OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
    218 research outputs found

    PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA CALON GURU PADA MATERI IPA

    Get PDF
    Keterampilan berpikir kritis memegang peranan yang fundamental bagi mahasiswa calon guru dalam menghadapi kompleksitas pendidikan abad ke-21. Keterampilan berpikir kritis calon guru membekali mereka dengan kemampuan untuk memilah informasi yang kredibel, mengidentifikasi bias, dan membangun argumen yang logis, sehingga mereka dapat membimbing siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri dan reflektif. Oleh sebab itu, penting perlunya untuk memetakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Keterampilan berpikir kritis diukur dengan bentuk instrumen tes. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa diidentifikasi dengan lima indikator yaitu 5 indikator yaitu klarifikasi dasar, interpretasi, eksplanasi, analisis, menyimpulkan. hasil penelitian menunjukkan Keterampilan berpikir krtitis mahasiswa calon guru telah mencapai kategori sangat baik, baik, dan cukup. Kriteria yang paling dominan adalah dalam kategori baik, hal ini memiliki implikasi pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru dam proses pembelajara

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI PENDEKATAN PROSES PADA SISWA KELAS IX B MTS DARUSSALAM PASURUAN

    Get PDF
    Keterampilan menulis cerita pendek (cerpen) ialah keterampilan yang penting dimiliki oleh siswa, sebab menulis cerpen merupakan salah satu materi yang harus dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia serta dapat meningkatkan kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini ialah untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas IX B MTs Darussalam Pasuruan dengan menerapkan pendekatan proses. Pendekatan proses dalam pembelajaran menulis cerpen terdiri atas 5 tahap, yakni pramenulis, penyusunan draf tulisan (drafting), perbaikan (revising), penyuntingan (editing), dan pemublikasian (publishing). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas IX B MTs Darussalam Pasuruan yang diposisikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes menulis cerpen, observasi, dan pembagian angket kepada siswa. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX B MTs Darussalam Pasuruan. Rincinya, hasil tes keterampilan menulis cerpen siswa pada tahap prasiklus ditemukan lebih dari 50% nilai menulis cerpen siswa masih berada di bawah KKM 77. Rata-rata nilai prasiklus siswa 68,25 dengan persentase ketuntasan 21% meningkat pada siklus I menjadi 78,46 dengan persentase ketuntasan 63% dan pada siklus II menjadi 82,75 dengan persentase ketuntasan 88%. Merujuk pada hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan proses dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas IX B MTs Darussalam Pasuruan

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS III SDN 1 NGIJO MALANG

    Get PDF
    Berdasarkan pengambilan nilai dan hasil wawancara dengan guru kelas III A SD Negeri 1 Ngijo Malang, pada kondisi awal ditemukan bahwa 58% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa cukup kesulitan dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri I Ngijo melalui penggunaan media video. Desain penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral oleh Kemmis dan MC Taggart dengan empat prosedur yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 19 siswa sebagai responden. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, dan daftar pertanyaan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan media pembelajaran video di Kelas III SD Negeri 1 Ngijo Malang. Pada Siklus I, setelah diterapkan media pembelajaran video, terdapat 68% siswa yang mencapai KKM. Hasil tersebut kemudian meningkat pada Siklus II yang menunjukkan bahwa terdapat  84% siswa yang sudah melampaui batas KKM. Selain hasil belajar, ditemukan pula peningkatan keaktifan siswa. Pada kondisi awal, terdapat 70% siswa dengan keaktifan rendah. Pada siklus I, keaktifan siswa mulai meningkat, siswa dengan keaktifan rendah menurun hanya sebesar 36% . Pada siklus II, hampir semua siswa terlihat aktif dan hanya 8% saja yang kurang aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    Classroom Interaction analysis by using SETT (Self Evaluation Teacher Talk)

    Get PDF
    Effective classroom interaction plays a crucial role in facilitating language learning by balancing teacher control and student participation. One widely recognized framework for analyzing teacher talk is Steve Walsh’s Self-Evaluation of Teacher Talk (SETT) framework. Overall, the teacher’s talk aligns well with SETT principles, ensuring clear structure, active participation, and balanced focus on meaning and form. The integration of cultural and religious elements contributes to a comfortable learning atmosphere, while the scaffolded tasks effectively guide students through language use. By increasing student-led interaction, early target language use, and critical thinking opportunities, the lesson could become even more effective in fostering learner independence and communicativ

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 TASIKMADU

    Get PDF
    Hasil wawancara dengan wali kelas dan pengamatan di kelas menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu berbicara dengan jelas, cenderung menggunakan kalimat pendek yang kurang tersusun, serta kesulitan merangkai kalimat panjang dengan tata bahasa tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara siswa dalam Bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri 2 Tasikmadu, Malang. Desain penelitian menggunakan eksperimen One Group Pretest-Posttest dengan 23 siswa sebagai responden.Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Pretest adalah 51, sedangkan setelah diberikan perlakuan (treatment), nilai rata-rata Posttest meningkat menjadi 74,69. Uji normalitas menunjukkan bahwa data memiliki nilai signifikansi sebesar 0,814 (> 0,05), sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Selanjutnya, uji homogenitas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,382 (> 0,05), yang mengindikasikan bahwa distribusi data bersifat homogen. Pada tahap akhir, uji t dilakukan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara Pretest dan Posttest. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa

    UPAYA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA MELALUI MEDIA BUKU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KEPUHARJO

