OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI KEMANDIRIAN PADA MATERI POLA BILANGAN
Kualitas generasi abad 21 ditentukan dari cara berpikir, cara untuk bekerja, alat untuk bekerja, dan cara untuk hidup. Salah satu aspek dari cara bepikir adalah pemecahan masalah yang dapat diupayakan dengan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai yaitu Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan PBL terintegrasi nilai kemandirian pada materi pola bilangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed-methods dengan desain konvergen. Subjek penelitian ini adalah 18 peserta didik kelas VIII SMP Al-Maahira IIBS Malang. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi keterlaksanaan PBL, angket respon peserta didik terhadap kemandirian, dan tes hasil belajar. Hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata penerapan PBL terintegrasi nilai kemandirian terlaksana dengan sangat baik, dengan nilai rata-rata observasi mencapai 100%. Selain itu, hasil angket kemandirian peserta didik dalam memecahkan masalah matematika menunjukan bahwa rata-rata tingkat kemandirian peserta didik dalam semua aspek sebesar 64,13%. Hal ini menunjukkan pembelajaran ini dapat menunjang kemandirian peserta didik. Dalam tes hasil belajar peserta didik, sebanyak 4 dari 18 peserta didik memperoleh skor 100, 13 dari 18 peserta didik memperoleh skor 98, dan 1 dari 18 peserta didik memperoleh skor 95. Hal ini menunjukkan bahwa semua peserta didik memiliki nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning terintegrasi nilai kemandirian pada materi pola bilangan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik dan pemahaman konsep pola bilangan
POTRET HASIL TEKNIK MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX A MTs DARRUSALAM PASURUAN
Mind mapping membantu memvisualisasikan hubungan antara berbagai aspek cerita, seperti karakter, alur, tema, dan setting, sehingga mempermudah siswa dalam merencanakan dan menulis cerpen secara lebih terstruktur. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan hasil pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai implementasi teknik mind mapping dalam pembelajaran menulis cerpen kelas IX A di MTs Darrussalam Pasuruan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudiaan akan di analisis dengan mengunakan teknik analsis berupa kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verisikasi. Keabsahand data pada penelitian ini berupa triangulasi teori dan triangulasi metode. data penelitian ini berupa aktivitas pembelajaran di kelas IX A dan hasil belajar siswa berupa mind mapping dan teks cerpen yang telah ditulis oleh siswa. Dari hasil pembelajaran siswa menunjukkan bahwa siswa memahami konsep dasar mind mapping, dan masih perlu untuk pengembangkan dalam penerapan cabang utama, kata kuci dan sub-cabang untuk memperkaya dan memperluas ide-ide mereka. Namun demikian, penggunaan mind mapping terbukti dapat membantu siswa dalam menulis cerpen, kerena siswa dapat mengorganisir ide dan alur cerpen dengan terstruktur dan baik
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam materi menulis teks prosedur kelas VII MTs Darussalam Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa kelas VII MTs Darussalam kejapanan Gempol Pasuruan.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif.Data penelitian ini diperoleh dari teks prosedur siswa kelas VII MTs Darussalam Gempol Pasuruan, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi . Hasil penelitian ini (1) Bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sangat menarik bagi siswa kelas VII MTs Darussalam .(2) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini juga bisa membantu siswa mengerjakan tugas dalam satu kelompok dengan mudah dan saling berkerja sama.(3) Dan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini juga sangat membantu membentuk suatu kelompok untuk mengerjakan tugas secara bersama dan saling kerja sama dan saling memberi ide yang bagus ,dan membantu siswa dalam menulis teks prosedur secara berkelompok
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDN 2 KEPUHARJO MALANG MELALUI PENGGUNAAN ICE BREAKING
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan wali Kelas, kelas III SDN 2 Kepuharjo Malang, minat belajar IPA siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran guru yang belum bervariasi dan sebagian besar hanya memberikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas III SDN 2 Kepuharjo Malang melalui ice breaking.Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Kepuharjo Malang dengan melibatkan 20 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar angket dan lembar observasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa meningkat setelah diterapkan pembelajaran ice breaking. Hasil tersebut dibuktikan melalui nilai rata-rata siswa 78% , dengan skor diatas 70 adalah sebanyak 19 dari 20 siswa dengan persentase 96%. Hasil ini sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar IPA siswa kelas III SDN 2 Kepuharjo dapat meningkat melalui penggunaan ice breaking.
