OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
KONTROL DIRI DAN KEMATANGAN EMOSI SISWA
Pendidikan pada jenjang SMP mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter dan perkembangan emosi siswa. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kematangan emosi adalah pengendalian diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengendalian diri dengan kematangan emosi siswa kelas VIII SMPN 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian ini adalah korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 TANGGUL tahun ajaran 2023-2024. Instrumen yang digunakan adalah angket pengendalian diri dan kematangan emosi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kematangan emosi dengan pengendalian diri sebesar 3,272505. Sementara itu, r tabel dengan derajat kebebasan (df 108-2 106) pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai t tabel sebesar 1,65936. yang berarti korelasi dalam penelitian tersebut signifika
PENERAPAN PENDEKATAN CRT BERBANTUAN MEDIA GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V
The aim of this research is to improve learning outcomes in the Pancasila Education subject with diversity material in Surabaya at SDN Karah 1/411 Surabaya. This classroom action research was carried out collaboratively and carried out in 2 cycles. The research began by conducting a pre-cycle, namely a diagnostic test of students' initial abilities and identifying material diversity that existed in Surabaya. Next, cycle 1 which includes a) planning which includes preparing teaching modules, teaching materials, observation sheets, LKPD and assessments, b) action, c) observation and d) reflection. The researcher reflects on the activities that have been carried out to determine the weaknesses and strengths in cycle 1 which will be used as reference material to formulate problems that will be corrected in cycle II. The research results show that there is an increase in cognitive learning outcomes in color mixing material. In the classical learning results of cycle 1, the percentage was 61.85%. In cycle II there was an increase, namely by obtaining a percentage of 88.15% above the KKM. Based on the research results, cognitive learning outcomes in diversity material in Surabaya with the help of genially media can be stated to have increase
PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD BERKARAKTER BERBASIS CAI-KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN LAB VIRTUAL
Belakangan ini muncul berbagai fenomena di masyarakat yang mengindikasikan adanya konflik di berbagai kalangan dalam berbagai aspek kehidupan sehingga memberi kesan bangsa Indonesia sedang mengalami krisis etika dan identitas diri.Pendidikan karakter diharapkan menjadi alternatif solusi bagi perbaikan perilaku dan moral.Sementara dari beberapa laporan, siswa Indonesia memandang sulit untuk melakukan kegiatan bermatematika. Salah satu alternatif mengatasi kesulitan tersebut adalah melalui pembelajaran matematika berkarakter berbasis Computer Assisted Instruction (CAI)-Kontekstual menggunakan Lab Virtual dengan cara mengkondisikan siswa belajar secara mengalami sendiri sesuai dengan kehidupan nyata sehari-hari (daily life) bukan menghapal dan siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara mandiri dan kreatif. Untuk hal itu, penulisan makalah ini ditujukan untuk mengembangkan dan mendesain model pembelajaran matematika berkarakter berbasis CAI-Kontekstual menggunakan Lab Virtual sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas karakter dan kemampuan siswa dalam bermatematik. Berdasarkan hasil kajian teori dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa melalui penerapan CAI-Kontekstual menggunakan Lab Virtual dalam pembelajaran matematika berkarakter di SD, diharapkan dapat: (1) mengatasi rendahnya kemampuan berpikir matematik siswa SD, (2) mengurangi kekurang efektifan model pembelajaran yang digunakan guru dalam memaksimalkan potensi yang ada dalam diri siswa SD, (3) meningkatkan pemahaman tentang fakta-fakta yang dipelajari, dan (4) terampil menerapkan matematika dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari, dan (5) meningkatkan kualitas karakter siswa
THE PROFILE OF EFL TEACHERS’ CANDIDATE TPACK IN NEW NORMAL ERA
TPK, and TPACK constructs, which prompted researchers to question the peculiarities of these three TPACK domains. Referring to TPACK's weaknesses in terms of precision and heuristic values, they concluded that TPACK may be theoretically effective but provides limited practical benefits for teachers, researchers, and administrators. The high level of Technological Content Knowledge (TCK) among prospective student teachers in their TPACK profile has significant implications. This indicates that these students possessed a strong understanding of how to effectively integrate ttechnology into their teaching practices, specifically in relation to the content they were teaching
TEACHING REPORT TEXT BY USING SCIENTIFIC APPROACH WITH DISCOVERY LEARNING STRATEGIES
A newly designed curriculum called as K-13 (Curriculum 2013) was officially implemented in the beginning of 2013. A scientific approach becomes the most significant part of it. Some researchers had researched about implementation of scientific approach in the classroom and they found that the implementation is not optimal. There are many teachers who are not able to implement scientific approach perfectly, the teachers use less than five steps that actually must be implemented in the classroom. Most of teachers had difficulty in implementing scientific approach because they have a little knowledge about it
Teacher Feedback And Students’ Participation in Classroom Interaction
This study aims to explore the teacher feedback that use to promote classroom interaction. A descriptive qualitative research approach was utilized, incorporating observations, interviews, and questionnaires for data collection. The participants in this study two English teachers of senior high school. The result revealed that the EFL teacher generally employs evaluative feedback to acknowledge and encourage students, making it the most common sort of verbal feedback in the transcript. This technique promotes a positive learning environment and encourages students to participate in the session actively. To improve the learning experience, teachers should balance the use of evaluative, interactive, and corrective feedback. Increasing interactive feedback by asking open-ended questions and promoting student discussion might help students grasp more deeply. More detailed corrective feedback, as well as opportunities for self- and peer-correction, can increase learners' awareness and accountability. Regular evaluation of feedback practices, as well as incorporating student feedback, helps ensure that the methods utilized fit the different requirements of students
