OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SD MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI BERBASIS AUGMENTED REALITY
Hasil observasi di Kelas VI SD Negeri Tasikmadu 1 menunjukkan bahwa siswa kurang berpartisipasi aktif dan kurang antusias dengan media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan wali kelas yang mengemukakan bahwa para siswa sudah terbiasa dengan media berbasis teknologi. Akan tetapi, media tersebut tidak secara aktif melibatkan para siswa dalam penggunaannya. Hasil belajar siswa juga masih rendah yang dibuktikan dengan total nilai IPA dengan rata-rata 71, dengan persentase hanya 58% siswa mencapai nilai lebih dari 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA khususnya muatan IPA melalui penerapan media pembelajaran tiga dimensi berbasis augmented reality (AR). Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilakukan melalui siklus dengan tiga tahap yaitu perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tasikmadu 1 dengan melibatkan 28 siswa Kelas VI sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa studi dokumen, observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar studi dokumen, lembar observasi, pedoman wawancara, dan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui penggunaan media pembelajaran AR. Hasil tersebut dibuktikan dengan 80% siswa mendapat nilai di atas 75 pada akhir Siklus 1. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui penggunaan media pembelajaran AR
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI SISWA KELAS V SDN KAMPAK 3 BANGKALAN MELALUI PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, diketahui bahwa nilai Bahasa Indonesia siswa Kelas V SDN Kampak 3 Bangkalan belum semuanya mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa perlu ditingkatkan agar siswa mampu mencapai KKTP yang telah ditetapkan oleh sekolah terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pendekatan Experiential Learning. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SDN Kampak 3 Bangkalan dengan melibatkan 23 siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian dilakukan di akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar tes dan lembar observasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penelitian pertama kemampuan menulis siswa masih kurang dilihat dari pemilihan kata yang belum tepat dan alur yang belum runtut. Kemudian pada pertemuan kedua peneliti mencoba menjelaskan lebih dalam pendekatan Experiential Learning dan membantu siswa memahami langkah-langkah membuat karangan narasi. Sehingga pada pertemuan ini diperoleh hasil yang baik dibandingkan pertemuan pertama, dengan persentase >75%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis narasi siswa Kelas V SDN Kampak 3 Bangkalan dapat meningkat melalui penerapan pendekatan Experiential Learning pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN 2 KEPUHARJO MALANG MELALUI TEORI BELAJAR BRUNER
Penelitian di SDN 2 Kepuharjo Malang menunjukkan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas II, dengan nilai rata-rata pra-siklus sebesar 66,73, berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan teori belajar Bruner menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam satu siklus. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan melibatkan 23 siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes hasil belajar, dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada pertemuan pertama, pembelajaran berfokus pada penyampaian materi, dengan hasil observasi rata-rata 1,35, menunjukkan pembelajaran berjalan cukup baik meskipun terdapat kekurangan, seperti langkah modul yang tidak sepenuhnya dipraktikkan dan kurangnya penguasaan guru terhadap kelas. Tahapan refleksi dilakukan untuk menyusun perbaikan. Pada pertemuan kedua, tes hasil belajar menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 90,52, dan hasil observasi meningkat menjadi 1,65. Penerapan teori belajar Bruner terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 2 Kepuharjo Malang, ditandai dengan peningkatan nilai tes dan kualitas pembelajaran
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SDN TASIKMADU 1 LOWOKWARU MALANG
Pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa penting untuk meningkatkan hasil belajar. Namun, hasil belajar siswa kelas IV SDN Tasikmadu 1 Lowokwaru Malang masih rendah, dengan 40% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) akibat dominasi metode pembelajaran konvensional dan minimnya partisipasi siswa. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi efektivitas penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SDN Tasikmadu 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan empat siklus: perencanaan, pengamatan, tindakan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tasikmadu 1 Kecamatan Lowokwaru Malang. Penelitian ini diakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan dengan menerapkan pembelajaran CTL terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 72,73%, dan pada siklus II, persentase tersebut terus meningkat menjadi 86,36%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN Tasikmadu 1 Lowokwaru Malang secara efekti
MEMBANGUN NILAI KARAKTER RELIGIUS SISWA DI KELAS 5 SD IT RABBANI BONE
The urgency of instilling religious character has become increasingly critical due to the moral decline observed among Indonesia's younger generation, including disobedience to religious teachings, dishonesty, and a lack of respect for others, including teachers. Religious character is expected to provide a solution by shaping students to possess strong and virtuous morals. This study aims to describe the implementation of religious character values at SD IT Rabbani in Bone Regency. Using a qualitative approach with a descriptive method, this research explores the school’s flagship programs in fostering students’ moral character, intelligence, and independence. Data collection techniques involved observation and interviews, validated through triangulation to ensure data accuracy. The results of the study show that SD IT Rabbani successfully integrates religious values through various activities such as tahfidz Al-Qur'an, daily worship habits, and literacy programs. The tahfidz Al-Qur'an program helps students love and memorize the Qur'an using systematic and enjoyable methods. Daily worship habits, such as congregational prayers, daily prayers, dzikir, and Qur'an recitation, foster positive habits, discipline, and spiritual calm among students