Penggunaan Media Gambar Tempel untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Penjumlahan Matematika Siswa Kelas I SD
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas dan observasi di Kelas I SDN Tasikmadu 1 Malang, motivasi belajar siswa belum baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas I SDN Tasikmadu 1 Malang melalui media gambar tempel. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis & McTaggart dengan prosedur empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilakukan di SDN Tasikmadu 1 dengan melibatkan peserta didik Kelas I A dengan jumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap guru, observasi pembelajaran, dan angket sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi pembelajaran, dan lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian Siklus 1 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa yang semula kurang dari 70% menjadi 92%. Peningkatan tersebut terjadi setelah diterapkan media gambar tempel pada pembelajaran Matematika materi penjumlahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa Kelas I SDN Tasikmadu 1 dapat ditingkatkan melalui media pembelajaran gambar tempel pada mata pelajaran Matematika.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS VI SD NEGERI TASIKMADU 1 MALANG MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO
Era digital adalah periode dimana kemajuan teknologi terjadi secara global. Sebagai generasi masa kini, rasanya tidak lengkap jika kita hanya belajar melalui penjelasan guru tanpa dapat menyaksikan secara visual apa yang sedang berkembang di dunia luar yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Salah satu penerapan teknologi dalam bidang pendidikan adalah penggunaan media video sebagai alat bantu pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri Tasikmadu 1 Malang, Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) menunjukkan bahwa 56% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Siswa terlihat kurang aktif dan guru belum menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri Tasikmadu 1 Malang menggunakan media pembelajaran video. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model spiral Kemmis dan McTaggart. Proses ini menggunakan siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri Tasikmadu 1 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan empat metode yaitu, studi dokumen, observasi, tes, dan kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman studi dokumen, lembar observasi, lembar tes, dan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari satu siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkannya pembelajaran IPAS menggunakan media pembelajaran video.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SD AL-FURQON 2
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas I SD Al-Furqon 2 Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan desain model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas I SD Al-Furqon 2 tahun pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes unjuk kerja. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan, soal tes unjuk kerja, dan lembar penilaian membaca. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SD Al-Furqon 2. Peningkatan keterampilan membaca permulaan dapat dilihat dari nilai rata-rata sebelum diberi tindakan sebesar 59,7%, yang termasuk dalam kategori cukup; kemudian meningkat pada siklus I menjadi 71,3%, yang termasuk dalam kategori baik; kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 90,7%, yang termasuk dalam kategori baik sekali
IMPLEMENTASI TEORI BRUNER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PADA TOPIK BILANGAN
Implementasi teori Bruner pada pembelajaran bilangan pecahan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan mengimplementasikan teori Bruner pada topik bilangan pecahan. Kemampuan komunikasi yang dimaksud adalah kemampuan komunikasi matematis tulis. Komunikasi matematis tulis adalah proses berbagi ide dan pemahaman matematika dalam bentuk tulisan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan mixed-method dengan convergent design. Subjek penelitian ini yaitu 15 peserta didik kelas VII SMP Al-Maahira IIBS Malang. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi dan test. Instrumen penelitian ini yaitu lembar observasi dan lembar test yang telah divalidasi oleh 3 validator. Lembar test dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu pre-test dan post-test. Pembelajaran diobservasi oleh 3 orang pengamat untuk mendapatkan data tentang aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran. Hasil pengamatan observasi menunjukkan tahapan pembelajaran terlaksana sebesar 94,59 %. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan sebesar 7,26%. Meskipun demikian tidak ada siswa yang melampaui KTTP. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya ketelitian peserta didik pada materi konsep pecahan. Hasil post-test menunjukkan 4 dari 15 peserta didik berhasil menjawab salah satu dari 3 soal enaktif. Pada tahapan ikonik, 7 dari 15 peserta didik berhasil menjawab salah satu dari 3 soal ikonik. Sedangkan pada tahapan simbolik 2 dari 15 peserta didik berhasil menjawab semua soal tahapan simbolik. Adapun kesulitan yang dialami peserta didik yaitu kurangnya ketelitian dan waktu dalam mengerjakannya. Dapat disimpulkan pengimplementasian teori bruner dapat meningkatkan komunikasi matematis tulis peserta didik
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII MTS DARUSSALAM PASURUAN
Keterampilan menulis sangat penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi banyak siswa kesulitan menulis cerita fantasi yang kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita fantasi di kelas VII B MTs Darussalam Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Kemudian, untuk teknik penjamin keabsahan data penelitian ini, ialah triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi yang telah dilakukan oleh guru telah sesuai dengan teori yang berlaku, yakni tentang langkah-langkah penggunaan media audio visual oleh Ramli (2012)
PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD TERHADAP PENERAPAN TEORI BRUNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD
Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa untuk membantu mereka memahami konsep abstrak secara bertahap. Teori Bruner menjadi salah satu landasan penting dalam pembelajaran ini karena menekankan tiga tahapan representasi, yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik (Pramudita et al., 2019). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon pendidik perlu memahami teori ini agar mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa PGSD tentang teori Bruner, mencakup aspek konsep dasar, tahapan pembelajaran, dan aplikasinya dalam pembelajaran matematika SD. Data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam untuk mengeksplorasi sejauh mana mahasiswa dapat menjelaskan teori Bruner dan mengimplementasikannya dalam desain pembelajaran seperti modul, media pembelajaran, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap teori Bruner cenderung cukup baik dalam aspek teoritis, namun masih membutuhkan pendalaman dalam penerapan praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan kurikulum PGSD untuk mempersiapkan calon guru yang kompeten dalam menerapkan teori Bruner, sehingga mendukung pembelajaran matematika yang efektif dan bermakna di sekolah dasar.