning Terintegrasi Nilai Ketangguhan pada Materi Pola Bilangan SMP Al Maahira IIBS Malang
Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil penerapan Problem-Based Learning terintegrasi nilai ketangguhan pada materi pola bilangan untuk generasi Alpha di SMP Al Maahira IIBS Malang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah mixed method. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar tes, dan lembar angket yang telah divalidasi oleh 3 validator. Hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata penerapan Problem-Based Learning terintegrasi nilai ketangguhan terlaksana dengan sangat baik, nilai rata-rata observasi mencapai 98,7. Dalam hasil tes peserta didik, sebanyak 13 dari 16 peserta didik (81,25%) memperoleh skor di atas 80, memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), sementara 3 peserta didik lainnya (18,75%) mendapatkan skor di bawah 80, dengan 2 di antaranya masih berada di atas skor 50. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mampu memenuhi standar pembelajaran yang ditetapkan. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata ketangguhan peserta didik adalah 3,9 (50%) dari skala maksimal 5, hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari hasil angket sebelumnya yang memiliki nilai rata-rata 3,6 (33,3%). Yaitu meningkat 0,3 (16,7%) yang mengindikasikan bahwa ketangguhan peserta didik berada pada Tingkat sedang. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem-Based Learning yang terintegrasi nilai ketangguhan memberikan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman konsep pola bilangan dan membangun ketangguhan peserta didik
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi KPK dan FPB melalui Media Pembelajaran Visual Kelas V di SD Negeri Tasikmadu 1 Malang
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas V SD Negeri Tasikmadu 1, Matematika merupakan pelajaran yang mempunyai banyak ide dan konsep yang kreatif sehingga banyak yang mengira bahwa mata pelajaran ini sangat sulit dipahami dan membosankan. Masih banyak pula ditemukan pendidik yang menggunakan metode ceramah saja tanpa menggunakan media pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri Tasikmadu 1 melalui penerapan media pembelajaran visual. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tasikmadu 1 dengan melibatkan 16 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data ini menggunakan tes dan kuesioner sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar tes peserta didik dan lembar kuesioner peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini yaitu hasil belajar siswa pada materi KPK dan FPB Kelas V SD Negeri Tasikmadu Malang dapat ditingkatkan melalui media pembelajaran visual. Hasil tersebut dibuktikan dari hasil tes pada Siklus I yaitu 80% siswa sudah mencapai KKTP setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media pembelajaran visual
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKN SISWA KELAS IV SD
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa dan hasil wawancara guru kelas IV SDN Tasikmadu 01, minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) masih kurang. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tasikmadu 01 Malang melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur desain Kemmis dan Taggart yang terdiri dari planning (perencanaan), acting (aksi/tindakan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi). Penelitian ini dilakukan di SDN Tasikmadu 01 dengan melibat 24 orang siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar tes, dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa Kelas IV SDN Tasikmadu 01. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes pada Siklus I, 88% siswa mencapai nilai 75. Untuk melihat konsistensi peningkatan, tindakan dilanjutkan pada Siklus II dengan hasil tes 96% siswa telah mencapai nilai 75. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa Kelas IV SDN Tasikmadu 01.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI KETANGGUHAN PADA MATERI BILANGAN BULAT
Salah satu alternatif model pembelajaran yang cocok untuk mengasah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah adalah model pembelajaran problem based learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan problem based learning terintegrasi nilai ketangguhan pada materi bilangan bulat dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan penerapan problem based learning terintegrasi nilai ketangguhan pada materi bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain metodenya adalah convergent design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Al Maahira Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar tes yang telah divalidasi oleh tiga validator. Lembar observasi dianalisis untuk mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan problem based learning terintegrasi nilai ketangguhan pada materi bilangan bulat, sedangkan lembar tes dianalisis untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan menggunakan indikator keberhasilan, yaitu Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), yaitu 80. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata observasi adalah 92,3%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan problem based learning terintegrasi nilai ketangguhan pada materi bilangan bulat terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan hasil tes siswa, diperoleh hasil sebanyak 8 dari 16 siswa mendapatkan skor ≥ 80 dan sebanyak 8 siswa lainnya mendapatkan skor < 80 dengan 2 siswa diantaranya mendapatkan skor 75 dan 77. Dari hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 50% siswa yang memenuhi KKTP dan 50% siswa yang tidak memenuhi KKTP
Penggunaan LKPD Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDSD
Abstrak
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, hasil belajar Matematika siswa Kelas III SD Islam Kharisma Malang belum semuanya mencapai standar Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan dukungan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Dengan dukungan LKPD, pembelajaran di kelas akan lebih terarah dan terkonsep dengan baik, sehingga setiap siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif dan maksimal karena langkah-langkah pembelajaran sudah jelas tertera di LKPD. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan empat tahapan berupa planning (perencanaan), acting (aksi/tindakan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi). Penelitian dilakukan di SD Islam Kharisma Malang dengan subjek 6 orang siswa di kelas IIIA yang dilakukan di semester ganjil sampai awal semester genap. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes tulis sedangkan instrumen yang digunakan yaitu lembar tes untuk siswa sebagai instrumen utama dan lembar observasi sebagai instrumen tambahan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh setelah 3 kali pertemuan di kelas. Pada pertemuan pertama (prasiklus), hasil belajar Matematika siswa menunjukkan hanya 1 dari 5 siswa yang memperoleh nilai di atas KKTP (75). Peneliti melakukan perbaikan dari hasil pengamatan dan refleksi saat prasiklus. Sehingga pada akhir siklus I hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes tulis menunjukkan peningkatan yang baik yaitu 4 dari 5 siswa sudah mencapai standar KKTP, dengan rata-rata nilai 84 dan persentase ketuntasan pembelajaran di kelas yaitu 80% melampaui standar yang ditetapkan sekolah yaitu >=60-75%.
