Online Journal FKIP UM Metro (Universitas Muhammadiyah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
APLIKASI BLANTIK BERBASIS ANDROID SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN EROSI BUDAYA DI KALANGAN GENERASI ALPHA
Salah satu permasalahan yang muncul saat ini yaitu lunturnya pengetahuan mengenai budaya terutama pada kalangan Generasi Alpha. Dengan demikian, perlu dirancang sebuah media edukasi berupa aplikasi yang mampu menambah pengetahuan tentang matematika sekaligus mengenalkan budaya dengan memanfaatkan teknologi digital yang sudah sangat akrab di kalangan Generasi Alpha. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media edukasi Blantik yang layak dan praktis sebagai upaya pencegahan erosi budaya di kalangan Generasi Alpha. Jenis penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen validasi media serta angket respon guru dan siswa. Berdasarkan hasil validasi terhadap media edukasi Blantik dapat dikatakan layak untuk diujicobakan karena secara substansi, materi benar dan tidak terdapat kesalahan konsep, serta rata-rata yang diperoleh lebih dari 3,00. Kepraktisan media edukasi Blantik dapat dilihat berdasarkan data hasil angket respon siswa yaitu 82% dan guru yaitu 95%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa aplikasi Blantik layak dan praktis untuk digunakan. One of the problems that arise today is the fading of knowledge about culture, especially among the Alpha Generation. Thus, it is necessary to design educational media in the form of an application that can increase knowledge about mathematics while at the same time introducing culture by utilizing digital technology which is very familiar among the Alpha Generation. This research aims to develop and produce a product in the form of educational media Blantik that is appropriate and practical as an effort to prevent cultural erosion among Generation Alpha. This type of research uses Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. Data collection techniques used media validation instruments and teacher and student response questionnaires. Based on the results of the validation of the educational media Blantik it can be said that it is feasible to be tested because in substance, the material is correct and there are no conceptual errors, and the average obtained is more than 3.00. The practicality of the educational media Blantik can be seen based on the data from the student response questionnaire, namely 82%, and teachers, namely 95%. Thus, it is concluded that the Blantik application is feasible and practical to use
LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING: UPAYA MENDUKUNG PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI POLA BILANGAN
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk, juga menguji kevalidan dan kelayakan produk yang dikembangkan. Metode yang diterapkan yakni research and development dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini hingga tahap pengembangan saja. Produk yang dihasilkan berupa LKPD berbasis Problem Based Learning. Tahap analisis peneliti melakukan analisis kebutuhan LKPD, analisis kurikulum, dan analisis materi. Selanjutnya tahap perancangan yang terdiri dari perancangan produk, perancangan instrumen validasi, instrumen penilaian praktisi, dan instrumen penilaian peserta didik. Tahap pengembangan dilakukan dengan mengembangkan LKPD dan validasi. Validasi dilakukan oleh tiga validator, penilaian dilakukan oleh satu praktisi, dan enam peserta didik. Sistem pengumpulan data yang dilakukan yakni observasi, wawancara, dan angket. Pengolahan analisis hasil wawancara dengan cara analisis deskriptif, sedangkan analisis angket kevalidan dan kelayakan diolah dengan cara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji validitas menyatakan memenuhi kriteria validitas dengan skor 3,51. Hasil uji kelayakan praktisi menyatakan memenuhi kriteria kelayakan dengan skor 3,73 dan penilaian peserta didik dengan skor 3,71. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan bahwa LKPD berbasis Problem Based Learning valid dan layak digunakan dalam pembelajaran serta mampu mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis
E-CLASSROOM LANGUAGE: A CONVERSATION ANALYSIS OF SYNCHRONOUS INSTRUCTIONS DURING THE COVID-19 OUTBREAK
A growing body of research has documented classroom language use in traditional classrooms. However, how teachers use language in virtual classrooms remains largely under-researched. This study was carried out to fill this gap. The purpose was to examine teachers' use of classroom language in synchronous virtual classrooms and how it facilitated learning opportunities for EFL learners. Under the qualitative research framework, video recordings of online instructional activities were analyzed using a conversation analysis approach. The results show that the majority of expressions used in online synchronous instructions were quite similar to those used in traditional classrooms except for the expressions like "let me share my screen," "turn on the camera," and "I will mute everyone." The results also show that teachers' e-classroom language use provided learning opportunities for students employing recast, scaffolding, and extended wait time for students' turns. Information on teachers' classroom language use in online learning environments presented in this paper is based on limited data, and further studies involving more significant participants are recommended