    Get PDF
    Minat membaca memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan siswa. Namun, siswa kelas IV SDN 2 Kepuharjo masih menunjukkan minat membaca yang rendah, yang disebabkan oleh kurangnya keinginan siswa dan terbatasnya fasilitas buku bacaan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa melalui kegiatan membaca buku bergambar di kelas IV SDN 2 Kepuharjo. Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan buku yang sesuai dengan minat siswa agar mereka terbiasa membaca dan merasa senang. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari tiga tahap siklus: perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Penelitian dilakukan di kelas IV SDN 2 Kepuharjo dengan 28 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara, dengan instrumen berupa lembar kuesioner, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian Siklus I menunjukkan adanya peningkatan minat membaca siswa, yang semula 57.77% menjadi 85.71%. Peningkatan ini terjadi setelah diterapkannya media buku bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media buku bergambar dapat meningkatkan minat membaca siswa kelas IV SDN 2 Kepuharjo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS V

    Get PDF
    Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Keterampilan berbicara yang baik, tidak hanya mendukung siswa dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran secara efektif, tetapi juga memperkuat kemampuan sosial dan akademik mereka. Namun, fakta yang terjadi di Kelas V SDN 2 Kepuharjo Malang menunjukkan bahwa 70% siswa masih belum memiliki keterampilan berbicara yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa Kelas V SDN 2 Kepuharjo Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart, yang melibatkan beberapa siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Kepuharjo Malang dengan jumlah 29 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian unjuk kerja, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan keterampilan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata  kemampuan berbicara siswa dari Pra siklus hingga siklus pertama  Siswa menjadi lebih aktif dalam diskusi, mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta menggunakan kosakata yang lebih variatif. Kesimpulannya, penggunaan model TGT efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 2 Kepuharjo Malang, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia

    Penerapan Meaningful Learning Berintegrasi Nilai Islam Pada Materi Bilangan Bulat

    Get PDF
    Model pembelajaran bermakna (meaningful learning), seperti yang dijelaskan oleh David Ausubel, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dengan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran juga dapat memperkuat kecakapan kognitif, spiritual, dan sosial siswa, serta menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan penerapan meaningful learning, hasil belajar peserta didik, dan mendeskripsikan nilai keislaman yang dirasakan peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Al-Maahira dengan 20 peserta didik berpengetahuan heterogen dan menggunakan jenis penelitian mixed-method. Teknik pengambilan data penelitian ini berupa observasi, tes, dan angket. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi, lembar tes, dan lembar angket yang telah divalidasi oleh 3 validator. Pembelajaran ini diobservasi oleh 3 orang pengamat. Hasil penelitian menunjukkan 86% keterlaksanaan pembelajaran. Hasil tes menunjukkan 90% peserta didik tuntas dalam pembelajaran operasi perkalian bilangan bulat. Hasil dari lembar angket peserta didik menunjukkan 80% peserta didik merasakan adanya nilai aqidah yang terdapat ketika pembelajaran, 90% peserta didik merasakan adanya nilai syari’ah yang terdapat ketika pembelajaran, dan 90% dari peserta didik merasakan adanya nilai akhlak yang terdapat ketika pembelajaran

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN KONKRET PADA SISWA KELAS II SD ISLAM KHARISMA

    Get PDF
    Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti di SD Islam Kharisma, hasil belajar Matematika siswa Kelas II B belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa Kelas II SD Islam Kharisma menggunakan media pembelajaran konkret. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & Taggart yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas II SD Islam Kharisma. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan tes sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari satu siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan pembelajaran Matematika menggunakan media pembelajaran konkret. Hasil tersebut dibuktikan dengan 78% siswa telah mencapai KKTP dengan rata-rata nilai 78,33. Dengan demikian, hasil belajar Matematika siswa Kelas II SD Islam Kharisma meningkat melalui penerapan media pembelajaran konkret.

    PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS II MI ISLAMIYAH

    Get PDF
    Tujuan dalam penelitian ini adalah guna mengenali serta mendeskripsikan pembelajaran dengan memanfaatkan media gambar yang bisa menambah hasil belajar materi simbol-simbol sila pancasila di MI Islamiyah Jeruk Lakarsantri Surabaya. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas II MI Islamiyah Jeruk Lakarsantri Surabaya dengan jumlah siswa yaitu 28 siswa, dimana terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan aturan pelaksanaan tindakan yaitu dilaksanakannya 2 siklus dalam penelitian. Pada pelaksanaan siklus pertama dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yaitu 2x35 menit dengan materi simbol dan sila-sila Pancasila menggunakan media pembelajaran gambar. nilai Standar Ketuntasan Minimum yang mesti dipenuhi siswa wajib mendapatkan nilai≥ 75 yang ditetapkan di MI Islamiyah Jeruk Lakarsantri Surabaya. Pada siklus 1 dari 28 siswa kelas 2 cuma 12 yang tuntas belajar serta 16 siswa belum tuntas, sehingga pengamat mengadakan siklus 2 guna bisa menyudahi materi serta meraih nilai KKM yang sudah ditetapkan. Pada siklus 1 menampilkan kenaikan rata- rata hasil belajar siswa secara individual dari 72 dengan persentase ketuntasan 53%. Nilai rata- rata siswa naik pada siklus ini, siswa tampak bersemangat serta tertarik dengan media pembelajaran gambar yang digunakan. Pada siklus 2 menampilkan kenaikan skor rata-rata hasil belajar siswa 92 dengan kenaikan persentase ketuntasan siswa pada siklus 2 jadi 85% serta terhitung dalam kriteria ketuntasan siswa sangat baik serta baik dan dinyatakan sukses

    161

    full texts

    218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