OJS STKIP Al Hikmah Surabaya
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BENDA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS II SD AL-FURQON
Berdasarkan hasil observasi di Kelas II SD Al-Furqon Driyorejo Gresik, minat belajar Matematika peserta didik masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari peserta didik yang tidak antusias ketika pembelajaran Matematika. Rendahnya minat belajar peserta didik disebabkan oleh kurang menariknya pembelajaran di kelas. Adanya media konkret dapat membuat peserta didik lebih antusias sehingga bisa terampil dan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar Matematika peserta didik Kelas II SD Al-Furqon melalui penerapan media pembelajaran benda konkret. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan observasi. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar angket dan lembar observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil rata-rata angket minat belajar Matematika peserta didik pada Siklus I adalah sebesar 68,3. Setelah refleksi dan dilakukan perbaikan pada Siklus II, rata-rata minat belajar Matematika peserta didik meningkat menjadi 88,5. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran benda konkret dapat meningkatkan minat belajar Matematika peserta didik Kelas II SD Al-Furqon Driyorejo, Gresik
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KEPUHARJO
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa keterampilan menulis siswa di SDN 2 Kepuharjo khususnya kelas IV masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum KKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek di Kelas IV SDN 2 Kepuharjo Malang. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari model Kemmis & Taggart dengan prosedur terdiri dari empat langkah yaitu merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Kepuharjo dengan melibatkan 28 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan yaitu lembar tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini terdiri dari 1 siklus dengan 2 kali pertemuan. Hasil penelitian Siklus I menunjukkan bahwa 62% siswa sudah mencapai KKM sehingga diperlukan perbaikan pada Siklus II. Oleh karena itu, peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dan tes pada pertemuan kedua. Hasil tes pada Siklus II menunjukkan bahwa 84% siswa sudah mencapai nilai KKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SDN 2 Kepuharjo dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
Teacher Interaction Analysis by Using Initiation, Response and Feedback (IRF)
This study examines how the IRF model and teacher feedback strategies influence student participation in an Indonesian elementary school classroom. By analyzing teacher-student interactions, it aims to highlight the balance between structured instruction and student autonomy in foreign language learning. A summary of a review of foreign language learning for elementary school students regarding recognizing the names of fruits and constructing sentences with the names of these fruits is a good start to learning a foreign language, where students are given a lot of vocabulary as initial capital for them to compose sentences and speak, while the role of the teacher Here, apart from being a material provider, the teacher also becomes a judge who is able to reflect on what students do and provide feedback that builds students to learn English better
PENERAPAN MEDIA KARTU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS I SD ISLAM AL-ILLIYIN GRESIK
Hasil observasi di Kelas I SD Islam Al-Illiyin Gresik menunjukkan bahwa 65% siswa belum bisa membaca dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa Kelas I SD Islam Al-Illiyin, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan peran guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklusnya meliputi empat komponen yaitu perencanaan (planning), aksi/ tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini dilakukan di SD Islam Al-Illiyin dengan melibatkan 8 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu huruf dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya hasil tes pada setiap siklus. Pada Siklus I, siswa yang keterampilan membacanya sudah tuntas yaitu 64% selanjutnya mengalami peningkatan pada Siklus II menjadi 95%. Selain itu, pengamatan dilakukan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dalam menggunakan media kartu meningkat pada Siklus II. Hasil pengamatan aktivitas siswa menunjukkan bahwa siswa aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Begitu pula dengan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran menjadi kriteria baik berdasarkan hasil observasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media kartu dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa Kelas I SD Al-Illiyin Gresik
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Pkn Siswa Kelas V SDN TASIKMADU 2 Malang
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SDN Tasikmadu 2, siswa kurang mampu dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya dan tingkat kemampuan berpikir siswa hanya sampai pada tingkat memahami saja, terutama dalam pembelajaran PKn. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SDN TASIKMADU 2 dengan melibatkan 22 siswa sebagai responden. Desain penelitian menggunakan eksperimen one group pretest posttest. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar tes dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dengan bantuan software SPSS. Uji normalitas menunjukkan bahwa data memiliki nilai signifikansi sebesar 0,894 (> 0.05), sehingga data dinyatakan ber distribusi normal. Selanjutnya, uji homogenitas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,711 (> 0,05), yang mengindikasikan bahwa distribusi data bersifat homogen. Pada tahap akhir, uji t dilakukan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), yang menunjukkan adanya signifikan antara pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN TASIKMADU 2.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI TASIKMADU 1