DEXTERITY OF ACCEPTING AND DECLINING ORAL INVITATIONS OF SMK STUDENTS IN SPEAKING PERFORMANCE
Accepting and declining invitations bridges the speakers and hearers involved in direct communication to get mutual understanding. In a classroom context, the knowledge of accepting and declining invitations is essential since both teachers and students should be able to create a dialogical relationship. Therefore, this study aims to determine whether the eleventh-year students of SMK Negeri Nibaaf, Kefamenanu, have mastered accepting and declining the invitation, describe their difficulties, and categorize their level of mastery. To describe the whole process, the researchers applied a quantitative method. To get the data, this study used an oral test given to eleven students learning English in the 2020/2021 school year. This study used mobile phones to record the oral test. Their performance was analyzed using the parts of accepting and declining an invitation and four aspects of speaking: fluency, vocabulary, grammar, and pronunciation. The result shows that their average score is 89.5. It indicates that their dexterity is categorized as very good, and their level of mastery is excellent. However, they made 109 (48%) right and 23 (8%) wrong answers. They also faced pronunciation difficulties (11 (or" 4%) right and 55 (or: 20%) wrong answers) and grammar20 (or: 7%) right and 46 (or: 17%) wrong answers). It implies that teaching speaking should pay more attention to accepting and declining an oral invitation
Keterampilan Juru Pelihara Situs Peninggalan Sejarah Madiun dalam Bercerita Sejarah
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menjelaskan keterampilan juru pelihara situs peninggalan sejarah dalam menceritakan situs yang dipeliharanya kepada pengunjung. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun selama sepuluh bulan. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan penggunakan teknik statistis deskriptif. Hasilnya yaitu juru pelihara situs peninggalan sejarah Madiun yang keterampilan menceritakan situs yang dipeliharanya kepada para pengunjung dalam kategori sangat baik: 0%, baik: 81%, cukup: 6%, kurang: 13%, sangat kuramg: 0%. Nilai rata-rata keterampilan bercerita sejarah sebesar 23,875. Juru pelihara yang keterampilan bercerita sejarah di atas rata-rata sebanyak 11 orang (85%), sedangkan yang di bawah rata-rata sebanyak 5 orang (15%). 7 aspek keterampilan yang nilainya rata baik ada 4 aspek (isi cerita, kebenaran cerita, santun kinestika, volume suara). Sedangkan yang 3 aspek nilainya rata-rata nilai tergolong cukup (aspek yaitu plot, diksi, dan kefektifan kalimat)
The Impact of Personality Trait on Final-Year Students’Flourishing: A Path-Analysis Approach
An individual’s personality influences flourishing. Therefore, this study purposed to determine the influence of personality traits on the flourishing of final-year students. This data was collected using the PERMA-Profiler and Big Five Inventory. This study was a quantitative study with a non-experimental research design. The sampling technique used purposive sampling on 300 final-year students. The data analysis method was multiple linear regression techniques assisted by the Jamovi 2.3.18. The findings showed that the significant five personality effect flourished by R2 = 32,2%. In addition, it was found that agreeableness was the most influential variable in the flourishing of final-year students, followed by conscientiousness and extraversion. On the other hand, this study confirmed that openness and neuroticism had no significant effect on flourishing. The results contributed to interventions from the university to pay attention to agreeableness, conscientiousness, and extraversion to develop flourishing in final-year students
THINGS TO CONSIDER IN BLENDED LEARNING CONTEXT: STUDENTS VOCABULARY LEARNING STRATEGIES