Implementasi Metode Resitasi Terhadap Keterampilan Menulis Teks Artikel Ilmiah Populer Siswa VIII MTs Darussalam Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode resitasi dalam pembelajaran keterampilan menulis teks artikel ilmiah populer pada siswa kelas VIII MTs Darussalam Pasuruan serta faktor yang menghambat dan mendukung implementasinya.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan metode resitasi mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa, utamanya jika ada beberapa keterbatasan di kelas, 2) metode resitasi juga mendorong kemandirian siswa dalam belajar dan menyelesaikan tugas, 3) Metode resitasi sebaiknya diaplikasikan dengan metode-metode belajar lainnya agar pembelajaran lebih menarik, seperti demonstrasi dan jigsaw. Faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode ini meliputi: 1) Antusiasme guru, 2) Motivasi siswa, 3) dan dukungan dari lingkungan sekolah yang kondusif. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam pengajaran keterampilan menulis di tingkat SMP/MT
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD AL-FURQON GRESIK
Berdasarkan hasil observasi, hasil belajar siswa Kelas IV SD Al Furqon masih rendah. Penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan metode ceramah yang masih dominan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi bagian-bagian tumbuhan melalui penggunaan media gambar. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan 31 siswa. Prosedur penelitian ini mencakup empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar tes dan lembar observasi aktivitas guru. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan masing-masing 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa pada materi bagian-bagian tumbuhan meningkat melalui penggunaan media gambar. Hasil tersebut merujuk pada hasil tes siswa. Setelah diterapkan pembelajaran IPA menggunakan media gambar pada Siklus I, hasil tes siswa menunjukkan bahwa rata-rata kelas siswa lebih dari 70, kemudian meningkat pada Siklus II
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MATERI MENULIS SLOGAN SISWA KELAS VIII A MTS DARUSSALAM PASURUAN TAHUN PELAJARAN 2024-2025
Pembelajaran menulis slogan merupakan pembelajaran yang berpotensi untuk meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi siswa. Peneliti akan mengacu pada teori belajar, apa yang diajarkan saat pembelajaran berlangsung berdasarkan kompetensi dan kompetensi dasar , strategi, metode, dan ketepatan media yang digunakan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran materi menulis slogan melalui penggunaan metode berbasis proyek pada siswa kelas VIII A MTs Darussalam Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis slogan dan difokuskan pada perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi aktivitas guru beserta siswa, wawancara, dokumentasi berupa video rekaman, foto dan Wawancara. Teknik analisis data penelitian ini yaitu: kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi metode. Temuan-temuan dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru, pelaksanaan pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pada pelaksanaan pembelajaran, guru menggunakan metode berbasis proyek, diskusi, tanya jawab dan penugasan. Penilaian yang digunakan dalam pembelajaran menulis slogan yakni teknik penugasan dalam bentuk projek.
Implementasi Media Audio Visual untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita Dongeng Kelas V SDN I Ngijo
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas, siswa Kelas V SDN 1 Ngijo Malang masih mengalami kesulitan dalam menyimak cerita dongeng, siswa juga bosan dan kurang antusias, sehingga hasil belajarnya kurang. Padahal, harapannya siswa mampu menguasai keterampilan menyimak sesuai standar yang ditetapkan oleh sekolah. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut, maka keterampilan menyimak siswa perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita dongeng siswa Kelas V SDN 1 Ngijo Malang melalui media audio visual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan prosedur empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SDN 1 Ngijo dengan melibatkan 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan tes, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan masing-masing siklus 2 pertemuan. Hasil tes pada Siklus I pertemuan 1 menunjukkan bahwa semua siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), kemudian pada pertemuan kedua terdapat perbaikan. Di akhir Siklus I, siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 68%. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pada Siklus II, hasil tes siswa menunjukkan bahwa 96% siswa pada pertemuan 1 & 2 telah mencapai KKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi media audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa SDN 1 Ngijo
PENGGUNAAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN NGIJO 1 MALANG
Hasil tes pra siklus di Kelas IV SDN Ngijo 1 Malang pada mata pelajaran IPA Bab Energi dan Perubahannya menunjukkan bahwa 74% siswa sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Namun, hasil tersebut belum sesuai dengan target minimal ketuntasan belajar siswa sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ngijo 1 Malang pada mata pelajaran IPA. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi berupa penerapan model pembelajaran Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain PTK model Kemmis & MC Taggart dengan empat prosedur tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SDN Ngijo 1 Malang dengan 27 siswa Kelas IV C sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan Discovery Learning dalam pembelajaran IPA, terdapat 81% siswa yang telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa Kelas IV SDN Ngijo 1 Malang