OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS PADA TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X TE 3 SMKN 1 BANGIL PASURUAN
Penyebab utama dari kesalahan bahasa adalah kurangnya memahami penggunaan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan dan menjelaskan kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dalam karya menulis teks biografi siswa kelas X TE 3 SMKN 1 Bangil Pasuruan. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang meliputi studi dokumen kemudian akan dianalisis menggunakan teknik analisis data dalam penelitian kualitatif deskriptif, ada tiga yang Pertama, reduksi data, Kedua, penyajian data dan Ketiga, penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan penelitian ini ialah triangulasi teknik, data yang digunakan penelitian ini berupa karya tulis siswa pada teks biografi. Hasil Penelitian ini yang mengenai kesalahan berbahasa tataran sintaksis karya teks biografi siswa kelas X TE 3 SMKN 1 Bangil dapat dibagi menjadi dua bidang, yang pertama bidang frasa dan kedua bidang kalimat. Masing-masing bidang ada kesalahan sebagai berikut: bidang frasa ada Unsur berlebihan/mubazir, penjamakan ganda, penggunaan superlatif berlebihan, bentuk preposisi yang tidak tepat, dan bentuk susunan kata yang tidak tepat. Sedangkan dibidang kalimat: Kalimat tanpa subjek, kalimat tanpa predikat, kalimat ambigu, kalimat tanpa subjek dan predikat, kalimat tidak logis, penggandaan subjek, penggunaan konjungsi berlebihan, urutan tidak pararel, penggunaan istilah asing, dan penghilangan konjungsi
PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS III SDI AL-ILLIYIN GRESIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami isi cerita. Oleh karena itu, perlu dicari solusi agar masalah dapat teratasi yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran Quantum Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Quantum Learning. Penerapan Quantum Learning diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterampilan membaca cerita dan dapat meningkatkan hasil belajar sesuai dengan nilai standar KKM di Kelas III SDI Al-Illiyin. Metode penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini yaitu siswa Kelas III SDI Al-Illiyin Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik membaca, wawancara, dan observasi dengan instrumen lembar tes praktik membaca, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dua pertemuan. Namun sebelumnya peneliti menggunakan pra tindakan untuk mengetahui kemampuan siswa. Pada pra tindakan peneliti mendapatkan nilai persentase kelas 10 %, dengan nilai rata rata kelas 59,4.. Pada Siklus I hasil tes praktik keterampilan membaca siswa mengalami peningkatan. Begitu pula Siklus II juga mengalami peningkatan. hal ini terbukti pada siklus I menjadi 40% dengan rata rata kelas 64,6 dan pada siklus II meningkat menjadi 80% dengan nilai rata - rata kelas 75,4. Dengan demikian pada siklus II sudah memperoleh hasil persentase di atas ketentuan indikator capaian yang dinyatakan berhasil. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan metode pembelajaran quantum learning berbantuan buku cerita bergambar bisa meningkatkan keterampilan membaca siswa SDI Al Illiyin kelas III
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS III SD AL-FURQON 1
Kemampuan membaca sangat penting diajarkan untuk siswa SD. Namun, 40% siswa Kelas III SD Al-Furqon 1 Driyorejo Gresik belum memiliki kemampuan membaca yang baik. Pada kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia materi cerita anak aspek membaca pemahaman, guru juga masih menggunakan media teks bacaan sebagai satu-satunya acuan yang digunakan. Adapun solusi yang dapat meningkatkan keterampilan membaca yaitu dengan menggunakan media komik dalam pembelajaran membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman melalui media komik pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III SD Al-Furqon 1 Kota Baru Driyorejo Gresik. Desain penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap, yaitu rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan kuesioner dengan instrumen lembar tes, lembar observasi, dan lembar kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus menggunakan media komik pada pembelajaran bahasa indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari 65,38% pada siklus I menjadi 88,46%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa Kelas III SD Al-Furqon 1 Driyorejo Gresik
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS III SD AL-FURQON 2 GRESIK
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, hasil belajar siswa Kelas III SD Al Furqon Gresik masih rendah karena masih banyak yang di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Guru juga masih dominan menggunakan metode ceramah dan hanya menggunakan buku pelajaran dalam menyampaikan materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA menggunakan media pembelajaran gambar pada siswa Kelas III SD Al-Furqon 2 Driyorejo Gresik. Nilai siswa harus sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 85. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas III SD Al-Furqon 2 Wedoroanom Driyorejo yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes dan angket. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas III SD Al-Furqon 2 Driyorejo Gresik. Hal ini dapat dilihat dari setiap siklusnya. Pada Siklus I, siswa yang telah mencapai KKM sebesar 65%. Karena belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian, maka dilanjutkan pada Siklus II. Pada Siklus II, terdapat peningkatan yaitu menjadi 82% Dengan demikian, media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa
KRUSIALNYA PERAN ORANG TUA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK
Motivasi belajar merupakan salah satu hal penting dalam mendukung diperolehnya pengetahuan pada anak. Motivasi belajar akan memberikan dampak langsung bagi anak terutama pada hasil belajarnya. Rendahnya motivasi belajar anak merupakan salah satu wujud hambatan ketercapaian suatu tujuan pendidikan. Orang tua merupakan orang pertama dan terpenting dalam proses pendidikan anaknya, secara tidak langsung orang tua merupakan pendidik anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab yang sangat besar dalam pengembangan kepribadian, pengembangan keterampilan dan kelengkapan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran orang tua meningkatkan motivasi belajar anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dengan observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian pada orang tua anak yang menyebabkan kurangnya peran dalam memotivasi anak dalam belajar karena kurangnya waktu yang dimiliki dan pemahaman materi pelajaran yang masih belum maksimal. Orang tua disarankan melakukan beberapa hal dalam memotivasi untuk meningkatkan hasil belajar anak seperti menyediakan waktu luang untuk dapat berkomunikasi dengan anak