The move from teacher-centered to learner-centered pedagogy, which empowered students to take charge of their learning, has attracted the researcher to conduct this study. This paper explored the types of vocabulary learning strategies (VLSs) used by intermediate learners of English as a foreign language in Lampung universities and the relationship between VLSs and their speaking ability. It also attempted to find out the most-used and least-used strategies for learning the vocabulary of the English language. It adopted a quantitative correlational research design. One hundred seventy-nine participants as intermediate learners from nine different universities in Lampung participated in this study. An adopted 50-item questionnaire of vocabulary learning strategies was used for data collection. This questionnaire was distributed in two separate sessions: online via the Google Form link and offline through a printed questionnaire. The descriptive statistics analysis of the questionnaire's responses showed that the participants were medium strategy users (mean=3,11). Determination and memory strategies were the most frequently used, while social was the least used. Pearson correlation coefficient on SPSS revealed a fragile relationship between VLSs and the participants' speaking ability where the value is r< 0,30 (r= 0,089). Finally, it is recommended that the teachers help their students become initiative and take responsibility for their success by providing them with a sense of vocabulary learning strategies to enhance their vocabulary knowledge. Moreover, teachers should present a wide range of (VLSs) to their students for both a classroom-related setting and self-directed vocabulary learning
STUDENTS' STRATEGIES TO OVERCOME ENGLISH SPEAKING ANXIETY
Speaking anxiety appears detrimental to English learners since it can lead to negative self-perceptions, mental slowness, and poor performance. As a result, students cannot achieve a high degree of English competence, particularly fluency. English Education students at Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta experienced a fear of speaking because they find it challenging to communicate with lecturers and peers in English. This study investigates students' English-speaking anxiety levels, the factors that cause students' English-speaking anxiety, and the strategies the students use to overcome English-speaking anxiety. This qualitative study utilized questionnaires and interviews to answer the research questions and collect data. The questionnaire of 33 statements related to anxiety in speaking English; semi-structured interviews were used to collect the data for this study. Six students were interviewed, and 85 students in the third semester were respondents to the questionnaire, a random sample. This study found that 34 students had moderate anxiety levels, while the anxiety factors that influenced students were communication apprehension, test anxiety, and fear of negative evaluation. The students' strategies to reduce anxiety are preparation, positive thinking, relaxation, and peer seeking. Those strategies could reduce the students' English-speaking anxiety. The results of this study can be used as input for students who experience anxiety in speaking English and for English teachers to understand their students' anxiety better
PENGARUH COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KOLABORASI DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan cooperative learning tipe Number Head Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimental dimana penelitian ini satu kelas berlaku sebagai kelas eksperimen sekaligus kelas kontrol. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Padangsidimpuan yang terdiri dari 29 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non-tes. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan berganda untuk mengukur keberhasilan belajar siswa ditinjau dari kompetensi dasar dan tes berbentuk soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis sedangkan instrumen non-tes berupa angket kolaborasi siswa, angket komunikasi matematis siswa dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan cooperative learning tipe NHT. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah paired sample t-test. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Pembelajaran menggunakan pendekatan cooperative learning tipe NHT menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi matematis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran, 2) pembelajaran matematika menggunakan pendekatan cooperative learning tipe NHT efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan kemampuan komunikasi matematis siswa
PENGEMBANGAN E-LKPD MATERI ARITMETIKA SOSIAL BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS
Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan menggunakan model 4D. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan E-LKPD berbasis pendekatan kontekstual yang valid dan praktis. Materi pada E-LKPD yang dikembangkan yaitu materi aritmetika sosial. Subjek penelitian ini adalah 9 orang peserta didik kelas VII SMPN 3 Bangkinang dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan E-LKPD materi aritmetika sosial berbasis pendekatan kontekstual valid dan praktis. Persentase rata-rata penilaian validator untuk keempat E-LKPD yaitu 88,40% dengan kriteria sangat valid. Selanjutnya persentase rata-rata penilaian peserta didik untuk keempat E-LKPD yaitu 90,57% dengan kriteria sangat praktis