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI MATRIKS DI SMA NEGERI 6 SURABAYA
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Kebutuhan belajar yang beragam disebabkan oleh keberagaman karakteristik peserta didik seperti gaya belajar dan tingkat kemampuan. Kebutuhan belajar peserta didik yang beragam dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil pengamatan dari proses pembelajaran di kelas, guru belum memperhatikan keberagaman kebutuhan belajar yang dimiliki peserta didik sehingga hasil belajar peserta belum mencapai ketuntasan yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar melalui pembelajaran berdiferensiasi pada materi matriks. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari hasil tes esai yang diberikan kepada peserta didik. Hasil penelitian dari penreapan pembelajaran berdiferensiasi menunjukkan peningkatan hasil belajar yang dapat diamati presentase ketuntasan belajar dari kegiatan pra siklus sebesar 18% mengalami peningkatan menjadi 61% pada siklus I, dan meningkat menjadi 97% pada siklus II. Dari hasil peningkatan ketuntasan belajar, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berhasil untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi matriks dari peserta didik kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 6 Surabaya.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Pada Materi Himpunan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar Matematika peserta didik di SMP Negeri 13 Surabaya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di kelas IX-H, menunjukkan bahwa 28,5% peserta didik memiliki minat yang rendah untuk belajar Matematika. Pembelajaran yang hanya berdasarkan buku teks dan hanya monoton berupa rumus saja membuat rendahnya minat peserta didik. Untuk itu, diperlukan sebuah upaya dari guru agar dapat memberikan penampilan pembelajaran lebih menarik sehingga peserta didik dapat bersemangat dalam pembelajaran. Salah satu upaya yaitu menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pembelajaran yang menerapkan kebudayaan sekitar atau kearifan lokal peserta didik akan memberikan gambaran mudah dalam berpikir dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dua siklus. Data terkait minat belajar peserta didik didapatkan dari angket minat belajar. Sedangkan hasil belajar peserta didik didapatkan melalui tes tertulis. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar yang cukup signifikan, mulai dari observasi awal hanya sebesar 28,5%, siklus 1 menjadi 92,8% dan siklus 2 menjadi 96,4%. Selain itu, hasil belajar juga mengalami peningkatan berdasarkan kriteria ketuntasan dari observasi awal hingga siklus 2 sebesar 0%, 25%, hingga 82,2%. Hal ini menunjukkan bahwa, implementasi pendekatan CRT yang merupakan pembelajaran inovatif pada pembelajaran Matematika materi himpunan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didi
PENGARUH KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL DAN PSIKOSOSIAL SISWA KELAS V SDN 1 SUMBERBARU BANYUWANGI
Teacher daily observation  show that students often do rowdy, seeking attention with do the bad something  and difficult to control is a child of the broken home family. It is then encourage to conduct research with the objectives to undertake a deeper case study on the influence of broken home family against the moral and psychosocial development of grade V students of SDN 1 Sumberbaru. The study used a qualitative approach with case study design. Participants in this study were chosen with purposive samples, so that two students from the fifth grade of SDN 1 Sumberbaru were M.J. S and M.K.L. The data analysis techniques use thematic analysis. Research results describe that  broken home family have influenced on moral and psychosocial development of participants. It can be described as bad moral behavior that arises: make mistakes and do not want to apologize; often do not obey the school order; and seek attention by making noise during lesson hours. The behavior of his psychosocial development is the following: not the spirit of learning a new experience; the child is not confident; and often compare herself with friends.
Abstrak ;Hasil observasi harian guru menunjukkan bahwa siswa yang sering berbuat gaduh, suka mencari perhatian dengan berbuat buruk dan sulit dikontrol merupakan anak dari keluarga broken home. Hal tersebut kemudian mendorong untuk melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk melakukan sebuah studi kasus yang mengkaji lebih dalam pengaruh keluarga broken home terhadap perkembangan moral dan psikososial siswa kelas V SDN 1 Sumberbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan purposive sample sehingga diperoleh dua siswa kelas V SDN 1 Sumberbaru yaitu M.J.S dan M.K.L. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis tematik.  Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada pengaruh keluarga broken home terhadap perkembangan moral dan psikososial partisipan. Dapat dijabarkan perilaku moral buruk yang muncul yaitu: membuat kesalahan dan tidak mau minta maaf; sering tidak mentaati tata tertib sekolah; dan mencari perhatian dengan membuat kegaduhan saat jam pelajaran. Adapun perilaku yang menunjukkan terhambatnya perkembangan psikososialnya sebagai berikut: tidak semangat mempelajari pengalaman baru; anak tidak percaya diri; dan sering membandingkan dirinya dengan teman
The Implementation of Total Physical Response (TPR) in Teaching Speaking
Generally, speaking skill is one of the essential skills that must be acquired by students at school. The students are hoped to be able to communicate in English in their daily activities. Event though, student unrarely use it because feeling unconfident and absolutely need a way to solve the problem. This research would investigate the implementation of TPR in Teaching Speaking. To analyze how TPR is used by teacher and students’ response in learning English especially speaking skill, qualitatitive methodologies ar employed. Teacher and English learners from SMPN 1 Purwosari in the 8th grade served as the participants. Observation, questionnaires, and interviews were used to collect the data. The most students gave positive response toward the implemetation of TPR in learning speaking. It was proved from the result of the interview and questionnare. The students had fun to learn English in speaking by using many movements during learning activity and they were able to follow their teacher’s intruction well. However, few students did not interest toward TPR in learning English speaking lesoon. The suggestion for other researchers is to investigate the implementation TPR in teaching other languages aspect such as grammar. The researchers are also suggested to investigate the effectiveness of TPR teaching method to improve students’ particular English skill