Students’ Motivation In Speaking English Using Tiktok
At present, technology is rapidly advancing, which is undoubtedly a positive development that we should harness. Social media is one of the outcomes of this technological progress. Nowadays, the use of social media goes beyond being merely a means of communication; it has been utilized in various sectors such as the economy, religion, tourism, and education. One of the relatively recent additions to the realm of social media is TikTok. This research aims to explore how students are motivated in learning speaking skills using TikTok. A qualitative descriptive approach was chosen for this study. A motivation questionnaire was employed to identify the motivational aspects that emerge, as well as the TikTok features that contribute to speaking skill acquisition. Additionally, semi-structured interviews were conducted to gain deeper insights. This research involved a class at SMA N Jatirogo. The findings of this study indicate that TikTok has a positive impact on enhancing student motivation. Motivation is evident in various aspects, such as enjoyment, challenges, increased curiosity, and more. However, there are still some aspects that need further optimization and improvement in using TikTok for speaking skill development, including monitoring TikTok usage and certain social aspects that may not be as impactful as desired. This research can be valuable for prospective teachers and educators who intend to use TikTok as a tool for teaching the English languag
The Initiation-Response-Feedback (IRF) Model and Repair Strategies in Classroom Interaction
Effective teacher-student interaction is fundamental to language learning, particularly in English as a Foreign Language (EFL) classrooms. One prominent framework for analyzing classroom discourse is the Initiation-Response-Feedback (IRF) model, which highlights the structured nature of teacher-led interactions A summary of a review of foreign language learning for elementary school students regarding recognizing the names of fruits and constructing sentences with the names of these fruits is a good start to learning a foreign language, where students are given a lot of vocabulary as initial capital for them to compose sentences and speak, while the role of the teacher Here, apart from being a material provider, the teacher also becomes a judge who is able to reflect on what students do and provide feedback that builds students to learn English bette
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BANGUN DATAR SISWA KELAS I MI
Berdasarkan hasil wawancara dengan wali Kelas I MI Ma’arif Penanggungan Malang, siswa senang dengan pelajaran Matematika. Namun, berdasarkan hasil tes, siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dikarenakan kesulitan dalam membaca sehingga siswa kesulitan dalam mengerjakan tes yang berupa teks. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas I MI Ma’arif Penanggungan melalui penerapan benda konkret pada pembelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dengan empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di MI Ma’arif Penanggungan dengan melibatkan Siswa Kelas I sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, tes, dan observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar wawancara, lembar tes, dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan media pembelajaran benda konkret. Pada Siklus I, media pembelajaran benda konkret diterapkan pada pembelajaran Matematika dengan materi pengenalan bangun datar dan mengidentifikasi bangun datar. Setelah diberikan tes, semua siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata 87. Untuk memastikan peningkatannya konsisten, penelitian dilanjutkan pada Siklus II. Siklus II dilakukan pada pembelajaran Matematika dengan materi menggambar bangun datar sederhana dan menghitung jumlah sisi serta sudut bangun datar. Hasil tes Siklus II menunjukkan bahwa semua siswa juga telah mencapai KKM dengan rata-rata yang meningkat menjadi 90. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa hasil belajar siswa meningkat melalui penerapan media pembelajaran benda konkret
PENERAPAN MEMBACA DIALOGIS PADA PEMBELAJARAN INTERPRETASI TABEL
Salah satu keterampilan literasi statistik yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan membaca dan interpretasi tabel. Membaca dialogis adalah strategi yang biasanya digunakan untuk membaca teks. Peneliti tertarik menggunakan strategi ini untuk mengajarkan siswa dalam membaca tabel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan ketuntasan hasil belajar siswa pada topik membaca tabel menggunakan strategi membaca dialogis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalalah mixed-method dengan desain konvergen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi dan lembar tes yang telah divalidasi oleh 3 ahli. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Al-Maahira IIBS Malang sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sebesar 76,46% dan terkategori sangat baik. Sebanyak 10 dari 15 siswa tuntas karena memperoleh nilai di atas 80 dengan tingkat ketuntasan sebesar 66,67%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi membaca dialogis dapat diterapkan pada pembelajaran membaca dan interpretasi tabel
PENERAPAN DASA DARMA PRAMUKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SISWA SDN SAWOJAJAR 4
Krisis moral di kalangan generasi muda, seperti kurangnya rasa kepedulian, etika pergaulan, serta sikap tidak jujur dan tidak disiplin, menunjukkan perlunya pendidikan karakter yang lebih kuat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pendidikan Pramuka, yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui penerapan dasa darma sebagai pedoman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter dalam dasa darma yang diterapkan di SDN Sawojajar 4, Kota Malang, serta dampak penerapan sistem reward dalam meningkatkan motivasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasa darma efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral positif seperti kejujuran, gotong royong, disiplin, dan tanggung jawab pada siswa. Sistem reward terbukti mampu memotivasi siswa untuk berperilaku positif sesuai dengan nilai-nilai dasa darma. Hasil ini mendukung teori belajar sosial yang menyatakan bahwa individu cenderung belajar melalui pengamatan dan peniruan model. Kesimpulannya, penerapan dasa darma melalui kegiatan Pramuka memberikan dampak signifikan pada pembentukan karakter siswa, sehingga membantu mengatasi krisis moral generasi muda dan mempersiapkan mereka sebagai pribadi yang berguna bagi masyarakat dan bangsa