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Tasikmadu 1 Malang pada mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam Sosial). Berdasarkan data observasi, ditemukan bahwa hasil belajar siswa masih rendah, sebanyak 50% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP). Kondisi tersebut disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih didominasi menggunakan metode ceramah. Oleh karena itu, diterapkan model pembelajaran Inquiry dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan model Inquiry diharapkan dapat memberikan hasil belajar yang lebih relevan dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, 70% siswa mencapai nilai di atas KKTP, sementara pada siklus kedua, total capaian siswa meningkat menjadi 85%. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA KELAS III MI MAARIF
Keterampilan membaca penting dimiliki oleh siswa. Namun, keterampilan membaca siswa Kelas III MI Ma’arif Penanggungan Malang masih belum baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa Kelas III di MI Ma’arif Penanggungan Malang melalui pendekatan berbasis cerita rakyat. Keterampilan membaca yang dikembangkan mencakup pemahaman bacaan, kosakata, menganalisis isi teks, dan kelancaran membaca. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam siklus, yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas III dan penelitian dilaksanakan selama satu bulan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar angket respon siswa. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis cerita rakyat dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa secara bertahap, terutama dalam aspek pemahaman bacaan dan pengayaan kosakata. Dengan demikian, pendekatan ini efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan membaca di jenjang pendidikan dasar
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDN 1 NGIJO
Berdasarkan hasil wawancara dan pretest, keterampilan berpikir kritis siswa Kelas IV SDN 1 Ngijo Malang masing rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV di SDN 01 Ngijo. Model PBL dipilih karena memungkinkan siswa untuk belajar melalui pemecahan masalah nyata, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan 15 siswa kelas IV sebagai partisipan dan dilakukan dalam 1 siklus dengan 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, pretest-posttest, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan model PBL. Data kuantitatif dari pretest dan posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa, sementara data kualitatif dari observasi dan angket mengindikasikan peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran serta pemahaman mereka terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Dengan demikian, penerapan model PBL terbukti dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI NILAI KEDISIPLINAN PADA MATERI FUNGSI
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, tetapi faktanya kemampuan pemecahan masalah siswa terbilang cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Probelm-Based Learning (PBL) terintegrasi nilai kedisiplinan pada materi fungsi. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method (metode kombinasi) dengan convergent design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah tes dan observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar tes. Instrumen disusun oleh peneliti kemudian divalidasi oleh 3 validator ahli. Berdasarkan hasil observasi, skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 85% Hal ini menunjukkan bahwa penerapan problem based learning terintegrasi nilai kedisiplinan berjalan dengan sangat baik, meskipun keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan sangat baik, tetapi integrasi nilai kedisipliplinan yang ditanamkan pada saat proses pembelajaran belum terlihat pada diri siswa. Adapun hasil tes siswa menunjukkan bahwa sebanyak 7 siswa dari 11 memenuhi KTTP dengan nilai skor di atas 80. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa presentase siswa yang memenuhi kriteria hasil belajar mencapai 64%
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA EJAAN PADA KARYA TULIS ARGUMENTASI SISWA MADRASAH ALIYAH PRAMBON SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa ejaan pada karya tulis argumentasi siswa Madrasah Aliyah Prambon Sidoarjo dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa ejaan pada karya tulis argumentasi siswa Madrasah Aliyah Prambon Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari hasil karya tulis siswa Madrasah Aliyah Prambon Sidoarjo berupa teks argumentasi. Analisis dokumen dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data penelitian menggunakan 4 tahapan, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kesalahan berbahasa ejaan pada karya tulis argumentasi siswa Madrasah Aliyah Prambon Sidoarjo 1) kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 378 , 2) kesalahan penggunaan tanda titik sebanyak 87 , 3) kesalahan penggunaan tanda koma sebanyak 115, 4) kesalahan penggunaan tanda hubung sebanyak 9 , 5) kesalahan penulisan kata depan sebanyak 36 , 6) kesalahan penulisan kata ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya sebanyak 2, 7) kesalahan penulisan kata singkatan dan akronim sebanyak 101 , 8) kesalahan penulisan partikel pun sebanyak 2, 9) kesalahan penulisan gabungan kata sebanyak 11 , 10) kesalahan penulisan kata berimbuhan sebanyak 6. Terdapat beberapa faktor penyebab kesalahan berbahasa ejaan pada karya tulis argumentasi siswa Madrasah Aliyah Prambon Sidoarjo yaitu, 1) pengaruh bahasa ibu/bahasa pertama yang lebih dahulu dikuasai, yang biasanya digunakan di kehidupan sehari-hari mereka, 2) kurangnya pemahaman siswa tentang cara pemakaian kaidah-kaidah ejaan yang disempurnakan.