OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
    218 research outputs found

    Penerapan model probing prompting berpendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar materi gelombang

    No full text
     Secara umum pembelajaran di lapangan hanya berjalan satu arah, yaitu dari guru ke siswa sehingga siswa terbiasa bersikap pasif dalam pembelajaran. Selain itu, model pembelajan yang digunakan cenderung bersifat individual, dan sistem pembelajaran kerja kelompok yang ada hanya sekedar belajar bersama dalam satu tim. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran menjadi rendah sehingga ketuntasan secara klasikal belum tercapai. Oleh karenanya dilakukan penelitian tindkaan kelas dengan menerapkan model probing prompting yang bertujuan untuk mengetahui suasana kelas dan peningkatan hasil belajar siswa materi gelombang melalui penerapan pembelajaran kooperatif model probing- prompting berpendekatan saintifik. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X DG 1 SMK Negeri 1 Mojoanyar pada tanggal bulan Agustus 2019 semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 dengan melibatkan 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis saintifik tipe probingprompting memberikan kemudahan guru untuk melaksanakan pembelajaran sehingga menjadikan kelas menjadi aktif dan pembelajaran kooperatif berbasis saintifik tipe probing- prompting memberikan kemudahan kepada siswa untuk menguasai kompetensi. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan hasil belajar pada kedua siklus, yaitu dari 75% pada siklus pertama menjadi 86.11% pada siklus kedua.

    Pengembangan Buku Ajar Fisika Matematika Berbasis Kajian Kritis Materi Fisika Sekolah dan Integrasi NilaiNilai Karakter

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar fisika matematika berbasis kajian kritis materi fisika sekolah dan nilai-nilai karakter. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D (four-D model) yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu telaah dan validasi dari para ahli, serta penilaian dari mahasiswa. Validasi buku ajar melibatkan tiga ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Sedangkan uji coba terbatas terhadap buku ajar melibatkan 14 mahasiswa prodi Pendidikan Fisika STKIP Al Hikmah. Selanjutnya, data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil kelayakan dari aspek materi sebesar 83,33%, aspek media sebesar 94,35%, dan aspek bahasa sebesar 80%. Sedangkan hasil penilaian mahasiswa terhadap buku ajar yang dikembangkan menyatakan bahwa buku ajar terbaca dengan jelas dan mudah dipahami. Dari hasil analisis tersebut, maka buku ajar yang telah dikembangkan dapat dikatakan layak digunakan.

    Pengembangan dan Validitas Instrumen Tes Diagnostik Kemampuan Matematika pada Materi Listrik Magnet

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes diagnostik matematika yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan matematika calon guru fisika. Hal ini penting karena untuk memahami konsep fisika, mahasiswa memerlukan kemampuan matematika sebagai bahasa dalam menterjemahkan permasalahan fisika. Instrumen tes diagnostik ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan four-D. Ada empat langkah penelitian ini: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Proses validasi instrumen ada dua yaitu validasi ahli (ahli matematika, ahli fisika, dan ahli evaluasi) dan validasi empiris. Tiga validator ahli merekomendasikan ada 68% soal tes yang valid tanpa revisi, dan 32% harus direvisi. Berdasarkan hasil validasi empiris, sebesar 70% instrumen tes diagnostik matematika valid dan reliabel yang ditunjukkan dengan nilai alpha sebesar 0,729.

    Peningkatan hasil belajar melalui implementasi model meaningful instructional design (mid) materi usaha dan pesawat sederhana

    No full text
    Berdasarkan analisis awal, diketahui bahwa dari 8 kelas yang diampu peneliti terdapat 3 kelas dengan kategori rendah, salah satunya adalah kelas VIII - B. Hasil ulangan sangat rendah, yaitu ketuntasan ulangan harian materi sebelumnya hanya di bawah 60%. Selain itu, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran juga rendah, hal ini ditandai dengan banyaknya siswa yang cuek dengan pelajaran IPA, sering bergurau bahkan mengobrol sindiri dengan teman. Temuan lain di kelas VIII - B, yaitu minimnya siswa yang berani menjawab pertanyaan atau bersedia bertanya dengan suka rela, umumnya siswa harus dipaksa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan upaya perbaikan pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model Meaningful instructional design (MID). Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan mengimplementasikan model Meaningful instructional design (MID) pada materi usaha dan pesawat sederhana. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII - B SMP Negeri 2 Gedeg dengan melibatkan 32 siswa dan peneliti dibantu oleh dua orang kolaborator/observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan mengimplementasikan model Meaningful instructional design (MID) dapatmeningkatkan hasil belajar siswa, pembelajaran berjalan lebih efektif yang ditandaidengan meningkatnya antusias siswa, dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran

    Peningkatan hasil belajar siswa materi kalor melalui penerapan model problem solving

    No full text
     Pelajaran IPA materi kalor merupakan materi yang sangat penting, hal ini dapat dilihat dari aplikasi yang luas dalam kehidupan. Namun, berdasarkan pengalaman peneliti mengajar di SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Mojokerto dapat diketahui bahwa umumnya siswa kurang menyukai terhadap materi tersebut, siswa cenderung bosan terhadap materi tersebut, dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal tidak tercapai. Oleh karenanya, perlu dilakukan inovasi pembelajaran dengan penerapan model problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi kalor melalui penerapan model pembelajaran problem solving. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Mojokerto kelas VII - A semester 2 tahun pelajaran 2018/2019 pada bulan Februari 2019 sampai Maret 2019 dengan melibatkan 34 siswa. Penelitian dilaksanakan melalui 2 siklus dengan masingmasing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya ketuntasan hasil belajar dari 80.59% pada siklus pertama menjadi 86.18%. Selain itu penerapan model pembelajaran problem solving juga dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterlaksanaan RPP dan perilaku ilmiah siswa

    Pemahaman konsep mahasiswa dalam menentukan posisi, jarak tempuh, dan perpindahan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dan mengungkap kesalahan konsep mahasiswa dalam menentukan posisi, jarak tempuh, dan perpindahan pada gerak dua dimensi. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Subjek penelitian ini terdiri atas 50 mahasiswa baru S1 Pendidikan Fisika dan S1 Fisika Univeristas Negeri Malang. Instrumen penelitian terdiri atas 8 soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemahaman konsep mahasiswa terkait posisi, jarak tempuh, dan perpindahan masih tergolong relatif rendah ditunjukkan dengan rata-rata perolehan skor yang hanya mencapai 43,48. Terdapat beberapa kekeliruan mahasiswa dalam menjawab soal, diantaranya: (1) posisi merupakan besaran skalar, (2) perpindahan merupakan besaran skalar, (3) perpindahan merupakan jumlah posisi () setiap waktu, (4) tidak memperhatikan tanda + dan – pada konsep posisi dan perpindahan, dan (5) kesulitan dalam menafsirkan grafik hubungan antara posisi dan waktu

    Penerapan model means end analysis (mea) untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi fluida

    No full text
    Pembelajaran yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidik menerapkan model, metode, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, karakteristis materi pelajaran dan dukungan sarana dan prasarana yang ada. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa guru lebih dominan dalam menerapkan model pembelajaran konvensioanl sehingga ketuntasan secara klasikal pada materi fluida belum tercapai. Oleh karenanya, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Means ends analysis pada materi fluida. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dengan melibatkan 34 siswa kelas X KA 1 SMK Negeri 1 Mojoanyar. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus, masing-masing siklus terdirid dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut berdasarkan indikator sebagai berikut: (1) peningkatan performa guru dalam pembelajaran. Berdasarkan data keterlaksanaan RPP diketahui terdapat peningkatan keterlaksanaan RPP dari 3.08 (baik) menjadi 3.5 (baik) dan prosentase keterlaksanaan mencapai 100% pada kedua siklus, (2) aktivitas siswa menunjukkan pembelajaran berpusat pada siswa dengan prosentase aktivitas mencapai 85.11% pada siklus pertama naik menjadi 95.56% pada siklus kedua, (3) respon siswa pada kedua siklus adalah positif. (4) hasil belajar menunjukkan peningkatan dari 67.65% pada pra siklus menjadi 79.41% pada siklus pertama dan menjadi 91.18% pada siklus kedua. Hal ini menunjukkan ketuntasan hasil belajar secara klasikal tercapai pada siklus kedua.

    Karakteristik Keterampilan Komunikasi Lisan Calon Guru Fisika Pada Mata Kuliah Fisika SMP

    No full text
    Guru merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam proses pendidikan. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru adalah keterampilan menjelaskan. Dalam keterampilan menjelaskan terdapat komponen menyajikan, Dalam menyajikan informasi atau materi pelajaran mencakup penggunaan intonasi, memberikan definisi yang tepat untuk istilahistilah tertentu, dan menggunakan ilustrasi atau contoh. Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang karakteristik komunikasi lisan calon guru fisika, Kegiatan yang dilakukan adalah peneliti dan guru mengobservasi mahasiswa calon guru fisika STKIP Al Hikmah pada saat praktek mengajar di SMP. Berdasarkan hasil observasi, keterampilan komunikasi lisan calon guru fisika adalah baik.

    161

    full texts

    218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