PENERAPAN TEORI BRUNER PADA PEMBELAJARAN MATERI PECAHAN DENGAN INTEGRASI NILAI KARAKTER PEDULI
Sikap peduli adalah salah satu karakter yang penting dimiliki bagi peserta didik karena menjadi jembatan untuk mengokohkan kompentensi sosial yang dapat diintegrasikan dalam setting pembelajaran Bruner. Hal ini sejalan dengan pembelajaran matematika membutuhkan teori belajar yang menkonkretkan konsep matematika yang abstrak terutama bagi peserta didik SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teori Bruner pada pembelajaran materi dengan integrasi nilai karakter peduli. Subjek penelitian ini terdiri atas 15 peserta didik kelas VII dengan kemampuan matematika dan sikap peduli heterogen. Teknik pengambilan data penelitian ini adalah obsevasi pembelajaran dan tes. Intrumen penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar tes yang telah divalidasi oleh 3 validator. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap ikonik 2 dari 15 peserta didik salah dalam menamai pecahan dari daerah yang diarsir. Lebih lanjut, pada soal mengarsir dan membagi daerah berdasarkan pecahan yang diberikan, beberapa peserta didik kesulitan membagi daerah sama besar tanpa penggaris. Selain itu, pada tahap simbolik lebih dari 60% peserta didik berhasil menyimbolkan dan membandingkan pecahan sederhana. Hasil observasi sikap peduli menunjukkan semua peserta didik melakukan 2 dari 5 sikap empati, 2 dari 9 sikap respek, dan 1 dari 5 tindakan responsif. Indikator sikap peduli lain tetap muncul meskipun tidak pada semua peserta didik. Terdapat pula beberapa aktivitas sikap peduli selain aktivitas di lembar observasi yang muncul pada diri peserta didik. Salah satu aktivitasnyaya adalah meminjamkan alat tulis kepada teman. Dapat disimpulkan bahwa teori Bruner dapat diterapkan pada pembelajaran matematika dengan materi pecahan dengan integrasi nilai krakter peduli
PENERAPAN TEORI BRUNER DALAM PEMBELAJARAN MATERI PERBANDINGAN DUA PECAHAN UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP
Teori Bruner dapat membantu guru menkonkretkan konsep matematika yang abstrak agar lebih mudah dipelajari peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika materi perbandingan dua pecahan dengan menerapkan Teori Bruner. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode mixed-method. Lokasi penelitian di SMP Al Maahira IIBS Malang dengan subjek penelitian sebanyak 20 peserta didik kelas VII. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar tes. Tes hanya melibatkan tahapan ikonik dan simbolik dikarenakan tahapan enaktif dilaksanakan ketika pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sebesar 95,65% dan termasuk kategori sangat baik. Adapun rata-rata hasil tes peserta didik adalah 93 dan 100% peserta didik tuntas memenuhi indikator KKTP yaitu minimal 80. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kesulitan membandingkan suatu pecahan dengan pecahan lain yang bernilai 1. Meskipun ada kesulitan saat tes, hasil penelitian menunjukan bahwa Teori Bruner dapat diterapkan untuk membantu peserta didik belajar materi perbandingan dua pecahan